Merenungi Kembali Makna Kemerdekaan

Sejarah Bangsa Indonesia untuk mendapatkan kemerdekaan tidak mudah karena harus berjuang melawan berbagai bangsa yg menjajah, untuk menjadi bangsa merdeka harus berjuang dengan darah dan nyawa  oleh para pejuang bangsa ini salah satunya mungkin adalah kakek dan orang tua kita.

Setelah kemerdekaan kita harus berjuang untuk mengisi kemerdekaan tersebut dengan karya nyata anak bangsa jangan malas dan tidak mau berusaha.

Percayalan ketika kita memikul beban perjuangan  dengan tanggung jawab Apapun,  maka itulah cara Allah untuk membentuk karakter kita agar kuat dan sehat bahkan untuk mengantarkan ke pintu kesuksesan. Seperti beban para pejuang bangsa Indonesia yg menjadikan bangsa ini merdeka. 

Mari kita ambil contoh Yaitu tentang insiden yang terjadi belasan tahun silam di China, ketika sebuah truk besar tergelincir saat melintasi jalan layang.

Kepala truk tersebut menerobos pembatas jalan, dan bisa menyebabkan kendaraan berat itu terjun bebas ke bawah. Namun karena muatan yang dibawanya cukup banyak, justru truk itu selamat! Beban berat yang dipikulnya ternyata menahan kepala truk agar tidak terjatuh.

Petugas keamanan lantas datang melakukan operasi penyelamatan, dan orang-orang kemudian ramai mengomentari insiden tersebut bahwa terkadang beban yang berat itu menyelamatkan hidup kita.

Mengingatkan kepada kisah Mas Ahmad dari India dan temannya yang sedang mendaki gunung Himalaya. Mereka berdua dalam perjalanan turun dari gunung dan berjuang melawan suhu dingin yang ekstrem.

Di tengah perjalanan mereka menjumpai seorang pendaki lain yang kakinya terjepit 

di antara bebatuan. Mas.Ahmad memutuskan untuk menolong orang itu, sementara temannya justru memilih untuk terus berjalan menyelamatkan diri sendiri.

Maka tubuh orang yang tidak berdaya itu dipikul di atas punggung Mas Ahmad dan mereka berdua melanjutkan perjalanan dengan tertatih-tatih. Sesekali Mas Ahmad

merasa kelelahan, ia istirahat sejenak hingga tenaganya pulih kembali.

Meski penuh perjuangan, mereka berdua  tiba  gunung dengan selamat. Namun anehnya justru temannya yang sudah berjalan jauh di depannya ternyata belum sampai. Seharusnya ia sudah tiba lebih dulu.

Hingga beberapa jam kemudian, tim SAR mendapat kabar bahwa temannya itu mati membeku di tengah perjalanan. Tubuhnya tak sanggup melawan cuaca dingin yang menusuk tulang itu.

Tersadarlah Mas Ahmad justru karena beban berat yang ia pikul tersebutlah yang menyebabkan tubuhnya berkeringat dan menjaganya tidak membeku. Ditambah lagi punggungnya yang bersentuhan badan dengan orang yang ia tolong, menjaga panas tubuhnya.

Sekali lagi terbukti bahwa terkadang beban yang berat itu menyelamatkan hidup kita.

..وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ 

وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ..

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu.” (Surat Al-Baqarah: 216)

Jadi, jangan pernah mengeluh dengan bebanmu.

Berbahagialah ketika kita memiliki Beban karena Allah percaya kepada kita untuk menyelesaikan beban tersebut samapai pada tujuan.

*Momentum HUT RI Ke 75. Mari kita ambil beban untuk memajukan bangsa ini sebagai estapet dari para pejuang bangsa ini untuk di lanjutkan oleh kita dengan jabatan dan profesi kita masing masing.

Hidup hanya sekali jadilah yg berarti. Hidup adalah pilihan sukses atau sukses.


Kita bangun karya nyata untuk bangsa mengabdi untuk negeri berkhidmat untuk umat. Mari kita sinergi bekerja sama untuk menumbuhkembangkan menuju Indonesia Sentral Ekonomi Syariah Dunia.

Salam Perjuangan! Salam Kemerdekaan !

