Gaido Travel & Tours Hadir di Pangandaran, Gelar Seminar Pemulihan Ekonomi Syariah di Masa Pandemi Covid-19

 

GAIDOFOUNDATION.ORG, Pangandaran —  Gaido Travel & Tours menggelar Seminar bertema “Pemulihan Ekonomi Syariah di Masa Pandemi Covid-19” pada hari Senin (14/06) di Gedung Dakwah Islam Kecamatan Parigi, Pangandaran, Jawa Barat.

Seminar ini menghadirkan narasumber Hasan Gaido, Presiden ISABC, dan juga Bendahara Komite Ekspor Halal DPP MES, Nana Sujana, Direktur Gaido Travel & Tours dan H. Kusno Pramono, Kepala Cabang Gaido Travel & Tours Pangandaran.

Pada Kegiatan ini sambutan sekaligus pembukaan acara secara resmi disampaikan Ruslan selaku Pelaksana Kehutanan CD7 Provinsi Jawa Barat yang menyampaikan sangat mengapresiasi Gaido Travel & Tours Cabang Pangandaran yang turut serta berkontribusi pada pemulihan ekonomi syariah di masa pandemi ini.

Sangat penting untuk kita mengetahui seluk beluk ekonomi syariah dan mengetahui bagaimana strategi dalam pemulihannya dikala masa pandemi seperti saat ini.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Hasan Gaido, Bapak Nana Sujana, dan juga Kepala Cabang Gaido Travel & Tours Pangandaran, Bapak H. Kusno Pramono yang telah melaksanakan kegiatan ini, mudah-mudahan masa pandemi ini ekonomi segera bangkit, khususnya pariwisata dan ekonomi kreatif di Pangandaran, Jawa Barat.” ujar Ruslan.

Masuk kepada paparan para narasumber, Nana Sujana menyampaikan pengalaman Gaido Travel & Tours yang sudah menginjak 18 tahun memiliki izin yang sangat lengkap bahkan jadi perusahaan franchise, dan juga sudah meiliki 63 kantor cabang, salah satunya Gaido Travel & Tours cabang Pangandaran.

Lebih lanjut, Nana Sujana juga beromentar atas isu yang ramai akhir-akhir ini terkait kuota dan pemberangkatan haji 1443 H. Kerajaan Arab Saudi telah menyampaikan berita resmi bahwa haji dan umroh hanya bisa dilaksanakan oleh masyarakat yang ada di Arab Saudi saja. Sehingga ini menjawab berbagai gejolak dan isu bahkan hoax terkait setoran dana calon jamaah haji.

“Saya menghimbau jika ingin haji dan umroh yang pertama diluruskan adalah niat, lalu yang kedua laksanakan, apakah itu bentuk tabungan, atau setoran, dan jika kita sudah memiliki nomor kursi maka jangan ditarik kembali, karena daftar haji ini untuk reguler bisa menunggu 14 sampai 20 tahun, sementara dengan haji khusus sendiri itu bisa sampai 7 sampai 10 tahun. Maka kita harus memiliki kepercayaan, dan juga sudah dijawab oleh Bapak Anggito dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bahwa uang jamaah, aman.” Ujar Nana Sujana.

Ibadah Haji adalah bagi yang mampu, sekarang kita belum diberikan kesempatan walaupun kita punya uang, maka kita harus sabar, yaitu dengan kita niatkan setelah itu kita bayar, lalu tunggu samapai giliran kita bisa berangkat haji, karena haji bukan hanya ibadah atau kewajiban kita seperti sholat, puasa, tapi juga pakai tenaga dan biaya.

Tidak bisa haji ditempat yang lain, beda halnya dengan sholat dan puasa yang bisa dilakukan di mana saja, maka kita harus mengikuti regulasi negara Indonesia dan negara Saudi Arabia.

“Ayo segera daftarkan diri untuk haji dan umrah ke Gaido Travel & Tours, disini kami ada kantor cabangnya di Pangandaran, dan silahkan hubungi call center di setiap cabang Gaido Travel yang dekat dengan domisili anda.” ajak Nana penuh semangat.

Nana Sujana juga berterus terang bahwa betul Gaido Travel sedang tidak memberangkatkan haji, namun tetap eksis, insyaallah tahun berikutnya Gaido Travel bisa memberangkatkan haji.

Narasumber berikutnya Muhammad Hasan Gaido menjelaskan tentang apa itu dasar hukum ekonomi konvensional dan perbedaannya dengan ekonomi Syariah; modal secukupnya, untung sewajarnya.

Ekonomi syariah ini menganut hukum syariat Islam, namun ekonomi syariah bukan diartikan bahwa kita tidak bisa berbisnis dengan penganut agama lain.

Misalnya produk-produk halal bisa dinikmati siapa saja, apapun pemeluk agamanya, lalu juga dengan konsep wisata halal juga bisa dinikmati bersama.

“Jadi ekonomi syariah ini hadir untuk semua manusia di dunia. Mari kita pahami dan kita dorong bahwa lebih dari 270 juta jumlah penduduk di Indonesia dan Indonesia merupakan penduduk muslim terbesar nomor satu di dunia. Maka ada potensi yang sangat besar bagaimana kita meningkatkan yaitu ekspor produk halal. Tidak lupa kita membangkitkan ekonomi di Pangandaran dengan beriwisata dengan Gaido Travel yang di Pangandaran.” Ujar Hasan Gaido.

Hal ini sejalan dengan ajakan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno. Mari kita Bersama-sama dengan Pak Menteri, Sandiaga Uno berwisata ke Pangandaran dengan paket Wisata Halal Gaido Travel & Tours yang tentunya dengan akomodasi sangat nyaman. Inilah disebut pemulihan ekonomi syariah, maka insyaallah Pangandaran bangkit, dan Indonesia bangkit!

