Visit Baduy 2021, Bangkitkan Pariwisata Baduy dengan Kearifan Lokal dari Dampak Covid 19

GAIDOFOUDNATION.ORG – Sektor pariwisata menjadi motor pemulihan ekonomi yang dapat menggerakkan ekonomi kerakyatan di berbagai bidang. Namun, perlu pendekatan baru dengan memperkuat kearifan lokal yang memiliki nilai-nilai luhur ke-Indonesia-an.

Maka pada Sabtu-Minggu, 25-26 September kemarin telah sukses terlaksana Visit Baduy 2021, bertajuk “Ngawangkong Budaya Baduy” di kawasan Suku Baduy, Kabupaten Lebak, Banten.

Acara ini dihadiri langsung oleh tokoh adat Suku Baduy, Jaro Saija, Ayah Mursid dan dua tokoh asli Baduy lainnya, bersama Guntur Subagja Mahardika (Asisten Staf Khusus Wakil Presiden RI), Agus Setiawan (Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten), Dedi “Miing” Gumelar (Pemerhati Budaya), Komjen Pol. (Purn) Dwi Priyatno (Tokoh Peduli Wisata daerah), dan Muhammad Hasan Gaido (Founder Gaido Foundation), serta dipandu moderator A Yani (Pengurus PUB).

Asisten Staf Khusus Wakil Presiden RI Guntur Subagja Mahardika menegaskan, nilai-nilai kearifan lokal (local wisdom) menjadi nilai jual (selling point) yang dapat menarik wisatawan domestik dan mancanegara.

“Visit Baduy 2021 dikembangkan tanpa harus menghilangkan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal,” ungkap Guntur Subagja.

Guntur Subagja mengapresiasi Presiden Joko Widodo yang dalam acara kenegaraan peringatan HUT Republik Indonesia ke-76 menggunakan pakaian adat Baduy. Ini merupakan apresiasi Presiden Jokowi terhadap budaya dan masyarakat Baduy. Dukungan dan perhatian Presiden tersebut, kata Guntur, dapat menjadi momentum membangkitkan pariwisata budaya Baduy khususnya, serta promosi pariwisata Banten dan pariwisata Indonesia.

Ia juga menjelaskan, Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin juga mendorong pariwisata tumbuh untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan di tengah pandemi Covid-19. Dalam Global Tourism Forum – Asia Leaders Summit 2021, Wapres mengatakan, pemerintah juga mencatat adanya perubahan tren pariwisata pasca pandemi, yaitu destinasi wisata alam terbuka, tidak terlalu ramai pengunjung, serta concern terhadap faktor kebersihan, kesehatan, keamanan dan kelestarian (4K).

“Wapres juga konsen pengembangan Desa Wisata Agro (Dewa) dan Desa Wisata Industri (Dewi), dan membangkitkan UMKM,” jelas Guntur.

Baduy adalah salah satu contoh budaya yang menjaga keseimbangan alam, manusia, spiritualnya.

Pemerhati Budaya Dedi “Miing” Gumelar mengungkapkan, Baduy adalah merek (brand) yang dapat mengangkat pariwisata Banten.

“Brand Baduy harus dikembangkan dengan tetap menjaga nilai-nilai budayanya,” kata Miing.

Putera Banten ini siap turut membantu mengembangkan pariwisata Banten. Untuk menggerakan pariwisata, kata Miing, pemerintah harus perbaiki infrastruktur di kawasan wisata. Selain itu sumber daya manusia (SDM) lokal harus dikembangkan sehingga memiliki kapasitas dalam pengelolaan dan pelayanan wisata.

“Seharusnya ada 17 kementerian yang terlibat dakam pengembangan pariwisata, begitu juga dinas-dinas di daerah,” kata Miing.

Kepala Dinas Pariwisata Banten Agus Setiawan menyampaikan perkembangan pariwisata Banten, termasuk dukungan pemerintah terhadap kawasan wisata Baduy.

Sementara pengusaha nasional di bidang pariwisata, Muhammad Hasan Gaido memaparkan makna dan tujuan Visit Baduy 2021 yaitu merespon apresiasi dari Presiden RI, Joko Widodo yang mengenakan baju khas adat Baduy acara kenegaraan peringatan HUT Republik Indonesia ke-76 lalu dan dilanjutkan dengan kunjungan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno ke Lebak, Banten yang juga mengenakan baju khas Baduy dan menyampaikan bahwa baju Baduy habis terjual baik offline maupun online.

“Karena itu kami bergerak cepat berkoordinasi dengan beberapa pihak di antaranya Kadis Pariwisata Banten, Perkumpulan Urang Baten (PUB), Himpunan Pariwisata Indonesia (HPI) dan lainnya untuk mengemas Visit Baduy 2021 yang  rencananya dimasukkan ke Calender Event tahunan setiap bulan September dan melakukan ngawangkong (Dialogue) Budaya Baduy di rumah Jaro Saija selaku tuan rumah perwakilan suku Baduy” ujar Hasan Gaido

Sebelum diadakan Ngawangkong di lakukan kunjungan ke Sentral Budidaya Lebah Madu Baduy di Cibengkung milik masyarakat Baduy, Ki Musung, dalam rangkang menepis  berita yang viral beberapa waktu lalu bahwa marak adanya produksi madu palsu dengan mencatut madu Baduy.

Rombongan dihidangkan madu asli yang ada sarang madunya dan di sentra peternakan madu Baduy dan peserta juga disuguhi makan siang dan makan duren Baduy.

Sehingga melalui kegiatan ini kami segenap lapisan masyarakat Banten bersama pemerintah siap menjaga budaya Baduy dengan segala adat istiadatnya dan mengajak wisatawan dalam negeri dan luar negeri datang ke Baduy dengan tujuan wisata budaya.

