Implementasi Kampus Merdeka Perlu Kesiapan yang Matang

GAIDOFOUNDATION.ORG-Bazaar & Festival Ramadhan 1442 H  “Ramadhan Tiba Ekonomi UKM Bangkit” memasuki hari ke-17. Kali ini disi dengan kegiatan dialog bertema “Menjawab tantangan Kampus Merdeka” dengan menghadirkan narasumber Dra. Hj Nihayatul Maskuroh M.Si., Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten dan dimoderatori oleh Muhammad Hasan Gaido, founder Gaido Foundation, pada Rabu (05/05) di Aula Serbaguna Kawasann Wisata Halal Baduy Outbound.

Nihayatul Maskuroh menjelaskan bahwa dengan adanya program Kampus Merdeka, perguruan tinggi dapat lebih spesifik mengarahkan mahasiswanya  untuk mengembangkan skill sesuai dengan orientasi yang diinginkan.

“Program Kampus Merdeka ini tujuan utamanya adalah menghasilkan lulusan yang relevan dengan perkembangan zaman dan siap memasuki dunia kerja. Kampus Merdeka memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memilih mata kuliah di luar prodi yang mereka ambil. Harapannya agar mahasiwa nantinya memiliki kemampuan untuk menguasai beragam keilmuan yang berguna di dunia kerja nantinya. ” ujar Nihayatul Maskuroh.

Tantangan Kampus Merdeka saat ini, menjadi bagian yang tak terpisahkan dari peran dosen dalam peningkatan mutu dan kapasitas dosen. Sehinggaa Program Kampus Merdeka yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) adalah hasil Interpretasi Kemendikbud terhadap Visi Presiden RI “SDM Unggul” yaitu Merdeka dalam Belajar dan Dosen sebagai Penggerak (dosen memfasilitasi pembelajaran mahasiswanya secara independen).

“Mengimplementasikan program ini memang tidak mudah, perlu adanya kesiapan matang dalam tataran teknis dan adaptasi serta penyesuaian baik dari dosen maupun mahasiswa. Dosen juga harus menyusun kurikulum yang sesuai dengan Kemendikbud. Jadi tantangannya memahami gambaran secara keseluruhan mengacu pada apa penyesuaian kurikulumnya dan apa yang harus dilakukan dosen untuk membimbing mahasiswa dalam mengikuti program ini.” Ujar Nihayatul Maskuroh.

Sebagai informasi, Senin kemarin (03/05) Kemendikbud telah mengumumkan akan  mengalokasikan lebih dari 1 triliun untuk mendukung program-program Kampus Merdeka ini.

Selain itu, Dekan FEBI perempuan pertama di UIN Sultan Maulana Hasanuddin ini menyampaikan optimismenya bahwa Indonesia kelak menjadi pusat ekonomi syariah dunia.

“Trendnya meningkat, dalam hal jumlah mahasiswa/i yang mendaftar ke jurusan ekonomi syariah. Ini adalah salah satu indikator bahwa Indonesia sentral ekonomi syariah dunia akan terwujud dalam waktu cepat. ” Ungkap Nihayatul Maskuroh.

Nihayatul Maskuroh  yang juga aktif di Asosiasi Fakultas Ekonomi Bisnis Islam (AFEBIS) se-Indonesia, menyampaikan Indonesia sentral ekonomi syariah dunia sejalan dengan program pemerintah melalui Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) untuk mengembangkan ekonomi syariah di Indonesia. Maka, dukungan dari berbagai pihak diperlukan, termasuk perguruan tinggi dalam hal ini diwakili oleh AFEBIS. (RZK)

Lomba Mewarnai Tingkat TK dan SD di Bazaar dan Festival Ramadhan 1442 H

 

HAJIUMRAHNEWS.COM– Alhamdulilah, telah sukses teselenggara lomba mewarnai tingkat TK dan SD yang diikuti sebanyak 30 peserta pada gelaran Bazaar dan Festival Ramadhan 1442 “Ramadhan Tiba Ekonomi UKM Bangkit” di Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound, Selasa (04/05).

”Kami mengucapkan banyak banyak terimakasih kepada bapak Muhammad Hasan Gaido selaku founder Gaido Foundation yang telah mempercayakan kami untuk bertanggung jawab menggelar perlombaan tingkat TK dan SD mulai dari perlombaan Adzan, lomba fashion show, lomba Tahfidz Qur’an dan yang terakhir ini adalah lomba mewarnai. Kami berharap Gaido Foundation kedepannya semakin maju dan berkah selalu, serta konsisten menyiarkan syariat Islam salah satunya program berbagi di setiap bulan suci Ramadhan. Maju terus Gaido Group Bangkit dimasa  Covid-19″ ujar Iwan Setiawan selaku Ketua Bidang Perlombaan.

Perlombaan mewarnai ini di selenggarakan di aula serbaguna Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound, acara ini dihadiri oleh warga terdekat dan orang tua para peserta dengan menerapkan protokol kesehatan covid-19.

Kali ini acara perlombaan mewarnai tingkat TK dan SD dipandu oleh Dewan Juri, Ibu Lilis sebagai guru Paud di Kp.Pagedongan, dan disaksikan oleh Muhammad Rikza selaku Direktur PT.Bisnis Banten.

Perlombaan mewarnai ini dimenangkan oleh adinda Ratu Salwa asal Kp.Kalobarang Baros di peringkat ke I , ananda Ahmad Muhtadi asal Kp.Pagedongan Tanjak Baros di peringkat ke II, dan ananda Gibran Devano asal Kp.Pasir Kidul Baros di peringkat ke III.

Hadiah akan diserahakan panitia Gaido Foundation pada Senin, 10 Mei 2021 di Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound saat seremoni penutupan acara. Semoga kegiatan ini menjadi syiar Islam di bulan suci Ramadhan tahun ini.

