Mencari 100 Mujahid Ekonomi Syariah di Era Digital

GAIDOFOUNDATION.ORG – “Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”. Sebuah kalimat legenda yang sempat dipekikkan oleh bapak bangsa, Bung Karno, tokoh pemuda saat itu yang kalimatnya kini menjadi kenyataan.

Juga beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menegaskan ambisinya untuk menjadikan Indonesia sebagai pemain utama dalam ekonomi syariah dan industri halal dunia. “Indonesia harus menjadi pusat gravitasi ekonomi Syariah dunia” tegas Jokowi.

Sejalan dengan itu pula, dalam momentum memperingati Hari Sumpah Pemuda dan Hari Santri Nasional 2021,  Gaido Foundation melaunching program mencari 100 pemuda-pemudi, mujahid-mujahidah Indonesia untuk menjadi CEO perusahaan yang bergerak dalam ekonomi syariah, keuangan syariah, dan produk halal dengan berbasis teknologi digital yang akan menguncang dunia dan mewujudkan Indonesia Sentral Ekonomi Syariah Dunia.

Hal tersebut disampaikan berbarengan dengan penyelenggraan webinar bertema “Mencari 100 Mujahid Ekonomi Syariah di Era Digital” dengan menghadirkan akedemisi, praktisi, para pakar, mahasiswa dan santri, pada hari Kamis lalu, (28/10) melalui platform Zoom Meeting.

Webinar yang dipersembahkan oleh Gaido Foundation ini menghadirkan Muhammad Hasan Gaido, Founder & CEO Gaido Gaido Group, Teguh Prasatya, Ketua Umum Asosiasi IoT Indonesia, dan Keynote Speech dari Prof. Dr. Euis Amalia M.Ag., Tokoh Akademisi Syariah 2021, Versi Majalah Investor, Guru Besar Ekonomi Islam UIN Syarif Hirayatullah Jakarta.

Bersama Narasumber Dr (C) Asep Suwarna, S.E.,M.M., C.I.R.B.D., CEO Gaido Bank Syariah, Mohammad Amin, CEO Gaido Corporation. Pt. Ltd, Singapore, Ogy Winenriandhika, CEO Klinikgo, H. Nana Sujana, S.Kom, S.H., CEO Gaido Travel & Tours, yang dimoderatori oleh Yunia Vivi Kartika, Direktur Excutive Gaido Institute.

Hasan Gaido, Founder dan CEO Gaido Group menjelaskan bahwa Gaido Foundation telah menyiapkan magang, pelatihan dan kompetisi dalam rangka mengembangkan talenta dan mempersiapkan sumber daya insani muda untuk dapat duduk dalam jajaran direksi unit-unit usaha Gaido Group dan para mitra program ini, dan dari pengalaman ini akan terus dikawal denga program berikutnya hingga menjadikan mereka 100 pengusaha muslim pendorong ekonomi syariah di Indonesia.

“Saya mengajak kepada santriwan dan santriwati, mahasiswa dan mahasiswi,  pemuda dan pemudi Indonesia untuk bergabung di program Gaido Foundation ini dalam rangka mencari 100 talenta muda yang dinamis dan adaptif, didukung kompetensi dan kapabilitas yang tinggi, inilah yang menjadi target penting kami” Ujar Hasan Gaido dalam sambutannya.

Kemudian Teguh Prasetya, Ketua umum Asosiasi IoT Indonesia dalam sambutannya juga menyampaikan bahwa perubahan teknologi di bidang digital hari ini sangat masif dan cepat.  Bermulanya era digital muncul karena penetrasi internet yang masif ke penjuru dunia. Bicara fakta, saat ini lebih dari 73 persen penduduk Indonesia sudah menjadi pengguna internet.

203 Juta penduduk Indonesia sudah siap dengan digitalisasi. Maka ini sangat menuntut inovasi di banyak bidang, tidak terkecuali sektor ekonomi syariah. Pandemi covid-19, nyatanya tidak menyurutkan perkembangan digital, alih-alih menjadi solusi di masa dan pasca pandemi, mau tidak mau kita dituntut bertransformasi ke digital jika ingin selamat dan tidak tertinggal.

Teguh juga menjelaskan bahwa kita saat ini dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan digital hari ini dan kemudian mengadopsi sesuai dengan kapasitas dan juga norma, nilai-nilai luhur kita. Ada banyak sektor yang mengalami trasnformasi digital dan terus akan bertumbuh ke depan yaitu Kesehatan, Ekonomi, Pendidikan,  dan Keamanan.

“Program mencari 100 Mujahid ini bukanlah berlebihan, karena pengguna internet ada 203 juta orang di Indonesia. Ekosistemnya pun masih terbuka, yang tradisional-konvensional masih banyak dan yang Syariah pun masih sedikit. Maka guna melakukan percepatan untuk itu tentu kita perlu berkolaborasi tidak hanya dengan talenta lokal namun juga internasional.”  Jelas Teguh.

Prof. Euis Amalia, Tokoh Akademisi Syariah 2021 dan Guru Besar Ekonomi Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dalam sambutan utamanya menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya atas inisiasi Gaido ini dalam mencari 100 Mujahid Ekonomi Syariah di Era Digital.

Lebih lanjut, Prof. Euis Amalia menjelaskan ekonomi syariah tidak hanya bicara halal dan haram dan tentang sebagian golongan, ekonomi dan keuangan syariah bukanlah suatu konsep yang eksklusif dan hanya ditujukan untuk umat Islam.

Konsep ekonomi syariah merupakan konsep yang inklusif yang secara aktif melibatkan seluruh lapisan masyarakat dalam pergerakan roda perekonomian.

Halal bukan saja tuntutan ajaran agama, tapi halal kita perlu dibranding dengan makna bahwa dengan halal kita hidup sehat, dengan halal hidup jadi lebih modern dan beradab, dengan halal kita lebih sejahtera dengan halal kita mampu mengangkat harkat martabat masyarakat.

Kampus tidak bisa berjalan sendirian, karena kampus tidak memiliki laboratorium, maka yang ada adalah teman-teman yang bergerak di Industri, sehingga kita perlu berkerjasama dengan kampus dan kelompok akademik, untuk bersama-sama mendevelop program yang menyiapkan kader-kader muda kita untuk siap menjadi mujahid dan mujahidah syariah.

“Harapan saya, kita bisa siapkan segara modul yang terstruktur, kita siapkan platformnya, juga kita harapkan mereka dapat menjadi agent sosialisasi literasi ekonomi syariah yang masih rendah di masyarakat, karena faktanya market share ekonomi syariah Indonesia baru 10 %, ini PR dan tantangan terbesar kita agar masyrakat mulai bertrasnaskasi secara syariah, dan dengan kita siapkan 100 pemuda yang siap turun seperti ini, saya pikir akan menjadi arus baru dan kontribusi nyata dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.“ tutup Prof. Euis Amalia.

