Gerakan “Ayoo Cepat Tolong” Digaungkan: Banten–Sumatra Bersatu Bantu Pemulihan Korban Bencana


gaidofoundation.org – Upaya pemulihan pascabencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus diperkuat dengan munculnya gerakan kemanusiaan lintas wilayah. Setelah laporan kondisi darurat di Aceh Tamiang menunjukkan meningkatnya kebutuhan medis, psikososial, dan logistik, hari ini Gaido Foundation bersama LKTB IDI menyerukan gerakan solidaritas bertajuk “Ayoo Cepat Tolong, Dari Banten untuk Sumatra.”

Gerakan ini diprakarsai atas nama kemanusiaan, menjadi panggilan terbuka bagi seluruh elemen masyarakat untuk bergerak cepat membantu sesama. “Seruan ini bersifat lintas ormas, lintas organisasi, lintas lembaga amal, lintas filantropi, bahkan lintas iman,” ujar H. Wari Syadeli, M.Si., Penasehat Gerakan Kemanusiaan Ayoo Cepat Tolong dari Banten untuk Sumatra sekaligus Sekretaris Dewan Pakar FSPP Banten. Ia menegaskan bahwa gerakan ini adalah manifestasi dari karakter bangsa Indonesia yang memiliki empati kuat dan budaya gotong royong yang menjadi aset besar dalam penanganan bencana.

Persiapan Pelatihan PFA untuk Santri dan Ulama
Melihat perkembangan bencana yang telah memasuki pekan kedua, tim kesehatan jiwa memperkirakan bahwa pada hari ke-30 pascabencana, kasus gangguan psikologis korban akan meningkat signifikan. Untuk itu, Gaido Foundation bersama LKTB IDI dan Gerakan Ayoo Cepat Tolong merancang program Pelatihan Psychological First Aid (PFA) bagi santri, ustaz, dan kiai terpilih.

Program ini bertujuan menyiapkan pendamping rohani dan relawan psikososial agar mampu memberikan pertolongan psikologis pertama kepada penyintas yang mengalami trauma, kesedihan mendalam, kehilangan anggota keluarga, atau tekanan mental berkepanjangan. “Kita memanggil santri, ustadz, dan kiyayi untuk ikut ambil bagian. Mereka akan mendampingi tim kesehatan jiwa membantu penyintas yang sedang berjuang memulihkan kondisi batinnya,” jelas Wari.

Gerakan Cepat Hadirkan Bantuan dan Pemulihan
Gerakan Ayoo Cepat Tolong hadir sebagai ruang kolaborasi terbuka. Para penggerak menekankan bahwa setiap dukungan, sekecil apa pun, menjadi sangat berarti dalam mempercepat pemulihan korban bencana. Gerakan ini tidak hanya menyasar bantuan logistik, tetapi juga dukungan pemulihan mental dan spiritual yang sangat dibutuhkan para penyintas.

Gaido Foundation, LKTB IDI, Gaido Travel, Gaido Bank Syariah, serta jaringan relawan Hajiumrahnews.com terus mengajak masyarakat untuk memperkuat aksi kemanusiaan dengan partisipasi aktif, donasi, dan relawan terlatih.

“Ini momentum untuk menunjukkan bahwa semangat kemanusiaan tidak mengenal batas identitas. Gerakan ini mengajak semua pihak untuk bergerak bersama—Ayoo Cepat Tolong—karena saudara-saudara kita di Sumatra membutuhkan kita sekarang,” ujar Wari.

Gaido Foundation Bersama ICMI Banten dan PJS Kabupaten Serang Gelar Jumat Berkah

 

gaidofoundation.org – Jaringan alumni Gaido Travel Haji dan Umrah melalui Gaido Foundation bekerja sama dengan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orwil Banten serta Pro Jurnalismedia Siber (PJS) Kabupaten Serang menggelar kegiatan Jumat Berkah di Kota Serang, Jumat, 26 Desember 2025.

Kegiatan sosial tersebut dilaksanakan di sepanjang Jalan Ki Ajurum, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang menyisir hingga ke area Wisata Halal Baduy Outbond Kecamatan Baros, Kabupaten Serang Sasaran pembagian bantuan adalah para pemulung dan masyarakat kurang mampu yang beraktivitas di kawasan tersebut.

H. Epi Kunaepi Panitia dari Gaido Foundation menyebutkan hari ini sebanyak 75 paket nasi bungkus dibagikan kepada penerima manfaat.

“Makanan yang hari ini dibagikan berasal dari Banten Restaurant, dengan dukungan pendanaan dari alumni haji dan umrah serta kemitraan Gaido Connected, yang disalurkan melalui Yayasan anak Sholeh internasional melalui Bank BSI 917687809,” ungkapnya.