Gaido Group dan Satgas PED Jawa Barat , Temu Santai Bahas Kolaborasi dan Sinergitas

GAIDOFOUNDATION.ORG- Satgas Pemulihan & Transformasi Ekonomi Daerah Provinsi Jawa Barat, Sub Divisi Transportasi dan Logistik, R. Budi Setiawan dan Heru Dermawan K. S.Sos, M.H. Kasi Bidang Udara Dinas Perhubungan Jawa Barat adakan agenda temu santai dengan Gaido Group yang dimpimpin oleh Muhammad Hasan Gaido, Founder & CEO Gaido Group, turut mendampingi Achmad Mustofa, COO Gaido Group, Nana Sujana, Direktur Gaido Travel, Heri C. Utomo, Direktur  Bisnis Bandung Gaido, Andi C. Kamili, Founder Fuluzz Syariah dan H. Dudi Hermawan, Kepala Cabang Gaido Travel & Tours Cabang Kota Bandung sekaligus Direktur Gaido Gema Computer.

Pada temu santai ini, membahas potensi sinergi dan kolaborasi kedua belah, khususnya dalam pemulihan ekonomi di Jawa Barat.

Setiawan menyatakan, sebagaimana petunjuk dan arahan Ketua Komite Kebijakan Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jabar, Gubernur Ridwan Kamil, dan Ketua Harian Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Daerah Provinsi Jabar dengan Ketua Harian Ipong Witono, kami bertugas membangun sinergisitas dan kolaborasi antar masyarakat, dunia usaha dan pemerintah daerah serta memberikan pertimbangan terkait percepatan pemulihan ekonomi di Jabar.

“Ruang lingkup kerja atau fungsi satgas ini, di antaranya sektor ketahanan pangan, peningkatan daya beli melalui stimulus, relaksasi, dan bantuan sosial, skala prioritas program jangka pendek, menengah, dan panjang. Isinya adalah bagaimana memberikan bantuan modal, terus kemudian juga bagaimana memberikan bantuan untuk pemasaran, dan regulasi-regulasi apa saja yang sekiranya menghambat.” tuturnya.

Setiwan juga menambahkan bahwa sektor transportasi dan logistik menjadi bagian penting dalam pemulihan ekonomi di Provinsi Jawa Barat. Kolaborasi bersama Gaido Group menjadi relevan karena sebagai holding company memiliki berbagai unit usaha dan jaringan di dalam dan luar negeri.

Hasan Gaido mengatakan Gaido Group melalui unit-unit usahanya dengan strategi ABG Cantik (Academy, Business, Government, Community) siap bersinergi dan berkolaborasi dalam program yang menjadi prioritas Satgas pemulihan ekonomi Jawa Barat, dan ini sejalan dengan Gaido Bangkit dengan Ekonomi Syariah di Masa Pandemi Covid-19.

“Semoga sinergi ini membawa banyak benefit, selain kepada Gaido Group dan Satgas Pemulihan ekonomi, juga kepada masyarakat Jawa Barat dan diharapkan bisa mendukung dalam mewujudkan Indonesia menjadi sentral ekonomi syariah dunia.” ujar President Indonesia Saudi Arabia Business Council (ISABC) ini.

Gaido Group siap mendukung pemulihan ekonomi di Provinsi Jawa Barat bukan hanya di sektor transportasi dan logistik akan tetapi siap mendukung di sektor-sektor lain seperti UMKM, ekonomi kreatif dan ketahanan pangan (pertanian, perkebunan dan perikanan).

Tata Cara Sholat Jenazah Laki-laki dan Perempuan Lengkap dengan Bacaan Doanya

GAIDOFOUNDATION.ORG – Sebagai umat muslim, kita harus mengetahui tata cara sholat jenazah yang baik dan benar. Sebab sebelum jenazah dikebumikan harus dimandikan dan disholatkan terlebih dahulu. Menjadi salah satu kewajiban seorang muslim untuk melaksanakannya.

Sholat jenazah hukumnya fardhu kifayah yang artinya wajib dikerjakan. Namun jika sudah ada umat muslim lain yang mengerjakannya, kewajiban umat muslim lainnya menjadi gugur.
 
 
Tata cara sholat jenazah berbeda dengan sholat wajib dan sunah lainnya. Sholat ini tidak didahului adzan dan iqamah sebagaimana sholat fardhu lima waktu.
 
 
Sholat jenazah terdiri dari empat takbir dan dilakukan dengan berdiri. Dalam sholat jenazah juga tidak dilakukan gerakan rukuk, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan duduk tahiyat.
 
 

Tata Cara Sholat Jenazah

Cara sholat jenazah laki-laki dan perempuan berbeda. Sebelum membahas tata cara sholat jenazah, ada beberapa rukun yang harus diperhatikan agar sholat jenazah sah dilakukan.
 
 
Rukun tersebut diantaranya niat, berdiri bagi yang mampu, empat kali takbir, mengangkat tangan saat takbir pertama, membaca al fatihah, membaca sholawat nabi, berdoa untuk jenazah, dan terakhir salam.
 
 
 
Berikut tata cara sholat jenazah laki-laki dan perempuan :
 
 

1. Takbir Pertama Membaca Niat dan Al fatihah

Sholat jenazah diawali dengan membaca niat. Untuk niat menyolatkan jenazah perempuan dan laki-laki berbeda.
 
 
Setelah itu dilanjutkan takbiratul ihram, tangan diletakkan di atas pusar sebagaimana dilakukan saat sholat pada umumnya. Kemudian dilanjutkan dengan membaca surat al fatihah.
 
 
Niat untuk jenazah laki-laki :
 
 
Niat untuk jenazah perempuan :
 
 

2. Takbir Kedua Membaca Sholawat

Setelah takbir pertama membaca surat al fatihah, kemudian takbir lagi dan membaca bacaan sholawat nabi.
 

3. Takbir Ketiga Berdoa untuk Jenazah

Takbir ketiga membaca doa untuk jenazah. Bacaan doa untuk jenazah laki-laki dan perempuan berbeda.
 
