Grand Launching Santri Mart Menjawab Digital Hub Ekonomi Syariah di Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound

GAIDOFOUNDATION.ORG-BANTEN-Gaido Foundation, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten, dan Forum Silaturahim Pondok Pesantren (FSPP) Banten, Sore hari ini 10 mei 2021 bertepatan dengan 28 ramadhan 1442 H. meresmikan Grand Launching Santri Mart bertempat di Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti yang dilakukaan oleh Founder Gaido Foundation, Muhammad Hasan Gaido, Kepala Dinas Disperindag Provinsi Banten, H. Babar Suharso, ST.,M.Si, dan Ketua Presidium FSPP Banten, Drs. KH. Anang Azharie Alie, M. Pd. I.

Dalam sambutannya, Babar Suharso menyampaikan program Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten salah satunya adalah untuk meningkatkan kemandirian Pondok Pesantren.

“Pesantren sudah selayaknya dikelola secara profesional, tidak hanya aspek penyelenggara pendidikannya saja namun juga aspek kemandirian ekonomi pesantren yang nantinya bisa menjadi basis penggerak ekonomi daerah. FSPP semoga bisa menjembatani Pemprov agar ini terlaksana. Saya berharap jiwa entrepreneurship bisa diterapkan oleh santri saja, tetapi juga para kiyainya juga. Jika ini sudah dijalankan, saya optimis seluruh masyarakat Banten akan sejahtera, di era digital dan dampak covid 19. Kita semua harus mampu mengambil momentum usaha apa yang bisa berkembang di saat ekonomi sedenag lesu karena dampak covid 19 sehingga memacu kita untuk inovasi tanpa batas, melakukan terobosan untuk bangkit dan bisa membantu pihak lainnya seperti UMKM dan pengusaha lainnya agar bergerak bersama sehingga roda ekonomi Banten bisa tumbuh kembali. Saya mengapresiasi secara pribadi dan pemerintah Banten dengan gagasan Gaido Foundation untuk melahirkan Santri Mart yang bekerja sama dengan FSPP sebagai tempat bernaungnya lebih dari 4.000 Pesantren di Banten, Gaido mampu bangkit bersama ekonomi syariah di masa pandemi covid 19.”  Ujar Babar Suharso

Di kesempatan yang sama, Kyai Anang Azaharie Alie berkeyakinan untuk mewujukan hal tersebut, dibutuhkan kolaborasi dengan melibatkan pihak lain di luar Pondok Pesantren yaitu bisnis sebagai pendorong entrepreneurship di lingkungan pondok pesantren.

“Alhamdulillah, Santri Mart ini adalah wujud konkrit ikhtiar seperti yang kami harapkan dan ini sejalan dengan program Pemprov Banten, yaitu mewujudkkan kemandirian ekonomi pesantren, dan lebih lanjut menjadi basis penggerak ekonomi di daerahnya, semoga santri mart mampu menjadi Digital Hub Ekonomi Syariah menerima hasil produk pondok pesantren dan UMKM Banten dapat dipasarkan oleh Santri Mart dan mempu mengelola secara modern Santri Mart di beberapa pesantren di Indonesia, khususnya di Banten melalui anggota FSPP.” Ujar Pimpinan Pondok Pesantren Al Mizan Banten ini.

Muhammad Hasan Gaido dalan kesempatan tersebut menyampaikan, dirinya sebagai orang Banten ingin berkontribusi terhadap pembangunan di Banten dengan konsep ABG-Cantik (Akademisi, Bisnis, Goverment dan Community).

Gaido Group ikut melibatkan diri dalam pembangunan ekonomi Banten, yaitu dimulai dari pesantren. Pihaknya akan mendorong agar setiap pesantren memiliki paling tidak satu produk unggulan yang dikelola mandiri dan memberi manfaat bukan hanya untuk keperluan internal pesantren, tapi juga bisa bernilai bisnis yang menunjang ekonomi daerahnya.

“Ketika pengelolaan semakin profesional nantinya, akan sangat mungkin Saya, yang saat ini selaku President ISABC (Indonesia Saudi Bisnis Council) akan membantu menjembatani dalam menarget pasar ekspor internasional di timur tengah.” Ujar Hasan Gaido

Dalam konteks yang lebih besar, kehadiran Santri Mart ini adalah harapan upaya mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi syariah melalui Ekosistem Halal Value Chain (HVC) yang terdiri dari berbagai unit ekonomi mulai dari ekonomi pesantren, UMKM, Korporasi dan lainnya.

“Umumnya sebagian PonPes atau UMKM untuk memasarkan produknya di tingkat daerah saja, terkendala keterbatasan pada jaringan dan legal standing-nya, lalu apalagi untuk tembus ke skala nasional dan internasional, Maka untuk itu, saya membuka diri, agar PT Bisnis Banten sebagai manajemen Santri Mart menjadi agregator produk-produk UKM atau PonPes, dan juga terlibat aktif dalam mengkurasi produk-produknya sehingga terstandar.” ujar Hasan Gaido yang juga menjabat sebagai Bendahara Komite Ekspor Produk Halal MES ini.

Apabila produk-produk tersebut pemasarannya sudah berjalan sukses sehingga nantinya butuh permodalan, Gaido Bank Syariah juga telah mempersiapkan produk untuk dukungan pembiayaannya. (RED)

Bazaar dan Festival Ramadhan 1442 H., Resmi Ditutup

GAIDOFOUNDATION.ORG-Setelah 22 Hari berlangsungnya Bazaar dan Festival Ramadhan 1442 H. “Ramadhan Tiba Ekonomi UKM Bangkit” yang disenggarakan oleh Gaido Foundation bekerja sama dengna Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), akhirnya pada Senin sore (10/05) resmi ditutup.

