Milad ke-55 Tahun M. Hasan Gaido: Dedikasi Tanpa Batas untuk Indonesia Sentral Ekonomi Syariah Dunia


www.gaidofoundation.org –
Hari yang penuh berkah dan rasa syukur tengah menyelimuti keluarga besar Gaido Group. Tepat pada hari ini, Founder & CEO Gaido Group, Muhammad Hasan Gaido, merayakan miladnya yang ke-55 tahun. Momentum ini tidak hanya menjadi perayaan pertambahan usia, melainkan juga kilas balik atas dedikasi dan kontribusi nyata beliau dalam membangun ekosistem ekonomi syariah di Indonesia.

Di usia yang matang ini, untaian doa dan harapan terbaik mengalir deras untuk sosok pemimpin yang visioner tersebut.

“Barakallah fii umrik kepada Bapak M. Hasan Gaido. Semoga Allah SWT senantiasa menganugerahkan kesehatan yang prima, umur yang berkah, serta kekuatan dan kebijaksanaan dalam memimpin. Semoga beliau terus menjadi inspirasi bagi banyak orang, serta selalu berada dalam lindungan dan rida Allah SWT dalam membawa Gaido Group semakin maju dan bermanfaat bagi umat.”

Prinsip hidup M. Hasan Gaido yang sangat melekat di hati para karyawan, kolega, dan masyarakat adalah: “Hidup hanya sekali, jadilah yang berarti.” Filosofi inilah yang membakar semangat beliau untuk terus berinovasi dan memberikan dampak positif bagi perekonomian bangsa melalui Gaido Group.

Menuju Visi Gaido 2045 Lewat Inovasi Digital “Gaido Connected”
Langkah strategis Gaido Group kini semakin mantap dalam menyongsong Visi Gaido 2045: Indonesia Sentral Ekonomi Syariah Dunia. Sebagai bukti nyata adaptasi terhadap perkembangan zaman, Gaido Group secara resmi menghadirkan Gaido Connected.

Gaido Connected merupakan sebuah Super Apps inovatif yang dirancang untuk menjadi platform digital terintegrasi. Aplikasi ini berfungsi sebagai wadah utama untuk memasarkan seluruh produk dan layanan yang ada di bawah naungan Gaido Group secara mudah, cepat, dan transparan.

Super Apps Gaido Connected kini sudah dapat diunduh secara langsung melalui website gaidoo.id.

Dengan hadirnya inovasi digital ini, diharapkan masyarakat dapat lebih mudah mengakses layanan syariah yang komprehensif, sekaligus mempercepat langkah Indonesia menjadi kiblat ekonomi syariah di panggung global. Selamat Milad yang ke-55, Bapak M. Hasan Gaido!

Jemaah Haji Khusus Gaido Travel dan Sari Ramada Arafah Laksanakan Tahalul di Mina

www.gaidofoundation.org – Rombongan jamaah haji khusus konsorsium Gaido Travel dan Sari Ramada Arafah telah melaksanakan tahalul setelah menyelesaikan lontar Jumrah Aqabah di Mina, Rabu, 27 Mei 2026 atau 10 Dzulhijjah 1447 H.

Sebelumnya, jamaah bergerak dari Muzdalifah menuju Mina untuk menjalankan salah satu rangkaian utama ibadah haji, yaitu melontar Jumrah Aqabah. Setelah prosesi tersebut selesai, rombongan kembali menuju maktab VIP 113.
Momentum tahalul berlangsung penuh khidmat. Sebagian besar jamaah laki-laki memilih mencukur rambut hingga gundul sebagai bentuk mengikuti sunnah Rasulullah SAW.

Dalam sejumlah riwayat, Rasulullah SAW mendoakan sebanyak tiga kali bagi jamaah yang mencukur habis rambutnya dan sekali bagi yang memendekkan rambutnya. Karena itu, tahalul gundul menjadi salah satu pilihan yang banyak dilakukan jamaah laki-laki setelah melontar Jumrah Aqabah.

Simbol Ketundukan kepada Allah SWT.
Pendiri Gaido Travel, M. Hasan Gaido, menyampaikan apresiasi atas kekompakan jamaah selama menjalankan rangkaian ibadah di Mina. Menurutnya, seluruh program berjalan lancar, tertib, dan penuh kebersamaan.