Kegiatan Visit Baduy 2021 di mulai dari Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound, Baros,  Serang Banten dengan sebelumnya sarapan pagi nasi uduk dengan semur jengkol khas menu dari Banten Restoran yang ada di Baduy Outbound dan rombongan Visit Baduy 2021 bergerak jam 08.30.

Kami siap sinergi dan kolaborasi dengan semua pihak untuk memajukan pariwisata di Banten secara umum dan khususnya wisata budaya Baduy silahkan mengikuti di sosmed IG, FB dan Youtobe Visit.Baduy akan mendapatkan informasi berbagai kegiatan dan informasi seputar Visit Baduy.

Kami siap sinergi dan kolaborasi dengan semua pihak untuk memajukan pariwisata di Banten secara umum dan khususnya wisata budaya Baduy silahkan mengikuti di sosmed IG, FB dan Youtobe Visit.Baduy akan mendapatkan informasi berbagai kegiatan dan informasi seputar Visit Baduy.

Semoga kegiatan ini menjadi pengerak peningkatan ekonomi melalui sektor pariwisata Banten di tengah pandemi Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan.

Hasan Gaido Ajak Santri Asah Jiwa Entrepreneurship Sejak Dini

GAIDOFOUNDATION.ORG-Rangkaian Gelaran Workshop Pemulihan Ekonomi dari Dampak Pandemi Covid-19 telah sukses terselenggara pada 07-31 Agustus 2021, yang pada akhirnya ditutup dengan tema “Menumbuhkan Jiwa Entreprenurship di Kalangan Santri” dengan menghadirkan praktisi bisnis Syariah, Muhammad Hasan Gaido, founder dan CEO Gaido Group, pada Selasa (31/08) yang lalu di Aula Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound

“Mulai dari sekarang, para pelajar santri, kejarlah cita-cita kalian. Dan sebagai generasi penerus bangsa, dan agama harus mulai mempersiapkan diri untuk menjadi leader, baik dalam dunia dakwah, Pendidikan, organisasi maupun dunia bisnis” katanya.

Dalam kesempatan itu, Hasan Gaido, memaparkan bagaimana perjuangan sosok Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam (SAW) bersaing tampil menjadi yang terbaik di zamannya kala itu, hingga akhirnya menjadi sosok pemimpin agama, pemimpin negara yang juga berangkat dari seorang pedagang.

“Ya, Rasulullah, suri tauladan kita adalah seorang pebisnis, pedagang yang amanah dan profesional, dan hingga akhirnya dia dipercaya untuk menjadi pemimpin,” ujarnya.

Begitu pula bagaimana para sahabat Rasulullah, Usman bin Affan atau Abdurahham bin Auf yang dikenal sebagai wirausahawan sejati yang berpegang pada ajaran Islam yang dibawa oleh Rasulullah SAW.

“Mudah-mudahan dari santri-santri di Banten ini akan lahir para pemimpin sukses yang terus mengembangkan ekonomi Syariah. Contohnya sudah ada para pemimpin hebat, Gus Dur dan  K.H. Ma’ruf Amin, dari kalangan santri  sukses menjadi Presiden dan Wakil Presiden.” kata Hasan Gaido berharap.

Sejalan dengan itu  Hasan Gaido juga menyampaikan bahwa kita juga harus mendorong kemandirian ekonomi berbasis pesantren, maka pesantren harus punya produk unggulan sehingga kemandirian ekonominya kuat.

“Saat ini di Banten sudah ada Beras Santri berikutnya, kita nantikan setelah dari workshop ini semoga  banyak produk-produk  dari santri. Kita juga sedang membangun Santri Mart sebagai pusat ritel yang dapat memenuhi segala kebutuhan masyarkat, khususnya pondok-pondok pesantren. Mari kita dukung agar produk santri sampai nasional bahkan bisa internasional” ungkap Hasan Gaido.

Hasan Gaido telah meletakkan pondasi-pondasi dalam berbisnis dalam perusahaan yang dibangunnya. Pengembangan Gaido Group, lanjutnya, dibangun dengan konsep Sistem Triangle yakni Operation and ProductSales and Marketing dan Administration and Finance. Ketiga divisi tersebut saling terkait dalam sistem yang dianut Gaido Group menjadi tanggungjawab seorang CEO atau pimpinan perusahaan.

Selain Triangle, kata Hasan Gaido, ia juga meletakkan lima tahapan untuk menuju sukses. Di antaranya Well Planning (perencanaan yang baik), Clear Goal (target yang jelas), Strategy (cara yang digunakan), Solid Team (tim yang solid) dan Smart Personal (individu yang handal). “Inilah yang oleh Gaido Group dinamakan sebagai Five Steps How to Get Success. Dimana kelima pilar tersebut mengacu pada rukun Islam, yakni Syahadat, Sholat, Zakat, Puasa dan Haji,” katanya.

Workshop Pembuatan Sabun Herbal dan Sabun Cuci Homemade

HAJIUMRAHNEWS.COM-Workshop Pembuatan Sabun Herbal dan Sabun Cuci Home Made” bersama Ahmad Hidayat, ST, MM, Ketua LPP Komibank Learning Institute digelar Minggu, (15/08) pagi hingga sore di Kawasan Wiata Halal Baduy Outbound.

Kegiatan workshop kali ini masih merupakain lanjutan seri-seri wokshop “Pemulihan Ekonomi dari Dampak Covid-19” yang dipersembahkan oleh Gaido Foundation dan Santri Mart, didukung oleh Baznas Provinsi Banten, Forum Silaturahim Pondok Pesantren (FSPP) Provinsi Banten, Perkumpulan Urang Banten (PUB), Insan Tani dan Nelayan Indonesia (Intani) DPW Banten, Kamar Dagang Industri (KADIN) Provinsi Banten dan disponsori oleh Bank Banten, Baduy Outbound dan Banten Restaurant.

