Dialog Sertifikasi Halal dalam Menunjang Percepatan Usaha

GAIDOFOUNDATION.ORG-Muhammad Ghazi Hasan, Direktur Eksekutif Gaido Foundation mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas terselenggaranya kegiatan Bazaar dan Festival Ramadhan 1442 H “Ramadhan Tiba Ekonomi UKM Bangkit” yang diinisiasi oleh Gaido Foundation dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten serta seluruh  asosiasi, lembaga keuangan, dinas-dinas, perusahaan dan ormas yang mendukung suksesnya kegiatan ini.

Alhamdulilah di hari ke-10, Rabu, 28 April 2021, kami mengadakan dialog  bertemakan “Sertifikasi Halal dalam Menunjang Percepatan Usaha” dengan menghadirkan pembicara dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banten dan Cahyo Hendro Atmoko dari Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Banten dan ditutup dengan Tausiah Ramadhan dari Ust. Kholid Ma’mun dari Bidang Dakwah Forum Silaturahim Pondok Pesantren (FSPP) Banten.” ungkap Ghazi.

Cahyo menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Gaido Foundation atas komitmen memajukan ekonomi UKM Banten di tengah lemahnya ekonomi akibat dampak dari pandemi Covid-19.

“Kami punya harapan besar hasil dari dialog hari ini ada program pemerintah daerah baik kabupaten dan kota atau provinsi Banten untuk memfasilitasi biaya sertifikasi halal sehingga para pengusaha pribumi mampu bersaing mengurus sertifikasi halal. Sejak adanya Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menjadi wajib hukumnya bagi para pengusaha UKM atau besar untuk memiliki sertifikasi halal dalam usahanya.” ujar Cahyo.

Menurutnya, hal tersebut sesuai dengan regulasi yang dikeluarkan pemerintah pusat melalui Undang-undang (UU) Cipta Kerja dan UU nomor 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH) yang mengharuskan semua pelaku usaha memiliki sertifikat halal.

Kewajiban untuk memenuhi hal tersebut, dirasa butuh kehadiran negara baik berupa pendampingan maupun subsidi anggaran, sehingga tidak semata dibebankan kepada para pelaku UKM karena untuk memperolah izin dan memenuhi kualifikasi sampai terbit sertifikat halal itu bukan hal yang mudah untuk UKM ditambah kondisi ekonomi sulit akibat pandemi.

“UKM ini, masih bisa bertahan saja sudah bagus. Saya punya harapan, semoga Gaido Foundation mampu menjembatani persoalan ini karena Gaido memiliki jaringan yang kuat baik di Banten maupun di pusat.” tegas Cahyo

Sementara Ustad Kholid Ma’mun  menyampaikan bahwa seluk belum halal dan haramnya sesuatu sebenarnya  sangat mudah dirujuk kebenarannya, utamanya kepada otoritas terkait, sehingga tinggal bagaimana mensosialisasikannya saja.

Hasan Gaido, bertindak sebagai pemandu acara, yang juga menjabat sebagai Bendahara Komite Ekspor Produk Halal Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) menyampaikan bahwa halal dan haram sebuah bisnis bukan hanya dari sudut pandangan agama tapi juga dari sudut ekonomi dan service.

Halalan toyyiban mubarokan menjadi satu kesatuan yang baik buat umat manusia di seluruh dunia tanpa mengenal agama dan budaya” tegas Hasan Gaido.

Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia adalah target market yang sangat potensial secara bisnis, maka sudah sebaiknya konsep kolaborasi ABG Cantik (Akademisi, Bisnis, Government dan Community) dijalankan sebaik-baiknya oleh  pengusaha pribumi di bawah HIPPI untuk mampu berdiri mengambil peluang beser di hadapan mata.

Ghazi berharap kegiatan ini mampu menjadi solusi bangkitnya ekonomi UKM di tengah pandemi Covid-19 dan program ini bisa masuk di kalender event pemerintah Banten di tahun-tahun berikutnya.

“Semoga pertumbuhan Banten menjadi nomor satu di bidang ekonomi dan keuangan syariah dan halal value chain. Ayo kita semangat untuk berkomunikasi, koordinasi dan berkolaborasi dan sinergi membangkitkan ekonomi Banten dan kegiatan ini merupakan jawaban kami mengabdi untuk negeri berkhidmat untuk umat” tegas Ghazi. 

Gaido Foundation dan Bank Indonesia Dorong UKM Go Digital

 

GAIDOFOUNDATION.ORG-Seminar bertemakan “UKM Going Digital” dalam rangkaian kegiatan Bazaar dan Festival Ramadhan 1442 H, menghadirkan Bintang Agung Herlambang, Asisten Manager Bank Indonesia KpW Banten, Ustad Salman Al Jabali, Pimpinan Ponpes Al-Kirom Pandeglang, Asep Suwarna, Direktur Utama Gaido Bank Syariah, dan dipandu langsung oleh Muhammad Hasan Gaido, Founder Gaido Foundation, bertempat di Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound, Serang, Banten pada Selasa (27/04).

Bintang, berterimakasih atas acara yang diselenggarakan oleh Gaido Foundation karena telah turut serta membantu program Bank Indonesia terkait dengan digitalisasi ekonomi.

Salah satu program yang diluncurkan oleh Bank Indonesia adalah melalui program QRIS untuk proses transaksi yang dilakukan oleh mitra binaan dari Gaido Foundation yang mengikuti acara ini dan juga mungkin untuk mitra binaan UKM yang mengikuti acara ini di manapun berada.” Ujar Bintang.

Bintang juga menyampaikan bahwa program yang dilakukan oleh Bank Indonesia untuk QRIS ini tentu tidak hanya memudahkan kita semua dalam bertransaksi penjualan, tetapi juga memberikan efek bahwa kita siap menghadapi era baru dikondisi yang saat ini.