“Hampir seluruh jamaah laki-laki memilih dicukur botak. Padahal bagi sebagian orang, rambut adalah bagian dari kebanggaan dan penampilan diri. Namun karena bentuk ketulusan dan ketaatan kepada Allah SWT, mereka rela menjalankan sunnah tahalul dengan penuh keikhlasan,” ujar Hasan Gaido.

Menurut Hasan, tahalul bukan sekadar mencukur rambut, melainkan simbol kerendahan hati, penghambaan, dan kesediaan seorang hamba untuk melepaskan ego di hadapan Allah SWT.

Jamaah Membaur dalam Kesederhanaan Jamaah yang mengikuti tahalul gundul berasal dari berbagai latar belakang profesi. Mereka terdiri atas pejabat, anggota kepolisian, pengusaha, profesional, dokter, petani, dosen, hingga mahasiswa.

Seluruh jamaah membaur dalam kesederhanaan dan semangat ibadah yang sama. Perbedaan status sosial dan latar belakang profesi seolah melebur dalam suasana Mina yang penuh nilai penghambaan.

Tahalul di Mina menjadi salah satu momen penting setelah jamaah menyelesaikan rangkaian utama ibadah haji. Prosesi tersebut juga menandai perubahan status ihram jamaah setelah melaksanakan Jumrah Aqabah.

Haji sebagai Perjalanan Ketaatan
Pihak penyelenggara berharap kekompakan jamaah terus terjaga hingga seluruh rangkaian ibadah haji selesai dilaksanakan. Jamaah juga diharapkan tetap menjaga kesehatan, ketertiban, serta saling membantu selama berada di Mina.

Momentum tahalul menjadi pengingat bahwa ibadah haji bukan hanya perjalanan fisik, melainkan perjalanan ketaatan, ketulusan, dan kepasrahan kepada Allah SWT.

Seluruh jamaah berharap rangkaian ibadah yang telah dijalankan diterima Allah SWT serta menjadi jalan untuk meraih haji yang mabrur dan penuh keberkahan.

Petugas Kementerian Haji dan Umrah RI Bidang Pengendalian Kunjungi Tenda Arafah PIHK

www.gaidofoundation.org – Selasa, 9 Dzulhijjah 1447 H / 26 Mei 2026. Kementerian Haji dan Umrah RI pada tahun pertama penyelenggaraan haji melakukan berbagai ikhtiar untuk menghadirkan layanan terbaik bagi jamaah Indonesia. Pengawasan dilakukan di berbagai sektor, termasuk kepada Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK).

Kabid Pengendalian PIHK, M. Zamroni, didampingi Farid Anfasa, melakukan kunjungan dan diskusi dengan pendiri Gaido Travel sekaligus pendiri asosiasi haji dan umrah HIMPUH, M. Hasan Gaido, di maktab VIP 113 Arafah. Dalam pertemuan tersebut disampaikan bahwa Kementerian Haji dan Umrah RI berupaya hadir untuk melindungi jamaah haji Indonesia yang sedang melaksanakan ibadah haji, termasuk jamaah yang diberangkatkan melalui travel PIHK resmi.

Beberapa poin pengawasan dan pendampingan yang dilakukan Kementerian Haji dan Umrah RI terhadap PIHK antara lain:

  • Pendampingan kepada PIHK sebagai bagian pelayanan kepada warga negara Indonesia.
  • Pemantauan layanan jamaah di hotel transit, Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina), hingga pelaksanaan tawaf ifadah.
  • Pengawasan pelaksanaan mabit di Mina dan kegiatan lontar jumrah.
  • Tim pengendalian akan mengikuti dan memantau seluruh rangkaian kegiatan PIHK untuk memastikan jamaah mendapatkan pelayanan sesuai yang dijanjikan.
  • Tim pengendalian juga masuk langsung ke tenda jamaah untuk berdiskusi dengan jamaah serta pimpinan PIHK di maktab.

Di tempat yang sama, M. Hasan Gaido menyampaikan bahwa tahun ini merupakan masa transisi perpindahan penyelenggaraan dari Kementerian Agama menuju Kementerian Haji dan Umrah RI. Ia berharap perubahan tersebut membawa perbaikan dalam layanan birokrasi, regulasi, dan pengawasan sehingga jamaah mendapatkan pelayanan terbaik.