Penutupan secara resmi dihadiri oleh Founder Gaido Foundation, Muhammad Hasan Gaido, Kepala Dinas Disperindag Provinsi Banten, H. Babar Suharso, ST.,M.Si, Ketua Presidium FSPP Banten, Drs. KH. Anang Azharie Alie, M. Pd. I. dan Sekretaris Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Banten, Dr. Efi Syarifudin, M.M., dilaksanakan di Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound. Baros, Serang, Banten.

Dalam acara penutupan ini diadakan pembagian hadiah bagi para pemenang Festival kategori tingkat TK dan SD untuk Lomba Adzan, Lomba Tahfidz Quran, Lomba Fashion Show dan Lomba Mewarnai. Selain itu juga diadakan peresmian gerai pertama SANTRI MART di Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pihak yang berpartisipasi dan mendukung kegiatan ini. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara pemerintah, swasta dan komunitas dapat berjalan bersama untuk meningkatkan ekonomi Banten yang terkena dampak dari pandemi Covid-19. Semoga hal-hal baik dari kegiatan ini terus dipertahankan dan yang masih kurang di sana-sini bisa jadi bahan evaluasi kita bersama agar lebih baik lagi ke depannya” Ujar Babar Suharso dalam sambutannya.

Hal yang senada juga di sampaikan oleh Muhammad Hasan Gaido, ia menginisiasi kegiatan rutin seperti ini semata-mata sebagai bentuk empati namun sekaligus ingin memberikan keyakinan dan harapan bagi siapapun yang terdampak Pandemi Covid-19.

“Gaido Foundation menginisiasi, bukan untuk mengambil alih peran pemerintah melainkan tentang komitmen menjalankan fungsi strategis yang selalu kami gaungkan yaitu kolaborasi ABG Cantik (Academcy, Business, Government, dan Community). Bahwa bersama-sama kita bisa bangkit dan membangun masyarakat Banten yang lebih baik. ” Ujar Hasan Gaido.

Berhubung di moment akhir Ramadan dan sebagai bentuk rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan kegiatan yang hampir sebulan penuh ini, maka agenda dua hari terakhir kemarin, sudah terlaksana penyaluran santunan untuk anak yatim, fakir miskin dan janda.

“MES Banten memberikan apresisasi yang tinggi kepada Pak Hasan Gaido dengan Gaido Group-nya yang bukan hanya menyampaikan secara teori dalam seminar tentang membangun ekonomi syariah tapi ini betul-betul komitmen dan konsisten mengadakan kegiatan Bazaar & Festival Ramadhan 1442 H hampir satu bulan di mulai 19 April dan di tutup hari ini 10 Mei 2021. Kami akan mendukung dan sinergi program kolaborasi yang di tawarkan oleh Gaidio Foundation tentang ekonomi syariah dan produk halal sehingga mari kita bergabung bersama. Kita berharap tahun depan lebih bersar dan dan banyak tempat yang bisa melakukan kegiatan bazar & festival Ramadhan bukan hanya di Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound tapi di berbagai kota di Provinsi Banten dan semoga tahun depan akan menjadi kegiatan even kalender program Pemprov Banten melalui beberapa dinas terkait bersama Gaido Foundation.” tegas Efi Syarifudin.

Hasan Gaido mengucapkan terima kasih kepada semua donatur yang telah memberikan amanah kepada Gaido Foundation dan kepada pihak pendukung.

“Merupakan tugas dan kebanggan kami. Semoga kami mampu menjadi sebaik–baik manusia yang bermanfaat untuk yang lainnya. Insyaallah, kita bertemu lagi di Ramadhan yang akan datang.” Tutup Hasan Gaido.

Santunan Anak Yatim dan Piatu di Bazaar dan Festival Ramadhaan 1442 H.

 

GAIDOFOUNDATION.ORG-Bazaar dan Festival Ramadhan 1442 H. “Ramadhan Tiba Ekonomi UKM Bangkit”. hari ke-18 diisi dengan kegiatan Santunan Anak Yatim dan Piatu yang akan disalurkan ke empat kampung di Desa Sukamah, Baros, Serang pada Jum’at (07/05) di Aula Serbaguna Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound.

Acara santunan kali ini diikuti oleh anak-anak yatim dan piatu di sekitar Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound dan dipandu oleh Ust. Damanhuri dari Ponpes  Bustanul Muta’allimin dan Ust.udin, Ketua Majelis Ta’lim Nurul Komar, di dampingi oleh Muhammad Rikza, Direktur Bisnis Banten.

“Alhamdulillah, berjalan dengan lancar dan kondusif semua amanah tersalurkan kepada orang yang tepat dan membutuhkan” ujar Rikza.

Sedangkan acara santunan untuk janda dan jompo akan diselenggarakan Insyaallah pada hari Minggu, 09 Mei 2021 di Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound. Sedangkan di tanggal 08 Mei 2021 akan diisi dengan kegiatan Dialog oleh IKAMABA (Ikatan Mahasiswa Baros)

“Semoga dengan adanya program ini dan kegiatan santunan ini menjadikan amal ibadah bagi kita semua terutama menjadi ladang kebaikan bagi Gaido Foundation” tutup Rikza.