Terlihat hadir Presedium FSPP, K.H. Samsul Ma’arif dan memberikan sambutan di awal acara ini yang dipandu langsung oleh Muhammad Hasan Gaido, founder Gaido Foundation.

Pada workshop kali ini antusiame peserta bisa disaksikan ketika mereka mempraktikkan langsung cara membuat sabun herbal dengan bahan-bahan yang gambang didapatkan di rumah. Diawali dengan penjelasan teori dari narasumber, tentang komposisi, jenis-jenis bahan, dan memilih aroma sabun seperti zaitun, pepaya, sereh, lidah buaya dan nano nano.

Peserta yang hadir sebagian besar adalah santri-santi yang berasal dari berbagai pesantren yang ada di Lebak, Pandeglang, Serang dan Cilegon. Worksop ini diselenggarakan dengan menjalankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, hanya maksimal 76 orang, disesuaikan dengan momentum HUT ke 76 Tahun  Republik Indonesia dan bisa disaksikan secara live di akun Instagram Gaido Foundation.

Harapannya, selain bisa dipergunakan untuk pribadi, namun juga bisa ditingkatkan untuk sumber ekonomi dalam skala tertentu, mulai dari rumahan, komunitas, hingga besar. Sehingga, perlu adanya workshop seperti ini agar, santri-santri termotivasi menciptakan produk unggulan yang bisa jadi kebanggaan diri dan pondok pesantrennya.

‘Saya sangat mendukung kegiatan workshop yang diadakan oleh Gaido Foundation dan Santri Mart dan mengucapkan terima kasih karena bagi  FSPP dan pesantren kegiatan semacam ini sangat penting. Hampir jarang kegiatan seperti ini dilakukan oleh swasta yang seharusnya dilaksanakan oleh pemerintah, yang memiliki kebijakan dan anggaran serta jaringa sampai ke desa-desa” ujar Kyai Samsul.

Kami sangat punya kepentingan agar ponpes memiliki kemandirian ekonomi dari santri untuk santri. Nantinya agar lahir produk-produk unggulan seperti sabun santri, shampo santri, minyak santri, menyusul produk beras santri yang sudah berjalan saat ini.

Muhammad Hasan Gaido betindak sebagai host menyampaikan workship hari ini merupakan seri lanjutan wokshop yang sudah berjalan sebeleumnya dengan topik berbeda, mulai dari pertanian, perkebunan, perikanan dan pariwisata.

Sementara program yang akan dilakukan ke depan adalah workshop tentang properti, restoran halal, keuangan syariah, manajemen ritel dan entreprenurship.

“Semoga workshop ini menjadi bukti karya anak bangsa dalam memperingati kemerdekaan kalau dulu para pejuang mengorbankan darah dan nyawa maka kami saat ini mengorbankan waktu, pikiran, tenaga dan harta untuk mengisi kemerdekaan semoga menjadi amal shaleh buat kita semua.” ujar Hasan Gaido.

Harapannya kegiatan ini menjadi motivasi dan inspirasi pemerintah untuk membangun peradaban dengan melibatkan semua pihak tidak jalan sendiri. Masyarakat perlu program yang konkrit untuk pemulihan ekonomi dari dampak Covid-19.

Gaido Foundation mencoba mengajak semua pihak untuk bersatu padu bergerak bersama sinergi dan kolaborasi dengan konsep ABG Cantik  (Akedmisi, Business, Government dan Community.)

“Ayo para santri di Indonesia khsuusnya di Banten kita buat satu produk unggulan agar Santri Sehat, Indonesia Kuat. Kita jadikan motivasi Pak Wakil Presiden sebagai santri jadi Wakil Presiden dan jadikan Gus Iwan, yaitu santri bagus, pintar mengaji dan usahwan.” Ajak Hasan Gaido.

Semoga program ini mampu mengangkat pemulihan ekonomi syariah di Banten dari dampak Covid-19. Insyaallah akan ada produk pesantren yang bisa ekspor ke Timur Tengah” tambah Hasan Gaido yang juga bertindak selaku Presiden Indonesia Saudi Arabia Business Council (ISABC).

Workshop Bertani bersama Petani Millennial di Masa Pandemi

HAJIUMRAHNEWS.COM- Banten teramat kaya dengan sumberdaya alam yang melimpah ruah. Tanahnya sangat subur menjadi penopang ibu kota DKI Jakarta. Kalau provinsi lain harus jual mahal karena moda transporrtasi yang cukup mahal karena jarak yang jauh tapi Banten selangkah sudah sampai Jakarta Namun mayarakat nya masih banyak yang bodoh dan petaninya masih terbelakang.

Keprihatinan ini tak boleh terus berlanjut, kekayaan Banten harus menjadi sumber kemakmuran rakyatnya. Karenanya, dilaksanakan Workshop Pemulihan Ekonomi dari Dampak Pandemi Covid-19, Gaido Foundation dan Santri Mart menggelar upaya kebangkitan petani dengan menghadirkan ahli pertanian, Prof. Dr. Ali Zum Bashar dan petani millennial, Dicki Budi, yang dipandu langsu oleh host, Muhammad Hasan Gaido, pada Minggu, (08/08) di Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound.

Ali Zum Bashar mempraktikkan temuannya berupa padi Varietas Trisakti dan Tekhnologi Mikroba Google (Migo) di hadapan puluhan petani di Baros, Kabupaten Serang. Workshop ini disupport oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Banten, Forum Silaturahmi Pondok Pesantren, Intani Banten, Kadin Banten dan Perkumpulan Urang Banten (PUB).

“Petani itu harus berdaya, harus tampil terdepan dalam pembangunan. Menanam bukan ilmu cerita dari leluhur, tapi harus ditopang ilmu pengetahuan,” ujar Muhammad Hasan Gaido, Founder Gaido Grup yang juga president ISABC.