Narasumber webinar pertama, Asep Suwarna, CEO Gaido Bank pada paparannya menjelaskan lima fokus Gaido Bank dalam bertrasnfomasi menujul digitalisasi Pertama, mendorong inovasi produk dan akselerasi transformasi transaksi  digital dengan perusahaan di Gaido Group. Kedua, mengembangkan produk yang mendukung ekosistem Kerjasama antar perusahaan. Ketiga, meningkatkan kapasitas SDI seiring dengan perkembangan industri digital. Keempat, mengakselerasi penerapan linked transaksi dengan kantor layanan  berbasis IT. Kelima, memperkuat sektor pendanaan dan permodalan Bank sebagai penyokong keseluruhan program.

Narasumber kedua, Mohammad Amin, CEO Gaido Corporation Pte. Ltd. menjelaskan di Singapore tidak hanya cukup menyebutkan halal namun menggunakan istilah halalan thayyiban mubarokan.

“Pengusaha muslim yang menjadi mujahid ekonomi syariah harus meneladani Rasul Saw dan menjalankan bisnisnya yang juga adalah dakwah. Mujahid ekonomi syariah harus sadar betul bagaimana beradaptasi dan mengadopsi teknologi digital untuk kemajuan bisnisnya yang berlandasakan ekonomi syariah”. Ujar Amin.

Narasumber ketiga, Ogy Winenriandhika, CEO Klinikgo, dalam paparannya menjelaskan tentang Klinikgo, startup bidang layanan kesehatan berbasis digital.

“Tagline kami adalah Indonesia’s fastest growing clinic chain, karena KilinikGo menargetkan pendirian 1.000 klinik hingga 2022. Kami punya mimpi, dapat membantu masyarakat  mendapatkan layanan kesehatan dengan harga terjangkau, serta memberikan fasilitas kesehatan terbaik di daerah terpencil di Indonesia.” Ujar Ogy

Hingga saat ini, KlinikGo telah melayani lebih dari 500 ribu pasien dan 10 ribu layanan homecare. Selain itu juga telah menyalurkan lebih dari 300 pengiriman produk kesehatan serta memiliki lebih dari 100 partner klinik.

Narasumber terakhir, Nana Sujana, CEO Gaido Travel & Tours, menjelaskan perusahaan haji, umrah, dan halal travel yang kini menginjak ke 19 tahun ini dan memiliki peirzinan sangat lengkap mulai dari pariwisata, izin umrah, izin haji dan izin franchise.

“Gaido Travel & Tours sejak situasi pandemi Covid-19 yang berdampak pada berbagai sektor bisnis, Gaido Travel melakukan gebrakan bisnis yang menjadikan Gaido Travel menang melawan Covid-19 ini, mulai pembukaan cabang baru dan reaktivasi cabang, sehingga saat ini tercatat Gaido Travel telah memiliki 63 kantor cabang masih ada target yang harus di selesaikan sekitar 57 kantor cabang dari target 120 kantor cabang se-Indonesia sampai tahun 2022.” Ujar Nana Sujana.

Nana mengaku saat ini yang dilakukannya adalah mencoba diversifikasi produk dan jasanya dengan memanfaatkan kemajuan digital yang ada. Tahun kemarin saja dengan adanya pandemi kami justru bisa turut serta tiga exhibition nasional dan  internasional. Membuka cabang secara virtual. Meraih Rekor MURI di momen 75 tahun kemerdekaan Indonesia.

Webinar ditutup dengan pembacaan Doa oleh K.H. Anang Rikza Masyhadi, Pimpinan Pondok Modern Tazakka dengan Pembawa Acara, Chandra Saputra, Putera Wisata Banten 2020, Duta Visit Baduy, Tilawah Qur’an H. Mustofa, Qori Internasional, CEO Cahaya Travel.

FSPP Banten Gelar Musabaqoh Qiratul Kutub dan Pelatihan Guru Tahfidz Al Qur’an Metode Tikrar

GAIDOFOUNDATION.ORG – Menyambut  hari Santri Nasional Forum Silaturahim Pondok Pesantren (FSPP) Provinsi Banten menyelenggarakan Musabaqoh Qiratul Kutub (MQK) dan Pelatihan Guru Tahfidz Al Qur’an Metode Tikrar. Kegiatan dipusatkan di Sekretariat FSPP Provinsi Banten di Kota Serang pada Kamis hingga Jumat, 21- 22 Oktober 2021.

KH. Abdul Basit selaku Ketua Panitia mengatakan bahwa tujuan kegiatan ini selaras visi keilmuan Pondok Pesantren mempelajari Al Qur’an dan mengembangkan tradisi kitab kuning dalam rangka tafaqquh fiddin.

“Pelatihan guru tahfidz Al Qur’an diikuti oleh 40 peserta dari Pondok Pesantren anggota FSPP. Pelatihan ini bagian dari kerjasama FSPP Provinsi Banten dengan Syamil Qur’an yang bermarkas di Bandung,”ungkpnya.

Menurutnya, Syamil Qur’an merupakan penerbit buku yang memiliki komitmen dengan gerakan mushaf Al Qur’an.

Sementara, KH. Anang Azhari Alie dalam sambutannya menyampaikan bahwa guru tahfidz Al Qur’an di Pondok Pesantren wajib fasih dalam bacaan sesuai hukum tajwid. Selain itu perlu memiliki kompetensi pedagogik yang menyenangkan sehingga santri merasa senang.

“Sedangkan MQK diikuti oleh utusan masing-masing 8 Kabupaten/Kota. Kitab yang menjadi bahan kajian adalah Karya intelektual Syeikh Nawawi al-Bantani,” tuturnya.

Dijelaskan KH.Anang, pada tingkat ula kitab Mirqati Shu’ud Al Tashdiq fi Syarhi Sullami Taufiq, tingkat wustho kitab Kasyifatus Saja fi Syarhi Safinati Al Naja, dan tingkat Ulya kitab tafsir Mirah Labid Li Kasyfi Ma’na Qur’an Majid.

Sementara itu, Fadlullah selaku Sekjend FSPP Provinsi Banten mengatakan, “sesuai komitmen FSPP mengembangkan kultur akademik dan etika kesarjanaan yang diteladankan Syeikh Nawawi al-Bantani, intelektual muslim asal Banten dengan reputasi internasional,”katanya tegas.