Bacaan doa untuk jenazah laki-laki :

Bacaan doa untuk jenazah perempuan :

 
Artinya :
 
 
Ya Allah, ampunilah dan kasihanilah dia, berilah kesejahteraan kepadanya dan maafkanlah kesalahannya.
 
 

4. Takbir Keempat Membaca Doa untuk Jenazah dan Orang yang Ditinggalkan

Pada takbir keempat membaca doa untuk jenazah dan untuk orang-orang yang ditinggalkannya. Bacaan doa untuk jenazah laki-laki dan perempuan pada takbir keempat juga berbeda.
 
 
Bacaan doa untuk jenazah laki-laki :
 

Bacaan doa untuk jenazah perempuan :

Artinya :
 
 
Ya Allah, janganlah Engkau halangi kami dari pahalanya, janganlah Engkau fitnah kami sesudah kepergiannya, dan ampunilah kami dan kepadanya.
 
 

5. Salam

Terakhir yaitu mengucapkan salam ke kanan dan kiri, sebagaimana salam sholat pada umumnya. Dengan mengucapkan :

Itulah tata cara sholat jenazah perempuan dan laki-laki yang baik dan benar lengkap dengan bacaannya. Semoga bermanfaa
 
 
 
 
 
 
 
 
Sumber: kumparan.com

Wapres: Kolaborasi Antarlembaga Jadi Kunci Percepatan Pengembangan Ekosistem Syariah

GAIDOFOUNDATION.ORG, Jakarta -Di tengah perjuangan bangsa Indonesia dalam memulihkan perekonomian nasional akibat pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), ekonomi dan keuangan syariah memiliki potensi dan peluang yang sangat besar untuk berkontribusi secara riil.

Namun, agar kontribusi ini dapat memberikan hasil maksimal, harus dilakukan pengembangan ekosistem syariah dan implementasi secara berjamaah melalui ta’awun atau gotong-royong. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antar seluruh pihak terkait yang menggeluti bidang-bidang ekonomi dan keuangan syariah.

“Kunci utama agar upaya percepatan pengembangan ekosistem ekonomi syariah ini berhasil, terletak pada sinergi dan kolaborasi terpadu antarlembaga maupun organisasi masyarakat yang menggeluti ekonomi dan keuangan syariah,” tutur Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin pada acara Silaturahim Wakil Presiden Republik Indonesia bersama Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Jumat (4/6 di Gedung The Tower Jakarta, Jumat.

Wapres berharap kerja sama antara MES dan BUMN ini dapat semakin diperluas cakupannya. Dari 28.914 pesantren yang setidaknya terdapat 12.000 pesantren yang berpotensi untuk pengembangan ekonomi.

Sedikitnya 12.000 pesantren yang berpotensi tersebut masih memerlukan pendampingan, bimbingan, serta pembekalan, untuk dapat menciptakan santri dengan kemampuan berwirausaha atau dikenal dengan istilah santripreneur.

“Sehingga akan terbentuk lebih banyak santripreneur yang tidak hanya mahir ilmu agama, tetapi juga berjiwa wirausaha,” ujar Wapres Ma’ruf Amin.

Wapres menjelaskan pemberdayaan ekonomi di pesantren tidak hanya bermanfaat bagi para santri, melainkan juga masyarakat yang tinggal di sekitar pondok pesantren tersebut.

Oleh karena itu keterlibatan dan pendidikan keuangan syariah yang melibatkan banyak pihak perlu dikenalkan dan dikembangkan bagi para santri di pondok pesantren.

Pengembangan ekonomi syariah di pondok pesantren, kata Wapres, harus menggunakan teknologi terkini, sehingga dapat selaras dengan kondisi perekonomian di berbagai daerah.

“Perlu ada terobosan pengembangan ekosistem syariah berbasis digital yang terintegrasi dan diselaraskan dengan kearifan lokal, mengingat kondisi ekonomi dan sosial masyarakat yang berbeda-beda di setiap daerah,” ujar Wapres Ma’ruf Amin.

Wapres juga berpesan agar MES menjadi penggerak ekosistem ekonomi syariah di berbagai daerah serta mampu bersinergi dengan para pelaku usaha besar dan pelaku usaha mikro dan kecil.

Salah satu pelaku besar yang terus konsisten menjalankan ekosistem ekonomi syariah di Indonesia adalah Gaido Group dengan integrated syariah business corporate sekaligus sebagai inisiator Indonesia Sentral Ekonomi Syariah Dunia 2045.

Dalam menudukung program santriprenur misalnya, Gaido Group ikut melibatkan diri dengan menghadirkan SantriMart, guna mendorong agar setiap pesantren memiliki paling tidak satu produk unggulan yang dikelola mandiri dan memberi manfaat bukan hanya untuk keperluan internal pesantren dan di luar pesantren.

Dalam konteks yang lebih besar, kehadiran Santri Mart ini adalah harapan upaya mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi syariah melalui Ekosistem Halal Value Chain (HVC) yang terdiri dari berbagai unit ekonomi mulai dari ekonomi pesantren, UMKM, Korporasi dan lainnya.

MES juga harus mendorong kemitraan antarpengusaha syariah, sehingga tujuan pemerataan kesejahteraan masyarakat sesuai prinsip syariah dapat terwujud.

Selain Wapres, Turut hadir dalam acara Halal Bihalal PP MES tersebut ialah Ketua Dewan Penggerak MES Mahfud MD, Ketua Dewan Penyantun MES Arsjad Rasjid, Ketua Dewan Pakar MES Perry Warjiyo, dan Ketua Umum MES Erick Thohir.

Momen Hari Kebangkitan Nasional, Gaido Gelar Rapat Terbatas Bahas Bisnis Plan di Era Digital

GAIDOFOUNDATION.OTG-Momentun Hari Kebangkitan Nasional memberi makna tersendiri bagi Gaido Group kali ini. Plan bisnis digital, tantangan dan peluang  untuk bangkit di masa pandemi covid yang terjadi secara global adalah salah satu bahasan pada rapat terbatas Gaido Group yang dilaksanakan pada Jum’at (21/05) di Gaido Plaza, Tangerag Selatan.