Ketua ICMI Orwil Provinsi Banten, H. Eden Gunawan, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian sosial kepada masyarakat, khususnya warga yang berada dalam kondisi ekonomi rentan.

“Ini adalah wujud kepedulian kami kepada masyarakat Kota Serang yang kurang mampu. Setidaknya kegiatan ini dapat membantu mengurangi beban mereka untuk kebutuhan makan siang,” kata Eden.

Perwakilan dari Gaido Travel Engkus Kusnaedi program Jumat Berkah tersebut dirancang sebagai kegiatan berkelanjutan yang melibatkan jejaring alumni dan mitra Gaido Foundation untuk memperkuat peran sosial di tengah masyarakat.

“Kami ucapakan terimakasih kepada seluruh donatur yang sudah berpartisipasi dalam kegiatan Jum’at Berkah ini, kami berharap program ini akan terus berlanjut setiap Jum’at nya sehingga manfaatnya bisa terus dirasakan oleh masyarakat,” tutupnya. (Az/Red)

Gaido Group dan Baznas Banten Bahas Optimalisasi ZISWAF untuk Transformasi Sosial

gaidofoundation.0rg – Gaido Group menjajaki kerja sama strategis dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Banten dalam rangka penguatan Program Gaido Connected sebagai bagian dari upaya mendorong ekonomi syariah dan transformasi sosial berbasis zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF). Kegiatan penjajakan kerja sama tersebut berlangsung hari ini, Rabu (7/1), di Kantor Pusat Baznas Provinsi Banten, Kota Serang.

Founder dan CEO Gaido Group Muhammad Hasan Gaido hadir langsung bersama jajaran pimpinan unit usaha Gaido Group. Turut mendampingi, Chief Strategic Officer Gaido Group Delly Arnaz, Direktur Utama Gaido Travel & Tours M. Ghazi, Direktur Gaido Bank Syariah Depi Rusnandar, General Manager Kawasan Wisata Baduy Outbound Rahmat Hidayat, Direktur PT Uqwah Global Ecosystem, Rizanoel Irvin Latif serta Direktur Eksekutif Gaido Foundation M. Ali Fikri.

Rombongan Gaido Group diterima langsung oleh Ketua Baznas Provinsi Banten Prof. Dr. H. Wawan Wahyudin, M.Ag., beserta jajaran pimpinan Baznas Provinsi Banten.

ZISWAF sebagai Instrumen Transformasi Sosial
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas peluang sinergi program yang menempatkan ZISWAF tidak hanya sebagai instrumen distribusi bantuan, tetapi sebagai sarana pemberdayaan yang berkelanjutan dan berdampak jangka panjang.

Sejalan dengan visi kepemimpinannya, Prof. Wawan menegaskan bahwa zakat harus dimaknai lebih luas dalam konteks pembangunan sosial.
“Zakat bukan sekadar memindahkan dana dari yang mampu kepada yang membutuhkan. Zakat adalah instrumen teologis yang harus menjelma menjadi solusi sosiologis,” ujar Prof. Wawan dalam refleksi kepemimpinannya.

Pendekatan tersebut diarahkan untuk mengubah paradigma masyarakat terhadap Baznas, dari lembaga penghimpun dana semata menjadi mitra strategis pembangunan sosial dan ekonomi umat.
“Saya ingin masyarakat melihat Baznas sebagai institusi yang kredibel, profesional, dan bisa dipertanggungjawabkan, baik secara administratif maupun secara moral,” katanya.

Kampung Bebas Rentenir dan Kolaborasi Sosial
Dalam agenda lanjutan pertemuan, Baznas Provinsi Banten juga mengajak Gaido Foundation untuk menggalakkan Program Kampung Bebas Rentenir (KBR), bekerja sama dengan Perkumpulan Urang Banten (PUB). Program ini diarahkan untuk membebaskan masyarakat dari jeratan praktik rente melalui skema keuangan syariah dan pendampingan sosial yang terstruktur.

Program KBR dinilai memiliki irisan kuat dengan misi Gaido Group dalam mendorong inklusi keuangan syariah dan pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis komunitas.

Dalam kesempatan yang sama, Gaido Group memaparkan konsep Gerakan Nasional Gaido Connected, sebuah ekosistem kolaboratif yang mengintegrasikan sektor usaha, keuangan syariah, pendidikan, sosial, dan media dalam satu rantai nilai ekonomi syariah.

Muhammad Hasan Gaido menilai bahwa visi Baznas Provinsi Banten memiliki kesesuaian yang kuat dengan Gaido Connected.
“Gaido Connected kami rancang sebagai ekosistem kolaborasi. Di dalamnya ada pembiayaan syariah, penguatan UMKM, pemberdayaan sosial, hingga edukasi. Karena itu, sinergi dengan Baznas sangat relevan untuk menghadirkan dampak yang lebih luas,” ujarnya.