Penetapan Hari Santri Nasional bertujuan untuk mengingat dan meneladani semangat jihad para santri merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang digelorakan para ulama.

Maka, Pesantren selain fokus mengaji ilmu agama, saat ini juga didorong dan diharap peran serta dalam menumbuhkan dan mengebangkan aktivitas ekonomi di daerah.

FSPP dan Gaido Foundation berkolaborasi melahirkan Santri Mart dalam rangka mendukung Program Kemandirian Ekonomi Pondok Pesantren, Ekonomi Syariah Berbasis Pondok Pesantren dan Komunitas, dan Ketahanan Pangan Berbasis Pesantren.

Kita  berharap ke depan Insyallah, Santri Mart memiliki produk unggalan sendiri, selain saat ini sudah ada Beras Santri, Air Mineral Santri,  dilanjutkan nanti dengan Minyak Santri, Gula Santri dan lain-lain. Sehingga Santri menjadi branding yang kuat di masyarakat “Santri kuat, Indonesia Hebat” dan “ Santri Siaga Jiwa dan Raga”.

Klinikgo Bersama Menkes dan Gaido Grup Gelar Acara Vaksin Peduli Baduy

GAIDOFOUNDATION.ORG – Pemerintah terus menggalakkan program vaksin di Indonesia. Karena, ini penting untuk menghadapi pendemi Covid-19 yang terus menyebar setiap harinya.

Berangkat dari hal tersebut, Klinikgo bekerjasama dengan Gaido Grup dan Kementerian Kesehatan (Kemenekes) menggelar acara “Vaksin Peduli Baduy” yang terlaksana di Baduy. Acara tersebut di selenggarakan pada tanggal 14 dan 15 Oktober dan diikuti oleh 590 warga Baduy luar dan Baduy dalam.

Chief Executif Officer (CEO) KlinikGo, Ogy Winenriandhika mengatakan, secara keseluruhan acara vaksinasi ini adalah kolaborasi antara Mandalawangi dan Perkumpulan Urqng Banten ( PUB) dengan dukungan Berbagai Kementrian, BUMN, BUMD dan Swasta, salah satunya klinikgo. Karena, Klinikgo menjadi pihak yang terpilih untuk menyediakan layanan Telemedicine.

“Kita menjadi salah satu partner juga untuk telemedicine. Harapannya, jika bisa menjangkau Baduy, pemerataan vaksinasi di seluruh indonesia sudah bisa masif, dan bisa menjangkau area lain yang seperti baduy,” ujar pria yang kerap disapa Ogy, Kamis (14/10/2021).

Ogy juga menjelaskan, bahwa dalam acara tersebut, Klinikgo membantu menyuplai vaksinator dan memberikan edukasi layanan isolasi mandiri pada warga Baduy. Menurutnya, ini penting agar layanan kesehatan dan edukasi terkait kesehatan bisa didapatkan oleh masyarakat Baduy dan warga sekitar.

“Terus kita juga membagikan healty kit dari klinikgo yang isinya ada handsanitizer, masker dan lain lain, yang merupakan kerjasama antara klinikgo dengan enesis,” ucapnya.

Ia juga menuturkan, bahwa dirinya telah berdiskusi dengan Menkes, Budi Gunadi Sadikin terkait layanan kesehatan yang harus menyebar ke seluruh Indonesia. Karena, kesehatan menjadi poin penting untuk negara.

“Kalau bisa memang aplikasi telemedicine menjangkau daerah-daerah pelosok yang sulit untuk dijangkau. Karena, ini biar bisa merata juga gitu di seluruh Indonesia” ungkapnya.

Kedepannya, lanjut Ogy, Klinikgo akan terus memberikan layanan kesehatan Telemedicine yang merata ke seluruh wilayah Indonesia. Karena itu, Klinikgo akan bekerjasama dengan beberapa perangkat kesehatan dalam mewujudkannya.

“Jadi kita akan melakukan banyak hal, terutama dengan beberapa stakeholder juga dalam hal ini ada dari PUB (Perkumpulan Urang Banten) terus juga ada dinas kesehatan, Gaido Foundation dan ada beberapa klinik partner juga yang akan kita approach disini. Harapannya klinikgo tidak hanya menjangkau capital, tapi juga rural area juga. Ini juga merupakan target jangka pendek yang mau kita eksplor, kerjasama dengan beberapa stakeholder,” pungkasnya.

Selain itu, acara tersebut juga turut dihadiri oleh Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin. Dalam sambutannya, ia menjelaskan, bahwa vaksinasi di Indonesia telah mencapai 103 juta orang. Menurutnya, untuk mencapai target vaksin 100 juta berikutnya cukup sulit. Karena lokasinya yang sulit untik dijangkau.

“Selain itu, ada daerah-daerah di kepulauan yang sulit untuk dijangkau. Jadi saya berterimakasih kepada teman-teman, karena saya selalu bertanya-tanya ini gimana caranya masuk ke daerah terpencil. Jadi acara vaksinasi ini sangat membantu, khususnya dalam hal vaksin di daerah Baduy,” pungkasnya.

Sementara itu, CEO Gaido Grup, Hasan dalam Sambutan nyan juga menyampaikan, dirinya sangat bersyukur atas diselenggarakannya Vaksin Peduli Baduy. Karena, ini menjadi bukti bahwa orang Baduy ternyata mengerti akan pentingnya kesehatan

“Ini merupakan suatu berkah, bahwa orang baduy itu ternyata ingin diajak bicara. Kemudian dengan izin dari bupati lebak dan aturan Adat baduy yang bisa datang kesini dan melaksanakan vaksin, ini merupakan hal yang luar biasa,” ungkapnya.

Diketahui acara “Vaksin Peduli Baduy” telah terselenggara dengan baik. Terdapat 590 orang yg dalam satu hari mengikuti vakisin baik baduy dalam, baduy Luar dan luar Baduy atau masyraktat sekitar Baduy.

“Penyelenggaraan kegiatan vaksin peduli baduy bisa terlaksana dengan baik, berkat kerjasama antara mandalawangi dengan Perkumpulan Urang Banten, bantuan dari Dinas kesehatan provinsi Banten, dan Klinikgo serta para seponsor juga panitia yang antusias mengorbankan waktu pikiran dan tenaga dalam acara ini,” pungkas Hasan.