Muhammad Ghazi sebagai Direktur Eksekutif Gaido Foundation mengucapkan selamat kepada pemenang dan motivasi kepada yang belum menang untuk terus semangat belajar lagar bisa mengikuti langkah para juara yang menjadi kebanggaan orang tua dan kita semua. Semoga hadiah yang didapat bermanfaat bagi para pemenang. (RZK)

Imam Besar, Menteri Perdagangan dan Menteri Investasi RI Luncurkan Program Ekonomi Berbasis Masjid

GAIDOFOUNDATION.ORG-Pemerintah bersama Imam Besar Masjid Istiqlal meluncurkan ekonomi berbasis masjid.

Menteri Perdagangan RI, Muhammad Lutfi mengatakan bahwa Indonesia harus menjadi tuan rumah produk sendiri.

Hal dikatakannya saat menjadi pembicara dalam talk show Serial Ramadhan Bersama MES pada Sabtu, (1/5/2021) di Masjid Istiqlal, Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Mengangkat tema “Membangun Ekosistem Ekspor Halal UMKM Indonesia”, talk show ini dihadiri oleh Muhammad LutfiMenteri Perdagangan RI – Wakil Ketua Umum 2 PP MES dan Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi/Kepala BKPM RI – Wakil Ketua Umum 3 PP MES sebagai Keynote Speaker.

Hadir pula M. Anwar Basori, Ketua Komite Ekspor Halal PP MES dan KH Nasaruddin Umar, Imam Besar Masjid Istiqlal yang memberikan sambutan pada acara ini; serta narasumber Dr. Kasan, Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag RI; Kokok Alun Akbar, Direktur Retail Banking Bank Syariah Indonesia.

Kemudian ada pula Amalia Jayanti Abdullah, CEO Amalia Group yang memberikan pemaparan terkait pentingnya membangun ekosistem ekspor halal UMKM di Indonesia.

 

Talk show “Membangun Ekosistem Ekspor Halal UMKM Indonesia” yang diselenggarakan di Masjid Istiqlal, Sawah Besar, Jakarta Pusat secara hybrid pada Sabtu, (1/5/2021), Acara ini dihadiri oleh Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi serta Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi/Kepala BKPM RI. (dok. humas)

 

Muhammad Lutfi menargetkan ekonomi halal berbasis masjid di Indonesia dapat terwujud.

“Dalam 20 tahun ke depan, ekonomi Indonesia akan naik kelas; Indonesia harus menjadi tuan rumah produk sendiri. Inilah saatnya ekonomi kembali dari Masjid,” kata Muhammad Lutfi seperti rilis yang diterima gaidofoundation.org

Lebih lanjut, ia mengatakan jika Kemenper memiliki dua fokus dalam ekonomi berbasis masjid.

Yaitu muslim fashion dan halal food.

Ia juga mengajak Menteri Investasi Bahlil Lahadalia untuk segera berdiskusi untuk mewujudkan ekonomi berbasis masjid di Indonesia ini.

“Di Kementerian Perdagangan sendiri, dua fokus yang akan digencarkan adalah industri Muslim Fashion dan Halal Food.

“Saya mengajak Menteri Investasi Dinda Bahlil, Professor KH. Nasaruddin, dan Saudara Arief untuk berdiskusi terkait coaching pengusaha muda di Masjid. Gerakan ekonomi dari Masjid harus benar-benar kita mulai hari ini,” tukasnya.

 

M. Anwar Basori, Ketua Komite Ekspor Halal PP MES melihat acara ini sebagai ikhtiar bangsa Indonesia dalam mengembangkan ekonomi syariah dunia.

“Indonesia sudah punya policy yang dibutuhkan. Selanjutnya perlu diorkestrasikan oleh MES, Rabu Hijrah, ISYEF, dan yang lainnya.

Yang perlu kita ingat juga, ekonomi syariah bukan hanya tentang UMKM semata, melainkan berkaitan dengan aktivitas industri yang cakupannya lebih besar, bahkan berkaitan industri halal Indonesia,” katanya.

Satu benang merah dari talk show bersama Dr. Kasan, Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag RI, Kokok Alun Akbar, Direktur Retail Banking Bank Syariah Indonesia, dan Amalia Jayanti Abdullah, CEO Amalia Group adalah pentingnya kolaborasi dari berbagai pihak dalam membangun ekonomi dari Masjid, begitu pula dalam membangun ekosistem ekspor halal UMKM Indonesia.

Dengan berakhirnya acara hari ini, berakhir lah pula rangkaian acara #RamadhanBersamaMES.

Dalam hal ini, Bank Syariah Indonesia, Deputi Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, dan Geber Ekspor siap bergandengan tangan dan terus berkomitmen guna mencapai keduanya.

Peluncuran ekonom berbasis Islam di Indonesia ini dilatar belakangi potensi ekonomi syariah, atau sering pula disebut ekonomi halal. 

Lomba Adzan di Bazaar dan Festival Ramadhan 1442 H.

GAIDOFOUNDATION.ORG-Gelaran Bazaar & Festival Ramadhan 1442 H. telah memasuki hari ke-13. Telah terlaksana lomba Adzan tingkat TK dan SD, pada hari  Sabtu (01/05) di Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound.

Alhamdulilah, kegiatan sudah berjalan selama 13 hari dan hari ke 13 ini, kami mengadakan perlombaan adzan yang diikuti sebanyak 25 peserta tingkat TK dan SD.

Dalam perlombaan di mulai jam 14.00 WIB Sampai 17.00 WIB. di aula serbaguna Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound. Dihadiri oleh warga dan orang tua para peserta. Semoga kegiatan ini menjadi syiar Islam di bulan Ramadhan.” ungkap Rikza.

Kegiatan perlombaan adzan hari ini dipandu oleh 3 dewan juri yaitu Ust. Safrudin dari PonPes Nurul Komar,  Ust. Syamsudin dari PonPes AlWaqe Al Jami’, dan Ust. Nurdin dari PonPes Sirojul Qori. Dan akhirnya telah diumumkam pemenangnya adalah Juara 3, Ananda Refi dari Kp.Simpang Tiga, Juara 2. Ananda Sanudin, Kp.Ciomas dan Juara 1, Ananda M.Mugis Kp.Pagedongan. Pembagiaan hadiah akan dilakukan Senin, 10 Mei 2021 mendatang.