Ustad Salman Al Jabali, berbicara tentang pesan dan kesan mengikuti acara kegiatan dialog digitalisasi tentang penggunaan QRIS.


“Alhamdulillah, PonPes Al-Kirom dengan adanya bantuan dari Bank Indonesia, kami sudah memakai digitalisasi QRIS untuk melakukan transaksi pembayaran, ketika kita menjual hasil-hasil produk hortikultura. Mudah-mudahan PonPEs Al-Kirom ini menjadi motivasidan  contoh untuk pesantren-pesantren yang ada diseluruh Banten dan Indonesia.” Harap Salman.

Diketahui bahwa PonPes Al-Kirom sudah melakukan transaksi digital, mulai dari pembelian pisang, kacang panjang, tomat, dan lain sebagainya, sehingga sangat memudahkan para pembeli dan penjual.

Selanjutnya Asep Suwarna, Direktur Utama Gaido Bank Syariah, menyampaikan tentang peran UKM dan digitalisasi.

“Acara ini tentu memberikan peluang bagi Gaido Bank Syariah, yang kebetulan memang menjadi lembaga keuangan mikro yang sangat dekat dengan UMKM sehingga dengan acara ini jadi lebih mendekatkan dan saling memahami yang dibutuhkan oleh masing-masing, terutama dalam penginputan dana tabungan. Program yang dimiliki oleh Gaido Bank Syariah tentu berharap dapat terserap dengan baik oleh UMKM.” Ujar Asep Suwarna.

Gaido Bank Syariah berencana ke depannya akan bekerjasama dengan Bank Indonesia dan QRIS supaya nanti kedua belah pihak sudah saling menguatkan dan saling menyediakan materi-materinya.

Dan diakhir acara diadakan simbolis penyerahan santunan paket sembako yang merupakan program “Berbagai Kebaikan Ramadhan” dari Gaido Foundation. Paket Sembako terdiri dari beras, mie instan, tepung terigu, minyak goreng, sarden, kecap, saos, teh celup, gula, garam, margarin, dan kurma.

Simbolis penyerahan paket sembako tersebut dilakukan oleh AsepSwarna selaku Direktur Utama Gaido Bank Syariah kepada Ustad Salman Al-Jabali, selaku Pimpinan PonPes Al-Kirom  dan juga oleh Bintang selaku Asisten Manager Bank Indonesia KpW Banten kepada Kyai, H. Jawari, selaku mubaligh dengna disaksikan oleh Muhammad Hasan Gaido selaku Founder Gaido Foundation.


“Gaido Foundation mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh donatur, semoga amal dan ibadah para donatur mendapatkan balasan pahala terbaik dari Allah Swt. dan menjadi kebaikan kita dan mendapatkan ganjaran surga-Nya. Semoga  di bulan Ramadan yang suci ini, semangat persaudaraan kita semakin kuat. Solidaritas kita kian teruji. Amiin.” Tutup Hasan Gaido.

Bangkit Bersama Merancang Destinasi Wisata Halal Banten

 

GAIDOFOUDNATION.ORG- Gelaran Bazaar & Festival Ramadhan 1442 H. telah memasuki hari kedelapan. Telah terselanggara Dialog bertema “Ekonomi Kreatif Banten Bangkit di Masa Pandemi” dengan menghadirkan Drs. M. Agus Setiawan, A.W. M.Si., Kepala Dinas Pariwisata Banten,  Ashok Kumar, Ketua Harian Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Banten dengan pembawa acara langsung Muhammad Hasan Gaido, pada hari  Senin (26/04) di Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound.

Kepada seluruh insan pariwisata dan ekonomi kreatif di Banten,  Agus Setiawan berpesan bahwa di masa pandemi ini, kita sudah diperbolehkan beraktivitas kembali dengan adaptasi baru dan menerapkan selalu protokol kesehatan.

“Memang destinasi wisata boleh dibuka, namun jangan sampai destinasi wisata menjadi cluster baru penyebaran covid-19. Kita tetap berusaha dan tetap sama-sama menjaga, dan silahkan terus beraktivitas. Pariwisata dan ekonomi kreatif Banten tetap selalu optimis untuk bangkit.” pesan Kadis Pariwisata.

Mendukung hal itu, kita ketahui Dinas Pariwisata dalam beberapa kesempatan telah menyelanggarakan kegiatan di Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound.

“Setelah kita mengadakan Forum Dialog Wisata Halal di sini, beberapa waktu lalu ketika bersama Bapak Menteri Pariwisata, Sandiaga Uno, saya juga sampaikan tentang wisata halal, tanggapan beliau yaitu untuk wisata halal di Indonesia itu tidak hanya Aceh, Sumatera Barat, dan Nusa Tenggara Barat, namun juga yang akan terus dikembangakan adalah Kalimantan Selatan, Jawa Barat dan Banten.” ujar Agus Setiawan



Berbicara destinasi wisata halal, sebagaimana kita ketahui tidak banyak di Banten yang berkonsep suasana alam seperti Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound ditambah akses yang dekat dari kota, sangat tepat untuk wisatawan yang ingin melipir mencari suasana tenang, angin sepoi dan sejuk serta lengkap dengan wahana hiburannya.

“Di Banten, tidak banyak destinasi wisata seperti Baduy Outbound ini. Ada yang serupa semacam ini dengan potensi suasana alam, yaitu mungkin di Taman Hutan Raya yang dikelola Dinas DLHK, namun belum dikembangkan sebaik di sini. Jadi, bisa saya bilang, Baduy Outbound ini sangat potensial. Hanya tinggal promosi pemasarannya yang terus harus digenjot.” Ujar Kadis Pariwisata.

Ashok Kumar turut berkomentar dan memberikan  masukannya tentang destinasi wisata Banten.  