Irisan program yang dibahas meliputi pengembangan ZISWAF produktif, pembinaan kewirausahaan mustahik, peningkatan kapasitas UMKM berbasis zakat, serta pemanfaatan jejaring usaha Gaido Group untuk mendukung keberlanjutan program pemberdayaan Baznas di Provinsi Banten.

Baznas Provinsi Banten juga menyampaikan harapan agar ke depan dapat difasilitasi penandatanganan MoU dan kerja sama bersama berbagai organisasi strategis di Banten, antara lain Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), Forum Silaturahim Pondok Pesantren (FSPP), Ikatan Cendikiawan Muslm Indonesia (ICMI) Banten, serta elemen masyarakat lainnya.

Langkah ini diharapkan mampu memperkuat sinergi lintas lembaga dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan di Provinsi Banten.

Arah Kolaborasi ke Depan
Kedua pihak sepakat bahwa pertemuan ini menjadi langkah awal menuju kerja sama yang lebih terstruktur dan berjangka panjang. Hasil penjajakan akan ditindaklanjuti melalui pembahasan teknis dan perumusan skema kolaborasi yang sejalan dengan mandat kelembagaan masing-masing.

Sinergi antara Baznas Provinsi Banten dan Gaido Group diharapkan mampu melahirkan model pengelolaan ZISWAF yang terintegrasi dengan ekosistem ekonomi syariah nasional, sekaligus memperkuat transformasi sosial dan kesejahteraan umat di Provinsi Banten.

BAZNAS Banten Siapkan Agenda Strategis: Sinergi Lintas Lembaga, Literasi Zakat, dan Big Data Mustahiq

gaidofoundation.org – SERANG — Ketua BAZNAS Provinsi Banten, Prof. Dr. H. Wawan Wahyuddin, M.Pd., memaparkan arah dan agenda strategis BAZNAS Banten ke depan yang menitikberatkan pada penguatan sinergi kelembagaan, peningkatan literasi zakat, serta pengelolaan data mustahiq berbasis big data.

Menurut Prof. Wawan, pengelolaan zakat harus dijalankan secara profesional, kolaboratif, dan terukur agar benar-benar berdampak bagi kesejahteraan umat.

Sinergi dan Kolaborasi Lintas Lembaga

Sebagai langkah awal, BAZNAS Banten akan segera melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan berbagai lembaga strategis, di antaranya:

  • Gaido Foundation / Gaido Group
  • Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Banten
  • ICMI Banten
  • PUB
  • Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP)
  • NU Banten
  • Muhammadiyah Banten
  • MUI Banten,
  • serta sejumlah mitra strategis lainnya.

Kolaborasi ini diharapkan mampu memperluas basis penghimpunan zakat, memperkuat distribusi, serta meningkatkan dampak program zakat di Provinsi Banten.

Penguatan Literasi dan Edukasi Zakat

Selain kolaborasi kelembagaan, BAZNAS Banten juga akan mengintensifkan literasi dan edukasi zakat melalui berbagai kegiatan seperti seminar, dialog, FGD, diskusi publik, dan program edukatif. Sasaran kegiatan ini mencakup:

  • Kepala Dinas (Kadis) di 8 kabupaten/kota se-Banten,
  • BUMD Provinsi Banten,
  • Perusahaan BUMN di Banten,
  • Perusahaan swasta,
  • Perguruan tinggi dan kampus,
  • Sekolah,
  • serta organisasi kemasyarakatan dan profesi.

Langkah ini bertujuan menumbuhkan kesadaran bahwa zakat merupakan instrumen strategis dalam pembangunan sosial dan pengentasan kemiskinan.

Penguatan Big Data Mustahiq

Dalam rangka memastikan penyaluran zakat tepat sasaran, BAZNAS Banten akan membangun big data mustahiq yang terintegrasi. Basis data ini akan memuat informasi kelompok:

  • Dhuafa,
  • Anak yatim,
  • Janda,
  • Pelajar dan mahasiswa yang membutuhkan bantuan pendidikan.

Pendekatan berbasis data ini diharapkan meningkatkan akurasi, transparansi, serta akuntabilitas pengelolaan dana zakat.

Event Nasional dan Program Rutin

BAZNAS Banten juga merancang sejumlah event berskala nasional untuk memperluas partisipasi publik, di antaranya:

  • Qurban Musim Haji Bahagia,
  • Ramadan Infak dan Zakat Ceria,
  • Maulid Infaq Bergema.