Dari Celotehan Sarat Pesan Kehidupan, Bedah Buku “Celotehan Santri”

 

GAIDOFOUNDATION.ORG-Gelaran Bazaar dan Festival Ramadhan 1442 H hari ke-18 diisi dengan kegiatan Bedah buku berjudul “Celotehan Santri” buah karya Ust.Kholid Ma’mun, pengajar di PonPes Modern Daar El-Istiqomah Pimpinan Drs KH.Sulaeman Ma’ruf. Muhammad Hasan Gaido, selaku founder Gaido Foundation sekaligus bertindak sebagai pembedah buku didampingi olehDr. H. Fadhlullah, S.Ag, M,.Si, Sekjen Forum Ssilaturahim Pondok Pesantren (FSPP)Banten, dan Iwan Setiawan, Santri dari PonPes Al-Waqe Al-Jami’ Baros, pada Kamis (06/05) di Aula Serbaguna Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound.

Hasan Gaido menyampaikan buku “Celotehan Santri” ini terdiri dari 36 judul dengan 231 halaman. Pada kesempatan ini Hasan Gaido hanya membahas beberapa bagian paling menarik yaitu:

  1. Agama sebagai Sandaran Hidup.
  2. Banten Terus Berbenah
  3. Berbincang Tentang Peradaban
  4. Islam Melarang Aksi Terorisme
  5. Jilbab bukan Aksesoris
  6. Islam pengawal HAM dan Demokrasi
  7. Memaknai kerja sebagai ibadah
  8. Syeh Nawawi Ulama Produktif
  9. Sejarah singkat berdirinya Nahdlatul Ulama

“Saya sangat senang bisa membaca buku ini, karena kaya akan nilai, pesan dan makna yang patut kita amalkan di kehidupan nyata. Selain itu, topik-topik yang disuguhkan pun cukup lengkap dan relevan dengan apa yang terjadi di masyarakat umum dan dengan bahasa populer yang mudah dan renyah untuk dipahami pembaca.” ujar Hasan Gaido

Sedangkan, Ust. Kholid Ma’mun ketika dihubungi melalui saluran telepon menyampaikan latar belakang penulisan buku ini.

“Saya mulai menulis itu pada tahun 2017 berawal dari bertemu denga salah satu wartawan dan saya diberikan kesempatan untuk menulis cerita di koran. Setelah itu karena juga termotivasi oleh Abuya Munfasir maka sejak itulah Saya mulai suka dan senang untuk menulis” ujar Ust.Kholid Ma’mun.

Selanjutnya Ust. Kholid Ma’mun juga berpesan bahwa sebagai seorang pengajar dan pendidik meski sebagian besar waktu dihabiskan di lingkungan pondok pesantren, sudah selayaknya juga terus bisa memberikan ilmu yang bermanfaat kepada masyarakat umum.

“Melalui penulisan buku “Celotehan Santri” ini, semoga menjadi ikhtiar dan media dakwah saya, agar sedikit keilmuan yang saya miliki semoga bisa bermanfaat bagi masyarakat umum.” jelas Ust. Kholid Ma’mun.

Buku “Celotehan Santri” ini adalah salah satu pesan kekaguman sang penulis kepada Ulama tersohor dan berpengaruh dari tanah Banten, Syeikh Nawawi Al-Bantani.

Selanjutnya, Dr. Fadhlullah dengan latar belakang sebagai seorang dosen di perguruan tinggi, yang juga seorang mantan santri,  turut mengomentari seputar kehidupan santri dan pondok pesantren hari ini.

“Sama-sama kita bisa lihat dan sudah patutnya mendapat perhatian lebih, bahwa santri (Pondok Pesantren) saat ini belum mendapatkan sentuhan yang layak dari pemerintah pusat. Conothnya saja, tentang kesetaraan dalam tingkatan pendidikan, karena sampai saat ini pemerintah belum memberikan pengakuan bahwa santri itu setara dengan tingkatan SD, SMP, SMA bahkan Sarjana (S-1)”. Ujar Dr. Fadhullah.

Sedangkan dari sudut pandang seorang santri, dalam hal ini disampaikan oleh Iwan Setiawan, bahwa kehidupan santri salafi itu sangatlah sederhana.

“Yaa, keseharian kami utamanya adalah belajar dan mengaji, semua disyukuri dan penuh sederhana, sampai ada istilahnya “Makanpun dengan terasi tetapi hati tetap terisi” yang artinya walaupun kita makan seada-adanya di pondok salafi tetapi kita selalu merasa kenyang karna terisi oleh ayat-ayat suci al’Quran dan kitab-kitab.” jelas Iwan.

Harapannya, walau baru menjadi santri selama 5 tahun, Iwan ingin selain bisa mengaji juga bisa memperkaya keilmuannya di bidang lain, seperti bisnis. Karena setelah selesai masa pembelajarannya di pondok pesantren, para santri nantinya juga bisa menjadi pebisnis atau bahkan bisa menjadi pemimpin seperti abah, Wakil Presiden RI, K.H Ma’ruf Amin.

“Pesan saya untuk para santri. Tetap semangat terus belajar dan mengabdi kepada guru-guru kita, agar kita menjadi semakin kuat layaknya karang yang dihantam ombak di lautan” ujar Iwan. (RZK)

Implementasi Kampus Merdeka Perlu Kesiapan yang Matang

GAIDOFOUNDATION.ORG-Bazaar & Festival Ramadhan 1442 H  “Ramadhan Tiba Ekonomi UKM Bangkit” memasuki hari ke-17. Kali ini disi dengan kegiatan dialog bertema “Menjawab tantangan Kampus Merdeka” dengan menghadirkan narasumber Dra. Hj Nihayatul Maskuroh M.Si., Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten dan dimoderatori oleh Muhammad Hasan Gaido, founder Gaido Foundation, pada Rabu (05/05) di Aula Serbaguna Kawasann Wisata Halal Baduy Outbound.