“Kami bangga dan menilai konsistensi dan komitmen tinggi dukungan Gaido Foundation terhadap pariwisata Banten, maka saran saya, agar apa yang sudah dilakukan ini ke depan dimasukkan ke dalam kalender event pariwisata provinsi Banten, agar bisa mulai go notional dan go internatonal.” Ujar Ashok.  

Ashok juga menyarankan agar juga ada aktivitas wisata edukasi religi malam hari di Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound, seperti pesantren kilat, dan juga dengan melihat kelengkapan dan potensi yang ada juga bisa dikembangkan ecowisata atau agrowisata.

“Kita buat miniatur-miniatur Banten Lama, mercusuar, Istana Kaibon, dan lain-lain. Proyeksinya bisa menjadi taman mini wisata ikonik di Banten. Jadi saya yakin, apalagi dengan kerja keras dan tekad Pak Kadis sama-sama kita bisa lihat, Wisata Banten akan semakin maju dan berkembang. Togehter Everyone Achives More, Jadi tunggu apa lagi, kita mulai sekarang.” Tutup Ashok.

Hidup Berkah dan Manfaat Menjadi Pelayaan Tamu Allah

GAIDOFOUNDATION.ORG–Pada gelaran hari ke-5, Bazaar dan Festival Ramadhan 1442 H, telah berlangsung Seminar bertema Hidup Berkah dan Manfaat Menjadi Pelayan Tamu Allah, dengan menghadirkan narasumber  Nana Sujana, Direktur Gaido Travel & Tours, dan K.H. M. Noor Ridlo, LC, Pimpinan Pondok Pesantren Birrul Walidain, pada Jumat sore (23/04) di Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound.

Di awal kesempatannya, Nana Sujana, Direktur Gaido Travel & Tours, melaporkan bahwa saat ini dampak pandemi Covid-19 bukan hanya menyerang terhadap kesehatan tapi hampir ke semua sektor di antaranya budaya, agama, ekonomi dan keuangan karena penyelnggaraan haji dan umrah sudah mau 2 tahun ini tidak bisa dilaksanakan termasuk wisata outbound dan inbound karena semua negara saling menutup diri atau lock down. maka dengan adanya lock down tersebut berbagai kegiatan bisnis terkena dampaknya dan yang paling besar di sektor pariwisata seperti perhotelan, penerbangan, restoran, transportasi darat, laut dan travel agent.

Gaido Travel & Tours perusahaan yang didirikan pada tahun 2003 sampai sekarang yang sudah melewati 18 tahun yang fokus pada pelayanan haji, umrah dan halal travel karena Gaido Travel & Tours telah memiliki izin pariwisata, umrah dan haji, bahkan Gaido Travel & Tours perusahaan yang memiliki izin franchise pertama di indonesia yang kini sudah 63 kantor cabang yang tersebar di berbagai kota di indonesia juga terkena dampaknya.

Nana Sujana juga menyampaikan tentang 4 pilar hidup berkah dan manfaat menjadi pelayan tamu Allah adalah:

  1. Mengajak orang lain pergi haji dan umrah maka sebagai ibadah.
  2. Apabila jemaah tersebut mnendapatkan haji dan mabrur atau umrah makbul maka kita mendapatkan pahala yang sama.
  3. Kita bisa menjadi pembimbing atau tourlider dengan pelatihan sertifikasi.
  4. Kita bisa pergi haji dan umrah serta halal travel bisa jalan jalan ke mana saja bersama jemaah.

“Maka kami mengajak ayo bergabung bersama Gaido Travel dalam program Halal Travel Consultant (HTC) di semua kantor cabang Gaido Travel & Tours terdekat kita.” ajak Nana Sujana dengan penuh semangat.

“Betul saat ini penyelenggaran haji, umrah dan halal travel ke luar negeri dihentikan sementara tapi untuk pendaftaran tetap berjalan karena daftar haji itu tahun ini kemungkinan bisa berangkat 7 tahun kemudian, kelebihan kami bisa tabungan haji, umrah dan halal travel karena Gaido Travel memiliki brand yang sama Gaido Bank Syariah bagian unit usaha dari Gaido Group, maka dalam kesempatan ini kamu langsung peraktikkan tabungan haji dan umrah untuk wilayah banten khusus nya di Baros, Serang “ ujar Nana.

Biasanya di bulan Ramadhan kami para petugas travel melakukan finalisasi kontrak hotel untuk keberangkatan haji namun tahun kemarin tidak ada haji kemungkinan besar tahun ini juga tidak ada keberangkatan haji dari Indonesia karena sampai saat ini belum ada kabar kebijakan haji untuk Indonesia dari kerajaan Arab Saudi. Maka, saya menghimbau kepada calon jaamaah bersabarlah karena kesehatan lebih utama diutamakan Kerajaan Saudi Arabia sangat ketat melakukan pencegahan penyebaran Covid-19.

“Semoga Covid-19 segera Allah angkat dan kita bisa berangkat haji, umrah dan halal travel seperti sebelum nya.” harap Nana.

Selanjutnya narasumber kedua kami KH. M Noor Ridlo Lc, berbicara tentang ibadah haji dan umrah sebagai penutup kegiatan acara hari ini.

“Ibadah haji dan umrah merupakan ibadah yang agung di mana kita dapat melakukan tawaf, sai di baitullah dan apabila umrahnya diterima sebagai umrah yang makbul maka mampu menghapus semua dosanya kecuali dosa syirik dan apabila mendapatkan haji yang mabrur maka tidak ada balasan kecuali syurga. Ini merupakan harapan dan impian semua kaum muslimin di seluruh dunia tua ataupun muda” Ucap Ust. Ridlo.