Selain itu, Program Mingguan “Jumat Barokah” akan terus diperkuat sebagai bentuk kehadiran nyata BAZNAS Banten di tengah masyarakat.

Gaido Connected Luncurkan Lomba Maskot Pengusaha Ekonomi Syariah Indonesia

gaidofoundation.org – Gaido Connected resmi meluncurkan Lomba Maskot Pengusaha Ekonomi Syariah Indonesia dengan tema “Maskot Pengusaha Ekonomi Syariah Indonesia yang Modern, Islami, dan Terkoneksi Digital.” Kegiatan ini menjadi bagian dari program besar Gaido Connected menuju Visi 2045: Indonesia Sentral Ekonomi Syariah Dunia.

Founder Gaido Group, M. Hasan Gaido, menjelaskan gagasan lomba ini terinspirasi dari kunjungannya ke Jepang pada Expo Osaka 2025. Menurutnya, ikon atau maskot terbukti mampu menjadi jembatan lintas budaya dan memperkuat brand, sebagaimana Pokémon yang mendunia.

“Indonesia juga perlu memiliki ikon yang bisa menyuarakan semangat ekonomi syariah secara modern dan mendunia. Maskot inilah yang akan menjadi simbol gerakan 1 juta pengusaha ekonomi syariah,” ujarnya.

Lomba ini terbuka bagi pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Peserta dapat mengirimkan maksimal dua desain orisinal dengan ciri khas: mengenakan setelan jas dan dasi, aksen warna oranye, serta nuansa chip AI sebagai lambang modernitas, syariah, dan konektivitas.

Pendaftaran dibuka mulai 23 September 2025 hingga 12 Oktober 2025, sementara pengumuman pemenang akan dilakukan pada 16 Oktober 2025 di ajang Pameran Franchise ICE BSD, bertepatan dengan Trade Expo 2025 yang dijadwalkan dibuka Presiden RI, Prabowo Subianto.

Mekanisme Lomba

Peserta mendaftar melalui media sosial @GaidoConnected.

Karya dikirim dengan cara posting di social media peserta dengan mentag dan mention @gaidoconnected

Peserta wajib membuat video pendek berisi: Perkenalan diri dan Alasan mengikuti lomba Maskot Pengusaha Ekonomi Syariah Indonesia
Video diposting di akun Instagram & TikTok peserta masing-masing. Wajib mention/tag akun resmi Gaido Connected serta menggunakan hashtag:
#gaidoconnected #ekonomisyariahindonesia

Setiap peserta dapat mengirimkan maksimal 2 desain.

Karya asli (original), belum pernah diikutsertakan pada lomba lain, serta bebas dari hak cipta pihak lain.

Juara I

  • Uang tunai Rp 2.000.000 (dalam bentuk tabungan di Gaido Bank Syariah)
  • Sertifikat penghargaan
  • Voucher Haji Khusus Rp 5.000.000 (Gaido Travel)
  • Voucher Umrah Rp 1.000.000 (Gaido Travel)
  • Voucher makan di Banten Restoran Rp 100.000
  • Voucher menginap di Baduy Cottage – Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound Rp 2.000.000

Juara II

  • Uang tunai Rp 1.000.000 (dalam bentuk tabungan di Gaido Bank Syariah)
  • Sertifikat penghargaan
  • Voucher Haji Khusus Rp 5.000.000 (Gaido Travel)
  • Voucher Umrah Rp 1.000.000 (Gaido Travel)
  • Voucher makan di Banten Restoran Rp 100.000
  • Voucher menginap di Baduy Cottage – Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound Rp 1.000.000

Hak Cipta & Penjurian

Karya pemenang menjadi milik panitia penyelenggara dan akan ditetapkan sebagai desain maskot resmi Gaido Connected.

Keputusan dewan juri bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat.

Ketua Panitia Axel Rose Baskoro menyebut lomba ini bukan sekadar kompetisi desain, melainkan ajakan bagi masyarakat luas untuk ikut ambil bagian dalam pembangunan ekosistem ekonomi syariah nasional.

“Maskot terpilih akan menjadi ikon resmi Gaido Connected, melambangkan semangat modernitas, keterhubungan digital, sekaligus identitas pengusaha muslim Indonesia. Kami ingin karya ini lahir dari kreativitas masyarakat sendiri,” ujarnya.

Dengan adanya lomba ini, Gaido Connected berharap semakin banyak generasi muda tergerak mendukung program 1 juta pengusaha ekonomi syariah yang sedang digencarkan.

Gemar Konsumsi Telur Puyuh, Rahasia Hidup Sehat ala Vladimir Putin

Siapa sangka, Presiden Rusia, Vladimir Putin tenyata menempatkan telur puyuh sebagai salah satu menu makanan favoritnya.