Ali Zum Bashar menyampaikan bahwa padi varietas Trisaksti hanya butuh waktu tumbuh selama 75 hari hingga masa dipanen. Artinya petani cukup 2,5 bulan dari masa tanam sampai memetik hasilnya. Sementara tekhnologi Mikroba Google (Migo) adalah vaksin tanah yang bisa membunuh hama dan memperbaiki unsur hara pada tanah.

“Perpaduan padi varietas super ini dgn Migo, hasilnya bisa 16,5 ton per hektar,. Dua kali lipat hasil varietas terbaik manapun,” ujar Ali Zum Bashar.

Diungkapkan Ali Zum Bashar bahwa teknologi Migo ini tidak hanya untuk padi, tapi juga buat vaksin tanah bagi sayuran, buah-buahan dan umbi-umbian.

“Mari kita berdaulat secara ekonomi dan lepas dari kemiskinan dan kebodohan. Saatnya petani bangkit, saya ikhlas ridho temuan ini digunakan oleh petani siapapun,” ujarnya Ali Zum Bashar.

Seperti diketahuai Ali Zum Bashar  sudah berhasil membuktikan panen kedelai yang mampu tumbuh dengan polong di atas 3.000 buah per batang.

Ditempat yang sama, juga langsung disimulasikan bagaimana membuat vaksin tanah yang sederhana dan alami. Dengan modal 1 kg pupuk urea atau diganti dengan air seni (kencing), lalu 0.5 kilogram gula dan 20 liter air maka sudah bisa berhasil membuat tekhnologi Mikroba Google untuk lahan.

Sementara pertani millennial, Dicki Budi dalam paparannya turut berbagi keresahan dan bertanya-tanya kenapa dari provinsi yang jauh bisa mengirimkan sayuran dan beras ke Jakarta bahkan Banten beli sayuran dari luar Banten sementara tanah Banten sangat subur.

“Saya datang ke Baduy Outbound dan disiapkan tanah oleh Pak Hasan untuk merubah tanah yang tidak produktif menjadi produktif dan mampu memberikan keilmuan yang saya miliki kepada petani yang ada di lingkungan Baros, Serang, Banten.” ujar Dicki Budi

Ia mengajarkan langsung cara menanam daun bawang, cabe rawit dan lidah buaya dan berharap semoga para petani dengan ada nya workshop ini menjadi semangat bertani dan bahwa bertani itu menyenangkan karena kita bisa bertani dengan berbagai jenis tanaman sayur bukan monoton satu jenia saja.

Salah satu peserta beranama Asep berasal dari kampung Sukamanah mengaku merasa beruntung mengukuti workshop yang diinisiasi oleh Gaido Foundation ini.

“Terima kasih sudah turut mau memikirkan nasib petani, dan membina terjun ke lapanganan  ke sawah dan ke kebun ikut mengajarkan cara menanam dan mencari bibit unggulan serta dengan metode pupuk organik. Saya merasa gembira dan bangga semangat untuk segera beralih denga bibit dan pupuk yang ada di Santri Mart lebih pasti dan terjangkau.” tegas Asep. (RED)

Workshop Cara Bertani Berkah, Panen Melimpah !

 

HAJIUMRAHNEWS.COM – Indonesia teramat kaya dengan sumberdaya alam yang melimpah ruah. Tanahnya sangat subur menjadi rebutan bangsa-bangsa hingga pernah dijajah beratus-ratus tahun lamanya. Namun, rakyatnya dan petaninya masih banyak yang terbelakang.

Keprihatinan ini tak boleh terus berlanjut, kekayaan alam Indonesia harus menjadi sumber kemakmuran rakyatnya. Karenanya, melalui Workshop Pemulihan Ekonomi dari Dampak Pandemi Covid-19, Gaido Foundation dan Santri Mart menggelar upaya kebangkitan petani dengan menghadirkan ahli pertanian, Prof. Dr. Ali Zum Bashar untuk mempraktekan temuannya berupa padi varietas Trisakti dan Teknologi Mikroba Google (Migo) dihadapan puluhan petani di Baros, Kabupaten Serang.

Workshop ini didukung oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Banten, Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP), Insan Petani dan Nelayan Indonesia (INTANI) DPW Banten, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Banten dan Perkumpulan Urang Banten (PUB).

” Petani itu harus berdaya, harus tampil terdepan dalam pembangunan. Menanam bukan ilmu cerita dari leluhur, tapi harus ditopang ilmu pengetahuan. Sehingga, menyambut tahun baru Islam 1443 H dan dirgahayu ke 76 tahun Republik Indonesia. Mari kita hijrah agar ekonomi Banten bangkit dari dampak Covid-19 dengan cara meningkatkan pendapatan para petani sehinga petani sejahtera dan Banten menjadi penopang padi nasional. ” ujar Muhammad Hasan Gaido, Founder Gaido Gruop yang juga menjabat President Indonesia Saudi Arabia Business Council (ISABC).

Pada kesempatan ini, Prof. Ali menyampaikan bahwa padi varietas Trisaksti hanya butuh waktu tumbuh selama 75 hari hingga masa panen. Artinya petani cukup 2,5 bulan dari masa tanam sampai memetik hasilnya. Sementara teknologi Mikroba Google (Migo) adalah vaksin tanah yang bisa membunuh hama dan memperbaiki unsur hara pada tanah.

“Perpaduan padi varietas super ini dengan Migo, hasilnya bisa 16,5 ton per hektar,. Dua kali lipat hasil varietas terbaik manapun,” ujar Prof. Ali.

Diungkapkan Prof. Ali  bahwa tekhnologi Migo ini tidak hanya untuk padi, tapi juga buat vaksin tanah bagi sayuran, buah-buahan dan umbi-umbian.