“Harus dipahami bahwa haji dan umrah bukan sesuka suka kita sendiri tapi ada kebijakan 2 negara baik aturan dari Indonesia sebagai pemerintahan kita dan kebijakan di kerajaan Saudi Arabia sebagai pengelola tanah suci Makkah dan Madinah agar kita selamat dan nyaman dalam menjalankan nya.”  Sambung Ust. Ridlo

Faktor penting yang harus di pahami ibadah tidak akan diterima apabila niatnya salah maka niatkan untuk haji dan umrah hanya karena Allah dan apabila kita niat lalu meninggal dunia maka urusannya sudah selesai Allah mampu dan hak memberikan haji yang mabrur atau umrah yang makbul maka dengan adanya pandemi Covid-19 kita harus berprasangka baik mungkin Allah akan memberikan banyak nilai pahala kepada kita calon jamaah.

“Ayoo luruskan niat dan sempurnakan usaha bagi yang belum daftar segera daftar. Seperti yang sudah Pak Nana Sujana sampaikan ada kemudahan dengan menabung haji, umrah kerja sama Gaido Travel & Tours dengan Gaido Bank Syariah yang bisa dilakukan di mana saja dengan sistem digital cukup bisa nabung haji dari rumah saja ini merupakan jawaban di masa pandemi Covid-19 dan era digital 4.0.” ujar Ust. Ridlo penuh semangat.

“Sangat jelas bahwa perintah haji itu wajib hukumnya bagi yang mampu di dalam alquran maka dalam kesempatan ini saya saya mengajak ayoo menabung haji dan umrah serta bergabung dengan program HTC di bawah bendera Gaido Travel & Tours yang memiliki izin resmi dan berpengalaman saya sudah bolak balik ke Mekah, baik haji mapun umrah bahkan ikut jalan-jalan ke Dubai bawa rombongan Gaido Travel & Tours.” Tutup Ust. Ridlo lulusan Al Azhar Kairo. (SLM)

Dinas Pertanian dan INTANI Banten Dorong Talenta Petani Millenial dan Program Ketahanan Pangan Banten

 

GAIDOFOUNDATION.ORG- Ir. H. Agus M. Tauchid,M.Si., Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, melaporkan, saat ini Banten masuk 10 besar provinsi dengan Nilai Tukar Petani terbesar di Indonesia dan yang tertinggi di Pulau Jawa dan Infrasturktur pertanian di Banten  khususnya transportasi sudah semakin membaik, aksesnya sudah  sampai ke desa-desa.

Hal tersebut Agus sampaikan dalam seminar bertemakan “Kolaborasi Peran Petani Millenial” dalam Rangkaian kegiatan Bazaar dan Festival Ramadhan 1442 H di Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound, Serang, Banten pada Kamis (22/04).

Agun juga menyampaikan tentang 4 pilar keberlanjutan bisnis pertanian, pertama, berdaya saing tinggi, jelas orinetasi bisnisnya. Kedua, harus terdesentralisasi, didukung oleh pemerintah daerah. Ketiga, berkerakyatan dan Keempat, berkelanjutan.

“PR kita ke depan masih banyak, namun saya yakin Banten bisa. Kita harus berkolaborasi, ABG Cantik (Academcy, Business, Government, dan Community, Instansi terkait tersebut memiliki peran berbeda yang terkait dan saling melengkapi. “ ujar Agus.

Beberpa faktor pendukung peran pemerintah dalam pengembangan pertanian di antaranya adalah kelembagaan, kesadaran masyarakat, ketersediaan lahan, pengembangan teknologi, dan peran swasta.

Peran pemerintah dalam pembangunan merupakan hal yang mutlak, tidak terlepas juga pengembangan pertanian berkelanjutan melalui edukasi, pembinaan dan pengkaderan petani millenial yang siap pakai, memahami hulur dan hilirnya.

“Kita akan mendorong tentang edukasi terhadap petani, agar petani mandiri dan berdikari. Bagaimana petani bisa melakukan aktivitas bertani yang menguntungkan, tidak terjerat oleh sistem para tengkulak yang mungkin kurang pro-petani.” Tegas Agus.

Narasumber kedua, Dr.Suma Wijaya M.Sc berbicara tentang harapan pada kebijkan pemerintah yang pro-pertanian berkelanjutan.

“Harus ada model sekolah yang jadi rujukan, jika kita berkeinginan melahirkan banyak telenta petani millenial yang paham hulu dan hilir bidang pertanian ini.” Ujar Suma Wijaya.  

Faktor penghambat aktivitaspertanian berkelanjutan adalah alih fungsi lahan, keterbatasan kemampuan SDM, pemerataan sarana prasarana, ketersediaan dan pemanfaatan teknologi, dan obat kimia atau pupuk yang tidak ramah lingkungan.

Salah satu peserta, Zulfa Fitria, Mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta – Jurusan Agribisnis, turut tentang seminar hari ini.

“Saya adalah cucu dari seorang petani dan kini berkuliah di Jakarta mengambil jurusan pertanian. Saya punya harapan dan semoga juga menjadi harapan pemerintah, yaitu bagaimana Banten mempunyai ketahanan  pangan dan kesejahteraan para petani semakin membaik ke depannya.” Ujar mahasiswi asal Baros ini.

Goong! Bazaar dan Festival Ramadhan 1442, Ramadhan Tiba, Ekonomi UKM Bangkit, Resmi Dibuka

 

GAIDOFOUNDATION.ORG–Gelaran Bazaar dan Festival Ramadhan 1442 H.,”Ramadhan Tiba, Ekonomi UKM Bangkit” resmi dibuka oleh Drs. M. Agus Setiawan, A.W., M.Si. selaku Kepala Dinas Pariwisata Banten, didampingi Muhammad Hasan Gaido selaku, Founder Gaido Foundation, Sukandar, Kepala Bidang Perindustrian Disperindag Banten, KH. Anang Azharie Alie, Ketua Presidium Forum Silaturahim Pondok Pesantren (FSPP) Banten,dan KH. Sulaiman Effendi, Ketua Insan Tani dan Nelayan Indonesia (INTANI).

