Gaido Foundation lakukan “RAZIA PERUT LAPAR” selama PPKM Darurat



Gaidofoundation.org-
Upaya-upaya kebaikan terus digencarkan di tengah pandemi Covid-19. Semangat ulur tangan tetap dilakukan, seperti halnya Gaido Foundation lakukan siang tadi, Jumat (16/07) di Serang, Banten melalui program “Razia Perut Lapar”

Membagikan makanan gratis berupa nasi kotak menu ayam geprek dari Banten Restaurant, kegiatan sosial ini berlangsung di sekitaran Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound, Baros, Serang, Banten yang diperuntukkan bagi  orang-orang yang membutuhkan, seperti pemulung, tukang parkir, pemulung, pengemis, dan pengemudi ojek.

Terlihat senyum manis yang terlukis indah di raut wajah masyarakat karena rasa antusias akan kegiatan aksi ini. Bak oase di gurun pasir, kehadiran bagi-bagi makan merupakan langkah afektif, terlebih kini kegiatan masyarakat sedang  dibatasi.

Ketua Program Operasi Perut Lapar, Moch. Rikza, menjelaskan, pihaknya percaya semangat dan solidaritas kepada sesama sangat dibutuhkan di kondisi saat ini.

Khoirunnas anfa’uhum linnas, sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia. Sebagai bentuk tanggung jawab sosial kepada yang membutuhkan bantuan, itu saja..” ujar Rikza.



Pembagian makanan gratis rencananya bakal terus dilakukan hingga satu bulan ke depan setiap hari Jum’at. Ini sekedar meringankan beban warga yang selama ini terdampak ekonomi selama kegiatan PPKM darurat ini.

“Kita proyeksi sebulan ke depan. Jika masih saja banyak yaa kita perpanjang,” pungkasnya.

Gaido Foundation merupakan bagian dari Mitra Baznas Banten dalam penerimaan dan penyaluran Ziswaf sesuai dengan Surat Keputusan 014/UPZ Baznas BTN/VI/2021 maka, Gaid Foundation mengajak kepada para Muzakki dan Donatur untuk ikut menyalurkan Ziswaf melaui Gaido Foundation dengan Nomor Rekening Bank Syariah Indonesia (BSI) 917.687.809 dan Nomor Rekening  Gaido Bank Syariah 113.010.1100  dan untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi Epi Khunaifi (+62 878-8032-1876).

Gaido Group Teken MoU dengan UNILA, Sepakati Kerjasama Implementasi Program Kampus Merdeka

GAIDOFOUDNATION.ORG-Gaido Group teken Momerandum of Understanding (MoU) dengan Universitas  Lampung (UNILA), tentang pengembangan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, sebagai bagian dari pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Penandatanganan ini dilaksanakan pada Rabu (23/06) di Gedung Rektorat, Kampus Unila Bandar Lampung.

Penandatangan dilakukan oleh Muhammad Hasan Gaido, selaku Direktur Utama Gaido Group dan Prof. Dr. Karomani M.Si., selaku Rektor Unila.

Hasan Gaido mengatakan Gaido Group melalui unit-unit usahanya dengan strategi ABG Cantik (Academy, Business, Government, Community) siap bersinergi dan berkolaborasi dalam program kampus merdeka yang dicanangkan oleh pemerintah.

Melalui Gaido Institute misalnya yang sedang menjalankan program magang mahasiswa ke Korea Selatan, ada juga Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound di Serang sebagai tempat pelatihan kampus merdeka dalam bidang pertanian, perkebunan, perikanan dan dukungan untuk membangkitkan UKM dan ekonomi kreatif dengan Brand Gaido Halal Food di bawah bendera PT. Banten Restoran dan Katering.

“Semoga sinergi ini membawa banyak benefit, selain kepada Gaido Group dan Unila, juga kepada masyarakat Indonesia dan diharapkan bisa mendukung dalam mewujudkan Indonesia menjadi sentral ekonomi syariah dunia.” ujar Bendahara Komite Ekspor Halal DPP Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) ini.

“Melalui MoU ini, diharapkan UNILA semakin bekonsentrasi kepada persiapan, menyiapkan SDM unggul untuk memenangkan persaingan dan kompetisi global yang sekarang ini semakin sengit antar negara, juga memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi sigap dan siap untuk menjaga keutuhan NKRI. Sebagaimana jargon kami, Synergy and Innovation for the Nation. Dan kami bersiap masuk ke dalam 10 kampus terbaik di Indonesia tahun 2025.” ungkap Prof. Karomani.

Lebih lanjut, Prof. Aom menyampaikan, ini merupakan strategi talent boosting yang harus didukung dan membutuhkan kolaborasi dari kita semua, baik pemerintah, kampus, mahasiswa, industri dan semuanya.

Di kesempatan lain, dalam penyelenggaraan Festival Kampus Merdeka 2021, Presiden Jokowi mengatakan gerakan merdeka belajar dan kampus merdeka akan menjadi percepatan penyiapan talenta Indonesia.

Pengembangan program pendidikan di dunia industri harus diprioritaskan dan pengembangan ekosistem nasional juga harus dibenahi.

Untuk mempercepat implementasi Nota Kesepahaman ini, maka langsung ditandatangani perjanjian kerjasama antara Gaido Group dengan Wakil Rektor PKTIK, Kewirausahaan, dan Inkubator Bisnis Unila yang dikepalai oleh Prof. Suharso, Ph.D.

Turut menyaksikan seremoni penandatanganan ini yaitu Wakil Rektor Bidang PKTIK, Prof. Suharso, Ph.D., beserta jajaran lainnya dan Komisaris Utama Gaido Group, Laksma TNI AL (Purn) Dr. Ir. H. Eden Gunawan, MM, IPM, AER., serta Direktur Gaido Travel & Tours, Nana Sujana. 