Putin bahkan diketahui hampir secara rutin mengkonsumsi telur puyuh sebagai cemilan setiap hari, baik dimakan setelah dimasak ataupun dalam keadaan mentah.

Dilansir dari Mashed.com, biasanya Putin mengkonsumsi telur puyuh sebagai menu sarapan bersama dengan keju dan jus buah.

Namun berbeda dengan orang pada umumnya, waktu sarapan Putin adalah menjelang siang hari, karena ia selalu memiliki kebiasaan tidur larut malam.

Terlepas dari itu, wajar saja Putin gemar mengkonsumsi telur puyuh karena kandungannya yang sangat baik bagi kesehatan mata, mampu menurunkan kadar kolesterol, meningkatkan metabolisme dan membersihkan tumbuh.

Oleh karena itu, tak heran jika melihat kondisi fisiknya, Putin selalu tampak sehat, gagah dan terlihat prima memimpin negara.

Melansir Healthline, bahwa telur puyuh memang memiliki banyak kandungan baik seperti: kalori, protein: lemak, kolin, Riboflavin, folat, asam pantotenat, vitamin A, vitamin B12, zat besi, fosfor dan selenium.

Khusus untuk selenium dan riboflavin, keduanya merupakan nutrisi penting. Fungsi keduanya membantu tubuh memecah makanan yang dikonsumsi serta mengubahnya menjadi energi.

Saat ini, di Indonesia, Gaido Group tengah mendorong gerakan konsumsi telur puyuh sebagai salah satu langkah untuk menciptakan ketahanan pangan, memenuhi kecukupan gizi bagi masyarakat, dan sekaligus menekan angka pertumbuhan stunting.

Gaido Group di bawah besutan M Hasan Gaido bahkan berkomitmen mengerahkan seluruh unit usahanya untuk mensukseskan mega proyek pengembangan budi daya puyuh serta mengembangkan sentral puyuh di Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound, di Serang, Banten.

Sentral budi daya puyuh tersebut nantinya juga akan menjadi lokasi pusat penelitian para ahli untuk meninjau puyuh dari sisi gizi, kesehatan, dan kulinernya, juga membuat diversifikasi manfaat puyuh, baik dari cangkang telurnya, kotorannya, dan sebagainya.

Sambangi Tanah Kelahiran, M Hasan Gaido Semangati Generasi Muda agar Terus Berkarya

Sabtu, 26 Februari 2022, CEO dan Founder Gaido Group, Muhammad Hasan Gaido berkesempatan menyambangi tanah klahirannya, di Desa Lebak Parahiang, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Kedatangan Hasan Gaido di Leuwidamar, sekaligus untuk memenuhi undangan silaturahmi yang disampaikan Majelis Taklim Al-Muhibin.

Pada kesempatan itu, Hasan Gaido banyak berbagi tentang pengalamannya membangun kerajaan bisnis Gaido Group, yang hingga saat ini telah memiliki sejumlah unit usaha yang bergerak di hampir seluruh sektor kebutuhan masyarakat.

Hasan Gaido mengungkapkan, bahwa apa yang telah dicapainya saat ini, merupakan buah dari kerja keras, tekad yang kuat, konsistensi serta komitmen untuk berkontribusi membangun bangsa, agama dan masyarakat.

Ia mengaku optimis. masyarakat Leuwidamar, khususnya generasi muda setempat, mampu mengikuti jejaknya, bahkan bisa melampaui pencapaiannya.

“Saya mengajak seluruh masyarakat Leuwidamar untuk menatap masa depan yang cerah. Terutama bagi generasi muda, teruslah berkarya dan tingkatkan kemampuan melalui pendidikan dan keterampilan,” ungkap Hasan Gaido.

Lebih lanjut, Hasan Gaido memotivasi generasi muda Leuwidamar agar menempa diri dengan berbagai tantangan, sehingga mereka dapat memiliki mentalitas yang kuat, tahan banting, dan berdaya saing.

“Kita memang orang kampung, tapi kita tidak boleh kampungan, Oleh karena itu, jangan minder. Kita harus mengupgrade diri, berani menerima tantangan, dan terus belajar menjadi pemimpin di masa depan,” jelas Hasan Gaido.

Di tempat yang sama, Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Muhibun, Maman Abdurahman berterimakasih atas kesediaan Hasan Gaido bersilaturahmi dengan mereka.

Maman Abdurahman memuji Hasan Gaido. Menurutnya, Hasan Gaido adalah salah satu figur terbaik yang pernah dilahirkan Leuwidamar, yang telah membuktikan diri berkiprah di level nasional bahkan internasional.

“Meski beliau telah menjadi pengusaha nasional dan punya kesibukan, namun tetap selalu ingat dan peduli terhadap tanah kelahirannya sendiri,” ujar Maman.