Pada sambutannya, Agus Setiawan meyampaikan bahwa dengan adanya kegiatan ini kami berharap melahirkan optimisme bagi UKM dan masyarakat untuk terus beraktivitas ekonomi.

“Tanpa perlu was-was, tapi dengan tetap menerapkan secara ketat protokol kesehatan, jaga jarak, pakai masker, semoga kegiatan ini berjalan lancar dan sukses. Di momentum kegiatan ini, semoga dapat menjalin silaturahim antar sesama, saling mengenal, dan kolaborasi Saya juga bangga dalam kesempatan Bazaar ini untuk transaksi keuangannya sudah diupayakan secara digital melalui teknologi QRIS.” Ujar Agus Setiawan

Selanjutnya, Muhammad Hasan Gaido selaku founder Gaido Foundation menyampaikan bahwa Gaido Foundation sudah sering melakukan kegiatan serupa ini hanya saja kali ini dalam kemasan kegiatan yang berbeda. Apabila sebelumnya biasa kami selenggarakan di hotel berbintang, tapi kali ini di momentum Ramadhan 1442 H, pertama kalinya kami adakan di Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound dengan beragam rangkaian kegiatan hampir sebulan penuh.

“Kami tekankan ini adalah kegiatan yang Gaido Foundation inisiasi, bukan untuk mengambil alih peran pemerintah melainkan tentang menjalankan penguatan fungsi strategi yang selalu kami gaungkan yaitu kolaborasi ABG Cantik (Academcy, Business, Government, dan Community).” Ujar Hasan Gaido.

Disperindag secara gratis meminjamkan tenda-tenda bazaar untuk mendukung kegiatan ini. Apresiasi dan terima kasih kami sampaikan. Pada gelaran seminar, kami juga libatkan akademisi sebagai narasumber. Dari bisnis sudah jelas kegiatan ini berkolaborasi dengan kalangan bisnis, ada Bisnis Banten selaku organizer acara ini, danketerlibatan UKM-UKM kita, dan terakhir kolaborasi bersama komunitas, seperti kemarin kami hadirkan Perkumpulan Seni Budaya (PSB) untuk berbicara tentang pelestarian seni budaya khas Banten, kemudian Perkumpulan Urang Banten, Komunitas Cinta Banten, dll.

Selain itu, Gaido Foundation juga ingin bagaimana proses digitalisasi transaksi keuangan pada UKM-UKM semakin menguat di Banten, karena selama bazaar berlangsung transaksi menerapkan cashless melalui QRIS, apapun e-wallet dan mobile banking yang dipakai pelanggan.

Di pekan terakhir kegiatan ini akan diadakan charity bertajuk Gaido Foundation Berbagi Kebaikan Ramadhan dengan kegiatan pembagian santunan anak yatim, pembagian santunan sembako, Bazaar sembako murah dan distribusi zakat fitrah. Di minggu yang sama juga digelar berbagai lomba untuk kategori TK dan SD, mulai dari hafalan surat pendek, Adzan, Muslim Fashion Show, Mewarnai dengan Pewarna Alami dan kategori umum, yaitu lomba memasak menu khas Banten. (**)

PSB dan Dindik Banten Bicarakan Eksistensi Seni Budaya Banten di Bazaar dan Festival Ramadhan 1442 H

 

GAIDOFOUNDATION.ORG–Pada gelaran hari ke-2, Bazaar dan Festival Ramadhan 1442 H, telah berlangsung Seminar bertema Eksistensi Seni Budaya untuk Memperkokoh Identitas Kebantenan, dengan menghadirkan Yang’to, S.H, M.H, Ketua Umum Perkumpulan Seni Budaya (PSB) Banten, dan Bara Hudaya, S.E, M.Si, Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, pada Selasa sore (20/04) di Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound.

Di awal kesempatannya, Yang’to memperkenalkan visi PSB organisasi yang dipimpinnya, yaitu tidak lain adalah untuk menjaga dan melestarikan seni dan budaya yang dititipkan oleh para leluhur pendahulu.

“Tujuannya adalah untuk menjaga, melestarikan seni dan budaya. karena mengingat seni dan budaya ini hampir punah, bahkan generasi penerus pun nyaris tidak pernah ada,” paparnya

Lebih lanjut Ia katakan, PSB sedang mendorong regulasi terkait dengan seni dan budaya lewat Perda, diharapakan mampu untuk menunjang segala kegiatan yang akan dilakukan oleh para insan seni di daerah nantinya.

“Ke depan rencana PSB akan mendata semua padepokan atau pencinta seni dan budaya yang berada di Pandeglang khususnya dan Banten pada umumnya,” ujarnya

Seni budaya yang dituntut adalah eksistensinya, tandanya adanya kegiatan yang terus menurus dilakukan.

Menurut Yang’to, ada tiga parameter, seni budaya ini bisa eksis ataukah punah. Pertama, guru yang telah wafat dan tak ada penerusnya. Kedua, punya guru namun tidak punya alat atau media (tempat, alat yang mendukung eksistensinya). Ketiga, tidak punya penggerak. Punya perguruan, namun untuk menghidupi dirinya saja tidak bisa.

Maka penting hari ini, bahkan perlu intervensi untuk memperhatikan pelestarian seni budaya dan kesejahteraan guru-guru kita. Sehingga perlu adanya upaya masih unutk memperbanyak ruang  atau panggung bagi sanggar untuk mengekspresikan ke khalayak dan unutk menunjukkan eksistensi mereka.

Kemudian, penting adanya konektivitas anggaran pusat bisa terdistribusi ke semua sanggar seni, yang bisa digunakan untuk perawatan peralatan sanggar, yang perlu kita aturkan dalam kerangka peraturan daerah ke depan.