Optimalkan Pengumpulan Zakat, Baznas Banten Jalin Kerja Sama dengan Gaido Holding Company


GAIDOFOUNDATION.ORG– Dalam rangka kerjasama pengembangan zakat di Provinsi Banten,Gaido Foundation mengunjungi Baznas Banten pada Senin, (21/06/2021).

Ini adalah puncak dari komunikasi intens Baznas Banten dengan Gaido Group terkait dengan rencana kerjasama pengembangan zakat di Provinsi Banten.

Muhammad Hasan Gaido didampingi Ketua Yayasan Anak Sholeh Internasional (YASI), H. Nana Sujana dan diterima langsung Ketua Baznas Banten Prof. Dr. H.E Syibli Syarjaya, LML., MM dan didampingi Ace Sumirsa Ali, S.Fil, Wakil Ketua Bidang Perencanaan, Keuangan dan Pelaporan.

Selain merencanakan pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Baznas Banten di lingkungan Gaido Group, kedatangan Muhammad Hasan Gaido juga untuk memastikan penandatanganan rencana kerjasama lebih luas antara Baznas Banten dengan Gaido Group Holding Company.

“Soal pembentukan UPZ kita sudah clear, tinggal jalan. Yang lebih penting adalah kita bicara program meningkatkan kesejahteraan mustahik dan menurunkan angka kemiskinan. Saya kira banyak sekali yang bisa kita garap bersama, antara Gaido Foundation dan Baznas Banten,” ujar Hasan Gaido saat memulai pembicaraan.

Sebagai penggiat ekonomi syariah nasional, Hasan Gaido merasa sangat strategis membangun kerjasama dengan Baznas Banten, sebab the real ekonomi syariah adalah bicara soal zakat, infak dan sedekah. Apalagi Provinsi Banten dikenal religiusitas Islamnya sangat tinggi.

“Maka kita ini punya slogan, ABG Cantik. Maksudnya adalah Academicy, Business, Government dan Community. Membangun Banten itu harus kolaborasi antara akademisi, bisnis, pemerintah dan komunitas masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Baznas Banten, Prof Dr. HE. Syibli Syarjaya, LML., MM., menjelaskan bahwa potensi ZIS di Banten berdasarkan hasil riset Pusat Kajian Strategis (Puskas) Baznas RI sebesar Rp 7,6 triliun. Pada tahun 2020, baru terkumpul sebesar Rp 120 miliar hasil kerjakeras Baznas Banten, Baznas Kabupaten/Kota dan 10 Lembaga Amil Zakat (LAZ).

“Mengingat potensi yang cukup besar tersebut, secara kuantitas maupun kualitas, kami di Baznas Banten ini masih kekurangan SDM (Sumber Daya Manusia, red). Karenanya, membangun kerjasama dengan banyak pihak adalah keniscayaan bagi Baznas Banten,” ujarnya.

Diungkapkan Prof Syibli Syarjaya bahwa di Baznas Banten terdapat empat pembidangan, yang pertama bidang pengumpulan, kedua bidang pendistribusian, ketiga bidang perencanaan dan keuangan, keempat bidang sumber daya manusia. Pembidangan ini untuk menunjukan sebuah kinerja organisasi yang profesional, sebab kerja Baznas Banten akan diaudit secara syariah dan diaudit pula secara kinerja oleh akuntan publik yang independen.

“Setiap waktu, kinerja Baznas Banten juga dikontrol Satuan Audit Internal (SAI). Setiap 6 bulan dan 12 bulanan membuat laporan kepada Gubernur dan Baznas RI. Jadi sistem kerja kita pasti terkontrol secara sistem,” ujarnya.

Sementara dalam hal distribusi, alokasi dana Zakat di Baznas Banten dipastikan mengalir kepada 8 asnaf, yakni fakir, miskin, amilin, mualaf, riqab, gharimin, fisabilillah, dan ibnu sabil.

Dari 8 kelompok masyarakat lemah tersebut, zakat disalurkan dalam lima pebidangan yakni Bidang Pendidikan, Kesehatan, Dakwah dan Advokasi, Ekonomi dan Dakwah-Advokasi.

“Setiap penyaluran, kami pastikan melalui assessment dan diterima langsung oleh mustahik,” ujarnya.

Mendapat penjelasan ini, Hasan Gaido menimpali bahwa kerja Baznas itu sudah mirip perusahaan dan layak dijabat oleh seorang direktur.

“Kalau begini, Baznas itu bukan soal agama semata, tapi ini soal bisnis dan manajemen. Perlu seorang direktur yang bekerja mewujudkan target-target kerja yang terukur,” ujarnya menimpali.

Gaido Bank Syariah Rayakan Milad ke 27 Tahun

 GAIDOFOUNDATION.ORG — Gaido Bank Syariah merayakan milad ke-27 tahun, pada Senin (14/06) di Graha Gaido Bank Syariah, Cianjur, Jawa Barat.

Momentum Milad Gaido Bank Syariah ke 27 tahun di masa pandemi covid 19 dan di era digital kami mengangkat tema “Gaido Bank Syariah Bangkit Bersama Ekonomi dan Keuangan Syariah di Masa Covid-19 dan Mendorong Lahirnya Bank Digital Syariah di Indonesia”.

“Hari ini (kemarin-Red) menjadi hari terindah dan penuh kebahagiaan untuk jajaran komisaris, direksi dan karyawan serta semua steakholder di lingkungan Gaido Bank Syariah di mana hari ini merupakan milad Gaido Bank Syariah ke 27 tahun” tutur Komisaris Utama Muhammad Ali Fikri

27 tahun lalu atau pada tanggal 14 juni 1994  merupakan hari lahirnya bank islam dan mendapatkan izin oprasional pada tahun 1995 dari kementrian keuangan saat ini, Gaido Bank Syariah dilahirkan oleh para ulama dan praktisi ekonomi dan keuangan syariah dengan izin Allah bank ini mampu bertahan dan bahkan membahagiakan kita semua bukan hanya kami yang berada di Gaido Bank Syariah tapi menjadi kebahagian bagi umat Islam dan bangsa Indonesia.