M Hasan juga menambahkan bahwa PIHK sebagai perusahaan resmi penyelenggara haji perlu mendapatkan perlindungan dalam berusaha karena keberadaannya turut menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan kualitas pelayanan jamaah haji khusus. Sebagai pendiri HIMPUH, Hasan menilai sudah seharusnya Kementerian Haji dan Umrah RI duduk bersama dan mendengarkan keluhan serta harapan para penyelenggara melalui asosiasi HIMPUH agar penyelenggaraan haji di Indonesia semakin sehat dan berdampak positif bagi bangsa dan negara.

Salah satu masukan yang disampaikan adalah perlunya penyesuaian porsi petugas dengan jumlah jamaah haji khusus. Menurut Hasan, setiap bus idealnya memiliki tiga petugas, yaitu pimpinan rombongan, pembimbing ibadah, dan petugas kesehatan. Selain itu, ia juga berharap perizinan PIHK dapat diperpanjang setiap lima tahun sekali agar memberikan kepastian usaha bagi penyelenggara resmi.
“Para penyelenggara memiliki niat baik dan semangat yang sama dengan Kementerian Haji, yaitu mengantarkan jamaah mendapatkan haji yang mabrur serta perjalanan ibadah yang lancar dan menyenangkan,” pungkas Hasan Gaido.

Gaido Travel Perkenalkan Konsep Haji Mabrur Era Digital 1447H/2026M

www.gaidofoundation.org – Gaido Travel kembali menegaskan komitmennya menghadirkan layanan haji berkualitas melalui penyelenggaraan puncak manasik haji khusus 1447 H/2026 M di Hotel Kartika Chandra pada 2–3 Mei 2026.

Dipimpin langsung oleh M Hasan Gaido, founder Gaido Travel & Tours yang memperkenalkan konsep “Haji Mabrur Era Digital: Terkoneksi dengan Kebaikan” sebagai pendekatan baru dalam pembinaan jamaah haji khusus.

Hasan Gaido menjelaskan bahwa penyelenggaraan ibadah haji kini memasuki era transformasi digital secara menyeluruh. Proses digitalisasi tidak lagi terbatas pada administrasi, tetapi telah menyentuh layanan ibadah di Tanah Suci.

Integrasi sistem Nusuk (e-Hajj) di Arab Saudi membuat jamaah dapat mengakses berbagai layanan secara lebih mudah dan terstruktur, mulai dari pengaturan jadwal ibadah hingga akses lokasi penting.

“Haji hari ini adalah haji yang terkoneksi. Jamaah tidak hanya siap secara spiritual, tetapi juga harus siap secara digital agar ibadah berjalan optimal,” ujar Hasan Gaido.

Literasi Digital Masuk Materi Manasik
Gaido Travel menempatkan literasi digital sebagai bagian penting dalam pembinaan manasik jamaah. Materi yang diberikan meliputi penggunaan barcode dan identitas digital jamaah, akses layanan melalui platform Nusuk, serta navigasi layanan di kawasan Masjidil Haram dan Raudhah.

Informasi perjalanan jamaah juga terintegrasi secara real-time guna memudahkan akses layanan selama berada di Tanah Suci.

Pendekatan tersebut bertujuan membentuk jamaah yang lebih mandiri, adaptif, dan mampu mengikuti sistem pelayanan modern yang diterapkan pemerintah Arab Saudi.

Penguatan Istitoah Jamaah
Aspek istitoah turut menjadi perhatian utama dalam pembinaan jamaah. Gaido Travel menilai kesiapan ibadah tidak hanya berkaitan dengan kemampuan finansial, tetapi juga menyangkut kesiapan ilmu manasik, kesehatan fisik dan mental, serta administrasi perjalanan.

“Kesiapan jamaah harus menyeluruh agar pelaksanaan ibadah berjalan baik dan nyaman,” kata Hasan Gaido.

Teknologi dan Spiritualitas
Konsep “Haji Mabrur Era Digital” tidak hanya berorientasi pada pemanfaatan teknologi, tetapi juga penguatan nilai spiritual jamaah selama menjalankan ibadah haji.

Haji dipahami sebagai panggilan suci dari Allah SWT, implementasi sunnah Rasulullah SAW, sekaligus perjalanan ruhani menuju perubahan diri yang lebih baik.

Gaido Travel optimistis pendekatan tersebut mampu mencetak jamaah yang siap secara ibadah sekaligus mampu beradaptasi terhadap perkembangan zaman.