Teken MoU, Baznas Banten dan Gaido Group Kerjasama Tingkatkan Kesejahteraan Mustahik dan Pengentasan Kemiskinan di Banten

GAIDOFOUNDATION.ORG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten bersama Gaido Group  teken Momerandum of Understanding (MoU) tentang pengumpulan dan penyaluran dana zakat, infak, dan sodakoh guna peningkatkan kesejahteraan mustahik serta pengentasan kemiskinan di Provinsi Banten, yang diteken langsung oleh Ketua Baznas Banten Prof. Dr. H.E Syibli Syarjaya, LML., MM dan Founder dan CEO Gaido Group, Muhammad Hasan Gaido, pada Jum’at, (24/09) di Kantor Pusat Baznas Provinsi Banten, Serang, Banten.

Ketua Baznas Banten, Prof Dr. HE. Syibli Syarjaya, LML., MM., menjelaskan bahwa potensi ZIS di Banten berdasarkan hasil riset Pusat Kajian Strategis (Puskas) Baznas RI sebesar Rp 7,6 Triliun dan pada tahun 2020, baru terkumpul sebesar Rp 120 miliar hasil kerjakeras Baznas Banten, Baznas Kabupaten/Kota dan 10 Lembaga Amil Zakat (LAZ).

“Banten ini punya potensi begitu besar, setengah APBD Provinsi Banten. Namun sampai saat ini Baznas Pusat memberi target ke Baznas Banten yaitu Rp 264 M, dan kami belum bisa mencapai target bahkan 50 % nya, yaitu baru tercapai Rp 120 M.“ ujar Prof. Syibli.

Oleh karena itu, menurutnya, Baznas Banten perlu melakukan filtrasi dan sosialisasi terus menerus kepada masyarakat agar mereka menyalurkan zakatnya melalui Lembaga yang diakui negara, yaitu Baznas.

Permasalahan yang masih dominan di Banten adalah masalah kemiskinan. Baznas sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, sodaqoh yang di dalamnya ada proses mengumpulkan, mengelola dan mendistribusikan, Baznas juga turut serta membantu pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan.

Kami sadari dalam menyelesaikan permasalahan umat tidak bisa dikerjakan oleh satu atau dua lembaga, namun perlu banyak kolaborasi dengan berbagai pihak yang se-visi dan sejalan untuk menyelesaikan masalah tersebut.

“Alhamdulillah, Baznas  dan Gaido Group hari ini (24/09) menandatangani kerjasama dalam membentuk gerakan bersama dalam mengentaskan kemiskinan itu. Konkirtnya, telah dibuat Unit Penyaluran Zakat (UPZ) Gaido Foundation dengan ekosistem syariahnya yang terintegrasi, sehingga zakat yang dikumpulkan dan disalurakan, dapat dirasakan manfaatnya oleh mustahik yang ada di Banten. Selain itu, kami juga berharap dengan adanya kerjasama ini semakin mengeratkan hubungan, saling tolong menolong dan saling menguatkan antara lembaga social dengan sektor bisnis melalui CSR-nya.” ungkap Prof. Syibli.

Sebagai penggiat ekonomi syariah nasional, Muhammad Hasan Gaido mengungkapkan sangat strategis membangun kerjasama dengan Baznas Banten, sebab the real ekonomi syariah adalah bicara soal zakat, infak dan sedekah. Apalagi Provinsi Banten dikenal religiusitas Islamnya sangat tinggi.

“Maka kita ini punya slogan, ABG Cantik. Maksudnya adalah Academicy, Business, Government dan Community. Membangun Banten itu harus kolaborasi antara akademisi, bisnis, pemerintah dan komunitas masyarakat,” ujarnya.

Visit Baduy 2021, Bangkitkan Pariwisata Baduy dengan Kearifan Lokal dari Dampak Covid 19

GAIDOFOUDNATION.ORG – Sektor pariwisata menjadi motor pemulihan ekonomi yang dapat menggerakkan ekonomi kerakyatan di berbagai bidang. Namun, perlu pendekatan baru dengan memperkuat kearifan lokal yang memiliki nilai-nilai luhur ke-Indonesia-an.

Maka pada Sabtu-Minggu, 25-26 September kemarin telah sukses terlaksana Visit Baduy 2021, bertajuk “Ngawangkong Budaya Baduy” di kawasan Suku Baduy, Kabupaten Lebak, Banten.

Acara ini dihadiri langsung oleh tokoh adat Suku Baduy, Jaro Saija, Ayah Mursid dan dua tokoh asli Baduy lainnya, bersama Guntur Subagja Mahardika (Asisten Staf Khusus Wakil Presiden RI), Agus Setiawan (Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten), Dedi “Miing” Gumelar (Pemerhati Budaya), Komjen Pol. (Purn) Dwi Priyatno (Tokoh Peduli Wisata daerah), dan Muhammad Hasan Gaido (Founder Gaido Foundation), serta dipandu moderator A Yani (Pengurus PUB).

Asisten Staf Khusus Wakil Presiden RI Guntur Subagja Mahardika menegaskan, nilai-nilai kearifan lokal (local wisdom) menjadi nilai jual (selling point) yang dapat menarik wisatawan domestik dan mancanegara.

“Visit Baduy 2021 dikembangkan tanpa harus menghilangkan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal,” ungkap Guntur Subagja.

Guntur Subagja mengapresiasi Presiden Joko Widodo yang dalam acara kenegaraan peringatan HUT Republik Indonesia ke-76 menggunakan pakaian adat Baduy. Ini merupakan apresiasi Presiden Jokowi terhadap budaya dan masyarakat Baduy. Dukungan dan perhatian Presiden tersebut, kata Guntur, dapat menjadi momentum membangkitkan pariwisata budaya Baduy khususnya, serta promosi pariwisata Banten dan pariwisata Indonesia.

Ia juga menjelaskan, Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin juga mendorong pariwisata tumbuh untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan di tengah pandemi Covid-19. Dalam Global Tourism Forum – Asia Leaders Summit 2021, Wapres mengatakan, pemerintah juga mencatat adanya perubahan tren pariwisata pasca pandemi, yaitu destinasi wisata alam terbuka, tidak terlalu ramai pengunjung, serta concern terhadap faktor kebersihan, kesehatan, keamanan dan kelestarian (4K).

“Wapres juga konsen pengembangan Desa Wisata Agro (Dewa) dan Desa Wisata Industri (Dewi), dan membangkitkan UMKM,” jelas Guntur.

Baduy adalah salah satu contoh budaya yang menjaga keseimbangan alam, manusia, spiritualnya.

Pemerhati Budaya Dedi “Miing” Gumelar mengungkapkan, Baduy adalah merek (brand) yang dapat mengangkat pariwisata Banten.

“Brand Baduy harus dikembangkan dengan tetap menjaga nilai-nilai budayanya,” kata Miing.