“Mari kita berdaulat secara ekonomi dan lepas dari kemiskinan dan kebodohan. Saatnya petani bangkit, saya ikhlas ridho temuan ini digunakan oleh petani siapapun,” ujarnya Prof Ali. seraya menyebutkan bahwa pihaknya sudah berhasil membuktikan panen kedelai yang mampu tumbuh dengan polong di atas 3.000 buah per batang.

Sementara itu, Ace Sumirsa Ali, Pimpinan Baznas Banten yang hadir dalam kesempatan workshop itu mengungkapkan bahwa saatnya petani Banten bangkit, keluar dari gaya dan cara bertani tradisional. Sebab petani jangan melulu hidup miskin tetapi sebaliknya harus berubah menjadi kaya-raya.

“Petani jangan distigmakan melulu sebagai Mustahik, mari beranjak menjadi Muzakki sebab Islam telah dengan jelas menyebut bahwa petani adalah Muzaki dari hasil taninya. Beruntung kita punya Pak Hasan Gaido dan Prof Ali yang amat peduli pada pertanian,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Sekjen FSPP, Dr. Fadlullah menguatkan bahwa petani adalah sayyidul bilad, rajanya alam. Karena itu semua orang di dunia akan bergantung pada hasil kerja petani sebab petani lah sumber datangnya kebutuhan pokok.

“Petani itu Sayyidul Bilad. Tanah kita sudah sangat subur, tinggal petaninya yang bisa hidup subur. Darimana, dari cara kerja bertani yang hasilnya melimpah ruah,” ujarnya.

Dalam kesempatan workshop tersebut langsung dibentuk kelompok tani dan struktur pengurusnya. Sebab pemaparan Prof Ali dan kesiapan menindaklanjuti dalam bentuk penyiapan lahan demplot amat menarik bagi peserta workshop.

Ditempat yang sama, juga langsung disimulasikan bagaimana membuat vaksin tanah yang sederhana dan alami. Dengan modal 1 kg pupuk urea atau diganti dengan air seni (kencing), lalu 0.5 kilogram gula dan 20 liter air maka sudah bisa berhasil membuat tekhnologi Mikroba Google untuk lahan sawah 1 hektar.

Phosmit yang menjadi bahan vaksin ini dipastikan akan memberi manfaat luar biasa hasil lebih melimpah, panen bermutu tinggi, tanaman yang subur, sehat, berbuah lebat. Tidak hanya itu, vaksin ini akan memberi keseimbangan fisiologis dan kecukupan hara esensial, memperkokoh batang dan ranting, tahan serangan penyakit serta menghemat pestisida dan pupuk kimia.

Sementara Bio P 2000 Z sebagai cairan vaksin akan amat bermanfaat karena bisa meningkatkan hasil yang berlipat dan waktu panen yang amat pendek hanya 75 hari saja.

Baznas Banten-Gaido Foundation, Laksanakan Pemotongan Hewan Qurban di Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound

GAIDOFOUNDATION.ORG-Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menyediakan layanan kurban online bagi masyarakat yang ingin berkurban pada Hari Raya Idul Adha 2021.

Seperti yang diketahui, Idul Adha 1442 Hijriah bertepatan dengan tanggal 20 Juli 2021. Akan tetapi, menyusul adanya pemberlakuan PPKM Darurat Jawa-Bali sejak 03-20 Juli, kegiatan masyarakat dibatasi secara ketat termasuk saat prosesi pemotongan hewan kurban.

Meski begitu, hal tersebut tentu bukan menjadi halangan bagi siapa saja yang ingin berkurban saat Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah.

Layanan kurban online yang disediakan Baznas bisa menjadi solusi terbaik untuk tetap dapat berkurban di tengah pandemi. Kunjungi laman https://baznas.go.id/kurbanbaznas – dan isi form pendaftaran kurban online Baznas.

Sehingga pada hari ini, Rabu (20/07) Baznas Provinsi Banten dan Gaido Foundation melakukan pemotongan hewan qurban pada Idul Adha 1442 Hijriah di Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound, Baros, Kabupaten Serang, Banten.

Hadir Ketua Baznas Banten, Prof. Dr. H. Syibli Sarjaya, LML., MM, Founder Gaido Foundation, Muhammad Hasan Gaido, Wakil Ketua I Baznas Banten,  K.H. Zainal Abidin Suja’I, Wakil Ketua Umum Perkumpulan Urang Banten (Baznas) Bidang Sosial dan Agama, Anang Rahmatullah, Ketua Yayasan Anak Shaleh Internasioal (YASI)  Nana sujana, Ketua UPZ Gaido Foundation, Hadi Hermanto serta jajaran Baznas Banten dan Gaido Foundation.

Dalam sambutannya sebelum memulai pelaksanaan pemotoangan qurban, Prof. Syibli Sarjaya menyampaikan harapannya semoga apa yang dilakukan Baznas Banten dan Gaido Foundation menebar barokah bermanfaat untuk masyarakat Banten apalagi dalam kesempatan ini di masa pandemi covid 19 bantuan ini sangat dibutuhkan.

“Program ini bertujuan untuk pemberdayaan masyarakat dan peternak desa, membantu masyarakat tedampak covid, memudahkan Mudhahy dalam berkurban, membangun sinergitas program antara Baznas Banten dan UPZ Gaido Foundation dan mengedukasi makna berkurban bagi masyarakat.” ujar Ketua Baznas Banten ini.

Selanjutnya, Muhammad Hasan Gaido selaku Founder Gaido Foundation yang turut memberikan sambutannya.