Hingga hari ini  bank syariah atau bank Islam mampu berkembang bukan hanya ada tapi mampu memberikan jawaban bahwa bank Islam atau bank syariah tumbuh dan memberikan kontribusi nyata untuk perteumbuhan ekonomi dan keuangan syariah yang semakin maju dan besar di Indonesia bahkan di dunia.

Muhammad Ali Fikri menyampaiakan pengalamannya dalam mengawal Gaido Bank Syariah mengalami secara langsung mulai dengan nama Bank Islam dengan brand ARFIS singakatan Artha Fisabililah lalu berubah dengan brand BAF Syariah masih singakatan dari Bank Artha Fisabililah Syariah dan pada momentum milad ini berubah lagi dengan brand Gaido Bank syariah yang telah diputuskan pada RUPS Luar Biasa.

“Saya mewakili manajemen mengucapakan terima kasih kepada semua pihak mulai Pemilik Saham Pengendali (PSP), Muhammad Hasan Gaido, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cianjur, Yayasan Dompet Dhuafa, Wahyu Dwi gung dan para nasabah Gaido Bank Syariah, saya mengucapakan mohon maaf apabila layanan kami belum maksimal dan saya mengajak mari kita hijrah untuk bertransaski keuangan dengan bank syariah agar hidup kita berkah.” ujar Ali Fikri.

Gaido Bank Syariah fokus untuk mendorong percepatan Indonesia Sentral Ekonomi Syariah Dunia dan menjadi pelaku dengan fokus bersinergi dengan pasar tradisional untuk membantu para pelaku UKM, pasar emosional untuk kaum muslimin di seluruh Indonesia untuk menabung, deposito dan pembiayaan dengan bank syariah, pasar nasional untuk semua pihak bersinergi dan berkolaborasi bertransaksi dengan bank syariah.

Saat ini Gaido Bank Syariah juga sedang menyiapkan transaksi digital sehingga ketika bank Indonesia sudah memutuskan transaksi rupiah digital, Gaido Bank Syariah mampu melakukannya.

Sebagaimana kita ketahui, Bank Indonesia (BI) saat ini tengah merumuskan pembuatan mata uang digital atau Central Bank Digital Currency (CBDC). Dengan kata lain, bank sentral sedang menggodok aturan terkait rupiah digital.

Bank Indonesia dan Menteri Keuangan sedang ikut pembahasan dengan 7 bank sentral lainnya pada momentum keketuaan presidensi G-20 di tahun depan agar disepakati desain CBDC yang bisa dijadikan acuan bank sentral agar bisa diterapkan seluruhnya.

Selain itu, pertimbangan untuk menerapkan rupiah digital adalah pilihan teknologi. Dalam hal ini, apakah menggunakan blockchain, distributed ledger technology (DLT), atau stablepoint.

Badan Supervisi Bank Indonesia (BSBI)juga mempersiapkan terkait infrastruktur pasar keuangan dan sistem pembayaran yang jadi salah satu prasyarat digital currency, karena butuh infrastruktur di pasar keuangan dan sistem pembayaran yang terintegrasi.

Ali Fikri juga menyampaikan bahwa Gaido Bank Syariah mendorong Visi Gaido 2045 Indonesia Sentral Ekonomi Syariah Dunia, visi ini semakin mengkristal menjadi visi bangsa Indonesia sehingga kita semua bergerak saling menguatkan sehingga percepatan ekonomi syariah di Indonesia semakin terasa.

Baru-baru ini, Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Airlangga Hartarto melaporkan bahwa posisi Indonesia di bidang ekonomi dan keuangan syariah global berada pada posisi membanggakan. Mengacu pada The State of Global Islamic Economy (SGIE) Report 2020/2021, Indonesia berada pada peringkat ke-4 dari 73 negara. Pencapaian ini telah mengalami peningkatan signifikan dibandingkan 2018 lalu yang menempati peringkat ke-10.

The State of the Global Islamic Economy Report merupakan laporan yang mendefinisikan dan memberikan pandangan menyeluruh tentang ekonomi Islam serta potensi masa depannya. Tujuannya untuk memfasilitasi investasi dan pertumbuhan industri.

Ini adalah barometer tahunan kesehatan dan perkembangan industri ekonomi Islam di seluruh dunia. Aset keuangan syariah Indonesia tercatat sebesar US$ 99,2 miliar pada 2019. Jumlah ini setara 3,44 persen dari total aset keuangan syariah global.

Gaido Travel & Tours Hadir di Pangandaran, Gelar Seminar Pemulihan Ekonomi Syariah di Masa Pandemi Covid-19

 

GAIDOFOUNDATION.ORG, Pangandaran —  Gaido Travel & Tours menggelar Seminar bertema “Pemulihan Ekonomi Syariah di Masa Pandemi Covid-19” pada hari Senin (14/06) di Gedung Dakwah Islam Kecamatan Parigi, Pangandaran, Jawa Barat.

Seminar ini menghadirkan narasumber Hasan Gaido, Presiden ISABC, dan juga Bendahara Komite Ekspor Halal DPP MES, Nana Sujana, Direktur Gaido Travel & Tours dan H. Kusno Pramono, Kepala Cabang Gaido Travel & Tours Pangandaran.

Pada Kegiatan ini sambutan sekaligus pembukaan acara secara resmi disampaikan Ruslan selaku Pelaksana Kehutanan CD7 Provinsi Jawa Barat yang menyampaikan sangat mengapresiasi Gaido Travel & Tours Cabang Pangandaran yang turut serta berkontribusi pada pemulihan ekonomi syariah di masa pandemi ini.

Sangat penting untuk kita mengetahui seluk beluk ekonomi syariah dan mengetahui bagaimana strategi dalam pemulihannya dikala masa pandemi seperti saat ini.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Hasan Gaido, Bapak Nana Sujana, dan juga Kepala Cabang Gaido Travel & Tours Pangandaran, Bapak H. Kusno Pramono yang telah melaksanakan kegiatan ini, mudah-mudahan masa pandemi ini ekonomi segera bangkit, khususnya pariwisata dan ekonomi kreatif di Pangandaran, Jawa Barat.” ujar Ruslan.