“Memperkokoh identitas bangsa, bisa diartikan sebagai prilaku masyarakat yang dilakukan terus menerus dan turun temurun serta mempunyai nilai manfaat. Maka saya melihat bahwa seni budaya ini punya kekuatan untuk mempersatukan umat, “ujar Yang’to.

Hal yang juga perlu menjadi konsen, selain menetapkan seni budaya kita patenkan sebagai warisan budaya, namun perlu juga secara de facto seni budaya kita diakui oleh seluruh stakeholder, di antaranya dengan upaya memperbanyak panggung-panggung pentas, memberikan penghargaan bagi penggerak seni budaya, dan beri pengakuan yang pantas untuk mereka.

Bara Hudaya pada kesempatannya menjelaskan kondisi umum terkait eksistensi kebudayaan di Banten.

“Hari ini, ada dua isu  yang menjadi fokus pemerintah terkait hal ini adalah pertama, tidak adanya tradisi yang kuat, kontinu dan masif di masyarakat dan kedua, tidak adanya pembinaan kepada sanggar,” ujar Bara.

Lebih lanjut, Bara menambahkan, tahun 2021 ini pemerintah telah mengusulkan sebanyak 24 usulan Warisan Budaya Tak Benda (WBTb), semoga semuanya lolos.

“Tahun lalu alhamdulillah 3 dari 10 usulan kami, setelah tahap verifikasi, penilain dan siding dinyatakan lolos,  sehingga 7 yang belum lolos kami usulkan ulang tahun ini.” Pungkas Bara.

Bara kembali menjelaskan, gempuran teknologi tidak dapat kita pungkiri turut menjadi faktor menggerus antusiasme anak-anak kita akan seni budaya di Banten khususnya.

Maka untuk itu, Dindik Banten punya program mulai oktober ini, yaitu kampanye terkait efek ekonomi terhadap keberlangsungan pelaku seni budaya. Konsekuensinya kita perlu memperbanyak ruang publik untuk sanggar menampilkan karya seninya.

Selanjutnya, Bara memberi bocoran, bahwa Dindik Banten akan membuat program yang namanya “Jum’at Ngebanten” sebuah kegiatan rutin bagi sanggar dan padepokan untuk tampil di panggung-panggung yang telah kami sediakan. Ini akan diadakan rutin dan serentak di 8 Kabupaten dan Kota mulai pukul 13.00 – 17.00 WIB.

Adapun untuk pembinaan sanggar, pemerintah akan hadir dengan memberikan stimulus bagi sanggar-sanggar yang telah memiliki ruang publik, jadwal penampilan rutin dan kotinu. Harapannya dengan adanya stimulus ini, akan terlahir regenerasi unggul, seni budaya kita terawat dan terjaga, anak-anak kita nanti bangga dengan seni budaya daerahnya. (AMM)

Gaido Foundation dan Disperindag Provinsi Banten Gelar Bazaar dan Festival Ramadhan 1442 H, Simak Rangkaian Kegiatannya

 

Gaido Foundation.org–Gaido Foundation dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Desperindag) Provinsi Banten adakan Bazaar dan Festival bertajuk “Ramadhan Tiba Ekonomi UKM Bangkit”. Mulai 19 April  sampai 12 Mei 2021 di Kawasan Wisata Halal baduy Outbound.

“Kemarin (19/04), kami mengadakan Technical Meeting (TM) bersama seluruh peserta bazaar dan para UKM berkaitan dengan acara ini, yang insyallah full selama 24 hari ke depan.” Ujar Rikza selaku Ketua Panitia.

Kegiatan ini mengangkat tema tentang semangat membangkitkan perekonomian khususnya bagi UKM di Banten, salah satunya  dengan mengupayakan terus adanya kegiatan ekonomi transaksional di kawasan ini. Akan ada banyak ragam produk mulai dari jajanan kuliner khas Banten, fashion, peralatan rumah tangga, mainan anak, dan masih banyak lagi.

Tidak hanya itu, akan ada juga berbagai runtutan  seminar dengan beragam topik menarik dan para narasumber kompeten dari berbagai latar belakang dan akan dipandu langsung oleh Host, Muhammad Hasan Gaido selaku founder Gaido Foundation dan Gaido Group. Selama acara digelar dari awal hingga penutupan, setiap menjelang berbuka akan diisi dengan Tausiah Ramadhan dari ustad-ustad ternama.

Kami juga menggelar berbagai lomba untuk kategori TK dan SD, mulai dari hafalan surat pendek, Adzan, Muslim Fashion Show, Mewarnai dengan Pewarna Alami dan kategori umum, yaitu lomba memasak menu khas Banten.

Pada Rabu, (12/05) nanti akan dilakukan Pembagian Hadiah dan Closing Ceremony oleh Disperindag Provinsi Banten dan Gaido Foundation dan Insyallah akan juga menghadirkan Artis Nasional.

Adapun sore ini (20/04), gelaran perdana seminar akan mengangkat tema “Eksistensi Seni Budaya untuk Memperkokoh Identitas Kebangsaan” dengan menghadirkan Dr. H. Tabrani, M.Pd, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banten dan Yang’to, S.H., M.H., Ketua Umum Perkumpulan Seni Budaya (PSB) Banten.

Besok, Rabu, (21/04) akan digelar Grand Opening acara yang akan dihadiri Muhammad Hasan Gaido selaku founder Gaido Foundation, H. Babar Suharso, ST.,M.Si, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Banten dan kami mengharapkan kehadiran Ibu Bupati Serang, Hj. Ratu Tatu Chasanah, S.E., M.Ak. untuk sekaligus meresmikan acara ini, karena Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound berada di Kabupaten Serang dan Tausiah Ramadhan yang akan disamaikan oleh Drs. KH.Anang Azhari Alie, M.Pd.I, Ketua Presidium FSPP Banten.