“Ke depan Gaido Foundation dengan Baznas Banten akan terus berkolaborasi baik dalam program penerimaan dan penyaluran Ziswaf juga dalam membantu Pondok Pesesantren  dan UKM untuk sinergi dalam pertanian, perikanan dan perdagangan” Ujar Hasan Gaido yang juga sebagai Bendahara Komite Ekspor Halal DPP MES ini.

Seperti yang dilaporkan diketahui tahun ini Baznas Banten dan Gaido Foundation menyalurkan 23 kambing, 4 sapi dan 1 kerbau.

“Semoga tahun depan bisa sampai lebih dari 100 pengurban, kita sokong dengan program tabungan qurban Gaido Foundation.” Tutup Hasan Gaido.

Hewan kurban sebanyak itu akan dipotong dan didistribusikan di dua tempat, yakni kawasan Baros Kabupaten Serang dan Kalanganyar Kabupaten Lebak.

Pada hari ini, paket daging qurban dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Menariknya, tak hanya daging yang diberikan melainkan juga sejumlah uang tunai kepada para penerima daging qurban dari golongan fakir dan miskin. (SLM)

Gaido Foundation lakukan “RAZIA PERUT LAPAR” selama PPKM Darurat



Gaidofoundation.org-
Upaya-upaya kebaikan terus digencarkan di tengah pandemi Covid-19. Semangat ulur tangan tetap dilakukan, seperti halnya Gaido Foundation lakukan siang tadi, Jumat (16/07) di Serang, Banten melalui program “Razia Perut Lapar”

Membagikan makanan gratis berupa nasi kotak menu ayam geprek dari Banten Restaurant, kegiatan sosial ini berlangsung di sekitaran Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound, Baros, Serang, Banten yang diperuntukkan bagi  orang-orang yang membutuhkan, seperti pemulung, tukang parkir, pemulung, pengemis, dan pengemudi ojek.

Terlihat senyum manis yang terlukis indah di raut wajah masyarakat karena rasa antusias akan kegiatan aksi ini. Bak oase di gurun pasir, kehadiran bagi-bagi makan merupakan langkah afektif, terlebih kini kegiatan masyarakat sedang  dibatasi.

Ketua Program Operasi Perut Lapar, Moch. Rikza, menjelaskan, pihaknya percaya semangat dan solidaritas kepada sesama sangat dibutuhkan di kondisi saat ini.

Khoirunnas anfa’uhum linnas, sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia. Sebagai bentuk tanggung jawab sosial kepada yang membutuhkan bantuan, itu saja..” ujar Rikza.



Pembagian makanan gratis rencananya bakal terus dilakukan hingga satu bulan ke depan setiap hari Jum’at. Ini sekedar meringankan beban warga yang selama ini terdampak ekonomi selama kegiatan PPKM darurat ini.

“Kita proyeksi sebulan ke depan. Jika masih saja banyak yaa kita perpanjang,” pungkasnya.

Gaido Foundation merupakan bagian dari Mitra Baznas Banten dalam penerimaan dan penyaluran Ziswaf sesuai dengan Surat Keputusan 014/UPZ Baznas BTN/VI/2021 maka, Gaid Foundation mengajak kepada para Muzakki dan Donatur untuk ikut menyalurkan Ziswaf melaui Gaido Foundation dengan Nomor Rekening Bank Syariah Indonesia (BSI) 917.687.809 dan Nomor Rekening  Gaido Bank Syariah 113.010.1100  dan untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi Epi Khunaifi (+62 878-8032-1876).

Gaido Group Teken MoU dengan UNILA, Sepakati Kerjasama Implementasi Program Kampus Merdeka

GAIDOFOUDNATION.ORG-Gaido Group teken Momerandum of Understanding (MoU) dengan Universitas  Lampung (UNILA), tentang pengembangan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, sebagai bagian dari pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Penandatanganan ini dilaksanakan pada Rabu (23/06) di Gedung Rektorat, Kampus Unila Bandar Lampung.

Penandatangan dilakukan oleh Muhammad Hasan Gaido, selaku Direktur Utama Gaido Group dan Prof. Dr. Karomani M.Si., selaku Rektor Unila.

Hasan Gaido mengatakan Gaido Group melalui unit-unit usahanya dengan strategi ABG Cantik (Academy, Business, Government, Community) siap bersinergi dan berkolaborasi dalam program kampus merdeka yang dicanangkan oleh pemerintah.

Melalui Gaido Institute misalnya yang sedang menjalankan program magang mahasiswa ke Korea Selatan, ada juga Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound di Serang sebagai tempat pelatihan kampus merdeka dalam bidang pertanian, perkebunan, perikanan dan dukungan untuk membangkitkan UKM dan ekonomi kreatif dengan Brand Gaido Halal Food di bawah bendera PT. Banten Restoran dan Katering.

“Semoga sinergi ini membawa banyak benefit, selain kepada Gaido Group dan Unila, juga kepada masyarakat Indonesia dan diharapkan bisa mendukung dalam mewujudkan Indonesia menjadi sentral ekonomi syariah dunia.” ujar Bendahara Komite Ekspor Halal DPP Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) ini.

“Melalui MoU ini, diharapkan UNILA semakin bekonsentrasi kepada persiapan, menyiapkan SDM unggul untuk memenangkan persaingan dan kompetisi global yang sekarang ini semakin sengit antar negara, juga memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi sigap dan siap untuk menjaga keutuhan NKRI. Sebagaimana jargon kami, Synergy and Innovation for the Nation. Dan kami bersiap masuk ke dalam 10 kampus terbaik di Indonesia tahun 2025.” ungkap Prof. Karomani.

Lebih lanjut, Prof. Aom menyampaikan, ini merupakan strategi talent boosting yang harus didukung dan membutuhkan kolaborasi dari kita semua, baik pemerintah, kampus, mahasiswa, industri dan semuanya.