Nihayatul Maskuroh menjelaskan bahwa dengan adanya program Kampus Merdeka, perguruan tinggi dapat lebih spesifik mengarahkan mahasiswanya  untuk mengembangkan skill sesuai dengan orientasi yang diinginkan.

“Program Kampus Merdeka ini tujuan utamanya adalah menghasilkan lulusan yang relevan dengan perkembangan zaman dan siap memasuki dunia kerja. Kampus Merdeka memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memilih mata kuliah di luar prodi yang mereka ambil. Harapannya agar mahasiwa nantinya memiliki kemampuan untuk menguasai beragam keilmuan yang berguna di dunia kerja nantinya. ” ujar Nihayatul Maskuroh.

Tantangan Kampus Merdeka saat ini, menjadi bagian yang tak terpisahkan dari peran dosen dalam peningkatan mutu dan kapasitas dosen. Sehinggaa Program Kampus Merdeka yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) adalah hasil Interpretasi Kemendikbud terhadap Visi Presiden RI “SDM Unggul” yaitu Merdeka dalam Belajar dan Dosen sebagai Penggerak (dosen memfasilitasi pembelajaran mahasiswanya secara independen).

“Mengimplementasikan program ini memang tidak mudah, perlu adanya kesiapan matang dalam tataran teknis dan adaptasi serta penyesuaian baik dari dosen maupun mahasiswa. Dosen juga harus menyusun kurikulum yang sesuai dengan Kemendikbud. Jadi tantangannya memahami gambaran secara keseluruhan mengacu pada apa penyesuaian kurikulumnya dan apa yang harus dilakukan dosen untuk membimbing mahasiswa dalam mengikuti program ini.” Ujar Nihayatul Maskuroh.

Sebagai informasi, Senin kemarin (03/05) Kemendikbud telah mengumumkan akan  mengalokasikan lebih dari 1 triliun untuk mendukung program-program Kampus Merdeka ini.

Selain itu, Dekan FEBI perempuan pertama di UIN Sultan Maulana Hasanuddin ini menyampaikan optimismenya bahwa Indonesia kelak menjadi pusat ekonomi syariah dunia.

“Trendnya meningkat, dalam hal jumlah mahasiswa/i yang mendaftar ke jurusan ekonomi syariah. Ini adalah salah satu indikator bahwa Indonesia sentral ekonomi syariah dunia akan terwujud dalam waktu cepat. ” Ungkap Nihayatul Maskuroh.

Nihayatul Maskuroh  yang juga aktif di Asosiasi Fakultas Ekonomi Bisnis Islam (AFEBIS) se-Indonesia, menyampaikan Indonesia sentral ekonomi syariah dunia sejalan dengan program pemerintah melalui Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) untuk mengembangkan ekonomi syariah di Indonesia. Maka, dukungan dari berbagai pihak diperlukan, termasuk perguruan tinggi dalam hal ini diwakili oleh AFEBIS. (RZK)

Lomba Mewarnai Tingkat TK dan SD di Bazaar dan Festival Ramadhan 1442 H

 

HAJIUMRAHNEWS.COM– Alhamdulilah, telah sukses teselenggara lomba mewarnai tingkat TK dan SD yang diikuti sebanyak 30 peserta pada gelaran Bazaar dan Festival Ramadhan 1442 “Ramadhan Tiba Ekonomi UKM Bangkit” di Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound, Selasa (04/05).

”Kami mengucapkan banyak banyak terimakasih kepada bapak Muhammad Hasan Gaido selaku founder Gaido Foundation yang telah mempercayakan kami untuk bertanggung jawab menggelar perlombaan tingkat TK dan SD mulai dari perlombaan Adzan, lomba fashion show, lomba Tahfidz Qur’an dan yang terakhir ini adalah lomba mewarnai. Kami berharap Gaido Foundation kedepannya semakin maju dan berkah selalu, serta konsisten menyiarkan syariat Islam salah satunya program berbagi di setiap bulan suci Ramadhan. Maju terus Gaido Group Bangkit dimasa  Covid-19″ ujar Iwan Setiawan selaku Ketua Bidang Perlombaan.

Perlombaan mewarnai ini di selenggarakan di aula serbaguna Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound, acara ini dihadiri oleh warga terdekat dan orang tua para peserta dengan menerapkan protokol kesehatan covid-19.

Kali ini acara perlombaan mewarnai tingkat TK dan SD dipandu oleh Dewan Juri, Ibu Lilis sebagai guru Paud di Kp.Pagedongan, dan disaksikan oleh Muhammad Rikza selaku Direktur PT.Bisnis Banten.

Perlombaan mewarnai ini dimenangkan oleh adinda Ratu Salwa asal Kp.Kalobarang Baros di peringkat ke I , ananda Ahmad Muhtadi asal Kp.Pagedongan Tanjak Baros di peringkat ke II, dan ananda Gibran Devano asal Kp.Pasir Kidul Baros di peringkat ke III.

Hadiah akan diserahakan panitia Gaido Foundation pada Senin, 10 Mei 2021 di Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound saat seremoni penutupan acara. Semoga kegiatan ini menjadi syiar Islam di bulan suci Ramadhan tahun ini.