Rikza berharap dari acara perlombaan ini ada nilai positif dan membentuk mental para juara untuk go internasional dan siap untuk mengikuti kompetisi di tingkat kabupaten, provinsi bahkan nasional.

Muhammad Ghazi, Direktur Eksekutif Gaido Foundation mengucapkan selamat kepada para pemenang dan peserta.

“Kepada para juara, saya ucapkan selamat dan sukses, semoga menjadi motivasi untuk terus berprestasi ke depannya dan menjadi kebanggaan keluarga. Kepada yang belum juara, semoga tetap semangat belajar, pantang menyerah. Yakin segala usaha akan berbuah manis di masa depan.” ujar Ghazi.

10 Keutamaan Bulan Ramadan bagi Umat Islam, Lengkap dengan Dalilnya


GAIDOFOUNDATION.ORG-Keutamaan bulan Ramadan bagi umat Islam sangatlah besar. Bulan suci umat Islam ini menawarkan berlipat-lipat pahala dan pengampunan dosa bagi seluruh muslim. Memperbanyak ibadah di bulan yang penuh berkah ini tentunya menjadi sebuah keharusan.


Bulan Ramadan menjadi saat yang selalu dinanti-nanti bagi setiap orang karena berbagai keutamaannya. Berbagai dalil menyebutkan keistimewaan bulan puasa yang sangat menguntungkan bagi orang-orang yang beriman dan melaksanakan amal saleh.


Keutamaan bulan Ramadan bisa menjadi penyemangat untuk makin rajin beribadah. Bulan suci Ramadan merupakan kesempatan bagi setiap hamba Allah untuk lebih meningkatkan ketakwaan dengan berbagai keutamaannya.


Berikut petikan Gaido foundation yang sedang melakukan Bazar & Festival 1442 H di kawasan wisata halal baduy outbound, serang Banten di selenggarakan mulai 19 April – 12 Mei 2021. rangkum dari berbagai sumber,  tentang keutamaan bulan Ramadan.

 

Bulan Pengampunan Dosa dan Penuh Pahala

Keutamaan bulan Ramadan yang pertama adalah sebagai bulan pengampunan dosa. Bulan Ramadan adalah waktu terbaik untuk mengambil kesempatan bertaubat.


Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya:

Sholat lima waktu, Jumat ke Jumat dan Ramadan ke Ramadan menghapuskan dosa-dosa di antara masa-masa itu selama dosa-dosa besar dijauhi.” (HR. Muslim)


Dengan berpuasa pada bulan Ramadan ini, maka bisa menghapus dosa-dosa yang telah kamu lakukan. Hal ini sesuai dengan hadis Nabi Muhammad SAW yang artinya:


Barangsiapa yang berpuasa Ramadan karena penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah SWT, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (HR. Bukhari dan Muslim).


Selain itu, salat tarawih yang dikerjakan pada setiap malam di bulan Ramadan juga dapat menghapus dosa-dosa yang telah lalu. Sebagaimana hadis Nabi SAW yang artinya:


Barangsiapa yang berpuasa yang melakukan sholat malam pada bulan Ramadan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah SWT, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

 

Pahala yang Berlipat Ganda

Keutamaan bulan Ramadan berikutnya adalah pahala yang berlipat ganda untuk setiap ibadah yang kamu laksanakan. Amalan-amalan pada bulan Ramadan akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT, sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yang artinya:


“Pahala umrah pada bulan Ramadan menyamai pahala ibadah haji.” (HR. Bukhari dan Muslim).


Sedangkan keutamaan bulan Ramadan dalam riwayat yang lain juga disebutkan, pahala umrah pada bulan Ramadhan menyamai pahala ibadah haji bersamaku (Nabi Muhammad SAW).


Dalam riwayat lain juga disebutkan, Ibnu Rajab rahimahullah berkata, Abu Bakr bin Abi Maryam mengatakan bahwa banyak guru-gurunya yang berkata,


“Apabila telah tiba bulan Ramadan, maka perbanyaklah berinfaq, karena infaq di bulan Ramadan dilipatgandakan bagaikan infaq di jalan Allah SWT, dan tasbih di bulan Ramadan lebih utama daripada tasbih di bulan yang lain.”

 


Bulan yang Penuh Berkah dan Diturunkannya Al-Qur’an

Bulan Ramadan sering juga disebut dengan bulan yang penuh berkah, atau syahrun mubarak. Hal ini berdasarkan pada dalil hadits Nabi Muhammad SAW yang memiliki arti,


“Sungguh telah datang kepada kalian bulan yang penuh berkah. Pada bulan ini diwajibkan puasa kepada kalian..” (HR. Agmad, An-NasaI dan Al-Baihaqi).


Dan juga bahwa setiap ibadah yang dilakukan di bulan Ramadan ini, maka Allah SWT akan melipatgandakan pahalanya. Selain itu di dalam bulan yang penuh dengan kemuliaan dan keberkahan ini, maka tidak hanya keberkahan di dalam menuai pahala, melainkan banyak keberkahan lainnya.


Keutamaan bulan Ramadan juga ditinjau dari aspek ekonomi, di mana Ramadan memberi keberkahan ekonomi bagi para pedagang dan lainnya. Sedangkan bagi fakir miskin, Ramadan membawa keberkahan tersendiri. Pada bulan Ramadan ini, seorang muslim digalakkan dan disunnahkan untuk berinfaq dan bersedekah kepada mereka ini. Bahkan, diwajibkan untuk membayar zakat fitrah untuk fakir miskin.