Komitmen Layanan Haji Profesional
Gaido Group terus mengembangkan layanan haji dan umrah berbasis profesionalisme, teknologi, dan nilai-nilai syariah.

Pengalaman dalam pembinaan jamaah serta inovasi layanan menjadi bagian dari upaya menghadirkan solusi ibadah yang aman, nyaman, dan bernilai tambah bagi masyarakat.

Manasik Haji Gaido Travel Kunci Menggapai Haji Mabrur Terkoneksi dengan Kebaikan

www.gaidofoundation.org – Konsorsium haji khusus antara Gaido Travel dan PT Sari Ramada Arafah sukses menyelenggarakan manasik haji khusus 1447 H/2026 M pada 2–3 Mei 2026 di Hotel Kartika Chandra.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Melalui Manasik Haji untuk Menggapai Haji Mabrur yang Terkoneksi dengan Kebaikan.”

CEO Gaido Travel, Muhammad Ghazi, menegaskan bahwa keberhasilan ibadah haji sangat ditentukan oleh kesiapan dan pemahaman jamaah sebelum berangkat ke Tanah Suci.

“Manasik bukan sekadar teori, tetapi membentuk kesiapan mental, spiritual, dan kemandirian jamaah dalam menjalankan ibadah haji,” ujar Muhammad Ghazi.

Pembekalan Jamaah Secara Menyeluruh
Materi manasik dirancang secara komprehensif agar jamaah memahami seluruh rangkaian ibadah haji secara mendalam.

Pembekalan mencakup penguatan akidah, spiritualitas ibadah, tuntunan Rasulullah SAW, fikih haji kontemporer, hingga teknis perjalanan selama di Tanah Suci.

Jamaah juga diberikan pemahaman mengenai rangkaian puncak ibadah haji seperti wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, hingga mabit di Mina sampai 13 Dzulhijjah.

Pemahaman tersebut diharapkan mampu membentuk jamaah yang siap secara ilmu, mental, fisik, dan spiritual.

Hadirkan Narasumber Berpengalaman
Manasik haji khusus ini menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki pengalaman dan kompetensi di bidang haji dan pembinaan jamaah. Beberapa tokoh yang hadir antara lain:

  • M Acung Wahyu membahas arahan pimpinan rombongan
  • M Hasan Gaido menyampaikan hal-hal penting dalam ibadah haji
  • Dedi Juandi membawakan kajian pensucian jiwa
  • Abdul Jabbar menjelaskan fikih haji dan umrah
  • Muh Firdaus Dencik membahas makna haji dan umrah
  • Masadi Sulthoni menjelaskan upaya meraih haji mabrur
  • Muhammad A Wahyu memaparkan teknis perjalanan haji 2026
  • Indra Matriandra membahas kesehatan jamaah haji
  • Erick Yusuf menyampaikan spirit dan motivasi haji
  • Daud Rasyid membahas keikhlasan dan kesabaran dalam meraih haji mabrur

Bangun Jamaah Mandiri
Pendekatan manasik yang menyeluruh diharapkan mampu membentuk jamaah yang memiliki niat lurus karena Allah SWT serta memahami ilmu manasik secara utuh.

Kesiapan fisik, mental, dan spiritual juga menjadi fokus utama agar jamaah mampu menjalankan ibadah secara mandiri dan khusyuk selama berada di Tanah Suci. Pimpinan konsorsium dan seluruh panitia menyampaikan apresiasi kepada para narasumber serta seluruh tim yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan.

“Semoga seluruh jamaah diberikan kesehatan, kemudahan, kelancaran, serta menjadi haji yang mabrur dan terkoneksi dengan kebaikan,” kata Muhammad Ghazi.

Sarung Tenun Gaido Masterpiece Diluncurkan dalam Manasik Haji Akbar 1447 H/2026

www.gaidofoundation.org – Gaido Group dalam menjalankan program Gaido connected kembali menunjukkan inovasinya dengan meluncurkan produk terbaru Sarung Tenun Gaido Masterpiece dalam rangkaian kegiatan Manasik Haji Akbar 1447 H/2026 yang berlangsung pada 2–3 Mei 2026 di Hotel Kartika Chandra.