Masuk kepada paparan para narasumber, Nana Sujana menyampaikan pengalaman Gaido Travel & Tours yang sudah menginjak 18 tahun memiliki izin yang sangat lengkap bahkan jadi perusahaan franchise, dan juga sudah meiliki 63 kantor cabang, salah satunya Gaido Travel & Tours cabang Pangandaran.

Lebih lanjut, Nana Sujana juga beromentar atas isu yang ramai akhir-akhir ini terkait kuota dan pemberangkatan haji 1443 H. Kerajaan Arab Saudi telah menyampaikan berita resmi bahwa haji dan umroh hanya bisa dilaksanakan oleh masyarakat yang ada di Arab Saudi saja. Sehingga ini menjawab berbagai gejolak dan isu bahkan hoax terkait setoran dana calon jamaah haji.

“Saya menghimbau jika ingin haji dan umroh yang pertama diluruskan adalah niat, lalu yang kedua laksanakan, apakah itu bentuk tabungan, atau setoran, dan jika kita sudah memiliki nomor kursi maka jangan ditarik kembali, karena daftar haji ini untuk reguler bisa menunggu 14 sampai 20 tahun, sementara dengan haji khusus sendiri itu bisa sampai 7 sampai 10 tahun. Maka kita harus memiliki kepercayaan, dan juga sudah dijawab oleh Bapak Anggito dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bahwa uang jamaah, aman.” Ujar Nana Sujana.

Ibadah Haji adalah bagi yang mampu, sekarang kita belum diberikan kesempatan walaupun kita punya uang, maka kita harus sabar, yaitu dengan kita niatkan setelah itu kita bayar, lalu tunggu samapai giliran kita bisa berangkat haji, karena haji bukan hanya ibadah atau kewajiban kita seperti sholat, puasa, tapi juga pakai tenaga dan biaya.

Tidak bisa haji ditempat yang lain, beda halnya dengan sholat dan puasa yang bisa dilakukan di mana saja, maka kita harus mengikuti regulasi negara Indonesia dan negara Saudi Arabia.

“Ayo segera daftarkan diri untuk haji dan umrah ke Gaido Travel & Tours, disini kami ada kantor cabangnya di Pangandaran, dan silahkan hubungi call center di setiap cabang Gaido Travel yang dekat dengan domisili anda.” ajak Nana penuh semangat.

Nana Sujana juga berterus terang bahwa betul Gaido Travel sedang tidak memberangkatkan haji, namun tetap eksis, insyaallah tahun berikutnya Gaido Travel bisa memberangkatkan haji.

Narasumber berikutnya Muhammad Hasan Gaido menjelaskan tentang apa itu dasar hukum ekonomi konvensional dan perbedaannya dengan ekonomi Syariah; modal secukupnya, untung sewajarnya.

Ekonomi syariah ini menganut hukum syariat Islam, namun ekonomi syariah bukan diartikan bahwa kita tidak bisa berbisnis dengan penganut agama lain.

Misalnya produk-produk halal bisa dinikmati siapa saja, apapun pemeluk agamanya, lalu juga dengan konsep wisata halal juga bisa dinikmati bersama.

“Jadi ekonomi syariah ini hadir untuk semua manusia di dunia. Mari kita pahami dan kita dorong bahwa lebih dari 270 juta jumlah penduduk di Indonesia dan Indonesia merupakan penduduk muslim terbesar nomor satu di dunia. Maka ada potensi yang sangat besar bagaimana kita meningkatkan yaitu ekspor produk halal. Tidak lupa kita membangkitkan ekonomi di Pangandaran dengan beriwisata dengan Gaido Travel yang di Pangandaran.” Ujar Hasan Gaido.

Hal ini sejalan dengan ajakan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno. Mari kita Bersama-sama dengan Pak Menteri, Sandiaga Uno berwisata ke Pangandaran dengan paket Wisata Halal Gaido Travel & Tours yang tentunya dengan akomodasi sangat nyaman. Inilah disebut pemulihan ekonomi syariah, maka insyaallah Pangandaran bangkit, dan Indonesia bangkit!

Gaido Group dan Satgas PED Jawa Barat , Temu Santai Bahas Kolaborasi dan Sinergitas

GAIDOFOUNDATION.ORG- Satgas Pemulihan & Transformasi Ekonomi Daerah Provinsi Jawa Barat, Sub Divisi Transportasi dan Logistik, R. Budi Setiawan dan Heru Dermawan K. S.Sos, M.H. Kasi Bidang Udara Dinas Perhubungan Jawa Barat adakan agenda temu santai dengan Gaido Group yang dimpimpin oleh Muhammad Hasan Gaido, Founder & CEO Gaido Group, turut mendampingi Achmad Mustofa, COO Gaido Group, Nana Sujana, Direktur Gaido Travel, Heri C. Utomo, Direktur  Bisnis Bandung Gaido, Andi C. Kamili, Founder Fuluzz Syariah dan H. Dudi Hermawan, Kepala Cabang Gaido Travel & Tours Cabang Kota Bandung sekaligus Direktur Gaido Gema Computer.

Pada temu santai ini, membahas potensi sinergi dan kolaborasi kedua belah, khususnya dalam pemulihan ekonomi di Jawa Barat.

Setiawan menyatakan, sebagaimana petunjuk dan arahan Ketua Komite Kebijakan Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jabar, Gubernur Ridwan Kamil, dan Ketua Harian Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Daerah Provinsi Jabar dengan Ketua Harian Ipong Witono, kami bertugas membangun sinergisitas dan kolaborasi antar masyarakat, dunia usaha dan pemerintah daerah serta memberikan pertimbangan terkait percepatan pemulihan ekonomi di Jabar.