Sehingga Kegiatan Gaido Foundation tahun ini Bazar & Featival Ramdhan 1442 H dengan Tema Ramdhan Tiba Ekonomi UKM Bangkit, semoga menjadi bagian inspirasi dan motivasi bangkit nya Ekonomi UKM Di Banten khusus nya dan umum nya di Indonesia. Karena ada transaksi ekonomi di bulan Ramdhan yg sangat besar mulai keperluan dapur, pakaian dan infak dan zakat. 


 

Bulan Diturunkannya Al-Qur’an

Keutamaan bulan Ramadan salah satunya adalah bulan Al-Qur’an atau syahrul Quran. Diturunkannya Al-Qur’an pada bulan Ramadan ini menjadi bukti nyata kemuliaan bulan Ramadan.


Allah SWT berfirman yang artinya,

Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan petunjuk tersebut dan pembeda (antara yang benar dan yang batil)”. (QS. Al-Baqarah: 185).


Gaido foundation melalui Gaido Travel melakukan Khataman Quran yg dibaca mulai pendiri perusahaan, direktur masingmasing unit usaha Gaido, kepala cabang dan karyawan di lingkungan Gaido Group. 


Bagian dari Rukun Islam dan Bulan Terkabulnya Doa

Allah SWT telah menjadikan puasa yang dilakukan pada bulan Ramadan sebagai rukun yang keempat dari rukun Islam.


Hal ini tertulis dalam ayat al-Quran surat Al-Baqarah ayat 185:


Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang didalamnya diturunkan al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan petunjuk tersebut dan pembeda (antara yang benar dan yang bathil). Karena itu, barang siapa di antara mereka yang menyaksikan (berada) di bulan itu, maka berpuasalah.”


Dalam hadis juga telah disebutkan, Ibnu Umar meriwayatkan bahwa Nabi SAW., bersabda:


“Islam dibangun atas lima (rukun); Bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah, dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, mendirikan sholat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadan, dan haji ke Baitullah.” (HR. Bukhari dan Muslim)


Bulan Terkabulnya Doa

Keutamaan bulan Ramadan selanjutnya adalah doa yang dipanjatkan pada saat bulan Ramadan lebih mustajabah. Hal ini sesuai hadis Rasulullah SAW yang artinya:


“Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadan, dan setiap muslim apabila dia memanjatkan doa maka pasti dikabulkan.” (HR. al-Bazaar, dari Jabir bin Abdillah. Al-Haitsami dalam Majma Az Zawaid mengatakan bahwa perawi hadis ini tsiqah (terpercaya).


Selain itu juga dipertegas dalam hadis lain. Rasulullah SAW, bersabda yang artinya:


“Tiga orang yang doanya tidak ditolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan doa orang yang terdzolimi.” (HR. at Tirmidzi).

 


Malam Lailatul Qadar dan Puasa 1 Bulan Pahalanya Senilai Puasa 10 Bulan

Malam Lailatul Qadar

Keutamaan bulan Ramadan lainnya adalah dengan hadirnya malam penuh kemuliaan dan keberkahan di salah satu malam pada malam-malam terakhir dan ganjil di bulan Ramadan, yaitu malam Lailatul Qadar.


Di bulan Ramadan terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu Lailatul Qadar (malam kemuliaan). Pada malam inilah yaitu 10 hari terakhir di bulan Ramadhan adalah saat diturunkannya Al-Quranul Karim.


Puasa 1 Bulan Pahalanya Senilai Puasa 10 Bulan

Abu Ayub Al-Anshary meriwayatkan hadist Rasulullah SAW bersabda yang artinya:


“Barangsiapa yang berpuasa (pada bulan Ramadhan) kemudian diikuti puasa enam hari pada bulan Syawal, maka hal itu sama seperti puasa setahun.” (HR. Muslim)


Selain itu, juga ditegaskan dalam hadis Nabi yang lain. Imam Ahmad meriwayatkan, Nabi SAW bersabda:


Siapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan, maka satu bulan sama seperti sepuluh bulan. Dan siapa yang berpuasa setelah itu, berpuasa selama enam hari sesudah Id (Syawal), hal itu sama nilainya dengan puasa sempurna satu tahun.” (HR. Ahmad).

 


Dibukanya Pintu Surga dan Ditutupnya Pintu Neraka Serta Setan Dibelenggu

Keutamaan bulan Ramadan lainnya adalah bahwa pintu-pintu surga terbuka dan pintu-pintu neraka tertutup serta setan-setan diikat. Dengan demikian, Allah SWT telah memberi kesempatan kepada hamba-Nya untuk masuk surga dengan ibadah dan amal shalih yang telah diperbuat pada bulan Ramadan.

 

Setan Dibelenggu

Keutamaan bulan Ramadhan yang lainnya adalah keberadaan setan yang dibelenggu. Sehingga ibadah umat muslim selama bulan Ramadhan dapat berjalan dengan lancar. Setan tidak dapat menyesatkan umat muslim selama bulan Ramadhan.


Imam Ahmad yang meriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Nabi Muhammad SAW bersabda:

Umatku diberikan lima perkara di bulan Ramadhan yang belum pernah diberikan kepada umat sebelumnya: mulut orang yang puasa lebih wangi di sisi Allah SWT dari pada minyak kesturi, malaikat memintakan ampunan untuk mereka hingga berbuka, setiap hari Allah SWT menghiasi surga-Nya dan berfirman: sudah dekat hamba-hamba-Ku yang shaleh meninggalkan beban dan berpulang kepada-Ku, setan-setan dibelenggu maka mereka tidak bisa mencapai apa yang bisa mereka capai di bulan yang lain, dan Allah SWT mengampuni mereka di akhir malam.


Ada yang bertanya: ya Rasulullah, apakah itu di saat lailatul qadar? Beliau menjawab: tidak, akan tetapi orang yang beramal hanya disempurnakan pahalanya apabila menyelesaikan amalnya“.


Ramadhan tahun ini 1442 H / 2021 merupakan Ramadhan ke 2 di masa pandemi covid 19  banyak tantangannya,  semoga ibadah kita diterima oleh Allah SWT. 