Di kesempatan lain, dalam penyelenggaraan Festival Kampus Merdeka 2021, Presiden Jokowi mengatakan gerakan merdeka belajar dan kampus merdeka akan menjadi percepatan penyiapan talenta Indonesia.

Pengembangan program pendidikan di dunia industri harus diprioritaskan dan pengembangan ekosistem nasional juga harus dibenahi.

Untuk mempercepat implementasi Nota Kesepahaman ini, maka langsung ditandatangani perjanjian kerjasama antara Gaido Group dengan Wakil Rektor PKTIK, Kewirausahaan, dan Inkubator Bisnis Unila yang dikepalai oleh Prof. Suharso, Ph.D.

Turut menyaksikan seremoni penandatanganan ini yaitu Wakil Rektor Bidang PKTIK, Prof. Suharso, Ph.D., beserta jajaran lainnya dan Komisaris Utama Gaido Group, Laksma TNI AL (Purn) Dr. Ir. H. Eden Gunawan, MM, IPM, AER., serta Direktur Gaido Travel & Tours, Nana Sujana. 

Optimalkan Pengumpulan Zakat, Baznas Banten Jalin Kerja Sama dengan Gaido Holding Company


GAIDOFOUNDATION.ORG– Dalam rangka kerjasama pengembangan zakat di Provinsi Banten,Gaido Foundation mengunjungi Baznas Banten pada Senin, (21/06/2021).

Ini adalah puncak dari komunikasi intens Baznas Banten dengan Gaido Group terkait dengan rencana kerjasama pengembangan zakat di Provinsi Banten.

Muhammad Hasan Gaido didampingi Ketua Yayasan Anak Sholeh Internasional (YASI), H. Nana Sujana dan diterima langsung Ketua Baznas Banten Prof. Dr. H.E Syibli Syarjaya, LML., MM dan didampingi Ace Sumirsa Ali, S.Fil, Wakil Ketua Bidang Perencanaan, Keuangan dan Pelaporan.

Selain merencanakan pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Baznas Banten di lingkungan Gaido Group, kedatangan Muhammad Hasan Gaido juga untuk memastikan penandatanganan rencana kerjasama lebih luas antara Baznas Banten dengan Gaido Group Holding Company.

“Soal pembentukan UPZ kita sudah clear, tinggal jalan. Yang lebih penting adalah kita bicara program meningkatkan kesejahteraan mustahik dan menurunkan angka kemiskinan. Saya kira banyak sekali yang bisa kita garap bersama, antara Gaido Foundation dan Baznas Banten,” ujar Hasan Gaido saat memulai pembicaraan.

Sebagai penggiat ekonomi syariah nasional, Hasan Gaido merasa sangat strategis membangun kerjasama dengan Baznas Banten, sebab the real ekonomi syariah adalah bicara soal zakat, infak dan sedekah. Apalagi Provinsi Banten dikenal religiusitas Islamnya sangat tinggi.

“Maka kita ini punya slogan, ABG Cantik. Maksudnya adalah Academicy, Business, Government dan Community. Membangun Banten itu harus kolaborasi antara akademisi, bisnis, pemerintah dan komunitas masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Baznas Banten, Prof Dr. HE. Syibli Syarjaya, LML., MM., menjelaskan bahwa potensi ZIS di Banten berdasarkan hasil riset Pusat Kajian Strategis (Puskas) Baznas RI sebesar Rp 7,6 triliun. Pada tahun 2020, baru terkumpul sebesar Rp 120 miliar hasil kerjakeras Baznas Banten, Baznas Kabupaten/Kota dan 10 Lembaga Amil Zakat (LAZ).

“Mengingat potensi yang cukup besar tersebut, secara kuantitas maupun kualitas, kami di Baznas Banten ini masih kekurangan SDM (Sumber Daya Manusia, red). Karenanya, membangun kerjasama dengan banyak pihak adalah keniscayaan bagi Baznas Banten,” ujarnya.

Diungkapkan Prof Syibli Syarjaya bahwa di Baznas Banten terdapat empat pembidangan, yang pertama bidang pengumpulan, kedua bidang pendistribusian, ketiga bidang perencanaan dan keuangan, keempat bidang sumber daya manusia. Pembidangan ini untuk menunjukan sebuah kinerja organisasi yang profesional, sebab kerja Baznas Banten akan diaudit secara syariah dan diaudit pula secara kinerja oleh akuntan publik yang independen.

“Setiap waktu, kinerja Baznas Banten juga dikontrol Satuan Audit Internal (SAI). Setiap 6 bulan dan 12 bulanan membuat laporan kepada Gubernur dan Baznas RI. Jadi sistem kerja kita pasti terkontrol secara sistem,” ujarnya.

Sementara dalam hal distribusi, alokasi dana Zakat di Baznas Banten dipastikan mengalir kepada 8 asnaf, yakni fakir, miskin, amilin, mualaf, riqab, gharimin, fisabilillah, dan ibnu sabil.

Dari 8 kelompok masyarakat lemah tersebut, zakat disalurkan dalam lima pebidangan yakni Bidang Pendidikan, Kesehatan, Dakwah dan Advokasi, Ekonomi dan Dakwah-Advokasi.

“Setiap penyaluran, kami pastikan melalui assessment dan diterima langsung oleh mustahik,” ujarnya.

Mendapat penjelasan ini, Hasan Gaido menimpali bahwa kerja Baznas itu sudah mirip perusahaan dan layak dijabat oleh seorang direktur.

“Kalau begini, Baznas itu bukan soal agama semata, tapi ini soal bisnis dan manajemen. Perlu seorang direktur yang bekerja mewujudkan target-target kerja yang terukur,” ujarnya menimpali.