“Ruang lingkup kerja atau fungsi satgas ini, di antaranya sektor ketahanan pangan, peningkatan daya beli melalui stimulus, relaksasi, dan bantuan sosial, skala prioritas program jangka pendek, menengah, dan panjang. Isinya adalah bagaimana memberikan bantuan modal, terus kemudian juga bagaimana memberikan bantuan untuk pemasaran, dan regulasi-regulasi apa saja yang sekiranya menghambat.” tuturnya.

Setiwan juga menambahkan bahwa sektor transportasi dan logistik menjadi bagian penting dalam pemulihan ekonomi di Provinsi Jawa Barat. Kolaborasi bersama Gaido Group menjadi relevan karena sebagai holding company memiliki berbagai unit usaha dan jaringan di dalam dan luar negeri.

Hasan Gaido mengatakan Gaido Group melalui unit-unit usahanya dengan strategi ABG Cantik (Academy, Business, Government, Community) siap bersinergi dan berkolaborasi dalam program yang menjadi prioritas Satgas pemulihan ekonomi Jawa Barat, dan ini sejalan dengan Gaido Bangkit dengan Ekonomi Syariah di Masa Pandemi Covid-19.

“Semoga sinergi ini membawa banyak benefit, selain kepada Gaido Group dan Satgas Pemulihan ekonomi, juga kepada masyarakat Jawa Barat dan diharapkan bisa mendukung dalam mewujudkan Indonesia menjadi sentral ekonomi syariah dunia.” ujar President Indonesia Saudi Arabia Business Council (ISABC) ini.

Gaido Group siap mendukung pemulihan ekonomi di Provinsi Jawa Barat bukan hanya di sektor transportasi dan logistik akan tetapi siap mendukung di sektor-sektor lain seperti UMKM, ekonomi kreatif dan ketahanan pangan (pertanian, perkebunan dan perikanan).

Tata Cara Sholat Jenazah Laki-laki dan Perempuan Lengkap dengan Bacaan Doanya

GAIDOFOUNDATION.ORG – Sebagai umat muslim, kita harus mengetahui tata cara sholat jenazah yang baik dan benar. Sebab sebelum jenazah dikebumikan harus dimandikan dan disholatkan terlebih dahulu. Menjadi salah satu kewajiban seorang muslim untuk melaksanakannya.

Sholat jenazah hukumnya fardhu kifayah yang artinya wajib dikerjakan. Namun jika sudah ada umat muslim lain yang mengerjakannya, kewajiban umat muslim lainnya menjadi gugur.
 
 
Tata cara sholat jenazah berbeda dengan sholat wajib dan sunah lainnya. Sholat ini tidak didahului adzan dan iqamah sebagaimana sholat fardhu lima waktu.
 
 
Sholat jenazah terdiri dari empat takbir dan dilakukan dengan berdiri. Dalam sholat jenazah juga tidak dilakukan gerakan rukuk, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan duduk tahiyat.
 
 

Tata Cara Sholat Jenazah

Cara sholat jenazah laki-laki dan perempuan berbeda. Sebelum membahas tata cara sholat jenazah, ada beberapa rukun yang harus diperhatikan agar sholat jenazah sah dilakukan.
 
 
Rukun tersebut diantaranya niat, berdiri bagi yang mampu, empat kali takbir, mengangkat tangan saat takbir pertama, membaca al fatihah, membaca sholawat nabi, berdoa untuk jenazah, dan terakhir salam.
 
 
 
Berikut tata cara sholat jenazah laki-laki dan perempuan :
 
 

1. Takbir Pertama Membaca Niat dan Al fatihah

Sholat jenazah diawali dengan membaca niat. Untuk niat menyolatkan jenazah perempuan dan laki-laki berbeda.
 
 
Setelah itu dilanjutkan takbiratul ihram, tangan diletakkan di atas pusar sebagaimana dilakukan saat sholat pada umumnya. Kemudian dilanjutkan dengan membaca surat al fatihah.
 
 
Niat untuk jenazah laki-laki :
 
 
Niat untuk jenazah perempuan :
 
 

2. Takbir Kedua Membaca Sholawat

Setelah takbir pertama membaca surat al fatihah, kemudian takbir lagi dan membaca bacaan sholawat nabi.
 

3. Takbir Ketiga Berdoa untuk Jenazah

Takbir ketiga membaca doa untuk jenazah. Bacaan doa untuk jenazah laki-laki dan perempuan berbeda.
 
Bacaan doa untuk jenazah laki-laki :

Bacaan doa untuk jenazah perempuan :

 
Artinya :
 
 
Ya Allah, ampunilah dan kasihanilah dia, berilah kesejahteraan kepadanya dan maafkanlah kesalahannya.
 
 

4. Takbir Keempat Membaca Doa untuk Jenazah dan Orang yang Ditinggalkan

Pada takbir keempat membaca doa untuk jenazah dan untuk orang-orang yang ditinggalkannya. Bacaan doa untuk jenazah laki-laki dan perempuan pada takbir keempat juga berbeda.
 
 
Bacaan doa untuk jenazah laki-laki :
 

Bacaan doa untuk jenazah perempuan :

Artinya :
 
 
Ya Allah, janganlah Engkau halangi kami dari pahalanya, janganlah Engkau fitnah kami sesudah kepergiannya, dan ampunilah kami dan kepadanya.
 
 

5. Salam

Terakhir yaitu mengucapkan salam ke kanan dan kiri, sebagaimana salam sholat pada umumnya. Dengan mengucapkan :

Itulah tata cara sholat jenazah perempuan dan laki-laki yang baik dan benar lengkap dengan bacaannya. Semoga bermanfaa
 
 
 
 
 
 
 
 
Sumber: kumparan.com

Wapres: Kolaborasi Antarlembaga Jadi Kunci Percepatan Pengembangan Ekosistem Syariah

GAIDOFOUNDATION.ORG, Jakarta -Di tengah perjuangan bangsa Indonesia dalam memulihkan perekonomian nasional akibat pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), ekonomi dan keuangan syariah memiliki potensi dan peluang yang sangat besar untuk berkontribusi secara riil.