Putera Banten ini siap turut membantu mengembangkan pariwisata Banten. Untuk menggerakan pariwisata, kata Miing, pemerintah harus perbaiki infrastruktur di kawasan wisata. Selain itu sumber daya manusia (SDM) lokal harus dikembangkan sehingga memiliki kapasitas dalam pengelolaan dan pelayanan wisata.

“Seharusnya ada 17 kementerian yang terlibat dakam pengembangan pariwisata, begitu juga dinas-dinas di daerah,” kata Miing.

Kepala Dinas Pariwisata Banten Agus Setiawan menyampaikan perkembangan pariwisata Banten, termasuk dukungan pemerintah terhadap kawasan wisata Baduy.

Sementara pengusaha nasional di bidang pariwisata, Muhammad Hasan Gaido memaparkan makna dan tujuan Visit Baduy 2021 yaitu merespon apresiasi dari Presiden RI, Joko Widodo yang mengenakan baju khas adat Baduy acara kenegaraan peringatan HUT Republik Indonesia ke-76 lalu dan dilanjutkan dengan kunjungan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno ke Lebak, Banten yang juga mengenakan baju khas Baduy dan menyampaikan bahwa baju Baduy habis terjual baik offline maupun online.

“Karena itu kami bergerak cepat berkoordinasi dengan beberapa pihak di antaranya Kadis Pariwisata Banten, Perkumpulan Urang Baten (PUB), Himpunan Pariwisata Indonesia (HPI) dan lainnya untuk mengemas Visit Baduy 2021 yang  rencananya dimasukkan ke Calender Event tahunan setiap bulan September dan melakukan ngawangkong (Dialogue) Budaya Baduy di rumah Jaro Saija selaku tuan rumah perwakilan suku Baduy” ujar Hasan Gaido

Sebelum diadakan Ngawangkong di lakukan kunjungan ke Sentral Budidaya Lebah Madu Baduy di Cibengkung milik masyarakat Baduy, Ki Musung, dalam rangkang menepis  berita yang viral beberapa waktu lalu bahwa marak adanya produksi madu palsu dengan mencatut madu Baduy.

Rombongan dihidangkan madu asli yang ada sarang madunya dan di sentra peternakan madu Baduy dan peserta juga disuguhi makan siang dan makan duren Baduy.

Sehingga melalui kegiatan ini kami segenap lapisan masyarakat Banten bersama pemerintah siap menjaga budaya Baduy dengan segala adat istiadatnya dan mengajak wisatawan dalam negeri dan luar negeri datang ke Baduy dengan tujuan wisata budaya.

Kegiatan Visit Baduy 2021 di mulai dari Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound, Baros,  Serang Banten dengan sebelumnya sarapan pagi nasi uduk dengan semur jengkol khas menu dari Banten Restoran yang ada di Baduy Outbound dan rombongan Visit Baduy 2021 bergerak jam 08.30.

Kami siap sinergi dan kolaborasi dengan semua pihak untuk memajukan pariwisata di Banten secara umum dan khususnya wisata budaya Baduy silahkan mengikuti di sosmed IG, FB dan Youtobe Visit.Baduy akan mendapatkan informasi berbagai kegiatan dan informasi seputar Visit Baduy.

Kami siap sinergi dan kolaborasi dengan semua pihak untuk memajukan pariwisata di Banten secara umum dan khususnya wisata budaya Baduy silahkan mengikuti di sosmed IG, FB dan Youtobe Visit.Baduy akan mendapatkan informasi berbagai kegiatan dan informasi seputar Visit Baduy.

Semoga kegiatan ini menjadi pengerak peningkatan ekonomi melalui sektor pariwisata Banten di tengah pandemi Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan.

Hasan Gaido Ajak Santri Asah Jiwa Entrepreneurship Sejak Dini

GAIDOFOUNDATION.ORG-Rangkaian Gelaran Workshop Pemulihan Ekonomi dari Dampak Pandemi Covid-19 telah sukses terselenggara pada 07-31 Agustus 2021, yang pada akhirnya ditutup dengan tema “Menumbuhkan Jiwa Entreprenurship di Kalangan Santri” dengan menghadirkan praktisi bisnis Syariah, Muhammad Hasan Gaido, founder dan CEO Gaido Group, pada Selasa (31/08) yang lalu di Aula Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound

“Mulai dari sekarang, para pelajar santri, kejarlah cita-cita kalian. Dan sebagai generasi penerus bangsa, dan agama harus mulai mempersiapkan diri untuk menjadi leader, baik dalam dunia dakwah, Pendidikan, organisasi maupun dunia bisnis” katanya.

Dalam kesempatan itu, Hasan Gaido, memaparkan bagaimana perjuangan sosok Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam (SAW) bersaing tampil menjadi yang terbaik di zamannya kala itu, hingga akhirnya menjadi sosok pemimpin agama, pemimpin negara yang juga berangkat dari seorang pedagang.

“Ya, Rasulullah, suri tauladan kita adalah seorang pebisnis, pedagang yang amanah dan profesional, dan hingga akhirnya dia dipercaya untuk menjadi pemimpin,” ujarnya.

Begitu pula bagaimana para sahabat Rasulullah, Usman bin Affan atau Abdurahham bin Auf yang dikenal sebagai wirausahawan sejati yang berpegang pada ajaran Islam yang dibawa oleh Rasulullah SAW.

“Mudah-mudahan dari santri-santri di Banten ini akan lahir para pemimpin sukses yang terus mengembangkan ekonomi Syariah. Contohnya sudah ada para pemimpin hebat, Gus Dur dan  K.H. Ma’ruf Amin, dari kalangan santri  sukses menjadi Presiden dan Wakil Presiden.” kata Hasan Gaido berharap.

Sejalan dengan itu  Hasan Gaido juga menyampaikan bahwa kita juga harus mendorong kemandirian ekonomi berbasis pesantren, maka pesantren harus punya produk unggulan sehingga kemandirian ekonominya kuat.

“Saat ini di Banten sudah ada Beras Santri berikutnya, kita nantikan setelah dari workshop ini semoga  banyak produk-produk  dari santri. Kita juga sedang membangun Santri Mart sebagai pusat ritel yang dapat memenuhi segala kebutuhan masyarkat, khususnya pondok-pondok pesantren. Mari kita dukung agar produk santri sampai nasional bahkan bisa internasional” ungkap Hasan Gaido.

Hasan Gaido telah meletakkan pondasi-pondasi dalam berbisnis dalam perusahaan yang dibangunnya. Pengembangan Gaido Group, lanjutnya, dibangun dengan konsep Sistem Triangle yakni Operation and ProductSales and Marketing dan Administration and Finance. Ketiga divisi tersebut saling terkait dalam sistem yang dianut Gaido Group menjadi tanggungjawab seorang CEO atau pimpinan perusahaan.