Kegiatan ini diikuti oleh jamaah haji khusus dari berbagai daerah, seperti Palembang, Banten, Jakarta, dan Jawa Timur. Turut hadir mendampingi jamaah antara lain Kepala Cabang Gaido Palembang, Adriani Hanafie, serta Kepala Cabang Jombang Jawa Timur, Ahmad Haidarul.

Strategi Menjawab Tantangan Era Digital
CEO Gaido Travel, Muhammad Ghazi, menyampaikan bahwa momentum manasik akbar ini juga dimanfaatkan sebagai forum strategis perusahaan. Dalam agenda tersebut, Gaido Travel menggelar rapat pimpinan cabang dan pusat guna merumuskan langkah menghadapi tantangan industri haji, umrah, dan wisata halal di era digital. “Dengan pengalaman lebih dari 23 tahun, kami terus bertransformasi agar masyarakat dari berbagai daerah semakin mudah mengakses layanan pendaftaran haji dan umrah secara modern dan terintegrasi,” ujar Muhammad Ghazi.

Launching Sarung Tenun Gaido Masterpiece: Inovasi Spiritual dan Teknologi
Puncak acara ditandai dengan peluncuran Sarung Tenun Gaido Masterpiece – Art of Encode Graphic, sebuah karya inovatif yang memadukan nilai budaya, spiritualitas, dan teknologi. Produk ini disebut sebagai sarung tenun pertama di Indonesia berbasis barcode grafis, yang memuat berbagai konten keislaman dan inspiratif, di antaranya:

  • Al-Qur’an 30 Juz
  • Rukun Islam & Rukun Iman
  • Sejarah Al-Qur’an
  • Sejarah Gaido
  • Biografi Nabi Muhammad
  • Kisah Khulafaur Rasyidin
  • Inspirasi Abdurrahman bin Auf
  • Teladan Abdul Qadir al-Jailani
  • Sejarah Sultan Maulana Hasanuddin
  • Ulama Nusantara Nawawi al-Bantani
  • Tokoh nasional Ma’ruf Amin

Melalui teknologi ini, sarung tidak hanya menjadi produk fashion, tetapi juga menjadi media edukasi dan dakwah digital yang dapat diakses melalui perangkat teknologi.
Komitmen Gaido Group untuk menjadi ekosistem Haji dan umrah terlengkap di Indonesia terus bergerak melalui program Gaido connected sehingga di manasik Akbar ini kami kembali launching produk baru kain sarung Gaido masterpiece series pertama di Indonesia sebagai bentuk jawaban bahwa kamu Gaido terus bergerak untuk memberikan kebutuhan masyarakat muslim di Indonesia

Manasik haji akbar ini menegaskan komitmen Gaido Travel Haji Mabrur Terkoneksi dengan Kebaikan”, Gaido Travel tidak hanya berfokus pada perjalanan ibadah, tetapi juga pada transformasi kehidupan jamaah setelah kembali ke tanah air.

Dengan sinergi antara pembinaan manasik, transformasi digital, dan inovasi produk seperti Sarung Tenun Gaido Masterpiece, Gaido Travel optimistis mampu menjadi pelopor ekosistem haji dan umrah yang modern, edukatif, dan berdampak

Gerakan “Ayoo Cepat Tolong” Digaungkan: Banten–Sumatra Bersatu Bantu Pemulihan Korban Bencana


gaidofoundation.org – Upaya pemulihan pascabencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus diperkuat dengan munculnya gerakan kemanusiaan lintas wilayah. Setelah laporan kondisi darurat di Aceh Tamiang menunjukkan meningkatnya kebutuhan medis, psikososial, dan logistik, hari ini Gaido Foundation bersama LKTB IDI menyerukan gerakan solidaritas bertajuk “Ayoo Cepat Tolong, Dari Banten untuk Sumatra.”

Gerakan ini diprakarsai atas nama kemanusiaan, menjadi panggilan terbuka bagi seluruh elemen masyarakat untuk bergerak cepat membantu sesama. “Seruan ini bersifat lintas ormas, lintas organisasi, lintas lembaga amal, lintas filantropi, bahkan lintas iman,” ujar H. Wari Syadeli, M.Si., Penasehat Gerakan Kemanusiaan Ayoo Cepat Tolong dari Banten untuk Sumatra sekaligus Sekretaris Dewan Pakar FSPP Banten. Ia menegaskan bahwa gerakan ini adalah manifestasi dari karakter bangsa Indonesia yang memiliki empati kuat dan budaya gotong royong yang menjadi aset besar dalam penanganan bencana.