Namun, agar kontribusi ini dapat memberikan hasil maksimal, harus dilakukan pengembangan ekosistem syariah dan implementasi secara berjamaah melalui ta’awun atau gotong-royong. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antar seluruh pihak terkait yang menggeluti bidang-bidang ekonomi dan keuangan syariah.

“Kunci utama agar upaya percepatan pengembangan ekosistem ekonomi syariah ini berhasil, terletak pada sinergi dan kolaborasi terpadu antarlembaga maupun organisasi masyarakat yang menggeluti ekonomi dan keuangan syariah,” tutur Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin pada acara Silaturahim Wakil Presiden Republik Indonesia bersama Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Jumat (4/6 di Gedung The Tower Jakarta, Jumat.

Wapres berharap kerja sama antara MES dan BUMN ini dapat semakin diperluas cakupannya. Dari 28.914 pesantren yang setidaknya terdapat 12.000 pesantren yang berpotensi untuk pengembangan ekonomi.

Sedikitnya 12.000 pesantren yang berpotensi tersebut masih memerlukan pendampingan, bimbingan, serta pembekalan, untuk dapat menciptakan santri dengan kemampuan berwirausaha atau dikenal dengan istilah santripreneur.

“Sehingga akan terbentuk lebih banyak santripreneur yang tidak hanya mahir ilmu agama, tetapi juga berjiwa wirausaha,” ujar Wapres Ma’ruf Amin.

Wapres menjelaskan pemberdayaan ekonomi di pesantren tidak hanya bermanfaat bagi para santri, melainkan juga masyarakat yang tinggal di sekitar pondok pesantren tersebut.

Oleh karena itu keterlibatan dan pendidikan keuangan syariah yang melibatkan banyak pihak perlu dikenalkan dan dikembangkan bagi para santri di pondok pesantren.

Pengembangan ekonomi syariah di pondok pesantren, kata Wapres, harus menggunakan teknologi terkini, sehingga dapat selaras dengan kondisi perekonomian di berbagai daerah.

“Perlu ada terobosan pengembangan ekosistem syariah berbasis digital yang terintegrasi dan diselaraskan dengan kearifan lokal, mengingat kondisi ekonomi dan sosial masyarakat yang berbeda-beda di setiap daerah,” ujar Wapres Ma’ruf Amin.

Wapres juga berpesan agar MES menjadi penggerak ekosistem ekonomi syariah di berbagai daerah serta mampu bersinergi dengan para pelaku usaha besar dan pelaku usaha mikro dan kecil.

Salah satu pelaku besar yang terus konsisten menjalankan ekosistem ekonomi syariah di Indonesia adalah Gaido Group dengan integrated syariah business corporate sekaligus sebagai inisiator Indonesia Sentral Ekonomi Syariah Dunia 2045.

Dalam menudukung program santriprenur misalnya, Gaido Group ikut melibatkan diri dengan menghadirkan SantriMart, guna mendorong agar setiap pesantren memiliki paling tidak satu produk unggulan yang dikelola mandiri dan memberi manfaat bukan hanya untuk keperluan internal pesantren dan di luar pesantren.

Dalam konteks yang lebih besar, kehadiran Santri Mart ini adalah harapan upaya mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi syariah melalui Ekosistem Halal Value Chain (HVC) yang terdiri dari berbagai unit ekonomi mulai dari ekonomi pesantren, UMKM, Korporasi dan lainnya.

MES juga harus mendorong kemitraan antarpengusaha syariah, sehingga tujuan pemerataan kesejahteraan masyarakat sesuai prinsip syariah dapat terwujud.

Selain Wapres, Turut hadir dalam acara Halal Bihalal PP MES tersebut ialah Ketua Dewan Penggerak MES Mahfud MD, Ketua Dewan Penyantun MES Arsjad Rasjid, Ketua Dewan Pakar MES Perry Warjiyo, dan Ketua Umum MES Erick Thohir.

Momen Hari Kebangkitan Nasional, Gaido Gelar Rapat Terbatas Bahas Bisnis Plan di Era Digital

GAIDOFOUNDATION.OTG-Momentun Hari Kebangkitan Nasional memberi makna tersendiri bagi Gaido Group kali ini. Plan bisnis digital, tantangan dan peluang  untuk bangkit di masa pandemi covid yang terjadi secara global adalah salah satu bahasan pada rapat terbatas Gaido Group yang dilaksanakan pada Jum’at (21/05) di Gaido Plaza, Tangerag Selatan.

Hadir dalam rapat kali ini, Muhammad Hasan Gaido, Founder dan CEO Gaido Group, Heri C. Utomo, Direktur Bisnis Bandung Gaido, H. Nana Sujana, Direktur Gaido Travel & Tours, Ahmad Murtadha, Direktur Gaido Media Creative, Uus Ustandi, Direktur Gaido Properti, Suhandoyo, Direktur Sani Mobil Indonesia, Dean Desvi, Direktur Gaido Citra Media dan Pranjani Radja, dari Pura Koffie Bandung.

Masih dalan suasana Syawwal, sesi awal diisi halal bihalal sesama yang hadir dan penyampaian update Company Profile Gaido Group serta Buku Saku Gaido Group  oleh Ahmad Murtadha.

Selanjutnya penyampain update kondisi bisnis masing-masing peserta rapat yang hadir. Heri Cahyo Utomo, Direktur Bisnis Bandung Gaido, yaitu unit usaha Gaido Group bergerak di bidang agregator produk UKM di Jawa Barat, khususnya di Bandung. Saat ini sedang persiapan soft launching Pura Koffie dan juga pengembangan tahap lanjut mobile Apps UMKaMU, sebuah e-commerce produk-produk halal.