“Beliau juga selalu memotivasi dan mendoakan agar putra-putri Leuwidamar diberikan kesuksesan, sehingga dikenal sebagai orang yang bisa bermanfaat bagi banyak orang,” sambung Maman.

Hasan Gaido yang datang bersama Kepala Perwakilan Gaido Foundation Banten, Syaeful Rahman, S.Hut beserta jajaran juga turut menyalurkan santunan bagi anak-anak yantim setempat.

Selain itu, Gaido Foundation pun memberikan bantuan berupa satu set alat musik katimpring (rebana) dan kloset kepada DKM Al-Muhibin.

“Semoga silaturahmi dan sedikit sumbangsih ini dapat menjadi perekat kebersamaan dalam membangun daerah kelahiran yang kita cintai, serta menjadi motivasi bagi generasi muda untuk berperan aktif di berbagai bidang,” tutup Hasan Gaido.

Kepala Perwakilan Gaido Foundation Banten, Syaeful Rahman Santuni Anak Yatim di Kabupaten Lebak

Kepala Perwakilan Gaido Foundation Banten, Syaeful Rahman, S.Hut menyalurkan santunan untuk anak yatim di Desa Lebak Parahiang, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten.

Penyaluran santunan anak yatim tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara Silaturahmi Gaido Foundation dengan Majelis Taklim Al-Muhibin, yang digelar pada Sabtu (26/2/2022).

“Alhamdulillah kami berkesempatan berbagi dengan anak-anak yatim di sini. Tentu saja santunan ini tidak semata-mata membantu dari sisi materi, namun juga diharapkan mampu menjadi dukungan moril agar mereka terus memiliki semangat dan percaya bahwa kita semua menaruh perhatian kepada mereka,” kata Syaeful Rahman kepada Hajiumrahnews.com.

Selain memberikan santunan anak yatim, Perwakilan Gaido Foundation Banten juga turut menyalurkan satu set alat katimpring (rebana) dan kloset kepada DKM Al-Muhibin.

“Semoga silaturahmi dan sedikit sumbangan ini dapat menjadi perekat kebersamaan kita dalam membangun daerah, khususnya Desa Lebak Parahiang. Dan yang terpenting, generasi muda kita dapat terus memiliki motivasi untuk belajar, serta mengembangakan peran aktif di berbagai bidang,” ungkap Syaful Rahman.

Sementara itu, Ketua DKM Al-Muhibin, Maman Abdurahman menyampaikan ucapan terimakasih atas kedatangan dan sumbangan yang diberikan Gaido Foundation.

“Semoga Gaido Foundation dapat terus hadir dan berkembang, serta membawa banyak manfaat di tengah-tengah masyarakat,” tuturnya.

Turut hadir dalam acara ini, Founder Gaido Foundation Muhammad Hasan Gaido, Pimpinan Majelis Taklim Al-Muhibin, Ibu Yuyu, Kepala Desa Lebak Parahiang, Ibu Rina beserta jajarannya.

FSPP Banten dan Gaido Foundation Siap Sinergi Kembangkan Peluang Bisnis Budi Daya Puyuh di Pesantren

GAIDOFOUNDATION.ORG – Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Banten menyambut gembira tawaran Gaido Foundation untuk mengembangkan peluang bisnis budi daya puyuh di lingkungan pondok pesantren di wilayah Banten.

Kegiatan budi daya puyuh ini sendiri dapat menjadi salah satu langkah pondok pesantren untuk menciptakan kemandirian ekonomi, seperti yang diharapkan oleh pemerintah.

“Kita sangat gembira karena akhirnya peluang baik ini datang kepada kita. Tentu saja kita sangat siap bersinergi dengan Gaido Foundation untuk menjalankan budi daya puyuh di lingkungan pondok pesantren yang ada di Banten,” ujar Ketua Presidium FSPP Banten, K.H Wawan Gunawan, Sabtu (5/2/2022), pada acara Pelatihan Budi Daya Puyuh untuk Kemandirian dan Ketahanan Pangan Pesantren, di Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound, Serang, Banten.

Menurut K.H Wawan Gunawan, kegiatan budi daya puyuh yang ditawarkan Gaido Foundation sangat menarik. Pasalnya, di samping memiliki prospek bisnis yang menjanjikan, serta modalnya yang relatif kecil, budi daya puyuh ini juga mudah dijalankan.

“Modalnya hanya 5,5 juta, sangat terjangkau sekali. Dan budi daya puyuh ini bisa dijalankan oleh paling sedikit 4 orang santri. Tentu sangat menarik,” ujarnya.