Muhammad Ghazi sebagai Direktur Eksekutif Gaido Foundation mengucapkan selamat kepada pemenang dan motivasi kepada yang belum menang untuk terus semangat belajar lagar bisa mengikuti langkah para juara yang menjadi kebanggaan orang tua dan kita semua. Semoga hadiah yang didapat bermanfaat bagi para pemenang. (RZK)

Imam Besar, Menteri Perdagangan dan Menteri Investasi RI Luncurkan Program Ekonomi Berbasis Masjid

GAIDOFOUNDATION.ORG-Pemerintah bersama Imam Besar Masjid Istiqlal meluncurkan ekonomi berbasis masjid.

Menteri Perdagangan RI, Muhammad Lutfi mengatakan bahwa Indonesia harus menjadi tuan rumah produk sendiri.

Hal dikatakannya saat menjadi pembicara dalam talk show Serial Ramadhan Bersama MES pada Sabtu, (1/5/2021) di Masjid Istiqlal, Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Mengangkat tema “Membangun Ekosistem Ekspor Halal UMKM Indonesia”, talk show ini dihadiri oleh Muhammad LutfiMenteri Perdagangan RI – Wakil Ketua Umum 2 PP MES dan Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi/Kepala BKPM RI – Wakil Ketua Umum 3 PP MES sebagai Keynote Speaker.

Hadir pula M. Anwar Basori, Ketua Komite Ekspor Halal PP MES dan KH Nasaruddin Umar, Imam Besar Masjid Istiqlal yang memberikan sambutan pada acara ini; serta narasumber Dr. Kasan, Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag RI; Kokok Alun Akbar, Direktur Retail Banking Bank Syariah Indonesia.

Kemudian ada pula Amalia Jayanti Abdullah, CEO Amalia Group yang memberikan pemaparan terkait pentingnya membangun ekosistem ekspor halal UMKM di Indonesia.

 

Talk show “Membangun Ekosistem Ekspor Halal UMKM Indonesia” yang diselenggarakan di Masjid Istiqlal, Sawah Besar, Jakarta Pusat secara hybrid pada Sabtu, (1/5/2021), Acara ini dihadiri oleh Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi serta Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi/Kepala BKPM RI. (dok. humas)

 

Muhammad Lutfi menargetkan ekonomi halal berbasis masjid di Indonesia dapat terwujud.

“Dalam 20 tahun ke depan, ekonomi Indonesia akan naik kelas; Indonesia harus menjadi tuan rumah produk sendiri. Inilah saatnya ekonomi kembali dari Masjid,” kata Muhammad Lutfi seperti rilis yang diterima gaidofoundation.org

Lebih lanjut, ia mengatakan jika Kemenper memiliki dua fokus dalam ekonomi berbasis masjid.

Yaitu muslim fashion dan halal food.

Ia juga mengajak Menteri Investasi Bahlil Lahadalia untuk segera berdiskusi untuk mewujudkan ekonomi berbasis masjid di Indonesia ini.

“Di Kementerian Perdagangan sendiri, dua fokus yang akan digencarkan adalah industri Muslim Fashion dan Halal Food.

“Saya mengajak Menteri Investasi Dinda Bahlil, Professor KH. Nasaruddin, dan Saudara Arief untuk berdiskusi terkait coaching pengusaha muda di Masjid. Gerakan ekonomi dari Masjid harus benar-benar kita mulai hari ini,” tukasnya.

 

M. Anwar Basori, Ketua Komite Ekspor Halal PP MES melihat acara ini sebagai ikhtiar bangsa Indonesia dalam mengembangkan ekonomi syariah dunia.

“Indonesia sudah punya policy yang dibutuhkan. Selanjutnya perlu diorkestrasikan oleh MES, Rabu Hijrah, ISYEF, dan yang lainnya.

Yang perlu kita ingat juga, ekonomi syariah bukan hanya tentang UMKM semata, melainkan berkaitan dengan aktivitas industri yang cakupannya lebih besar, bahkan berkaitan industri halal Indonesia,” katanya.

Satu benang merah dari talk show bersama Dr. Kasan, Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag RI, Kokok Alun Akbar, Direktur Retail Banking Bank Syariah Indonesia, dan Amalia Jayanti Abdullah, CEO Amalia Group adalah pentingnya kolaborasi dari berbagai pihak dalam membangun ekonomi dari Masjid, begitu pula dalam membangun ekosistem ekspor halal UMKM Indonesia.

Dengan berakhirnya acara hari ini, berakhir lah pula rangkaian acara #RamadhanBersamaMES.

Dalam hal ini, Bank Syariah Indonesia, Deputi Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, dan Geber Ekspor siap bergandengan tangan dan terus berkomitmen guna mencapai keduanya.

Peluncuran ekonom berbasis Islam di Indonesia ini dilatar belakangi potensi ekonomi syariah, atau sering pula disebut ekonomi halal. 

Lomba Adzan di Bazaar dan Festival Ramadhan 1442 H.

GAIDOFOUNDATION.ORG-Gelaran Bazaar & Festival Ramadhan 1442 H. telah memasuki hari ke-13. Telah terlaksana lomba Adzan tingkat TK dan SD, pada hari  Sabtu (01/05) di Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound.

Alhamdulilah, kegiatan sudah berjalan selama 13 hari dan hari ke 13 ini, kami mengadakan perlombaan adzan yang diikuti sebanyak 25 peserta tingkat TK dan SD.

Dalam perlombaan di mulai jam 14.00 WIB Sampai 17.00 WIB. di aula serbaguna Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound. Dihadiri oleh warga dan orang tua para peserta. Semoga kegiatan ini menjadi syiar Islam di bulan Ramadhan.” ungkap Rikza.