Hadir dalam rapat kali ini, Muhammad Hasan Gaido, Founder dan CEO Gaido Group, Heri C. Utomo, Direktur Bisnis Bandung Gaido, H. Nana Sujana, Direktur Gaido Travel & Tours, Ahmad Murtadha, Direktur Gaido Media Creative, Uus Ustandi, Direktur Gaido Properti, Suhandoyo, Direktur Sani Mobil Indonesia, Dean Desvi, Direktur Gaido Citra Media dan Pranjani Radja, dari Pura Koffie Bandung.

Masih dalan suasana Syawwal, sesi awal diisi halal bihalal sesama yang hadir dan penyampaian update Company Profile Gaido Group serta Buku Saku Gaido Group  oleh Ahmad Murtadha.

Selanjutnya penyampain update kondisi bisnis masing-masing peserta rapat yang hadir. Heri Cahyo Utomo, Direktur Bisnis Bandung Gaido, yaitu unit usaha Gaido Group bergerak di bidang agregator produk UKM di Jawa Barat, khususnya di Bandung. Saat ini sedang persiapan soft launching Pura Koffie dan juga pengembangan tahap lanjut mobile Apps UMKaMU, sebuah e-commerce produk-produk halal.

Pranjani Radja, menyampaikan syukur dan rasa senangnya karena bisa turut berkumpul di momen ini bertemu Muhammad Hasan Gaido. Pranjani saat ini sebagai Mahasiswa S2 di Universitas Indonesia dengan Program Studi Magister Hukum HAM & Good Governance dan bercita-cita menjadi Mentri Hukum & HAM RI. Selain konsen melanjutkan studinya, Pranjani berwirausaha dengan membuka coffeshop dengan brand Pura Koffie, bekerjasama dengan Bisnis Bandung Gaido, Coffeeshop yang memilki Konsep memberikan Konsultasi Hukum Gratis Kepada Masyarakat dan Galeri UMKM.

Selanjutnya Uus Ustandi, Direktur Gaido Properti menyampaikan pengalamannya berbisnis di bidang konstruksi dan berkarir di perusahaan nasional sampai menjabat sebagai manajer. Uus mengakui saat ini telah banyak bermunculan developer syariah dan disambut positif oleh maysarakat indonesia yang mayoritas muslim. Namun ada adalah konstruksi syariah.

“Maka dengan ini saya melihat Visi Gaido 2045 Indonesia Sentral Ekonomi Syariah Dunia, sejalan dengan keyakinan saya, dan saya  sangat  berharap Gaido Properti menjadi pioneer untuk hal ini dengan terus relevan memanfaatkan kemajuan teknologi yang ada, baik dalam pengoperasian maupun pemasaran.” Ujar Uus.

Selanjutnya Suhandoyo, Direktur Sani Mobil Indonesia, unit usaha Gaido Group penyedia jasa transportasi berupa penyewaan, penjualan dan perawatan kendaraan. Melihat perkembangan digital, khususnya dunia  e-commerce, nyatanya membutuh support logistik transportasinya. Sani Mobil Indonesia sedang proses agar bisa ambil bagian di dalamnya.

Nana Sujana, Direktur Gaido Travel, Unit Usaha Gaido Group dengan bisnis utamanya penyelenggara haji, umrah dan halal travel, yang telah berusia 18 tahun dan memiliki peirzinan sangat lengkap mulai dari pariwisata, izin umrah, izin haji dan izin franchise. Sehingga saat ini tercatat Gaido Travel telah memiliki 63 kantor cabang masih ada target yang harus di selesaikan sekitar 57 kantor cabang dari target 120 kantor cabang se-Indonesia sampai tahun 2022.

“Tidak dipungkiri dampak ekonomi akibat pandemi di bidang ini sangat besar. Penerbangan di stop dan Kerajaan Saudi Arabia sangat selektif dan ketat mengambil kebijakan soal ini. Nana mengaku saat ini yang dilakukannya adalah mencoba diversifikasi produk dan jasanya dengan memanfaatkan kemajuan digital yang ada. Tahun kemarin saja dengan adanya pandemi kami justru bisa turut serta tiga exhibition nasional dan  internasional. Membuka cabang secara virtual. Meraih Rekor MURI di momen 75 tahun kemerdekaan Indonesia.” Ujar Nana Sujana

Ahmad Murtadha, Direktur Gaido Media Creative, menyampaikan bahwa unit usaha Gaido Group dengan tagline dream, design deliver ini, memang berbasis dan erat dengan teknologi informasi dan komputer, karena produk jasanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan client di bidang creative design, printing & publishing, videografi & fotografi dan virtual event.

Selanjutnya Dean Desvi, Gaido Citra Media menyampaikan aktivitasnya saat ini sebagai instruktor public speaking  untuk para polisi lalu lintas di mabes Polri dan juga sebagai public relation di STAI Ganesha  untuk mempromosikan program beasiswa S1 dan S2. Memang saat ini Gaido Citra Media  masih belum aktif beroperasi, tapi Dean Desvi siap mensupport kapanpun diperluakan.

Pada sesi inti sekaligus sesi terakhir, Hasan Gaido menyampaikan bahwa untuk mencapai Visi Gaido 2045, Gaido Group telah membuat road mapnya.

“Apabila orang berbisnis tapi tidak mempunyai road map, tidak mengenal asal usul perusahaanya, tidak tahu tujuannya. Saya jamin pasti tersesat, minil muter-muter tanpa pernah sampai tujuan yang dia inginkan. Dirianya akan cenderung gagap atas keadaan, mengeluh dan loss focus.” Tegas Hasan Gaido.