Saya mewakili semua Pengurus Gaido Foundation mengucapkan terima kasih kepada semua donatur yang telah memberikan amanah kepada Gaido Foundation dan kami  melakukan kegiatan bakti sosial membantu kaum dhuafa, anak yatim dan lembaga pendidikan pesantren merupakan tugas dan kebanggan kami semoga kami menjadi bagian menjadi sebaikbaik manusia yang bermanfaat untuk yang lainnya. Insyaallah kegiatan santunan anak yatim dan dhuafa akan dibagikan bertepatan 25 Ramdhan 1442 H / 07 Mei 2021.


Mari salurkan bantuan untuk mereka melalu rekening Yayasan Anak Shaleh Internasional dapat mengirimkan donasinya melalui transfer ke rekening Bank Syariah Indonesia atas nama Yayasan Anak Shaleh Internasional dengan nomor 917 687 809.


Muhammad Ghazi Hasan (Direktur Eksekutif Gaido Foundation)

Bazar dan Festival Ramadhan, Gaido Foundation Gelar Diskusi Bersama PWI dan SMSI Banten

GAIDOFOUNDATION.ORG-Gaido Foundation menggelar Diskusi bersama Organisasi Media di Provinsi Banten seperti Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound. Kamis (29/04/2021).

Gaido Foundation kali ini menggelar Bazaar & Festival Ramadhan 1442 H dengan Tema “Ramadhan Tiba Ekonomi UKM Bangkit”.

Founder Gaido Foundation Muhammad Hasan Gaido menyebutkan bahwa, Bazaar & Festival Ramadhan 1442 H ini merupakan hari ke 11 yang dilaksanakan sejak tanggal 19 April hingga 12 Mei 2021.

“Kali ini bertepatan 17 Ramadhan kita menghadirkan narasumber dari Ketua SMSI Banten bapak Lesman Bangun, dan Ketua PWI Banten, yang saat ini diwakili oleh Sucahya, selaku Sekretaris Dewan Kehormatan PWI Banten,” ungkapnya.

Muhammad Hasan Gaido menambahkan, acara yang digelar merupakan persembahan dari Gaido Foundation bersama Disperindag Banten dan saat ini Gaido Foundation sudah berusia 18 tahun.

“Gaido  kini memiliki 63 kantor cabang di indonesia. Tetapi, Pandemi covid-19 ini menghantam seluruh dunia yang tadinya berdampak kepada kesehatan jadi ini merambat ke ekonomi juga. Gaido juga memberikan santunan kepada kaum dhuafa dan anak yatim. Dan Kali ini kami mengelar bazaar dan festival Ramadhan 1442 H yang dilaksanakan dari 19 April sampai 12 Mei,” tambahnya.

Sementara itu. Ketua SMSI Provinsi Banten Lesman Bangun mengatakan bahwa Pandemi ini seluruh media benar-benar merasa terpuruk karna banyak perushaan media di Banten yang melakukan evaluasi. Misalnya pengurangan jumlah cetak, lembar halaman, maupun jumlah karyawan.

“Kami berharap dari pihak Pemprov Banten yang di mana jangan hanya disaat pemerintah membutuhkan, media dipanggil. Padahal setiap harinya wartawan kita liputan di provinsi di pemerintahan. Karena Wartawan adalah bagian dari pemerintah karena setiap hari setiap waktu wartawan selalu ada untuk pemerintah, Kami mohon kepada Gubernur untuk membuka akses kembali kepada OPD di provinsi Banten terkait anggaran publikasi,” kata Bangun.

Disisi lain, Sekretaris Dewan Kehormatan PWI Banten Media Sucahya menyatakan bahwa, pemerintah lupa akan industri penerbitan. Artinya industri yang bergerak di media masa belum tersentuh secara maksimal.

“Salah satu industri kreatif juga adalah komunikasi desain visual. Jadi industri media ini sebenarnya banyak menampung karakter dari industri kreatif. Selama ini yang kita tahu kuliner itu adalah industri yang menyajikan makanan dengan berbagai konsep dan bahan baku serta bentuk penyajian. Media sosial berperan penting, begitupun media masa,” ujarnya.

Lanjutnya, kalau kita ingin menjadikan desa sebagai ekonomi kreatif, itu harus punya inovasi. Ekonomi kreatif syariah yang paling menonjol itu adalah kuliner dan fashion. Banten ini identik dengan kesultanan dan jawara, Jadi ketika ingin mempromosikan sesuatu itu harus berkaitan dengan ikon daerah tersebut, pada intinya provinsi Banten itu memiliki banyak potensi untuk mengembangkan ekonomi kreatif,” pungkasnya.

Dialog Sertifikasi Halal dalam Menunjang Percepatan Usaha

GAIDOFOUNDATION.ORG-Muhammad Ghazi Hasan, Direktur Eksekutif Gaido Foundation mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas terselenggaranya kegiatan Bazaar dan Festival Ramadhan 1442 H “Ramadhan Tiba Ekonomi UKM Bangkit” yang diinisiasi oleh Gaido Foundation dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten serta seluruh  asosiasi, lembaga keuangan, dinas-dinas, perusahaan dan ormas yang mendukung suksesnya kegiatan ini.

Alhamdulilah di hari ke-10, Rabu, 28 April 2021, kami mengadakan dialog  bertemakan “Sertifikasi Halal dalam Menunjang Percepatan Usaha” dengan menghadirkan pembicara dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banten dan Cahyo Hendro Atmoko dari Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Banten dan ditutup dengan Tausiah Ramadhan dari Ust. Kholid Ma’mun dari Bidang Dakwah Forum Silaturahim Pondok Pesantren (FSPP) Banten.” ungkap Ghazi.

Cahyo menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Gaido Foundation atas komitmen memajukan ekonomi UKM Banten di tengah lemahnya ekonomi akibat dampak dari pandemi Covid-19.