Kegiatan perlombaan adzan hari ini dipandu oleh 3 dewan juri yaitu Ust. Safrudin dari PonPes Nurul Komar,  Ust. Syamsudin dari PonPes AlWaqe Al Jami’, dan Ust. Nurdin dari PonPes Sirojul Qori. Dan akhirnya telah diumumkam pemenangnya adalah Juara 3, Ananda Refi dari Kp.Simpang Tiga, Juara 2. Ananda Sanudin, Kp.Ciomas dan Juara 1, Ananda M.Mugis Kp.Pagedongan. Pembagiaan hadiah akan dilakukan Senin, 10 Mei 2021 mendatang.

Rikza berharap dari acara perlombaan ini ada nilai positif dan membentuk mental para juara untuk go internasional dan siap untuk mengikuti kompetisi di tingkat kabupaten, provinsi bahkan nasional.

Muhammad Ghazi, Direktur Eksekutif Gaido Foundation mengucapkan selamat kepada para pemenang dan peserta.

“Kepada para juara, saya ucapkan selamat dan sukses, semoga menjadi motivasi untuk terus berprestasi ke depannya dan menjadi kebanggaan keluarga. Kepada yang belum juara, semoga tetap semangat belajar, pantang menyerah. Yakin segala usaha akan berbuah manis di masa depan.” ujar Ghazi.

10 Keutamaan Bulan Ramadan bagi Umat Islam, Lengkap dengan Dalilnya


GAIDOFOUNDATION.ORG-Keutamaan bulan Ramadan bagi umat Islam sangatlah besar. Bulan suci umat Islam ini menawarkan berlipat-lipat pahala dan pengampunan dosa bagi seluruh muslim. Memperbanyak ibadah di bulan yang penuh berkah ini tentunya menjadi sebuah keharusan.


Bulan Ramadan menjadi saat yang selalu dinanti-nanti bagi setiap orang karena berbagai keutamaannya. Berbagai dalil menyebutkan keistimewaan bulan puasa yang sangat menguntungkan bagi orang-orang yang beriman dan melaksanakan amal saleh.


Keutamaan bulan Ramadan bisa menjadi penyemangat untuk makin rajin beribadah. Bulan suci Ramadan merupakan kesempatan bagi setiap hamba Allah untuk lebih meningkatkan ketakwaan dengan berbagai keutamaannya.


Berikut petikan Gaido foundation yang sedang melakukan Bazar & Festival 1442 H di kawasan wisata halal baduy outbound, serang Banten di selenggarakan mulai 19 April – 12 Mei 2021. rangkum dari berbagai sumber,  tentang keutamaan bulan Ramadan.

 

Bulan Pengampunan Dosa dan Penuh Pahala

Keutamaan bulan Ramadan yang pertama adalah sebagai bulan pengampunan dosa. Bulan Ramadan adalah waktu terbaik untuk mengambil kesempatan bertaubat.


Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya:

Sholat lima waktu, Jumat ke Jumat dan Ramadan ke Ramadan menghapuskan dosa-dosa di antara masa-masa itu selama dosa-dosa besar dijauhi.” (HR. Muslim)


Dengan berpuasa pada bulan Ramadan ini, maka bisa menghapus dosa-dosa yang telah kamu lakukan. Hal ini sesuai dengan hadis Nabi Muhammad SAW yang artinya:


Barangsiapa yang berpuasa Ramadan karena penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah SWT, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (HR. Bukhari dan Muslim).


Selain itu, salat tarawih yang dikerjakan pada setiap malam di bulan Ramadan juga dapat menghapus dosa-dosa yang telah lalu. Sebagaimana hadis Nabi SAW yang artinya:


Barangsiapa yang berpuasa yang melakukan sholat malam pada bulan Ramadan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah SWT, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

 

Pahala yang Berlipat Ganda

Keutamaan bulan Ramadan berikutnya adalah pahala yang berlipat ganda untuk setiap ibadah yang kamu laksanakan. Amalan-amalan pada bulan Ramadan akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT, sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yang artinya:


“Pahala umrah pada bulan Ramadan menyamai pahala ibadah haji.” (HR. Bukhari dan Muslim).


Sedangkan keutamaan bulan Ramadan dalam riwayat yang lain juga disebutkan, pahala umrah pada bulan Ramadhan menyamai pahala ibadah haji bersamaku (Nabi Muhammad SAW).


Dalam riwayat lain juga disebutkan, Ibnu Rajab rahimahullah berkata, Abu Bakr bin Abi Maryam mengatakan bahwa banyak guru-gurunya yang berkata,


“Apabila telah tiba bulan Ramadan, maka perbanyaklah berinfaq, karena infaq di bulan Ramadan dilipatgandakan bagaikan infaq di jalan Allah SWT, dan tasbih di bulan Ramadan lebih utama daripada tasbih di bulan yang lain.”

 


Bulan yang Penuh Berkah dan Diturunkannya Al-Qur’an

Bulan Ramadan sering juga disebut dengan bulan yang penuh berkah, atau syahrun mubarak. Hal ini berdasarkan pada dalil hadits Nabi Muhammad SAW yang memiliki arti,


“Sungguh telah datang kepada kalian bulan yang penuh berkah. Pada bulan ini diwajibkan puasa kepada kalian..” (HR. Agmad, An-NasaI dan Al-Baihaqi).


Dan juga bahwa setiap ibadah yang dilakukan di bulan Ramadan ini, maka Allah SWT akan melipatgandakan pahalanya. Selain itu di dalam bulan yang penuh dengan kemuliaan dan keberkahan ini, maka tidak hanya keberkahan di dalam menuai pahala, melainkan banyak keberkahan lainnya.