Jadi untuk mencapai visi tersebut, Gaido Group telah membuat Strategi Road Map Visi Gaido 2045. Brand Gaido yang dikibarkan sejak tahun 2003 hingga tahun 2012 selama 10 tahun (dasawarsa) tersebut ditetapkan sebagai Gaido Generasi I. Gaido Generasi I (2003 -2012) disebut sebagai Masa Pendirian, kemudian Gaido Generasi II (2013 – 2022) Masa Realisasi, selanjutnya Gaido Generasi III (2023 -2032) Masa Pengembangan dan Gaido Generasi IV (2033 – 2042) Masa Ekspansi.

Nanti, tiba masanya para pemimpin hebat dari Gaido Generasi V (2043-2052) mengisi Masa Kejayaan Visi Gaido 2045; Indonesia Sentral Ekonomi Syariah Dunia yang bertepatan juga dengan 100 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dengan segala dinamika usaha yang dijalankan. Pada tanggal 20 Februari 2020 (20-02-2020)  Gaido Group telah mendirikan perusahaan di Singapore, bernama Gaido Corporation Pte Ltd yang bergerak di bidang investasi syariah, perdagangan ekspor dan konsultan industri halal di Singapore. Kemudian setahun berselang, di tahun 2021 ini, Gaido Group di bulan Maret kemarin mendirikan perusahaan baru di bidang teknologi kesahatan, PT. Gaido Digital Medika.

“Bicara bisnis plan di dunia digital hari ini, nyaris tidak ada bidang yang tidak terdistrupsi oleh hadirnya digital. Bidang-bidang usaha di Gaido Group, harus telah masuk ke digital dan berkreasi di dalamnya. Karena dengan digitaliasi itu ada efisiensi, kecepatan dan ketepatan, lebih-lebih dalam  pemasaran. Hari ini pun kita sadaru komunikasi itu sangatlah penting, dan cara kita berkomunikasi tidak kalah penting, kita mesti melihat dan relevan dengan siapa lawan bicara kita.” Ujar Hasan Gaido.

Pada kesempatan ini Hasan Gaido berbagi beberapa ide bisnis digital yang bisa dicoba dengan memanfaat kecanggihan teknologi ketika menciptakan produk ataupun untuk pemasarannya. Misalnya  Membuka toko online, Bisnis Afiliasi, Menjadi Youtuber, Dropshipping, Blogger, Instagram influencer, Menjadi content writer, Mengajar online, Website Developer, Mobile Apps Developer, Menjual Produk Digital, Konsultan SEO dan Menjadi podcaster.

Terakhir, Hasan Gaido menyampaikan Gaido Group sebagimana misinya menciptakan lapangan pekerjaan untuk masyarakat indonesia dan menjadi juga Gaido Group menjadi peruhsaan kebanggaan Indonesia, yaitu perusahaan syariah yang mendunia.

Doa & Solidaritas Kemanusiaan untuk Palestina di Halal bihalal Gaido Community

 

HAJIUMRAHNEWS.COM-Gaido Foundation mengadakan kegiatan Halal bihalal untuk semua insan Gaido Community dari berbagai lapisan mulai dari pendiri, komisaris, direksi, kepala cabang dan karyawan serta mitra mitra Gaido Group, Pada Rabu (18/05) bertepatan dengan 07 Syawal 1442 H.

Dalam momentum Idul Fitri 1442 H, Muhamad Hasan atau akrab disapa Hasan Gaido dalam sambutannya selaku pendiri Gaido Foundation menyampaikan pesannya utamanya Pertama, menyampaikan selamat Idul Fitri 1442 H. mohon maaf lahir dan batin semoga amal ibadah yang kita lakukan di bulan suci Ramadhan diterima dan dilipat gandakan pahalanya oileh Allah SWT.

Kedua, momen lebaran tahun ini kita diuji oleh Allah dengan adanya virus corona yang belum juga berakhir sehingga dampak ekonomi semakin sulit, disamping ujian itu kita mendapati berita duka dari saudara muslim kita di Palestina atas terjadinya penyerangan Zionis Israil ke Palestina.

“Tahun lalu kita mengadakan halal bi halala secara online karena adanya pandemi covid-19, pun di tahun ini. Namun, di tahun ini kita semua patut bersedih dan ikut berempati atas apa yang terjadi dengan saudara-saudara kita di Palestina. Penyerangan Zionis Israil telah mengakibatkan kerusakan dan menghilangkan banyak nyawa. Karena itu, kami mengangkat tema halal bihalal Gaido Community dengan Doa Bersama dan Solidaritas Kemanusiaan untuk Palestina.” ujar Hasan Gaido.

Ketiga, Hasan Gaido mengajak dan menghimbau kepada insan Gaido dan semua masyarakat dunia untuk turut memberikan bantuan dan donasinya melalui lembaga resmi dan terpercaya.

Keempat, mengucapkan terima kasih kepada semua narasumber dari Palestina. Wasim Moen Mushtaha sebagai Pengusaha asli Palestina, Alaa Mashharawi sebagai jurnalis senior Palestina, Abdullah Haider Gabyan selaku mubaligh palestina yang tinggal di jalaur Gaza dan pembicara dari Indonesia mulai dari Kepala Cabang Gaido Travel, Prof. Dr. K.H. Fajar Laksanaka, Ph.D, Dr. Ekawati Dosen Pengajar, M.M.dari IAIN Kudus, Dr, Cece Hidayat, Kapala Departemen Agama Kabupaten Garut, Muhammad Ali Fikri, Komisaris Utama Gaido Bank Syariah, Tb. Sukatma, pimpinan Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum (LKBH) Jaro Urang Banten, Ahmad Mustofa, COO Gaido Group, Tomy Eka Purnama pengurus Gaido Foundation, Ais Komarudin kepala ACT Banten, dan Mohammad Amin, Gaido Corporation Pte Ltd. Singapore.

Kegiatan acara ini sangat meneyentuh hati semua peserta karena pembicara dari Palestina langsung menyampaikan apa yang terjadi di sana keadaan di sana hancur karena Tentara Zionis menyerang semua tempat sehingga korban anak anak, perempuan, orang tua dan tidak ada tempat yang aman buat warga palestina.