“Kami punya harapan besar hasil dari dialog hari ini ada program pemerintah daerah baik kabupaten dan kota atau provinsi Banten untuk memfasilitasi biaya sertifikasi halal sehingga para pengusaha pribumi mampu bersaing mengurus sertifikasi halal. Sejak adanya Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menjadi wajib hukumnya bagi para pengusaha UKM atau besar untuk memiliki sertifikasi halal dalam usahanya.” ujar Cahyo.

Menurutnya, hal tersebut sesuai dengan regulasi yang dikeluarkan pemerintah pusat melalui Undang-undang (UU) Cipta Kerja dan UU nomor 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH) yang mengharuskan semua pelaku usaha memiliki sertifikat halal.

Kewajiban untuk memenuhi hal tersebut, dirasa butuh kehadiran negara baik berupa pendampingan maupun subsidi anggaran, sehingga tidak semata dibebankan kepada para pelaku UKM karena untuk memperolah izin dan memenuhi kualifikasi sampai terbit sertifikat halal itu bukan hal yang mudah untuk UKM ditambah kondisi ekonomi sulit akibat pandemi.

“UKM ini, masih bisa bertahan saja sudah bagus. Saya punya harapan, semoga Gaido Foundation mampu menjembatani persoalan ini karena Gaido memiliki jaringan yang kuat baik di Banten maupun di pusat.” tegas Cahyo

Sementara Ustad Kholid Ma’mun  menyampaikan bahwa seluk belum halal dan haramnya sesuatu sebenarnya  sangat mudah dirujuk kebenarannya, utamanya kepada otoritas terkait, sehingga tinggal bagaimana mensosialisasikannya saja.

Hasan Gaido, bertindak sebagai pemandu acara, yang juga menjabat sebagai Bendahara Komite Ekspor Produk Halal Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) menyampaikan bahwa halal dan haram sebuah bisnis bukan hanya dari sudut pandangan agama tapi juga dari sudut ekonomi dan service.

Halalan toyyiban mubarokan menjadi satu kesatuan yang baik buat umat manusia di seluruh dunia tanpa mengenal agama dan budaya” tegas Hasan Gaido.

Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia adalah target market yang sangat potensial secara bisnis, maka sudah sebaiknya konsep kolaborasi ABG Cantik (Akademisi, Bisnis, Government dan Community) dijalankan sebaik-baiknya oleh  pengusaha pribumi di bawah HIPPI untuk mampu berdiri mengambil peluang beser di hadapan mata.

Ghazi berharap kegiatan ini mampu menjadi solusi bangkitnya ekonomi UKM di tengah pandemi Covid-19 dan program ini bisa masuk di kalender event pemerintah Banten di tahun-tahun berikutnya.

“Semoga pertumbuhan Banten menjadi nomor satu di bidang ekonomi dan keuangan syariah dan halal value chain. Ayo kita semangat untuk berkomunikasi, koordinasi dan berkolaborasi dan sinergi membangkitkan ekonomi Banten dan kegiatan ini merupakan jawaban kami mengabdi untuk negeri berkhidmat untuk umat” tegas Ghazi. 

Gaido Foundation dan Bank Indonesia Dorong UKM Go Digital

 

GAIDOFOUNDATION.ORG-Seminar bertemakan “UKM Going Digital” dalam rangkaian kegiatan Bazaar dan Festival Ramadhan 1442 H, menghadirkan Bintang Agung Herlambang, Asisten Manager Bank Indonesia KpW Banten, Ustad Salman Al Jabali, Pimpinan Ponpes Al-Kirom Pandeglang, Asep Suwarna, Direktur Utama Gaido Bank Syariah, dan dipandu langsung oleh Muhammad Hasan Gaido, Founder Gaido Foundation, bertempat di Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound, Serang, Banten pada Selasa (27/04).

Bintang, berterimakasih atas acara yang diselenggarakan oleh Gaido Foundation karena telah turut serta membantu program Bank Indonesia terkait dengan digitalisasi ekonomi.

Salah satu program yang diluncurkan oleh Bank Indonesia adalah melalui program QRIS untuk proses transaksi yang dilakukan oleh mitra binaan dari Gaido Foundation yang mengikuti acara ini dan juga mungkin untuk mitra binaan UKM yang mengikuti acara ini di manapun berada.” Ujar Bintang.

Bintang juga menyampaikan bahwa program yang dilakukan oleh Bank Indonesia untuk QRIS ini tentu tidak hanya memudahkan kita semua dalam bertransaksi penjualan, tetapi juga memberikan efek bahwa kita siap menghadapi era baru dikondisi yang saat ini.

Ustad Salman Al Jabali, berbicara tentang pesan dan kesan mengikuti acara kegiatan dialog digitalisasi tentang penggunaan QRIS.


“Alhamdulillah, PonPes Al-Kirom dengan adanya bantuan dari Bank Indonesia, kami sudah memakai digitalisasi QRIS untuk melakukan transaksi pembayaran, ketika kita menjual hasil-hasil produk hortikultura. Mudah-mudahan PonPEs Al-Kirom ini menjadi motivasidan  contoh untuk pesantren-pesantren yang ada diseluruh Banten dan Indonesia.” Harap Salman.

Diketahui bahwa PonPes Al-Kirom sudah melakukan transaksi digital, mulai dari pembelian pisang, kacang panjang, tomat, dan lain sebagainya, sehingga sangat memudahkan para pembeli dan penjual.

Selanjutnya Asep Suwarna, Direktur Utama Gaido Bank Syariah, menyampaikan tentang peran UKM dan digitalisasi.

“Acara ini tentu memberikan peluang bagi Gaido Bank Syariah, yang kebetulan memang menjadi lembaga keuangan mikro yang sangat dekat dengan UMKM sehingga dengan acara ini jadi lebih mendekatkan dan saling memahami yang dibutuhkan oleh masing-masing, terutama dalam penginputan dana tabungan. Program yang dimiliki oleh Gaido Bank Syariah tentu berharap dapat terserap dengan baik oleh UMKM.” Ujar Asep Suwarna.