Keutamaan bulan Ramadan juga ditinjau dari aspek ekonomi, di mana Ramadan memberi keberkahan ekonomi bagi para pedagang dan lainnya. Sedangkan bagi fakir miskin, Ramadan membawa keberkahan tersendiri. Pada bulan Ramadan ini, seorang muslim digalakkan dan disunnahkan untuk berinfaq dan bersedekah kepada mereka ini. Bahkan, diwajibkan untuk membayar zakat fitrah untuk fakir miskin.


Sehingga Kegiatan Gaido Foundation tahun ini Bazar & Featival Ramdhan 1442 H dengan Tema Ramdhan Tiba Ekonomi UKM Bangkit, semoga menjadi bagian inspirasi dan motivasi bangkit nya Ekonomi UKM Di Banten khusus nya dan umum nya di Indonesia. Karena ada transaksi ekonomi di bulan Ramdhan yg sangat besar mulai keperluan dapur, pakaian dan infak dan zakat. 


 

Bulan Diturunkannya Al-Qur’an

Keutamaan bulan Ramadan salah satunya adalah bulan Al-Qur’an atau syahrul Quran. Diturunkannya Al-Qur’an pada bulan Ramadan ini menjadi bukti nyata kemuliaan bulan Ramadan.


Allah SWT berfirman yang artinya,

Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan petunjuk tersebut dan pembeda (antara yang benar dan yang batil)”. (QS. Al-Baqarah: 185).


Gaido foundation melalui Gaido Travel melakukan Khataman Quran yg dibaca mulai pendiri perusahaan, direktur masingmasing unit usaha Gaido, kepala cabang dan karyawan di lingkungan Gaido Group. 


Bagian dari Rukun Islam dan Bulan Terkabulnya Doa

Allah SWT telah menjadikan puasa yang dilakukan pada bulan Ramadan sebagai rukun yang keempat dari rukun Islam.


Hal ini tertulis dalam ayat al-Quran surat Al-Baqarah ayat 185:


Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang didalamnya diturunkan al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan petunjuk tersebut dan pembeda (antara yang benar dan yang bathil). Karena itu, barang siapa di antara mereka yang menyaksikan (berada) di bulan itu, maka berpuasalah.”


Dalam hadis juga telah disebutkan, Ibnu Umar meriwayatkan bahwa Nabi SAW., bersabda:


“Islam dibangun atas lima (rukun); Bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah, dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, mendirikan sholat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadan, dan haji ke Baitullah.” (HR. Bukhari dan Muslim)


Bulan Terkabulnya Doa

Keutamaan bulan Ramadan selanjutnya adalah doa yang dipanjatkan pada saat bulan Ramadan lebih mustajabah. Hal ini sesuai hadis Rasulullah SAW yang artinya:


“Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadan, dan setiap muslim apabila dia memanjatkan doa maka pasti dikabulkan.” (HR. al-Bazaar, dari Jabir bin Abdillah. Al-Haitsami dalam Majma Az Zawaid mengatakan bahwa perawi hadis ini tsiqah (terpercaya).


Selain itu juga dipertegas dalam hadis lain. Rasulullah SAW, bersabda yang artinya:


“Tiga orang yang doanya tidak ditolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan doa orang yang terdzolimi.” (HR. at Tirmidzi).

 


Malam Lailatul Qadar dan Puasa 1 Bulan Pahalanya Senilai Puasa 10 Bulan

Malam Lailatul Qadar

Keutamaan bulan Ramadan lainnya adalah dengan hadirnya malam penuh kemuliaan dan keberkahan di salah satu malam pada malam-malam terakhir dan ganjil di bulan Ramadan, yaitu malam Lailatul Qadar.


Di bulan Ramadan terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu Lailatul Qadar (malam kemuliaan). Pada malam inilah yaitu 10 hari terakhir di bulan Ramadhan adalah saat diturunkannya Al-Quranul Karim.


Puasa 1 Bulan Pahalanya Senilai Puasa 10 Bulan

Abu Ayub Al-Anshary meriwayatkan hadist Rasulullah SAW bersabda yang artinya:


“Barangsiapa yang berpuasa (pada bulan Ramadhan) kemudian diikuti puasa enam hari pada bulan Syawal, maka hal itu sama seperti puasa setahun.” (HR. Muslim)


Selain itu, juga ditegaskan dalam hadis Nabi yang lain. Imam Ahmad meriwayatkan, Nabi SAW bersabda:


Siapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan, maka satu bulan sama seperti sepuluh bulan. Dan siapa yang berpuasa setelah itu, berpuasa selama enam hari sesudah Id (Syawal), hal itu sama nilainya dengan puasa sempurna satu tahun.” (HR. Ahmad).

 


Dibukanya Pintu Surga dan Ditutupnya Pintu Neraka Serta Setan Dibelenggu

Keutamaan bulan Ramadan lainnya adalah bahwa pintu-pintu surga terbuka dan pintu-pintu neraka tertutup serta setan-setan diikat. Dengan demikian, Allah SWT telah memberi kesempatan kepada hamba-Nya untuk masuk surga dengan ibadah dan amal shalih yang telah diperbuat pada bulan Ramadan.

 

Setan Dibelenggu

Keutamaan bulan Ramadhan yang lainnya adalah keberadaan setan yang dibelenggu. Sehingga ibadah umat muslim selama bulan Ramadhan dapat berjalan dengan lancar. Setan tidak dapat menyesatkan umat muslim selama bulan Ramadhan.