Pranjani Radja, menyampaikan syukur dan rasa senangnya karena bisa turut berkumpul di momen ini bertemu Muhammad Hasan Gaido. Pranjani saat ini sebagai Mahasiswa S2 di Universitas Indonesia dengan Program Studi Magister Hukum HAM & Good Governance dan bercita-cita menjadi Mentri Hukum & HAM RI. Selain konsen melanjutkan studinya, Pranjani berwirausaha dengan membuka coffeshop dengan brand Pura Koffie, bekerjasama dengan Bisnis Bandung Gaido, Coffeeshop yang memilki Konsep memberikan Konsultasi Hukum Gratis Kepada Masyarakat dan Galeri UMKM.

Selanjutnya Uus Ustandi, Direktur Gaido Properti menyampaikan pengalamannya berbisnis di bidang konstruksi dan berkarir di perusahaan nasional sampai menjabat sebagai manajer. Uus mengakui saat ini telah banyak bermunculan developer syariah dan disambut positif oleh maysarakat indonesia yang mayoritas muslim. Namun ada adalah konstruksi syariah.

“Maka dengan ini saya melihat Visi Gaido 2045 Indonesia Sentral Ekonomi Syariah Dunia, sejalan dengan keyakinan saya, dan saya  sangat  berharap Gaido Properti menjadi pioneer untuk hal ini dengan terus relevan memanfaatkan kemajuan teknologi yang ada, baik dalam pengoperasian maupun pemasaran.” Ujar Uus.

Selanjutnya Suhandoyo, Direktur Sani Mobil Indonesia, unit usaha Gaido Group penyedia jasa transportasi berupa penyewaan, penjualan dan perawatan kendaraan. Melihat perkembangan digital, khususnya dunia  e-commerce, nyatanya membutuh support logistik transportasinya. Sani Mobil Indonesia sedang proses agar bisa ambil bagian di dalamnya.

Nana Sujana, Direktur Gaido Travel, Unit Usaha Gaido Group dengan bisnis utamanya penyelenggara haji, umrah dan halal travel, yang telah berusia 18 tahun dan memiliki peirzinan sangat lengkap mulai dari pariwisata, izin umrah, izin haji dan izin franchise. Sehingga saat ini tercatat Gaido Travel telah memiliki 63 kantor cabang masih ada target yang harus di selesaikan sekitar 57 kantor cabang dari target 120 kantor cabang se-Indonesia sampai tahun 2022.

“Tidak dipungkiri dampak ekonomi akibat pandemi di bidang ini sangat besar. Penerbangan di stop dan Kerajaan Saudi Arabia sangat selektif dan ketat mengambil kebijakan soal ini. Nana mengaku saat ini yang dilakukannya adalah mencoba diversifikasi produk dan jasanya dengan memanfaatkan kemajuan digital yang ada. Tahun kemarin saja dengan adanya pandemi kami justru bisa turut serta tiga exhibition nasional dan  internasional. Membuka cabang secara virtual. Meraih Rekor MURI di momen 75 tahun kemerdekaan Indonesia.” Ujar Nana Sujana

Ahmad Murtadha, Direktur Gaido Media Creative, menyampaikan bahwa unit usaha Gaido Group dengan tagline dream, design deliver ini, memang berbasis dan erat dengan teknologi informasi dan komputer, karena produk jasanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan client di bidang creative design, printing & publishing, videografi & fotografi dan virtual event.

Selanjutnya Dean Desvi, Gaido Citra Media menyampaikan aktivitasnya saat ini sebagai instruktor public speaking  untuk para polisi lalu lintas di mabes Polri dan juga sebagai public relation di STAI Ganesha  untuk mempromosikan program beasiswa S1 dan S2. Memang saat ini Gaido Citra Media  masih belum aktif beroperasi, tapi Dean Desvi siap mensupport kapanpun diperluakan.

Pada sesi inti sekaligus sesi terakhir, Hasan Gaido menyampaikan bahwa untuk mencapai Visi Gaido 2045, Gaido Group telah membuat road mapnya.

“Apabila orang berbisnis tapi tidak mempunyai road map, tidak mengenal asal usul perusahaanya, tidak tahu tujuannya. Saya jamin pasti tersesat, minil muter-muter tanpa pernah sampai tujuan yang dia inginkan. Dirianya akan cenderung gagap atas keadaan, mengeluh dan loss focus.” Tegas Hasan Gaido.

Jadi untuk mencapai visi tersebut, Gaido Group telah membuat Strategi Road Map Visi Gaido 2045. Brand Gaido yang dikibarkan sejak tahun 2003 hingga tahun 2012 selama 10 tahun (dasawarsa) tersebut ditetapkan sebagai Gaido Generasi I. Gaido Generasi I (2003 -2012) disebut sebagai Masa Pendirian, kemudian Gaido Generasi II (2013 – 2022) Masa Realisasi, selanjutnya Gaido Generasi III (2023 -2032) Masa Pengembangan dan Gaido Generasi IV (2033 – 2042) Masa Ekspansi.

Nanti, tiba masanya para pemimpin hebat dari Gaido Generasi V (2043-2052) mengisi Masa Kejayaan Visi Gaido 2045; Indonesia Sentral Ekonomi Syariah Dunia yang bertepatan juga dengan 100 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dengan segala dinamika usaha yang dijalankan. Pada tanggal 20 Februari 2020 (20-02-2020)  Gaido Group telah mendirikan perusahaan di Singapore, bernama Gaido Corporation Pte Ltd yang bergerak di bidang investasi syariah, perdagangan ekspor dan konsultan industri halal di Singapore. Kemudian setahun berselang, di tahun 2021 ini, Gaido Group di bulan Maret kemarin mendirikan perusahaan baru di bidang teknologi kesahatan, PT. Gaido Digital Medika.

“Bicara bisnis plan di dunia digital hari ini, nyaris tidak ada bidang yang tidak terdistrupsi oleh hadirnya digital. Bidang-bidang usaha di Gaido Group, harus telah masuk ke digital dan berkreasi di dalamnya. Karena dengan digitaliasi itu ada efisiensi, kecepatan dan ketepatan, lebih-lebih dalam  pemasaran. Hari ini pun kita sadaru komunikasi itu sangatlah penting, dan cara kita berkomunikasi tidak kalah penting, kita mesti melihat dan relevan dengan siapa lawan bicara kita.” Ujar Hasan Gaido.