Gaido Bank Syariah Rayakan Milad ke 27 Tahun

 GAIDOFOUNDATION.ORG — Gaido Bank Syariah merayakan milad ke-27 tahun, pada Senin (14/06) di Graha Gaido Bank Syariah, Cianjur, Jawa Barat.

Momentum Milad Gaido Bank Syariah ke 27 tahun di masa pandemi covid 19 dan di era digital kami mengangkat tema “Gaido Bank Syariah Bangkit Bersama Ekonomi dan Keuangan Syariah di Masa Covid-19 dan Mendorong Lahirnya Bank Digital Syariah di Indonesia”.

“Hari ini (kemarin-Red) menjadi hari terindah dan penuh kebahagiaan untuk jajaran komisaris, direksi dan karyawan serta semua steakholder di lingkungan Gaido Bank Syariah di mana hari ini merupakan milad Gaido Bank Syariah ke 27 tahun” tutur Komisaris Utama Muhammad Ali Fikri

27 tahun lalu atau pada tanggal 14 juni 1994  merupakan hari lahirnya bank islam dan mendapatkan izin oprasional pada tahun 1995 dari kementrian keuangan saat ini, Gaido Bank Syariah dilahirkan oleh para ulama dan praktisi ekonomi dan keuangan syariah dengan izin Allah bank ini mampu bertahan dan bahkan membahagiakan kita semua bukan hanya kami yang berada di Gaido Bank Syariah tapi menjadi kebahagian bagi umat Islam dan bangsa Indonesia.

Hingga hari ini  bank syariah atau bank Islam mampu berkembang bukan hanya ada tapi mampu memberikan jawaban bahwa bank Islam atau bank syariah tumbuh dan memberikan kontribusi nyata untuk perteumbuhan ekonomi dan keuangan syariah yang semakin maju dan besar di Indonesia bahkan di dunia.

Muhammad Ali Fikri menyampaiakan pengalamannya dalam mengawal Gaido Bank Syariah mengalami secara langsung mulai dengan nama Bank Islam dengan brand ARFIS singakatan Artha Fisabililah lalu berubah dengan brand BAF Syariah masih singakatan dari Bank Artha Fisabililah Syariah dan pada momentum milad ini berubah lagi dengan brand Gaido Bank syariah yang telah diputuskan pada RUPS Luar Biasa.

“Saya mewakili manajemen mengucapakan terima kasih kepada semua pihak mulai Pemilik Saham Pengendali (PSP), Muhammad Hasan Gaido, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cianjur, Yayasan Dompet Dhuafa, Wahyu Dwi gung dan para nasabah Gaido Bank Syariah, saya mengucapakan mohon maaf apabila layanan kami belum maksimal dan saya mengajak mari kita hijrah untuk bertransaski keuangan dengan bank syariah agar hidup kita berkah.” ujar Ali Fikri.

Gaido Bank Syariah fokus untuk mendorong percepatan Indonesia Sentral Ekonomi Syariah Dunia dan menjadi pelaku dengan fokus bersinergi dengan pasar tradisional untuk membantu para pelaku UKM, pasar emosional untuk kaum muslimin di seluruh Indonesia untuk menabung, deposito dan pembiayaan dengan bank syariah, pasar nasional untuk semua pihak bersinergi dan berkolaborasi bertransaksi dengan bank syariah.

Saat ini Gaido Bank Syariah juga sedang menyiapkan transaksi digital sehingga ketika bank Indonesia sudah memutuskan transaksi rupiah digital, Gaido Bank Syariah mampu melakukannya.

Sebagaimana kita ketahui, Bank Indonesia (BI) saat ini tengah merumuskan pembuatan mata uang digital atau Central Bank Digital Currency (CBDC). Dengan kata lain, bank sentral sedang menggodok aturan terkait rupiah digital.

Bank Indonesia dan Menteri Keuangan sedang ikut pembahasan dengan 7 bank sentral lainnya pada momentum keketuaan presidensi G-20 di tahun depan agar disepakati desain CBDC yang bisa dijadikan acuan bank sentral agar bisa diterapkan seluruhnya.

Selain itu, pertimbangan untuk menerapkan rupiah digital adalah pilihan teknologi. Dalam hal ini, apakah menggunakan blockchain, distributed ledger technology (DLT), atau stablepoint.

Badan Supervisi Bank Indonesia (BSBI)juga mempersiapkan terkait infrastruktur pasar keuangan dan sistem pembayaran yang jadi salah satu prasyarat digital currency, karena butuh infrastruktur di pasar keuangan dan sistem pembayaran yang terintegrasi.

Ali Fikri juga menyampaikan bahwa Gaido Bank Syariah mendorong Visi Gaido 2045 Indonesia Sentral Ekonomi Syariah Dunia, visi ini semakin mengkristal menjadi visi bangsa Indonesia sehingga kita semua bergerak saling menguatkan sehingga percepatan ekonomi syariah di Indonesia semakin terasa.

Baru-baru ini, Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Airlangga Hartarto melaporkan bahwa posisi Indonesia di bidang ekonomi dan keuangan syariah global berada pada posisi membanggakan. Mengacu pada The State of Global Islamic Economy (SGIE) Report 2020/2021, Indonesia berada pada peringkat ke-4 dari 73 negara. Pencapaian ini telah mengalami peningkatan signifikan dibandingkan 2018 lalu yang menempati peringkat ke-10.

The State of the Global Islamic Economy Report merupakan laporan yang mendefinisikan dan memberikan pandangan menyeluruh tentang ekonomi Islam serta potensi masa depannya. Tujuannya untuk memfasilitasi investasi dan pertumbuhan industri.

Ini adalah barometer tahunan kesehatan dan perkembangan industri ekonomi Islam di seluruh dunia. Aset keuangan syariah Indonesia tercatat sebesar US$ 99,2 miliar pada 2019. Jumlah ini setara 3,44 persen dari total aset keuangan syariah global.