Persiapan Pelatihan PFA untuk Santri dan Ulama
Melihat perkembangan bencana yang telah memasuki pekan kedua, tim kesehatan jiwa memperkirakan bahwa pada hari ke-30 pascabencana, kasus gangguan psikologis korban akan meningkat signifikan. Untuk itu, Gaido Foundation bersama LKTB IDI dan Gerakan Ayoo Cepat Tolong merancang program Pelatihan Psychological First Aid (PFA) bagi santri, ustaz, dan kiai terpilih.

Program ini bertujuan menyiapkan pendamping rohani dan relawan psikososial agar mampu memberikan pertolongan psikologis pertama kepada penyintas yang mengalami trauma, kesedihan mendalam, kehilangan anggota keluarga, atau tekanan mental berkepanjangan. “Kita memanggil santri, ustadz, dan kiyayi untuk ikut ambil bagian. Mereka akan mendampingi tim kesehatan jiwa membantu penyintas yang sedang berjuang memulihkan kondisi batinnya,” jelas Wari.

Gerakan Cepat Hadirkan Bantuan dan Pemulihan
Gerakan Ayoo Cepat Tolong hadir sebagai ruang kolaborasi terbuka. Para penggerak menekankan bahwa setiap dukungan, sekecil apa pun, menjadi sangat berarti dalam mempercepat pemulihan korban bencana. Gerakan ini tidak hanya menyasar bantuan logistik, tetapi juga dukungan pemulihan mental dan spiritual yang sangat dibutuhkan para penyintas.

Gaido Foundation, LKTB IDI, Gaido Travel, Gaido Bank Syariah, serta jaringan relawan Hajiumrahnews.com terus mengajak masyarakat untuk memperkuat aksi kemanusiaan dengan partisipasi aktif, donasi, dan relawan terlatih.

“Ini momentum untuk menunjukkan bahwa semangat kemanusiaan tidak mengenal batas identitas. Gerakan ini mengajak semua pihak untuk bergerak bersama—Ayoo Cepat Tolong—karena saudara-saudara kita di Sumatra membutuhkan kita sekarang,” ujar Wari.

Gaido Foundation Bersama ICMI Banten dan PJS Kabupaten Serang Gelar Jumat Berkah

 

gaidofoundation.org – Jaringan alumni Gaido Travel Haji dan Umrah melalui Gaido Foundation bekerja sama dengan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orwil Banten serta Pro Jurnalismedia Siber (PJS) Kabupaten Serang menggelar kegiatan Jumat Berkah di Kota Serang, Jumat, 26 Desember 2025.

Kegiatan sosial tersebut dilaksanakan di sepanjang Jalan Ki Ajurum, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang menyisir hingga ke area Wisata Halal Baduy Outbond Kecamatan Baros, Kabupaten Serang Sasaran pembagian bantuan adalah para pemulung dan masyarakat kurang mampu yang beraktivitas di kawasan tersebut.

H. Epi Kunaepi Panitia dari Gaido Foundation menyebutkan hari ini sebanyak 75 paket nasi bungkus dibagikan kepada penerima manfaat.

“Makanan yang hari ini dibagikan berasal dari Banten Restaurant, dengan dukungan pendanaan dari alumni haji dan umrah serta kemitraan Gaido Connected, yang disalurkan melalui Yayasan anak Sholeh internasional melalui Bank BSI 917687809,” ungkapnya.

Ketua ICMI Orwil Provinsi Banten, H. Eden Gunawan, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian sosial kepada masyarakat, khususnya warga yang berada dalam kondisi ekonomi rentan.

“Ini adalah wujud kepedulian kami kepada masyarakat Kota Serang yang kurang mampu. Setidaknya kegiatan ini dapat membantu mengurangi beban mereka untuk kebutuhan makan siang,” kata Eden.

Perwakilan dari Gaido Travel Engkus Kusnaedi program Jumat Berkah tersebut dirancang sebagai kegiatan berkelanjutan yang melibatkan jejaring alumni dan mitra Gaido Foundation untuk memperkuat peran sosial di tengah masyarakat.