Abdulah Haidar Gabyan meminta bantuan agar mendokan dan bantu sampaikan agar segera dihentikan. Kami di Palestina tidak merasakan idul fitri justru kami mersakan dentuman rudal dan hancurnya bangunan dan teriakan keluarga yang kehilangan keluarganya.

Kholid Ma’mun sebagai moderator juga dengan baik mengantarkan kegiatan ini secara bilingual (Indonesia-Arab), menyampiakan ulang pesan-pesan dari masing masing pembicara dan dapat memberikan kesimpulan dari diskusi hari ini.

Atas nama kemanusiaan, semua umat di dunia pantas mengutuk serangan dan penjajahan Zionis Israil ini dan mari bantu saudara kita di Palestina dengan donasi terbaik kita.

Transfer ke rekening Bank Syariah Indonesia atas nama: Yayasan Anak Shaleh Internasional dengan nomor 917687809. Bukti donasi dapat di wa ke 08176001771.

Pada sesi penutup doa bersama yang sangat khidmat dibacakan oleh Dr. KH. Zulkifli Muhadli, S.H., M.M., Pimpinan pondok pesantren Modern Al-Ikhlas Taliwang, sekaligus Ketua Umum Forum Pesantren Alumni (FPA) Gontor. Tidak sedikit peserta yang mengucurkan air mata seraya menghayati munajat doa yang dibacakan karena turut merasakan penderitaan saudara-saudara kita di tanah Palestina.

Atas Nama Kemanusiaan, Mari bantu dan #savepalestina !

Grand Launching Santri Mart Menjawab Digital Hub Ekonomi Syariah di Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound

GAIDOFOUNDATION.ORG-BANTEN-Gaido Foundation, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten, dan Forum Silaturahim Pondok Pesantren (FSPP) Banten, Sore hari ini 10 mei 2021 bertepatan dengan 28 ramadhan 1442 H. meresmikan Grand Launching Santri Mart bertempat di Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti yang dilakukaan oleh Founder Gaido Foundation, Muhammad Hasan Gaido, Kepala Dinas Disperindag Provinsi Banten, H. Babar Suharso, ST.,M.Si, dan Ketua Presidium FSPP Banten, Drs. KH. Anang Azharie Alie, M. Pd. I.

Dalam sambutannya, Babar Suharso menyampaikan program Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten salah satunya adalah untuk meningkatkan kemandirian Pondok Pesantren.

“Pesantren sudah selayaknya dikelola secara profesional, tidak hanya aspek penyelenggara pendidikannya saja namun juga aspek kemandirian ekonomi pesantren yang nantinya bisa menjadi basis penggerak ekonomi daerah. FSPP semoga bisa menjembatani Pemprov agar ini terlaksana. Saya berharap jiwa entrepreneurship bisa diterapkan oleh santri saja, tetapi juga para kiyainya juga. Jika ini sudah dijalankan, saya optimis seluruh masyarakat Banten akan sejahtera, di era digital dan dampak covid 19. Kita semua harus mampu mengambil momentum usaha apa yang bisa berkembang di saat ekonomi sedenag lesu karena dampak covid 19 sehingga memacu kita untuk inovasi tanpa batas, melakukan terobosan untuk bangkit dan bisa membantu pihak lainnya seperti UMKM dan pengusaha lainnya agar bergerak bersama sehingga roda ekonomi Banten bisa tumbuh kembali. Saya mengapresiasi secara pribadi dan pemerintah Banten dengan gagasan Gaido Foundation untuk melahirkan Santri Mart yang bekerja sama dengan FSPP sebagai tempat bernaungnya lebih dari 4.000 Pesantren di Banten, Gaido mampu bangkit bersama ekonomi syariah di masa pandemi covid 19.”  Ujar Babar Suharso

Di kesempatan yang sama, Kyai Anang Azaharie Alie berkeyakinan untuk mewujukan hal tersebut, dibutuhkan kolaborasi dengan melibatkan pihak lain di luar Pondok Pesantren yaitu bisnis sebagai pendorong entrepreneurship di lingkungan pondok pesantren.

“Alhamdulillah, Santri Mart ini adalah wujud konkrit ikhtiar seperti yang kami harapkan dan ini sejalan dengan program Pemprov Banten, yaitu mewujudkkan kemandirian ekonomi pesantren, dan lebih lanjut menjadi basis penggerak ekonomi di daerahnya, semoga santri mart mampu menjadi Digital Hub Ekonomi Syariah menerima hasil produk pondok pesantren dan UMKM Banten dapat dipasarkan oleh Santri Mart dan mempu mengelola secara modern Santri Mart di beberapa pesantren di Indonesia, khususnya di Banten melalui anggota FSPP.” Ujar Pimpinan Pondok Pesantren Al Mizan Banten ini.

Muhammad Hasan Gaido dalan kesempatan tersebut menyampaikan, dirinya sebagai orang Banten ingin berkontribusi terhadap pembangunan di Banten dengan konsep ABG-Cantik (Akademisi, Bisnis, Goverment dan Community).

Gaido Group ikut melibatkan diri dalam pembangunan ekonomi Banten, yaitu dimulai dari pesantren. Pihaknya akan mendorong agar setiap pesantren memiliki paling tidak satu produk unggulan yang dikelola mandiri dan memberi manfaat bukan hanya untuk keperluan internal pesantren, tapi juga bisa bernilai bisnis yang menunjang ekonomi daerahnya.

“Ketika pengelolaan semakin profesional nantinya, akan sangat mungkin Saya, yang saat ini selaku President ISABC (Indonesia Saudi Bisnis Council) akan membantu menjembatani dalam menarget pasar ekspor internasional di timur tengah.” Ujar Hasan Gaido

Dalam konteks yang lebih besar, kehadiran Santri Mart ini adalah harapan upaya mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi syariah melalui Ekosistem Halal Value Chain (HVC) yang terdiri dari berbagai unit ekonomi mulai dari ekonomi pesantren, UMKM, Korporasi dan lainnya.