Pada kesempatan ini Hasan Gaido berbagi beberapa ide bisnis digital yang bisa dicoba dengan memanfaat kecanggihan teknologi ketika menciptakan produk ataupun untuk pemasarannya. Misalnya  Membuka toko online, Bisnis Afiliasi, Menjadi Youtuber, Dropshipping, Blogger, Instagram influencer, Menjadi content writer, Mengajar online, Website Developer, Mobile Apps Developer, Menjual Produk Digital, Konsultan SEO dan Menjadi podcaster.

Terakhir, Hasan Gaido menyampaikan Gaido Group sebagimana misinya menciptakan lapangan pekerjaan untuk masyarakat indonesia dan menjadi juga Gaido Group menjadi peruhsaan kebanggaan Indonesia, yaitu perusahaan syariah yang mendunia.

Doa & Solidaritas Kemanusiaan untuk Palestina di Halal bihalal Gaido Community

 

HAJIUMRAHNEWS.COM-Gaido Foundation mengadakan kegiatan Halal bihalal untuk semua insan Gaido Community dari berbagai lapisan mulai dari pendiri, komisaris, direksi, kepala cabang dan karyawan serta mitra mitra Gaido Group, Pada Rabu (18/05) bertepatan dengan 07 Syawal 1442 H.

Dalam momentum Idul Fitri 1442 H, Muhamad Hasan atau akrab disapa Hasan Gaido dalam sambutannya selaku pendiri Gaido Foundation menyampaikan pesannya utamanya Pertama, menyampaikan selamat Idul Fitri 1442 H. mohon maaf lahir dan batin semoga amal ibadah yang kita lakukan di bulan suci Ramadhan diterima dan dilipat gandakan pahalanya oileh Allah SWT.

Kedua, momen lebaran tahun ini kita diuji oleh Allah dengan adanya virus corona yang belum juga berakhir sehingga dampak ekonomi semakin sulit, disamping ujian itu kita mendapati berita duka dari saudara muslim kita di Palestina atas terjadinya penyerangan Zionis Israil ke Palestina.

“Tahun lalu kita mengadakan halal bi halala secara online karena adanya pandemi covid-19, pun di tahun ini. Namun, di tahun ini kita semua patut bersedih dan ikut berempati atas apa yang terjadi dengan saudara-saudara kita di Palestina. Penyerangan Zionis Israil telah mengakibatkan kerusakan dan menghilangkan banyak nyawa. Karena itu, kami mengangkat tema halal bihalal Gaido Community dengan Doa Bersama dan Solidaritas Kemanusiaan untuk Palestina.” ujar Hasan Gaido.

Ketiga, Hasan Gaido mengajak dan menghimbau kepada insan Gaido dan semua masyarakat dunia untuk turut memberikan bantuan dan donasinya melalui lembaga resmi dan terpercaya.

Keempat, mengucapkan terima kasih kepada semua narasumber dari Palestina. Wasim Moen Mushtaha sebagai Pengusaha asli Palestina, Alaa Mashharawi sebagai jurnalis senior Palestina, Abdullah Haider Gabyan selaku mubaligh palestina yang tinggal di jalaur Gaza dan pembicara dari Indonesia mulai dari Kepala Cabang Gaido Travel, Prof. Dr. K.H. Fajar Laksanaka, Ph.D, Dr. Ekawati Dosen Pengajar, M.M.dari IAIN Kudus, Dr, Cece Hidayat, Kapala Departemen Agama Kabupaten Garut, Muhammad Ali Fikri, Komisaris Utama Gaido Bank Syariah, Tb. Sukatma, pimpinan Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum (LKBH) Jaro Urang Banten, Ahmad Mustofa, COO Gaido Group, Tomy Eka Purnama pengurus Gaido Foundation, Ais Komarudin kepala ACT Banten, dan Mohammad Amin, Gaido Corporation Pte Ltd. Singapore.

Kegiatan acara ini sangat meneyentuh hati semua peserta karena pembicara dari Palestina langsung menyampaikan apa yang terjadi di sana keadaan di sana hancur karena Tentara Zionis menyerang semua tempat sehingga korban anak anak, perempuan, orang tua dan tidak ada tempat yang aman buat warga palestina.

Abdulah Haidar Gabyan meminta bantuan agar mendokan dan bantu sampaikan agar segera dihentikan. Kami di Palestina tidak merasakan idul fitri justru kami mersakan dentuman rudal dan hancurnya bangunan dan teriakan keluarga yang kehilangan keluarganya.

Kholid Ma’mun sebagai moderator juga dengan baik mengantarkan kegiatan ini secara bilingual (Indonesia-Arab), menyampiakan ulang pesan-pesan dari masing masing pembicara dan dapat memberikan kesimpulan dari diskusi hari ini.

Atas nama kemanusiaan, semua umat di dunia pantas mengutuk serangan dan penjajahan Zionis Israil ini dan mari bantu saudara kita di Palestina dengan donasi terbaik kita.

Transfer ke rekening Bank Syariah Indonesia atas nama: Yayasan Anak Shaleh Internasional dengan nomor 917687809. Bukti donasi dapat di wa ke 08176001771.

Pada sesi penutup doa bersama yang sangat khidmat dibacakan oleh Dr. KH. Zulkifli Muhadli, S.H., M.M., Pimpinan pondok pesantren Modern Al-Ikhlas Taliwang, sekaligus Ketua Umum Forum Pesantren Alumni (FPA) Gontor. Tidak sedikit peserta yang mengucurkan air mata seraya menghayati munajat doa yang dibacakan karena turut merasakan penderitaan saudara-saudara kita di tanah Palestina.

Atas Nama Kemanusiaan, Mari bantu dan #savepalestina !