Bagi yang ingin melihat jadwal lengkap dapat mengunduh di link berikut ini: Kalender Kegiatan Bazaar dan Festival Ramadhan 1442 dan pantau terus sosial media Intagram @gaidofoundation.

Di pekan terakhir kegiatan ini akan diadakan charity bertajuk Gaido Foundation Berbagi Kebaikan Ramadhan dengan kegiatan  pembagian santunan anak yatim, pembagian santunan sembako, Bazaar sembako murah dan distribusi zakat fitrah.

Bagi para dermawan yang ingin berdonasi dalam program ini, dapat mengirimkan donasinya melalui transfer ke rekening Bank Syariah Indonesia atas nama Yayasan Anak Shaleh Internasional dengan nomor 917 687 809. Donasi juga dapat diantarkan langsung ke sekretariat Gaido Foundation di Gaido Plaza, Jl. Raya Pamulang 2 No 5, Pamulang, Tangerang Selatan, 15416. Informasi lebih lanjut dan konfrmasi donasi dapat menghubungi nomor: 085888330240



Kami menghimbau kepadamasyarakat seluruhnya yang ada di Provinsi Banten untuk hadir datang ke sini untuk meramaikan bazaar dan festival ini. Publikasi dan dokumentasi kegiatan ini juga telah kami siapkan sedemikian rupa sehingga tersampaikan dan terarsipkan dengan baik dengan melibatkan rekan-rekan media kami di SMSI dan PWI.

“Sekali lagi, ini merupakan kegiatan bersama, dari kita untuk kita, mari bahu-membahu bantu para UKM dengan membeli produk-produknya. Jadi, ayo bersama kita turut ramaikan dan semoga ini menjadi karya nyata kita. Mengabdi untuk negeri, berkhidmat untuk umat.” Tegas Rikza.

Di Baduy Outbound, tempat terselenggaranya acara ini, pengunjung dapat membeli produk-produk UKM di stand-stand Bazaar yang telah tersedia dan menikmati suasana berwisata dengan beragam fasilitas lengkap, mushola untuk sholat Ashar, Maghrib, Isya berjamaah, bahkan untuk sholat tarawih, buka puasa bersama di gazebo bambu di atas kolam ikan, juga tersedia cottage bagi pengunjung yang ingin bermalam, dan privite tenda di lapangan utama Baduy Outbound.

“Mohon maaf apabila kegatan ini kurang berkenan, saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah meluangkan waktu, pikiran dan tenaga bahkan biaya untuk menyukseskan kegiatan ini. Terutama saya berterimakasih kepada Gaido Foundation dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan yang telah mempercayakan Bisnis Banten untung menyelenggarakan kegiatan acara ini.” Tutup Rikza.

Sebagai informasi kegiatan ini didukung sepenuhnya oleh  Dinas Pariwisata Banten, Dinas Koperasi dan UKM Banten, Dinas Pertanian Banten, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banten, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Banten, Bank Indonesia KpW Banten, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Banten, Perkumpulan Urang Banten, Baduy Outbound, Bisnis Banten, Gaido Travel & Tours, Azza Travel & Tours Singapore, Forum Silaturahim Pondok Pesantren (FSPP) Banten, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banten, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Painan Banten, Perkumpulan Seni Budaya (PSB) Banten, Perkumpulan Hotel dan Resort Indonesia (PHRI), Insan Tani dan Nelayan Indonesia (INTANI) Banten, Asosiasi Usaha  Menengah Indonesia (AUMI), Bank Banten, Gaido Bank Syariah, Komite Pengusaha Mikro Kecil Menengah Indonesia Bersatu (KOPITU), Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Gaido Media Creative, Perkumpulan Pariwisata Halal Indonesia (PPHI), Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI), Bisnis Bandung Gaido, Santri Mart, Rumah Pemberdayaan Masyarakat (RPM) Institute.

GAIDO GROUP – UNTIRTA TEKEN KERJASAMA DUKUNG KAMPUS MERDEKA

 

GAIDOFOUNDATION.ORG–Gaido Group teken Nota Kesepahaman dengan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Banten, tentang pengembangan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, sebagai bagian dari pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Penandatanganan ini dilaksanakan pada Rabu (10/03) di Gedung Rektorat, Kampus Sindang Sari, Banten.

Penandatangan dilakukan oleh Muhammad Hasan Gaido, selaku Direktur Utama Gaido Group dan Prof. Dr. Fatah Sulaiman, S.T., M.T selaku Rektor Untirta.

Hasan Gaido mengatakan Gaido Group melalui unit-unit usahanya dengan strategi ABG Cantik (Academy, Business, Government, Community) siap bersinergi dan berkolaborasi dalam program kampus merdeka yang dicanangkan oleh pemerintah. Melalui Gaido Institute misalnya yang sedang menjalankan program magang mahasiswa ke Korea Selatan, ada juga Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound di Serang sebagai tempat pelatihan kampus merdeka dalam bidang pertanian, perkebunan, perikanan dan kuliner khas Banten dari Banten Restoran.

“Semoga sinergi ini membawa banyak benefit, selain kepada Gaido Group dan Untirta, juga kepada masyarakat Indonesia dan diharapkan bisa mendukung dalam mewujudkan Indonesia menjadi sentral ekonomi syariah dunia” ujar President Indonesia Saudi Arabia Business Council (ISABC) ini.

“Melalui Nota Kesepahaman ini, diharapkan Untirta semakin bekonsentrasi kepada persiapan, menyiapkan SDM unggul untuk memenangkan persaingan dan kompetisi global yang sekarang ini semakin sengit antar negara, juga memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi sigap dan siap untuk menjaga keutuhan NKRI.” ungkap Prof. Fatah.

Sebagaimana arahan Bapak Presiden Joko Widodo dalam kesempatan peresmian kampus baru Untirta, pada Kamis (04/03) minggu lalu, bahwa Untirta harus ikut andil mengambil bagian untuk mengentaskan permasalahan kemiskinan dan keterbelakangan di Banten dengan menghasilkan inovasi baru.