“Umumnya sebagian PonPes atau UMKM untuk memasarkan produknya di tingkat daerah saja, terkendala keterbatasan pada jaringan dan legal standing-nya, lalu apalagi untuk tembus ke skala nasional dan internasional, Maka untuk itu, saya membuka diri, agar PT Bisnis Banten sebagai manajemen Santri Mart menjadi agregator produk-produk UKM atau PonPes, dan juga terlibat aktif dalam mengkurasi produk-produknya sehingga terstandar.” ujar Hasan Gaido yang juga menjabat sebagai Bendahara Komite Ekspor Produk Halal MES ini.

Apabila produk-produk tersebut pemasarannya sudah berjalan sukses sehingga nantinya butuh permodalan, Gaido Bank Syariah juga telah mempersiapkan produk untuk dukungan pembiayaannya. (RED)

Bazaar dan Festival Ramadhan 1442 H., Resmi Ditutup

GAIDOFOUNDATION.ORG-Setelah 22 Hari berlangsungnya Bazaar dan Festival Ramadhan 1442 H. “Ramadhan Tiba Ekonomi UKM Bangkit” yang disenggarakan oleh Gaido Foundation bekerja sama dengna Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), akhirnya pada Senin sore (10/05) resmi ditutup.

Penutupan secara resmi dihadiri oleh Founder Gaido Foundation, Muhammad Hasan Gaido, Kepala Dinas Disperindag Provinsi Banten, H. Babar Suharso, ST.,M.Si, Ketua Presidium FSPP Banten, Drs. KH. Anang Azharie Alie, M. Pd. I. dan Sekretaris Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Banten, Dr. Efi Syarifudin, M.M., dilaksanakan di Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound. Baros, Serang, Banten.

Dalam acara penutupan ini diadakan pembagian hadiah bagi para pemenang Festival kategori tingkat TK dan SD untuk Lomba Adzan, Lomba Tahfidz Quran, Lomba Fashion Show dan Lomba Mewarnai. Selain itu juga diadakan peresmian gerai pertama SANTRI MART di Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pihak yang berpartisipasi dan mendukung kegiatan ini. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara pemerintah, swasta dan komunitas dapat berjalan bersama untuk meningkatkan ekonomi Banten yang terkena dampak dari pandemi Covid-19. Semoga hal-hal baik dari kegiatan ini terus dipertahankan dan yang masih kurang di sana-sini bisa jadi bahan evaluasi kita bersama agar lebih baik lagi ke depannya” Ujar Babar Suharso dalam sambutannya.

Hal yang senada juga di sampaikan oleh Muhammad Hasan Gaido, ia menginisiasi kegiatan rutin seperti ini semata-mata sebagai bentuk empati namun sekaligus ingin memberikan keyakinan dan harapan bagi siapapun yang terdampak Pandemi Covid-19.

“Gaido Foundation menginisiasi, bukan untuk mengambil alih peran pemerintah melainkan tentang komitmen menjalankan fungsi strategis yang selalu kami gaungkan yaitu kolaborasi ABG Cantik (Academcy, Business, Government, dan Community). Bahwa bersama-sama kita bisa bangkit dan membangun masyarakat Banten yang lebih baik. ” Ujar Hasan Gaido.

Berhubung di moment akhir Ramadan dan sebagai bentuk rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan kegiatan yang hampir sebulan penuh ini, maka agenda dua hari terakhir kemarin, sudah terlaksana penyaluran santunan untuk anak yatim, fakir miskin dan janda.

“MES Banten memberikan apresisasi yang tinggi kepada Pak Hasan Gaido dengan Gaido Group-nya yang bukan hanya menyampaikan secara teori dalam seminar tentang membangun ekonomi syariah tapi ini betul-betul komitmen dan konsisten mengadakan kegiatan Bazaar & Festival Ramadhan 1442 H hampir satu bulan di mulai 19 April dan di tutup hari ini 10 Mei 2021. Kami akan mendukung dan sinergi program kolaborasi yang di tawarkan oleh Gaidio Foundation tentang ekonomi syariah dan produk halal sehingga mari kita bergabung bersama. Kita berharap tahun depan lebih bersar dan dan banyak tempat yang bisa melakukan kegiatan bazar & festival Ramadhan bukan hanya di Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound tapi di berbagai kota di Provinsi Banten dan semoga tahun depan akan menjadi kegiatan even kalender program Pemprov Banten melalui beberapa dinas terkait bersama Gaido Foundation.” tegas Efi Syarifudin.

Hasan Gaido mengucapkan terima kasih kepada semua donatur yang telah memberikan amanah kepada Gaido Foundation dan kepada pihak pendukung.

“Merupakan tugas dan kebanggan kami. Semoga kami mampu menjadi sebaik–baik manusia yang bermanfaat untuk yang lainnya. Insyaallah, kita bertemu lagi di Ramadhan yang akan datang.” Tutup Hasan Gaido.

Santunan Anak Yatim dan Piatu di Bazaar dan Festival Ramadhaan 1442 H.

 

GAIDOFOUNDATION.ORG-Bazaar dan Festival Ramadhan 1442 H. “Ramadhan Tiba Ekonomi UKM Bangkit”. hari ke-18 diisi dengan kegiatan Santunan Anak Yatim dan Piatu yang akan disalurkan ke empat kampung di Desa Sukamah, Baros, Serang pada Jum’at (07/05) di Aula Serbaguna Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound.

Acara santunan kali ini diikuti oleh anak-anak yatim dan piatu di sekitar Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound dan dipandu oleh Ust. Damanhuri dari Ponpes  Bustanul Muta’allimin dan Ust.udin, Ketua Majelis Ta’lim Nurul Komar, di dampingi oleh Muhammad Rikza, Direktur Bisnis Banten.