Selain itu Gaido Foundation juga menyediakan tim ahli yang sudah berpengalaman, dan siap memberikan pendampingan serta pelatihan secara komprehensif bagaimana menjalankan aktivitas budidaya puyuh mulai dari hulu hingga ke hilir, kepada pondok pesantren.

Tidak tanggung-tanggung, yang akan memberikan pelatihan teknik budi daya puhuh tersebut adalah Slamet Wuryadi, pria yang sudah 30 tahun menjalankan budi daya puyuh dengan puluhan miliar rupiah, meraih berbagai pernghargaan dari Presiden Joko Widodo, serta dijuluki sebagai Profesor Puyuh di Indonesia.

Dan yang tidak kalah penting, Gaido Foundation juga telah menggandeng PT Puyuh Emas Nusantara sebagai mitra yang siap membeli hasil budi daya pondoke pesantren. Dengan demikian mereka tidak harus sibuk memikirkan bagaimana memasarkan hasil budi daya nya.

“Kami siap membeli hasil panen telur puyuh sebanyak-banyaknya. Karena sampai saat ini kami masih kekurangan 13 juta butir telur setiap minggunya,” terang Direktur PT Puyuh Emas Nusantara, Upik Kismono yang juga hadir di Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound.

Di tempat yang sama, Slamet Wuryadi, yang juga merupakan Ketua Asosiasi Peternak Puyuh Indonesia menambahkan, bahwa puyuh merupakan berlian tersembunyi yang belum banyak dijamah oleh masyarakat Indonesia.

“Populasi puyuh di Indonesia baru berkisar 14,8 juta, atau hanya 5,3 persen jika dibandingkan dengan total populasi penduduk, 270 juta jiwa. Kalau melihat angka ini saja, sebetulnya kita bisa membayangkan ada ketimpangan yang sangat dalam antara supply dan demand puyuh di Indonesia,” ucap Slamet Wuryadi.

Menurut Slamet, saat ini, telur puyuh dapat memberi penghasilan sebesar Rp100 per butir telur per hari. Maka tinggal dikalikan saja dengan populasi puyuh yang dimiliki, dengan asumsi puyuh mengeluarkan telur sebanyak 2-3 butir per hari. Tentu saja hasilnya sangat menjanjikan.

“Proses budi dayanya pun singkat, 17 hari telur menetas, 30 hari dipelihara dalam kandang broder, kemudian setelah 30-40 hari lamanya disiapkan untuk calon petelur. Ini yang saya bilang usaha ini sangat profitable dam sustainable,” jelas Slamet.

“Sekali lagi kami siap sinergi dengan pondok pesantren di Banten. Dan kami tunggu 14 Februari nanti di lokasi peternakan puyuh kami (Slamet Quail Farm) di Sukabumi,” sambung Slamet Wuryadi, menutup.

Sementara itu, Muhammad Hasan Gaido, selaku Presiden Indonesia-Saudi Arabia Business Council (ISABC) yang memoderatori acara Pelatihan Budi Daya tersebut mengungkapkan, bahwa pihaknya siap menjembatani ekspor telur puyuh ke Arab Saudi jika permintaan dalam negeri sudah tercukupi.

“Saya sangat siap membantu dan mendukung pengembangan budi daya puyuh ini, terutama jika dijalankan oleh pondok pesantren. Kita akan coba buka pasa ekspor ke Arab Saudi jika memang pasar domestic sudah terpenuhi,” kata Hasan Gaido yang juga merupakan Founder Gaido Group itu.

Lebih lanjut, Hasan Gaido mengaku siap menghubungkan pondok pesantren untuk mengakses pembiayaan dari Gaido Bank Syariah dalam menjalankan kegiatan budi daya puyuh.

“Modal kerjanya bisa memanfaatkan program pembiayaan dari Gaido Bank Syariah. Kita akan ciptakan ekosistem bisnis budi daya puyuh ini sebaik dan sekomplit mungkin, sehingga terus berkembang pesat,” pungkas Hasan Gaido.

Potensi Cuan Bisnis Budi Daya Puyuh Bak “Mutiara yang Terpendam di Indonesia”, Ini Alasannya

GAIDOFOUNDATION.ORG – Budi daya puyuh merupakan salah satu potensi bisnis yang sangat menjanjikan di Indonesia. Pasalnya, endemik penghasil telur terbesar kedua setelah ayam petelur itu belum banyak digandrungi, sehingga penyediaanya (supply) belum mampu memenuhi permintaan (demand) di pasaran.

Slamet Wuryadi, Pemilik Slamet Quail Farm (SQF) mengungkapkan, bahwa saat ini populasi puyuh di Indonesia baru berkisar 14,8 juta, atau hanya 5,3 persen jika dibandingkan dengan total populasi penduduk, 270 juta jiwa.