“Kami ucapakan terimakasih kepada seluruh donatur yang sudah berpartisipasi dalam kegiatan Jum’at Berkah ini, kami berharap program ini akan terus berlanjut setiap Jum’at nya sehingga manfaatnya bisa terus dirasakan oleh masyarakat,” tutupnya. (Az/Red)

Gaido Group dan Baznas Banten Bahas Optimalisasi ZISWAF untuk Transformasi Sosial

gaidofoundation.0rg – Gaido Group menjajaki kerja sama strategis dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Banten dalam rangka penguatan Program Gaido Connected sebagai bagian dari upaya mendorong ekonomi syariah dan transformasi sosial berbasis zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF). Kegiatan penjajakan kerja sama tersebut berlangsung hari ini, Rabu (7/1), di Kantor Pusat Baznas Provinsi Banten, Kota Serang.

Founder dan CEO Gaido Group Muhammad Hasan Gaido hadir langsung bersama jajaran pimpinan unit usaha Gaido Group. Turut mendampingi, Chief Strategic Officer Gaido Group Delly Arnaz, Direktur Utama Gaido Travel & Tours M. Ghazi, Direktur Gaido Bank Syariah Depi Rusnandar, General Manager Kawasan Wisata Baduy Outbound Rahmat Hidayat, Direktur PT Uqwah Global Ecosystem, Rizanoel Irvin Latif serta Direktur Eksekutif Gaido Foundation M. Ali Fikri.

Rombongan Gaido Group diterima langsung oleh Ketua Baznas Provinsi Banten Prof. Dr. H. Wawan Wahyudin, M.Ag., beserta jajaran pimpinan Baznas Provinsi Banten.

ZISWAF sebagai Instrumen Transformasi Sosial
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas peluang sinergi program yang menempatkan ZISWAF tidak hanya sebagai instrumen distribusi bantuan, tetapi sebagai sarana pemberdayaan yang berkelanjutan dan berdampak jangka panjang.

Sejalan dengan visi kepemimpinannya, Prof. Wawan menegaskan bahwa zakat harus dimaknai lebih luas dalam konteks pembangunan sosial.
“Zakat bukan sekadar memindahkan dana dari yang mampu kepada yang membutuhkan. Zakat adalah instrumen teologis yang harus menjelma menjadi solusi sosiologis,” ujar Prof. Wawan dalam refleksi kepemimpinannya.

Pendekatan tersebut diarahkan untuk mengubah paradigma masyarakat terhadap Baznas, dari lembaga penghimpun dana semata menjadi mitra strategis pembangunan sosial dan ekonomi umat.
“Saya ingin masyarakat melihat Baznas sebagai institusi yang kredibel, profesional, dan bisa dipertanggungjawabkan, baik secara administratif maupun secara moral,” katanya.

Kampung Bebas Rentenir dan Kolaborasi Sosial
Dalam agenda lanjutan pertemuan, Baznas Provinsi Banten juga mengajak Gaido Foundation untuk menggalakkan Program Kampung Bebas Rentenir (KBR), bekerja sama dengan Perkumpulan Urang Banten (PUB). Program ini diarahkan untuk membebaskan masyarakat dari jeratan praktik rente melalui skema keuangan syariah dan pendampingan sosial yang terstruktur.

Program KBR dinilai memiliki irisan kuat dengan misi Gaido Group dalam mendorong inklusi keuangan syariah dan pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis komunitas.

Dalam kesempatan yang sama, Gaido Group memaparkan konsep Gerakan Nasional Gaido Connected, sebuah ekosistem kolaboratif yang mengintegrasikan sektor usaha, keuangan syariah, pendidikan, sosial, dan media dalam satu rantai nilai ekonomi syariah.

Muhammad Hasan Gaido menilai bahwa visi Baznas Provinsi Banten memiliki kesesuaian yang kuat dengan Gaido Connected.
“Gaido Connected kami rancang sebagai ekosistem kolaborasi. Di dalamnya ada pembiayaan syariah, penguatan UMKM, pemberdayaan sosial, hingga edukasi. Karena itu, sinergi dengan Baznas sangat relevan untuk menghadirkan dampak yang lebih luas,” ujarnya.

Irisan program yang dibahas meliputi pengembangan ZISWAF produktif, pembinaan kewirausahaan mustahik, peningkatan kapasitas UMKM berbasis zakat, serta pemanfaatan jejaring usaha Gaido Group untuk mendukung keberlanjutan program pemberdayaan Baznas di Provinsi Banten.