“Alhamdulillah, berjalan dengan lancar dan kondusif semua amanah tersalurkan kepada orang yang tepat dan membutuhkan” ujar Rikza.

Sedangkan acara santunan untuk janda dan jompo akan diselenggarakan Insyaallah pada hari Minggu, 09 Mei 2021 di Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound. Sedangkan di tanggal 08 Mei 2021 akan diisi dengan kegiatan Dialog oleh IKAMABA (Ikatan Mahasiswa Baros)

“Semoga dengan adanya program ini dan kegiatan santunan ini menjadikan amal ibadah bagi kita semua terutama menjadi ladang kebaikan bagi Gaido Foundation” tutup Rikza.

Dari Celotehan Sarat Pesan Kehidupan, Bedah Buku “Celotehan Santri”

 

GAIDOFOUNDATION.ORG-Gelaran Bazaar dan Festival Ramadhan 1442 H hari ke-18 diisi dengan kegiatan Bedah buku berjudul “Celotehan Santri” buah karya Ust.Kholid Ma’mun, pengajar di PonPes Modern Daar El-Istiqomah Pimpinan Drs KH.Sulaeman Ma’ruf. Muhammad Hasan Gaido, selaku founder Gaido Foundation sekaligus bertindak sebagai pembedah buku didampingi olehDr. H. Fadhlullah, S.Ag, M,.Si, Sekjen Forum Ssilaturahim Pondok Pesantren (FSPP)Banten, dan Iwan Setiawan, Santri dari PonPes Al-Waqe Al-Jami’ Baros, pada Kamis (06/05) di Aula Serbaguna Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound.

Hasan Gaido menyampaikan buku “Celotehan Santri” ini terdiri dari 36 judul dengan 231 halaman. Pada kesempatan ini Hasan Gaido hanya membahas beberapa bagian paling menarik yaitu:

  1. Agama sebagai Sandaran Hidup.
  2. Banten Terus Berbenah
  3. Berbincang Tentang Peradaban
  4. Islam Melarang Aksi Terorisme
  5. Jilbab bukan Aksesoris
  6. Islam pengawal HAM dan Demokrasi
  7. Memaknai kerja sebagai ibadah
  8. Syeh Nawawi Ulama Produktif
  9. Sejarah singkat berdirinya Nahdlatul Ulama

“Saya sangat senang bisa membaca buku ini, karena kaya akan nilai, pesan dan makna yang patut kita amalkan di kehidupan nyata. Selain itu, topik-topik yang disuguhkan pun cukup lengkap dan relevan dengan apa yang terjadi di masyarakat umum dan dengan bahasa populer yang mudah dan renyah untuk dipahami pembaca.” ujar Hasan Gaido

Sedangkan, Ust. Kholid Ma’mun ketika dihubungi melalui saluran telepon menyampaikan latar belakang penulisan buku ini.

“Saya mulai menulis itu pada tahun 2017 berawal dari bertemu denga salah satu wartawan dan saya diberikan kesempatan untuk menulis cerita di koran. Setelah itu karena juga termotivasi oleh Abuya Munfasir maka sejak itulah Saya mulai suka dan senang untuk menulis” ujar Ust.Kholid Ma’mun.

Selanjutnya Ust. Kholid Ma’mun juga berpesan bahwa sebagai seorang pengajar dan pendidik meski sebagian besar waktu dihabiskan di lingkungan pondok pesantren, sudah selayaknya juga terus bisa memberikan ilmu yang bermanfaat kepada masyarakat umum.

“Melalui penulisan buku “Celotehan Santri” ini, semoga menjadi ikhtiar dan media dakwah saya, agar sedikit keilmuan yang saya miliki semoga bisa bermanfaat bagi masyarakat umum.” jelas Ust. Kholid Ma’mun.

Buku “Celotehan Santri” ini adalah salah satu pesan kekaguman sang penulis kepada Ulama tersohor dan berpengaruh dari tanah Banten, Syeikh Nawawi Al-Bantani.

Selanjutnya, Dr. Fadhlullah dengan latar belakang sebagai seorang dosen di perguruan tinggi, yang juga seorang mantan santri,  turut mengomentari seputar kehidupan santri dan pondok pesantren hari ini.

“Sama-sama kita bisa lihat dan sudah patutnya mendapat perhatian lebih, bahwa santri (Pondok Pesantren) saat ini belum mendapatkan sentuhan yang layak dari pemerintah pusat. Conothnya saja, tentang kesetaraan dalam tingkatan pendidikan, karena sampai saat ini pemerintah belum memberikan pengakuan bahwa santri itu setara dengan tingkatan SD, SMP, SMA bahkan Sarjana (S-1)”. Ujar Dr. Fadhullah.

Sedangkan dari sudut pandang seorang santri, dalam hal ini disampaikan oleh Iwan Setiawan, bahwa kehidupan santri salafi itu sangatlah sederhana.

“Yaa, keseharian kami utamanya adalah belajar dan mengaji, semua disyukuri dan penuh sederhana, sampai ada istilahnya “Makanpun dengan terasi tetapi hati tetap terisi” yang artinya walaupun kita makan seada-adanya di pondok salafi tetapi kita selalu merasa kenyang karna terisi oleh ayat-ayat suci al’Quran dan kitab-kitab.” jelas Iwan.

Harapannya, walau baru menjadi santri selama 5 tahun, Iwan ingin selain bisa mengaji juga bisa memperkaya keilmuannya di bidang lain, seperti bisnis. Karena setelah selesai masa pembelajarannya di pondok pesantren, para santri nantinya juga bisa menjadi pebisnis atau bahkan bisa menjadi pemimpin seperti abah, Wakil Presiden RI, K.H Ma’ruf Amin.

“Pesan saya untuk para santri. Tetap semangat terus belajar dan mengabdi kepada guru-guru kita, agar kita menjadi semakin kuat layaknya karang yang dihantam ombak di lautan” ujar Iwan. (RZK)