Gaido Bank Syariah berencana ke depannya akan bekerjasama dengan Bank Indonesia dan QRIS supaya nanti kedua belah pihak sudah saling menguatkan dan saling menyediakan materi-materinya.

Dan diakhir acara diadakan simbolis penyerahan santunan paket sembako yang merupakan program “Berbagai Kebaikan Ramadhan” dari Gaido Foundation. Paket Sembako terdiri dari beras, mie instan, tepung terigu, minyak goreng, sarden, kecap, saos, teh celup, gula, garam, margarin, dan kurma.

Simbolis penyerahan paket sembako tersebut dilakukan oleh AsepSwarna selaku Direktur Utama Gaido Bank Syariah kepada Ustad Salman Al-Jabali, selaku Pimpinan PonPes Al-Kirom  dan juga oleh Bintang selaku Asisten Manager Bank Indonesia KpW Banten kepada Kyai, H. Jawari, selaku mubaligh dengna disaksikan oleh Muhammad Hasan Gaido selaku Founder Gaido Foundation.


“Gaido Foundation mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh donatur, semoga amal dan ibadah para donatur mendapatkan balasan pahala terbaik dari Allah Swt. dan menjadi kebaikan kita dan mendapatkan ganjaran surga-Nya. Semoga  di bulan Ramadan yang suci ini, semangat persaudaraan kita semakin kuat. Solidaritas kita kian teruji. Amiin.” Tutup Hasan Gaido.

Bangkit Bersama Merancang Destinasi Wisata Halal Banten

 

GAIDOFOUDNATION.ORG- Gelaran Bazaar & Festival Ramadhan 1442 H. telah memasuki hari kedelapan. Telah terselanggara Dialog bertema “Ekonomi Kreatif Banten Bangkit di Masa Pandemi” dengan menghadirkan Drs. M. Agus Setiawan, A.W. M.Si., Kepala Dinas Pariwisata Banten,  Ashok Kumar, Ketua Harian Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Banten dengan pembawa acara langsung Muhammad Hasan Gaido, pada hari  Senin (26/04) di Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound.

Kepada seluruh insan pariwisata dan ekonomi kreatif di Banten,  Agus Setiawan berpesan bahwa di masa pandemi ini, kita sudah diperbolehkan beraktivitas kembali dengan adaptasi baru dan menerapkan selalu protokol kesehatan.

“Memang destinasi wisata boleh dibuka, namun jangan sampai destinasi wisata menjadi cluster baru penyebaran covid-19. Kita tetap berusaha dan tetap sama-sama menjaga, dan silahkan terus beraktivitas. Pariwisata dan ekonomi kreatif Banten tetap selalu optimis untuk bangkit.” pesan Kadis Pariwisata.

Mendukung hal itu, kita ketahui Dinas Pariwisata dalam beberapa kesempatan telah menyelanggarakan kegiatan di Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound.

“Setelah kita mengadakan Forum Dialog Wisata Halal di sini, beberapa waktu lalu ketika bersama Bapak Menteri Pariwisata, Sandiaga Uno, saya juga sampaikan tentang wisata halal, tanggapan beliau yaitu untuk wisata halal di Indonesia itu tidak hanya Aceh, Sumatera Barat, dan Nusa Tenggara Barat, namun juga yang akan terus dikembangakan adalah Kalimantan Selatan, Jawa Barat dan Banten.” ujar Agus Setiawan



Berbicara destinasi wisata halal, sebagaimana kita ketahui tidak banyak di Banten yang berkonsep suasana alam seperti Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound ditambah akses yang dekat dari kota, sangat tepat untuk wisatawan yang ingin melipir mencari suasana tenang, angin sepoi dan sejuk serta lengkap dengan wahana hiburannya.

“Di Banten, tidak banyak destinasi wisata seperti Baduy Outbound ini. Ada yang serupa semacam ini dengan potensi suasana alam, yaitu mungkin di Taman Hutan Raya yang dikelola Dinas DLHK, namun belum dikembangkan sebaik di sini. Jadi, bisa saya bilang, Baduy Outbound ini sangat potensial. Hanya tinggal promosi pemasarannya yang terus harus digenjot.” Ujar Kadis Pariwisata.

Ashok Kumar turut berkomentar dan memberikan  masukannya tentang destinasi wisata Banten.  

“Kami bangga dan menilai konsistensi dan komitmen tinggi dukungan Gaido Foundation terhadap pariwisata Banten, maka saran saya, agar apa yang sudah dilakukan ini ke depan dimasukkan ke dalam kalender event pariwisata provinsi Banten, agar bisa mulai go notional dan go internatonal.” Ujar Ashok.  

Ashok juga menyarankan agar juga ada aktivitas wisata edukasi religi malam hari di Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound, seperti pesantren kilat, dan juga dengan melihat kelengkapan dan potensi yang ada juga bisa dikembangkan ecowisata atau agrowisata.

“Kita buat miniatur-miniatur Banten Lama, mercusuar, Istana Kaibon, dan lain-lain. Proyeksinya bisa menjadi taman mini wisata ikonik di Banten. Jadi saya yakin, apalagi dengan kerja keras dan tekad Pak Kadis sama-sama kita bisa lihat, Wisata Banten akan semakin maju dan berkembang. Togehter Everyone Achives More, Jadi tunggu apa lagi, kita mulai sekarang.” Tutup Ashok.

Hidup Berkah dan Manfaat Menjadi Pelayaan Tamu Allah

GAIDOFOUNDATION.ORG–Pada gelaran hari ke-5, Bazaar dan Festival Ramadhan 1442 H, telah berlangsung Seminar bertema Hidup Berkah dan Manfaat Menjadi Pelayan Tamu Allah, dengan menghadirkan narasumber  Nana Sujana, Direktur Gaido Travel & Tours, dan K.H. M. Noor Ridlo, LC, Pimpinan Pondok Pesantren Birrul Walidain, pada Jumat sore (23/04) di Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound.