Imam Ahmad yang meriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Nabi Muhammad SAW bersabda:

Umatku diberikan lima perkara di bulan Ramadhan yang belum pernah diberikan kepada umat sebelumnya: mulut orang yang puasa lebih wangi di sisi Allah SWT dari pada minyak kesturi, malaikat memintakan ampunan untuk mereka hingga berbuka, setiap hari Allah SWT menghiasi surga-Nya dan berfirman: sudah dekat hamba-hamba-Ku yang shaleh meninggalkan beban dan berpulang kepada-Ku, setan-setan dibelenggu maka mereka tidak bisa mencapai apa yang bisa mereka capai di bulan yang lain, dan Allah SWT mengampuni mereka di akhir malam.


Ada yang bertanya: ya Rasulullah, apakah itu di saat lailatul qadar? Beliau menjawab: tidak, akan tetapi orang yang beramal hanya disempurnakan pahalanya apabila menyelesaikan amalnya“.


Ramadhan tahun ini 1442 H / 2021 merupakan Ramadhan ke 2 di masa pandemi covid 19  banyak tantangannya,  semoga ibadah kita diterima oleh Allah SWT. 


Saya mewakili semua Pengurus Gaido Foundation mengucapkan terima kasih kepada semua donatur yang telah memberikan amanah kepada Gaido Foundation dan kami  melakukan kegiatan bakti sosial membantu kaum dhuafa, anak yatim dan lembaga pendidikan pesantren merupakan tugas dan kebanggan kami semoga kami menjadi bagian menjadi sebaikbaik manusia yang bermanfaat untuk yang lainnya. Insyaallah kegiatan santunan anak yatim dan dhuafa akan dibagikan bertepatan 25 Ramdhan 1442 H / 07 Mei 2021.


Mari salurkan bantuan untuk mereka melalu rekening Yayasan Anak Shaleh Internasional dapat mengirimkan donasinya melalui transfer ke rekening Bank Syariah Indonesia atas nama Yayasan Anak Shaleh Internasional dengan nomor 917 687 809.


Muhammad Ghazi Hasan (Direktur Eksekutif Gaido Foundation)

Bazar dan Festival Ramadhan, Gaido Foundation Gelar Diskusi Bersama PWI dan SMSI Banten

GAIDOFOUNDATION.ORG-Gaido Foundation menggelar Diskusi bersama Organisasi Media di Provinsi Banten seperti Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound. Kamis (29/04/2021).

Gaido Foundation kali ini menggelar Bazaar & Festival Ramadhan 1442 H dengan Tema “Ramadhan Tiba Ekonomi UKM Bangkit”.

Founder Gaido Foundation Muhammad Hasan Gaido menyebutkan bahwa, Bazaar & Festival Ramadhan 1442 H ini merupakan hari ke 11 yang dilaksanakan sejak tanggal 19 April hingga 12 Mei 2021.

“Kali ini bertepatan 17 Ramadhan kita menghadirkan narasumber dari Ketua SMSI Banten bapak Lesman Bangun, dan Ketua PWI Banten, yang saat ini diwakili oleh Sucahya, selaku Sekretaris Dewan Kehormatan PWI Banten,” ungkapnya.

Muhammad Hasan Gaido menambahkan, acara yang digelar merupakan persembahan dari Gaido Foundation bersama Disperindag Banten dan saat ini Gaido Foundation sudah berusia 18 tahun.

“Gaido  kini memiliki 63 kantor cabang di indonesia. Tetapi, Pandemi covid-19 ini menghantam seluruh dunia yang tadinya berdampak kepada kesehatan jadi ini merambat ke ekonomi juga. Gaido juga memberikan santunan kepada kaum dhuafa dan anak yatim. Dan Kali ini kami mengelar bazaar dan festival Ramadhan 1442 H yang dilaksanakan dari 19 April sampai 12 Mei,” tambahnya.

Sementara itu. Ketua SMSI Provinsi Banten Lesman Bangun mengatakan bahwa Pandemi ini seluruh media benar-benar merasa terpuruk karna banyak perushaan media di Banten yang melakukan evaluasi. Misalnya pengurangan jumlah cetak, lembar halaman, maupun jumlah karyawan.

“Kami berharap dari pihak Pemprov Banten yang di mana jangan hanya disaat pemerintah membutuhkan, media dipanggil. Padahal setiap harinya wartawan kita liputan di provinsi di pemerintahan. Karena Wartawan adalah bagian dari pemerintah karena setiap hari setiap waktu wartawan selalu ada untuk pemerintah, Kami mohon kepada Gubernur untuk membuka akses kembali kepada OPD di provinsi Banten terkait anggaran publikasi,” kata Bangun.

Disisi lain, Sekretaris Dewan Kehormatan PWI Banten Media Sucahya menyatakan bahwa, pemerintah lupa akan industri penerbitan. Artinya industri yang bergerak di media masa belum tersentuh secara maksimal.

“Salah satu industri kreatif juga adalah komunikasi desain visual. Jadi industri media ini sebenarnya banyak menampung karakter dari industri kreatif. Selama ini yang kita tahu kuliner itu adalah industri yang menyajikan makanan dengan berbagai konsep dan bahan baku serta bentuk penyajian. Media sosial berperan penting, begitupun media masa,” ujarnya.

Lanjutnya, kalau kita ingin menjadikan desa sebagai ekonomi kreatif, itu harus punya inovasi. Ekonomi kreatif syariah yang paling menonjol itu adalah kuliner dan fashion. Banten ini identik dengan kesultanan dan jawara, Jadi ketika ingin mempromosikan sesuatu itu harus berkaitan dengan ikon daerah tersebut, pada intinya provinsi Banten itu memiliki banyak potensi untuk mengembangkan ekonomi kreatif,” pungkasnya.