Selain Triangle, kata Hasan Gaido, ia juga meletakkan lima tahapan untuk menuju sukses. Di antaranya Well Planning (perencanaan yang baik), Clear Goal (target yang jelas), Strategy (cara yang digunakan), Solid Team (tim yang solid) dan Smart Personal (individu yang handal). “Inilah yang oleh Gaido Group dinamakan sebagai Five Steps How to Get Success. Dimana kelima pilar tersebut mengacu pada rukun Islam, yakni Syahadat, Sholat, Zakat, Puasa dan Haji,” katanya.

Workshop Pembuatan Sabun Herbal dan Sabun Cuci Homemade

HAJIUMRAHNEWS.COM-Workshop Pembuatan Sabun Herbal dan Sabun Cuci Home Made” bersama Ahmad Hidayat, ST, MM, Ketua LPP Komibank Learning Institute digelar Minggu, (15/08) pagi hingga sore di Kawasan Wiata Halal Baduy Outbound.

Kegiatan workshop kali ini masih merupakain lanjutan seri-seri wokshop “Pemulihan Ekonomi dari Dampak Covid-19” yang dipersembahkan oleh Gaido Foundation dan Santri Mart, didukung oleh Baznas Provinsi Banten, Forum Silaturahim Pondok Pesantren (FSPP) Provinsi Banten, Perkumpulan Urang Banten (PUB), Insan Tani dan Nelayan Indonesia (Intani) DPW Banten, Kamar Dagang Industri (KADIN) Provinsi Banten dan disponsori oleh Bank Banten, Baduy Outbound dan Banten Restaurant.

Terlihat hadir Presedium FSPP, K.H. Samsul Ma’arif dan memberikan sambutan di awal acara ini yang dipandu langsung oleh Muhammad Hasan Gaido, founder Gaido Foundation.

Pada workshop kali ini antusiame peserta bisa disaksikan ketika mereka mempraktikkan langsung cara membuat sabun herbal dengan bahan-bahan yang gambang didapatkan di rumah. Diawali dengan penjelasan teori dari narasumber, tentang komposisi, jenis-jenis bahan, dan memilih aroma sabun seperti zaitun, pepaya, sereh, lidah buaya dan nano nano.

Peserta yang hadir sebagian besar adalah santri-santi yang berasal dari berbagai pesantren yang ada di Lebak, Pandeglang, Serang dan Cilegon. Worksop ini diselenggarakan dengan menjalankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, hanya maksimal 76 orang, disesuaikan dengan momentum HUT ke 76 Tahun  Republik Indonesia dan bisa disaksikan secara live di akun Instagram Gaido Foundation.

Harapannya, selain bisa dipergunakan untuk pribadi, namun juga bisa ditingkatkan untuk sumber ekonomi dalam skala tertentu, mulai dari rumahan, komunitas, hingga besar. Sehingga, perlu adanya workshop seperti ini agar, santri-santri termotivasi menciptakan produk unggulan yang bisa jadi kebanggaan diri dan pondok pesantrennya.

‘Saya sangat mendukung kegiatan workshop yang diadakan oleh Gaido Foundation dan Santri Mart dan mengucapkan terima kasih karena bagi  FSPP dan pesantren kegiatan semacam ini sangat penting. Hampir jarang kegiatan seperti ini dilakukan oleh swasta yang seharusnya dilaksanakan oleh pemerintah, yang memiliki kebijakan dan anggaran serta jaringa sampai ke desa-desa” ujar Kyai Samsul.

Kami sangat punya kepentingan agar ponpes memiliki kemandirian ekonomi dari santri untuk santri. Nantinya agar lahir produk-produk unggulan seperti sabun santri, shampo santri, minyak santri, menyusul produk beras santri yang sudah berjalan saat ini.

Muhammad Hasan Gaido betindak sebagai host menyampaikan workship hari ini merupakan seri lanjutan wokshop yang sudah berjalan sebeleumnya dengan topik berbeda, mulai dari pertanian, perkebunan, perikanan dan pariwisata.

Sementara program yang akan dilakukan ke depan adalah workshop tentang properti, restoran halal, keuangan syariah, manajemen ritel dan entreprenurship.

“Semoga workshop ini menjadi bukti karya anak bangsa dalam memperingati kemerdekaan kalau dulu para pejuang mengorbankan darah dan nyawa maka kami saat ini mengorbankan waktu, pikiran, tenaga dan harta untuk mengisi kemerdekaan semoga menjadi amal shaleh buat kita semua.” ujar Hasan Gaido.

Harapannya kegiatan ini menjadi motivasi dan inspirasi pemerintah untuk membangun peradaban dengan melibatkan semua pihak tidak jalan sendiri. Masyarakat perlu program yang konkrit untuk pemulihan ekonomi dari dampak Covid-19.

Gaido Foundation mencoba mengajak semua pihak untuk bersatu padu bergerak bersama sinergi dan kolaborasi dengan konsep ABG Cantik  (Akedmisi, Business, Government dan Community.)

“Ayo para santri di Indonesia khsuusnya di Banten kita buat satu produk unggulan agar Santri Sehat, Indonesia Kuat. Kita jadikan motivasi Pak Wakil Presiden sebagai santri jadi Wakil Presiden dan jadikan Gus Iwan, yaitu santri bagus, pintar mengaji dan usahwan.” Ajak Hasan Gaido.

Semoga program ini mampu mengangkat pemulihan ekonomi syariah di Banten dari dampak Covid-19. Insyaallah akan ada produk pesantren yang bisa ekspor ke Timur Tengah” tambah Hasan Gaido yang juga bertindak selaku Presiden Indonesia Saudi Arabia Business Council (ISABC).

Workshop Bertani bersama Petani Millennial di Masa Pandemi

HAJIUMRAHNEWS.COM- Banten teramat kaya dengan sumberdaya alam yang melimpah ruah. Tanahnya sangat subur menjadi penopang ibu kota DKI Jakarta. Kalau provinsi lain harus jual mahal karena moda transporrtasi yang cukup mahal karena jarak yang jauh tapi Banten selangkah sudah sampai Jakarta Namun mayarakat nya masih banyak yang bodoh dan petaninya masih terbelakang.

Keprihatinan ini tak boleh terus berlanjut, kekayaan Banten harus menjadi sumber kemakmuran rakyatnya. Karenanya, dilaksanakan Workshop Pemulihan Ekonomi dari Dampak Pandemi Covid-19, Gaido Foundation dan Santri Mart menggelar upaya kebangkitan petani dengan menghadirkan ahli pertanian, Prof. Dr. Ali Zum Bashar dan petani millennial, Dicki Budi, yang dipandu langsu oleh host, Muhammad Hasan Gaido, pada Minggu, (08/08) di Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound.