Di awal kesempatannya, Nana Sujana, Direktur Gaido Travel & Tours, melaporkan bahwa saat ini dampak pandemi Covid-19 bukan hanya menyerang terhadap kesehatan tapi hampir ke semua sektor di antaranya budaya, agama, ekonomi dan keuangan karena penyelnggaraan haji dan umrah sudah mau 2 tahun ini tidak bisa dilaksanakan termasuk wisata outbound dan inbound karena semua negara saling menutup diri atau lock down. maka dengan adanya lock down tersebut berbagai kegiatan bisnis terkena dampaknya dan yang paling besar di sektor pariwisata seperti perhotelan, penerbangan, restoran, transportasi darat, laut dan travel agent.

Gaido Travel & Tours perusahaan yang didirikan pada tahun 2003 sampai sekarang yang sudah melewati 18 tahun yang fokus pada pelayanan haji, umrah dan halal travel karena Gaido Travel & Tours telah memiliki izin pariwisata, umrah dan haji, bahkan Gaido Travel & Tours perusahaan yang memiliki izin franchise pertama di indonesia yang kini sudah 63 kantor cabang yang tersebar di berbagai kota di indonesia juga terkena dampaknya.

Nana Sujana juga menyampaikan tentang 4 pilar hidup berkah dan manfaat menjadi pelayan tamu Allah adalah:

  1. Mengajak orang lain pergi haji dan umrah maka sebagai ibadah.
  2. Apabila jemaah tersebut mnendapatkan haji dan mabrur atau umrah makbul maka kita mendapatkan pahala yang sama.
  3. Kita bisa menjadi pembimbing atau tourlider dengan pelatihan sertifikasi.
  4. Kita bisa pergi haji dan umrah serta halal travel bisa jalan jalan ke mana saja bersama jemaah.

“Maka kami mengajak ayo bergabung bersama Gaido Travel dalam program Halal Travel Consultant (HTC) di semua kantor cabang Gaido Travel & Tours terdekat kita.” ajak Nana Sujana dengan penuh semangat.

“Betul saat ini penyelenggaran haji, umrah dan halal travel ke luar negeri dihentikan sementara tapi untuk pendaftaran tetap berjalan karena daftar haji itu tahun ini kemungkinan bisa berangkat 7 tahun kemudian, kelebihan kami bisa tabungan haji, umrah dan halal travel karena Gaido Travel memiliki brand yang sama Gaido Bank Syariah bagian unit usaha dari Gaido Group, maka dalam kesempatan ini kamu langsung peraktikkan tabungan haji dan umrah untuk wilayah banten khusus nya di Baros, Serang “ ujar Nana.

Biasanya di bulan Ramadhan kami para petugas travel melakukan finalisasi kontrak hotel untuk keberangkatan haji namun tahun kemarin tidak ada haji kemungkinan besar tahun ini juga tidak ada keberangkatan haji dari Indonesia karena sampai saat ini belum ada kabar kebijakan haji untuk Indonesia dari kerajaan Arab Saudi. Maka, saya menghimbau kepada calon jaamaah bersabarlah karena kesehatan lebih utama diutamakan Kerajaan Saudi Arabia sangat ketat melakukan pencegahan penyebaran Covid-19.

“Semoga Covid-19 segera Allah angkat dan kita bisa berangkat haji, umrah dan halal travel seperti sebelum nya.” harap Nana.

Selanjutnya narasumber kedua kami KH. M Noor Ridlo Lc, berbicara tentang ibadah haji dan umrah sebagai penutup kegiatan acara hari ini.

“Ibadah haji dan umrah merupakan ibadah yang agung di mana kita dapat melakukan tawaf, sai di baitullah dan apabila umrahnya diterima sebagai umrah yang makbul maka mampu menghapus semua dosanya kecuali dosa syirik dan apabila mendapatkan haji yang mabrur maka tidak ada balasan kecuali syurga. Ini merupakan harapan dan impian semua kaum muslimin di seluruh dunia tua ataupun muda” Ucap Ust. Ridlo.

“Harus dipahami bahwa haji dan umrah bukan sesuka suka kita sendiri tapi ada kebijakan 2 negara baik aturan dari Indonesia sebagai pemerintahan kita dan kebijakan di kerajaan Saudi Arabia sebagai pengelola tanah suci Makkah dan Madinah agar kita selamat dan nyaman dalam menjalankan nya.”  Sambung Ust. Ridlo

Faktor penting yang harus di pahami ibadah tidak akan diterima apabila niatnya salah maka niatkan untuk haji dan umrah hanya karena Allah dan apabila kita niat lalu meninggal dunia maka urusannya sudah selesai Allah mampu dan hak memberikan haji yang mabrur atau umrah yang makbul maka dengan adanya pandemi Covid-19 kita harus berprasangka baik mungkin Allah akan memberikan banyak nilai pahala kepada kita calon jamaah.

“Ayoo luruskan niat dan sempurnakan usaha bagi yang belum daftar segera daftar. Seperti yang sudah Pak Nana Sujana sampaikan ada kemudahan dengan menabung haji, umrah kerja sama Gaido Travel & Tours dengan Gaido Bank Syariah yang bisa dilakukan di mana saja dengan sistem digital cukup bisa nabung haji dari rumah saja ini merupakan jawaban di masa pandemi Covid-19 dan era digital 4.0.” ujar Ust. Ridlo penuh semangat.

“Sangat jelas bahwa perintah haji itu wajib hukumnya bagi yang mampu di dalam alquran maka dalam kesempatan ini saya saya mengajak ayoo menabung haji dan umrah serta bergabung dengan program HTC di bawah bendera Gaido Travel & Tours yang memiliki izin resmi dan berpengalaman saya sudah bolak balik ke Mekah, baik haji mapun umrah bahkan ikut jalan-jalan ke Dubai bawa rombongan Gaido Travel & Tours.” Tutup Ust. Ridlo lulusan Al Azhar Kairo. (SLM)