“Perguruan tinggi tidak berada di menara gading, tapi memfungsikan diri sebagai menara air,” ujar Prof. Fatah mengulang penyampaian Bapak Presiden.

Untuk mempercepat implementasi Nota Kesepahaman ini, maka langsung ditandatangani perjanjian kerjasama antara Gaido Group dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengembangan Bisnis, Kewirausahaan, dan Inkubator Bisnis Untirta yang dikepalai oleh Dr. Abdul Fatah.

Turut menyaksikan seremoni penandatanganan Gaido Group dengan kampus yang terkenal dengan smart n green university ini yaitu Wakil Rektor Bidang Kerjasama, Dr. Aceng Hasani, M.Pd, Koordinator Kelompok JF Humas dan Kerjasama, Veronika Dian Faradiasa, MM, Sub Koordinator Kelompok JF Kerjasama, Ratih Purnamasari, M.Akt, Muhammad Rikza, Direktur Bisnis Banten, Nana Sujana, Direktur Gaido Travel, Suhandoyo, Direktur Sani Mobil Indonesia, Ratu Rosidatun Nasiha, Direktur Gaido Digital Medika dan Rustandi, Branch Regional Manager Gaido Banten. (AMM)

GAIDO RAYAKAN MILAD KE-18, GAIDO BANGKIT DENGAN EKONOMI SYARIAH DARI PANDEMI COVID-19

Gaido Group rayakan Milad ke-18 Tahun dengan mengangkat tema “Gadio Bangkit dengan Ekonomi Syariah dari Pandemi Covid-19”. secara online dan offline di Gaido Palza Tangerang Selatan dan Virtual melalui Zoom dan Live Streaming, pada Sabtu (20/02).

Hasan Gaido dalam pidato utamanya menyampaikan bahwa pandemi covid-19 tidak hanya menyerang kesehatan, namun juga seluruh aspek kehidupan kita, mulai dari sosial, budaya dan ekonomi. Ini momentum dan tantangan Gaido untuk bangkit, dan sebagaimana yang menjadi dasar bisnis Gaido bahwa bisnis adalah dakwah, bekerja adalah ibadah. Gaido bangkit dengan ekonomi syariah, relevan apabila melihat betapa gencarnya pemerintah saat ini sedang giat-giatnya mengembangkan ekonomi syariah yang menjadi dasar jalan bisnis Gaido.

“Kita harus optimis, kalaulah Allah memang menginginkan sesuatu untuk kita, maka pasti akan datang pada kita. Begitu pun ketika Allah ingn mengambil sesuatu dari kita, pastilah akan terambil dari kita. Dan yakinlah Allah tidak akan menguji suatu kaum melebihi  batas kemampuan umatnya” ujar Hasan Gaido

Hasan Gaido melanjutkan bahwa The Jurney Gaido dari 2003-2021 hingga saat ini berusia 18 tahun, telah membuat roadmap untuk mencapai visi Gaido yaitu Indonesia Sentral Ekonomi Syariah Dunia dengan harapan dan optimisme menyongsong masa depan. Gaido memiliki unit-unit usaha dengan beragam produk dari hulu ke hilir untuk memenuhi kebutuhan ekosistem Indonesia Sentral Ekonomi Syariah Dunia.

“Setalah acara ini, melalui Gaido Corporation yang ada di Singapore akan membuat perusahaan baru di Indonesia yaitu Gaido Digital Medika, yang akan bergerak di bidang kesahatan berbasis digital. Semoga ini menjadi ladang pengabdian dan khidmat kami yang baru ke depannya.” Tutup Hasan.

“Inilah yang salah satunya  membuat perayaan milad tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya,” kata Ahmad Murtadha dalam sambutannya sebagai  ketua panitia.

Ahmad juga menyampaikan perayaan Milad secara virtual menjadi yang pertama kali dalam sejarah Gaido. Hal ini sebagai bentuk keseriusan Gaido  dalam memutus rantai penyebaran Virus Corona (Covid-19).

Rangkaian agenda Milad Gaido ke 18 terdiri dari beberapa agenda. Pidato yang disampaikan oleh Founder & CEO Gaido Group, Muhammad Hasan Gaido  menjadi agenda utama perayaan Milad Gaido ke 18.

Sebelum agenda utama, terdapat rangkaian acara yakni pembacaan ayat suci Alquran oleh Qori Internasional, Haji Mustofa, dilanjutkan pembacaan doa syukur oleh K.H. Anang Rikza Masyhadi, kemudian penayangan ucapan selamat Milad Gaido ke 18 oleh sahabat Gaido mulai dari akademisi, mitra bisnis, pejabat pemerintah pusat dan daerah, dan ketua-ketua organisasi atau komunitas. Kemudian juga dilanjutkan dengan pemberian santunan anak yatim dan pemberian penghargaan tahunan Gaido Ward kepada The Best Employee, The Best Branch, The Best Director dan The Best Company dan pemotongan tumpeng.

Terakhir Hasan Gaido menyapa sahabat-sahabat Gaido yang hadir secara online baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Hadir bapak Wisnu Sindhutrisno, Konsul Ekonomi Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Los Angeles, Amerika Serikat, Erwansyah, Atase Pedagangan KBRI Riyadh, Saudi Arabia, Muhammad Amin, CEO Gaido Corporation Singapore, Azman Ridho, ITPC Jeddah, Saudi Arabia, Rezuwan Zakaria, Johor Halal Toyyiban Laboratori Malaysia, Dr. Daenulhay, Tokoh Banten, Dr. Rizqullah, Mantan Direktur Utama BNI Syariah, Mufti Hamka, CEO  PT. Hati Internasional, dan lain-lain. (AM)