Ali Zum Bashar mempraktikkan temuannya berupa padi Varietas Trisakti dan Tekhnologi Mikroba Google (Migo) di hadapan puluhan petani di Baros, Kabupaten Serang. Workshop ini disupport oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Banten, Forum Silaturahmi Pondok Pesantren, Intani Banten, Kadin Banten dan Perkumpulan Urang Banten (PUB).

“Petani itu harus berdaya, harus tampil terdepan dalam pembangunan. Menanam bukan ilmu cerita dari leluhur, tapi harus ditopang ilmu pengetahuan,” ujar Muhammad Hasan Gaido, Founder Gaido Grup yang juga president ISABC.

Ali Zum Bashar menyampaikan bahwa padi varietas Trisaksti hanya butuh waktu tumbuh selama 75 hari hingga masa dipanen. Artinya petani cukup 2,5 bulan dari masa tanam sampai memetik hasilnya. Sementara tekhnologi Mikroba Google (Migo) adalah vaksin tanah yang bisa membunuh hama dan memperbaiki unsur hara pada tanah.

“Perpaduan padi varietas super ini dgn Migo, hasilnya bisa 16,5 ton per hektar,. Dua kali lipat hasil varietas terbaik manapun,” ujar Ali Zum Bashar.

Diungkapkan Ali Zum Bashar bahwa teknologi Migo ini tidak hanya untuk padi, tapi juga buat vaksin tanah bagi sayuran, buah-buahan dan umbi-umbian.

“Mari kita berdaulat secara ekonomi dan lepas dari kemiskinan dan kebodohan. Saatnya petani bangkit, saya ikhlas ridho temuan ini digunakan oleh petani siapapun,” ujarnya Ali Zum Bashar.

Seperti diketahuai Ali Zum Bashar  sudah berhasil membuktikan panen kedelai yang mampu tumbuh dengan polong di atas 3.000 buah per batang.

Ditempat yang sama, juga langsung disimulasikan bagaimana membuat vaksin tanah yang sederhana dan alami. Dengan modal 1 kg pupuk urea atau diganti dengan air seni (kencing), lalu 0.5 kilogram gula dan 20 liter air maka sudah bisa berhasil membuat tekhnologi Mikroba Google untuk lahan.

Sementara pertani millennial, Dicki Budi dalam paparannya turut berbagi keresahan dan bertanya-tanya kenapa dari provinsi yang jauh bisa mengirimkan sayuran dan beras ke Jakarta bahkan Banten beli sayuran dari luar Banten sementara tanah Banten sangat subur.

“Saya datang ke Baduy Outbound dan disiapkan tanah oleh Pak Hasan untuk merubah tanah yang tidak produktif menjadi produktif dan mampu memberikan keilmuan yang saya miliki kepada petani yang ada di lingkungan Baros, Serang, Banten.” ujar Dicki Budi

Ia mengajarkan langsung cara menanam daun bawang, cabe rawit dan lidah buaya dan berharap semoga para petani dengan ada nya workshop ini menjadi semangat bertani dan bahwa bertani itu menyenangkan karena kita bisa bertani dengan berbagai jenis tanaman sayur bukan monoton satu jenia saja.

Salah satu peserta beranama Asep berasal dari kampung Sukamanah mengaku merasa beruntung mengukuti workshop yang diinisiasi oleh Gaido Foundation ini.

“Terima kasih sudah turut mau memikirkan nasib petani, dan membina terjun ke lapanganan  ke sawah dan ke kebun ikut mengajarkan cara menanam dan mencari bibit unggulan serta dengan metode pupuk organik. Saya merasa gembira dan bangga semangat untuk segera beralih denga bibit dan pupuk yang ada di Santri Mart lebih pasti dan terjangkau.” tegas Asep. (RED)

Workshop Cara Bertani Berkah, Panen Melimpah !

 

HAJIUMRAHNEWS.COM – Indonesia teramat kaya dengan sumberdaya alam yang melimpah ruah. Tanahnya sangat subur menjadi rebutan bangsa-bangsa hingga pernah dijajah beratus-ratus tahun lamanya. Namun, rakyatnya dan petaninya masih banyak yang terbelakang.

Keprihatinan ini tak boleh terus berlanjut, kekayaan alam Indonesia harus menjadi sumber kemakmuran rakyatnya. Karenanya, melalui Workshop Pemulihan Ekonomi dari Dampak Pandemi Covid-19, Gaido Foundation dan Santri Mart menggelar upaya kebangkitan petani dengan menghadirkan ahli pertanian, Prof. Dr. Ali Zum Bashar untuk mempraktekan temuannya berupa padi varietas Trisakti dan Teknologi Mikroba Google (Migo) dihadapan puluhan petani di Baros, Kabupaten Serang.

Workshop ini didukung oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Banten, Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP), Insan Petani dan Nelayan Indonesia (INTANI) DPW Banten, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Banten dan Perkumpulan Urang Banten (PUB).

” Petani itu harus berdaya, harus tampil terdepan dalam pembangunan. Menanam bukan ilmu cerita dari leluhur, tapi harus ditopang ilmu pengetahuan. Sehingga, menyambut tahun baru Islam 1443 H dan dirgahayu ke 76 tahun Republik Indonesia. Mari kita hijrah agar ekonomi Banten bangkit dari dampak Covid-19 dengan cara meningkatkan pendapatan para petani sehinga petani sejahtera dan Banten menjadi penopang padi nasional. ” ujar Muhammad Hasan Gaido, Founder Gaido Gruop yang juga menjabat President Indonesia Saudi Arabia Business Council (ISABC).

Pada kesempatan ini, Prof. Ali menyampaikan bahwa padi varietas Trisaksti hanya butuh waktu tumbuh selama 75 hari hingga masa panen. Artinya petani cukup 2,5 bulan dari masa tanam sampai memetik hasilnya. Sementara teknologi Mikroba Google (Migo) adalah vaksin tanah yang bisa membunuh hama dan memperbaiki unsur hara pada tanah.

“Perpaduan padi varietas super ini dengan Migo, hasilnya bisa 16,5 ton per hektar,. Dua kali lipat hasil varietas terbaik manapun,” ujar Prof. Ali.

Diungkapkan Prof. Ali  bahwa tekhnologi Migo ini tidak hanya untuk padi, tapi juga buat vaksin tanah bagi sayuran, buah-buahan dan umbi-umbian.