“Jadi kalau melihat dari angka ini saja, sebetulnya potensi bisnis budi daya puyuh ini sangat prospektif. Karena demand (permintaan) jauh lebih tinggi dibandingkan supply (persediaan) nya,” ujar Slamet, Kamis (20/1/2022).

Profesor Puyuh pertama di Indonesia ini sudah membuktikan sendiri. Bahkan berkat budi daya puyuh yang dijalankannya secara tekun dan konsisten sejak tahun 1992 itu, kini Slamet telah memiliki aset hingga Rp36 miliar.

“Saya masih ingat betul harga telur puyuh waktu itu hanya Rp32 per butir. Namun karena saya melihat potensinya besar, maka saya tekuni terus dan alhamdulillah sekarang harga telur puyuh naik dan bertahan di pasar nasional,” ungkapnya.

Menurut Slamet, saat ini, telur puyuh dapat memberi penghasilan sebesar Rp100 per butir telur per hari. Maka tinggal dikalikan saja dengan populasi puyuh yang dimiliki, dengan asumsi puyuh mengeluarkan telur sebanyak 2-3 butir per hari. Tentu saja hasilnya sangat menjanjikan.

“Proses budi dayanya pun singkat, 17 hari telur menetas, 30 hari dipelihara dalam kandang broder, kemudian setelah 30-40 hari lamanya disiapkan untuk calon petelur. Ini yang saya bilang usaha ini sangat profitable dam sustainable,” jelas Slamet.

Selain daging dan telurnya, puyuh juga bisa mendatangkan keuntungan dari kotorannya, dengan memanfaatkan kotoran tersebut sebagai pupuk kompos yang baik untuk tanaman, khususnya padi.

“Saya sering bilang ke petani, kalau mereka punya 1.000 puyuh, yang dihasilkan dari itu (telur) akan menjadi gaji harian mereka. Sementara gaji triwulannya ya dari tanaman padi. Mereka tidak perlu beli pupuk organik, karena sudah disuplai dari kotoran puyuh tadi. Penelitian saya, 1.000 ekor itu menghasilkan 8 kg kotoran segar,” paparnya.

Slamet mengatakan, bahwa budidaya puyuh sangat mudah, karena semua kebutuhan dan komponennya menggunakan sarana lokal.

“Kemudian tidak ada ketergantungan bibit dari luar. Sekedar tips saja, untuk bibit, saya lakukan perkawinan silang. Inilah alasan mengapa bibit kita mendapat julukan bibit unggul, karena mendapat perlakuan dikawinkan tidak sedarah, tidak seibu tidak sebapak. Ini kunci keberhasilan juga,” ungkapnya.

Selain aktif budi daya hingga sekarang, Slamet juga gemar menularkan semangat budi daya puyuh ke berbagai pihak. Slamet membuka diri bagi siapa saja yang ingin menimba ilmu budi daya puyuh darinya, mulai dari hulu sampai hilir.

“Alhamdulillah di tempat budi daya puyuh milik kami ini, di Sukabumi, sudah banyak yang datang belajar. Ada yang 1 hari, 2 hari, 3 hari, bahkan lebih. Dan sejauh ini, yang datang ke saya secara individu (karena memiliki tekad kuat untuk membangun jejaring) belum pernah saya memungut biaya sedikitpun untuk pelatihannya,” ucap Slamet.

Kiprah dan dedikasi Slamet ini mendapat apresiasi dari Dewan Penasehat Perkumpulan Insan Tani dan Nelayan Indonesia (INTANI), Muhammad Hasan Gaido. Ia pun mengaku sangat mendukung aktivitas budi daya puyuh.

“Kita patut berbangga dan mengapresiasi apa yang telah dilakukan Pak Slamet dan seluruh tim nya. Mereka telah membina UMKM untuk naik kelas, dan membuka lahirnya wirausahwan baru, tidak terkecuali dari kalangan santri dan juga bisnis prospek bisnis bagi para Kepala Desa yang ingin menjadikan desanya sebagai “Usaha Desa yang Mendunia”,” kata Hasan Gaido yang juga merupakan Ketua Kadin Indonesia Hubungan Bilateral itu.

Selanjutnya, Hasan Gaido yang saat ini juga menjabat sebagai Dewan Pertimbangan Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Banten tersebut mengaku akan mencoba membuka peluang bisnis yang murah dan prospektif ini kepada pesantren-pesantren yang ada di Banten.

“Karena biasanyan cukup murah hanya dengan investasi 2,5 jt saja, sudah bisa menjadi salah satu program ketahanan ekonomi ponpes seperti yang dicanangkan Wapres RI,” pungkas Hasan Gaido.