Baznas Provinsi Banten juga menyampaikan harapan agar ke depan dapat difasilitasi penandatanganan MoU dan kerja sama bersama berbagai organisasi strategis di Banten, antara lain Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), Forum Silaturahim Pondok Pesantren (FSPP), Ikatan Cendikiawan Muslm Indonesia (ICMI) Banten, serta elemen masyarakat lainnya.

Langkah ini diharapkan mampu memperkuat sinergi lintas lembaga dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan di Provinsi Banten.

Arah Kolaborasi ke Depan
Kedua pihak sepakat bahwa pertemuan ini menjadi langkah awal menuju kerja sama yang lebih terstruktur dan berjangka panjang. Hasil penjajakan akan ditindaklanjuti melalui pembahasan teknis dan perumusan skema kolaborasi yang sejalan dengan mandat kelembagaan masing-masing.

Sinergi antara Baznas Provinsi Banten dan Gaido Group diharapkan mampu melahirkan model pengelolaan ZISWAF yang terintegrasi dengan ekosistem ekonomi syariah nasional, sekaligus memperkuat transformasi sosial dan kesejahteraan umat di Provinsi Banten.

BAZNAS Banten Siapkan Agenda Strategis: Sinergi Lintas Lembaga, Literasi Zakat, dan Big Data Mustahiq

gaidofoundation.org – SERANG — Ketua BAZNAS Provinsi Banten, Prof. Dr. H. Wawan Wahyuddin, M.Pd., memaparkan arah dan agenda strategis BAZNAS Banten ke depan yang menitikberatkan pada penguatan sinergi kelembagaan, peningkatan literasi zakat, serta pengelolaan data mustahiq berbasis big data.

Menurut Prof. Wawan, pengelolaan zakat harus dijalankan secara profesional, kolaboratif, dan terukur agar benar-benar berdampak bagi kesejahteraan umat.

Sinergi dan Kolaborasi Lintas Lembaga

Sebagai langkah awal, BAZNAS Banten akan segera melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan berbagai lembaga strategis, di antaranya:

  • Gaido Foundation / Gaido Group
  • Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Banten
  • ICMI Banten
  • PUB
  • Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP)
  • NU Banten
  • Muhammadiyah Banten
  • MUI Banten,
  • serta sejumlah mitra strategis lainnya.

Kolaborasi ini diharapkan mampu memperluas basis penghimpunan zakat, memperkuat distribusi, serta meningkatkan dampak program zakat di Provinsi Banten.

Penguatan Literasi dan Edukasi Zakat

Selain kolaborasi kelembagaan, BAZNAS Banten juga akan mengintensifkan literasi dan edukasi zakat melalui berbagai kegiatan seperti seminar, dialog, FGD, diskusi publik, dan program edukatif. Sasaran kegiatan ini mencakup:

  • Kepala Dinas (Kadis) di 8 kabupaten/kota se-Banten,
  • BUMD Provinsi Banten,
  • Perusahaan BUMN di Banten,
  • Perusahaan swasta,
  • Perguruan tinggi dan kampus,
  • Sekolah,
  • serta organisasi kemasyarakatan dan profesi.

Langkah ini bertujuan menumbuhkan kesadaran bahwa zakat merupakan instrumen strategis dalam pembangunan sosial dan pengentasan kemiskinan.

Penguatan Big Data Mustahiq

Dalam rangka memastikan penyaluran zakat tepat sasaran, BAZNAS Banten akan membangun big data mustahiq yang terintegrasi. Basis data ini akan memuat informasi kelompok:

  • Dhuafa,
  • Anak yatim,
  • Janda,
  • Pelajar dan mahasiswa yang membutuhkan bantuan pendidikan.

Pendekatan berbasis data ini diharapkan meningkatkan akurasi, transparansi, serta akuntabilitas pengelolaan dana zakat.

Event Nasional dan Program Rutin

BAZNAS Banten juga merancang sejumlah event berskala nasional untuk memperluas partisipasi publik, di antaranya:

  • Qurban Musim Haji Bahagia,
  • Ramadan Infak dan Zakat Ceria,
  • Maulid Infaq Bergema.

Selain itu, Program Mingguan “Jumat Barokah” akan terus diperkuat sebagai bentuk kehadiran nyata BAZNAS Banten di tengah masyarakat.