“Mari kita berdaulat secara ekonomi dan lepas dari kemiskinan dan kebodohan. Saatnya petani bangkit, saya ikhlas ridho temuan ini digunakan oleh petani siapapun,” ujarnya Prof Ali. seraya menyebutkan bahwa pihaknya sudah berhasil membuktikan panen kedelai yang mampu tumbuh dengan polong di atas 3.000 buah per batang.

Sementara itu, Ace Sumirsa Ali, Pimpinan Baznas Banten yang hadir dalam kesempatan workshop itu mengungkapkan bahwa saatnya petani Banten bangkit, keluar dari gaya dan cara bertani tradisional. Sebab petani jangan melulu hidup miskin tetapi sebaliknya harus berubah menjadi kaya-raya.

“Petani jangan distigmakan melulu sebagai Mustahik, mari beranjak menjadi Muzakki sebab Islam telah dengan jelas menyebut bahwa petani adalah Muzaki dari hasil taninya. Beruntung kita punya Pak Hasan Gaido dan Prof Ali yang amat peduli pada pertanian,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Sekjen FSPP, Dr. Fadlullah menguatkan bahwa petani adalah sayyidul bilad, rajanya alam. Karena itu semua orang di dunia akan bergantung pada hasil kerja petani sebab petani lah sumber datangnya kebutuhan pokok.

“Petani itu Sayyidul Bilad. Tanah kita sudah sangat subur, tinggal petaninya yang bisa hidup subur. Darimana, dari cara kerja bertani yang hasilnya melimpah ruah,” ujarnya.

Dalam kesempatan workshop tersebut langsung dibentuk kelompok tani dan struktur pengurusnya. Sebab pemaparan Prof Ali dan kesiapan menindaklanjuti dalam bentuk penyiapan lahan demplot amat menarik bagi peserta workshop.

Ditempat yang sama, juga langsung disimulasikan bagaimana membuat vaksin tanah yang sederhana dan alami. Dengan modal 1 kg pupuk urea atau diganti dengan air seni (kencing), lalu 0.5 kilogram gula dan 20 liter air maka sudah bisa berhasil membuat tekhnologi Mikroba Google untuk lahan sawah 1 hektar.

Phosmit yang menjadi bahan vaksin ini dipastikan akan memberi manfaat luar biasa hasil lebih melimpah, panen bermutu tinggi, tanaman yang subur, sehat, berbuah lebat. Tidak hanya itu, vaksin ini akan memberi keseimbangan fisiologis dan kecukupan hara esensial, memperkokoh batang dan ranting, tahan serangan penyakit serta menghemat pestisida dan pupuk kimia.

Sementara Bio P 2000 Z sebagai cairan vaksin akan amat bermanfaat karena bisa meningkatkan hasil yang berlipat dan waktu panen yang amat pendek hanya 75 hari saja.

Baznas Banten-Gaido Foundation, Laksanakan Pemotongan Hewan Qurban di Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound

GAIDOFOUNDATION.ORG-Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menyediakan layanan kurban online bagi masyarakat yang ingin berkurban pada Hari Raya Idul Adha 2021.

Seperti yang diketahui, Idul Adha 1442 Hijriah bertepatan dengan tanggal 20 Juli 2021. Akan tetapi, menyusul adanya pemberlakuan PPKM Darurat Jawa-Bali sejak 03-20 Juli, kegiatan masyarakat dibatasi secara ketat termasuk saat prosesi pemotongan hewan kurban.

Meski begitu, hal tersebut tentu bukan menjadi halangan bagi siapa saja yang ingin berkurban saat Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah.

Layanan kurban online yang disediakan Baznas bisa menjadi solusi terbaik untuk tetap dapat berkurban di tengah pandemi. Kunjungi laman https://baznas.go.id/kurbanbaznas – dan isi form pendaftaran kurban online Baznas.

Sehingga pada hari ini, Rabu (20/07) Baznas Provinsi Banten dan Gaido Foundation melakukan pemotongan hewan qurban pada Idul Adha 1442 Hijriah di Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound, Baros, Kabupaten Serang, Banten.

Hadir Ketua Baznas Banten, Prof. Dr. H. Syibli Sarjaya, LML., MM, Founder Gaido Foundation, Muhammad Hasan Gaido, Wakil Ketua I Baznas Banten,  K.H. Zainal Abidin Suja’I, Wakil Ketua Umum Perkumpulan Urang Banten (Baznas) Bidang Sosial dan Agama, Anang Rahmatullah, Ketua Yayasan Anak Shaleh Internasioal (YASI)  Nana sujana, Ketua UPZ Gaido Foundation, Hadi Hermanto serta jajaran Baznas Banten dan Gaido Foundation.

Dalam sambutannya sebelum memulai pelaksanaan pemotoangan qurban, Prof. Syibli Sarjaya menyampaikan harapannya semoga apa yang dilakukan Baznas Banten dan Gaido Foundation menebar barokah bermanfaat untuk masyarakat Banten apalagi dalam kesempatan ini di masa pandemi covid 19 bantuan ini sangat dibutuhkan.

“Program ini bertujuan untuk pemberdayaan masyarakat dan peternak desa, membantu masyarakat tedampak covid, memudahkan Mudhahy dalam berkurban, membangun sinergitas program antara Baznas Banten dan UPZ Gaido Foundation dan mengedukasi makna berkurban bagi masyarakat.” ujar Ketua Baznas Banten ini.

Selanjutnya, Muhammad Hasan Gaido selaku Founder Gaido Foundation yang turut memberikan sambutannya.

“Ke depan Gaido Foundation dengan Baznas Banten akan terus berkolaborasi baik dalam program penerimaan dan penyaluran Ziswaf juga dalam membantu Pondok Pesesantren  dan UKM untuk sinergi dalam pertanian, perikanan dan perdagangan” Ujar Hasan Gaido yang juga sebagai Bendahara Komite Ekspor Halal DPP MES ini.

Seperti yang dilaporkan diketahui tahun ini Baznas Banten dan Gaido Foundation menyalurkan 23 kambing, 4 sapi dan 1 kerbau.

“Semoga tahun depan bisa sampai lebih dari 100 pengurban, kita sokong dengan program tabungan qurban Gaido Foundation.” Tutup Hasan Gaido.

Hewan kurban sebanyak itu akan dipotong dan didistribusikan di dua tempat, yakni kawasan Baros Kabupaten Serang dan Kalanganyar Kabupaten Lebak.

Pada hari ini, paket daging qurban dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Menariknya, tak hanya daging yang diberikan melainkan juga sejumlah uang tunai kepada para penerima daging qurban dari golongan fakir dan miskin. (SLM)