Muhammad Hasan Gaido (MHG)

WAKAF – SHADAQAH JARIYAH UTSMAN BIN AFFAN DI MADINAH MENJADI MOTIVASI MUHAMAD HASAN GAIDO GALAKKAN WAKAF SAHAM DI INDONESIA

Apakah Anda tahu kalau sahabat nabi khalifah Utsman bin Affan adalah seorang  pebisnis yang kaya raya, namun mempunyai sifat murah hati dan dermawan. Dan ternyata beliau radhiallahu ‘anhu sampai saat ini memiliki rekening di salah satu bank di Kerajaan Arab Saudi, bahkan rekening dan tagihan listriknya juga masih atas nama beliau.
Bagaimana ceritanya sehingga beliau memiliki hotel atas namanya di dekat Masjid Nabawi ?
Diriwayatkan di masa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, kota Madinah pernah mengalami paceklik hingga kesulitan air bersih. Karena mereka (kaum Muhajirin) sudah terbiasa minum dari air zamzam di Mekah. Satu-satunya sumber air yang tersisa adalah sebuah sumur milik seorang Yahudi, “Sumur Raumah” namanya. Rasanya pun mirip dengan sumur zam-zam. Kaum muslimin dan penduduk Madinah terpaksa harus rela antri dan membeli air bersih dari Yahudi tersebut.
Prihatin atas kondisi umatnya, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian bersabda : “Wahai Sahabatku, siapa saja diantara kalian yang menyumbangkan hartanya untuk dapat membebaskan sumur itu, lalu menyumbangkannya untuk umat, maka akan mendapat surgeNya Allah Ta’ala” (HR. Muslim).
Adalah Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu yang kemudian segera bergerak untuk membebaskan Sumur Raumah itu. Utsman segera mendatangi Yahudi pemilik sumur dan menawar untuk membeli sumur Raumah dengan harga yang tinggi. Walau sudah diberi penawaran yang tertinggi sekalipun Yahudi pemilik sumur tetap menolak menjualnya, “Seandainya sumur ini saya jual kepadamu wahai Utsman, maka aku tidak memiliki penghasilan yang bisa aku peroleh setiap hari” demikian Yahudi tersebut menjelaskan alasan penolakannya.
Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu yang ingin sekali mendapatkan balasan pahala berupa Surga Allah Ta’ala, tidak kehilangan cara mengatasi penolakan Yahudi ini.
“Bagaimana kalau aku beli setengahnya saja dari sumurmu” Utsman, melancarkan jurus negosiasinya.

“Maksudmu?” tanya Yahudi keheranan.
“Begini, jika engkau setuju maka kita akan memiliki sumur ini bergantian. Satu hari sumur ini milikku, esoknya kembali menjadi milikmu kemudian lusa menjadi milikku lagi demikian selanjutnya berganti satu-satu hari. Bagaimana?” jelas Utsman.
Yahudi itupun berfikir cepat,”… saya mendapatkan uang besar dari Utsman tanpa harus kehilangan sumur milikku”. Akhirnya si Yahudi setuju menerima tawaran Utsman tadi dan disepakati pula hari ini sumur Raumah adalah milik Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu.
Utsman pun segera mengumumkan kepada penduduk Madinah yang mau mengambil air di sumur Raumah, silahkan mengambil air untuk kebutuhan mereka GRATIS karena hari ini sumur Raumah adalah miliknya. Seraya ia mengingatkan agar penduduk Madinah mengambil air dalam jumlah yang cukup untuk 2 hari, karena esok hari sumur itu bukan lagi milik Utsman.
Keesokan hari Yahudi mendapati sumur miliknya sepi pembeli, karena penduduk Madinah masih memiliki persedian air di rumah. Yahudi itupun mendatangi Utsman dan berkata “Wahai Utsman belilah setengah lagi sumurku ini dengan harga sama seperti engkau membeli setengahnya kemarin”. Utsman setuju, lalu dibelinya seharga 20.000 dirham, maka sumur Raumah pun menjadi milik Utsman secara penuh.
Kemudian Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu mewakafkan sumur Raumah, sejak itu sumur Raumah dapat dimanfaatkan oleh siapa saja, termasuk Yahudi pemilik lamanya.
Setelah sumur itu diwakafkan untuk kaum muslimin… dan setelah beberapa waktu kemudian, tumbuhlah di sekitar sumur itu beberapa pohon kurma dan terus bertambah. Lalu Daulah Utsmaniyah memeliharanya hingga semakin berkembang, lalu disusul juga dipelihara oleh Pemerintah Saudi, hingga berjumlah 1550 pohon.
Selanjutnya pemerintah, dalam hal ini Departemen Pertanian Saudi menjual hasil kebun kurma ini ke pasar-pasar, setengah dari keuntungan itu disalurkan untuk anak-anak yatim dan fakir miskin, sedang setengahnya ditabung dan disimpan dalam bentuk rekening khusus milik beliau di salah satu bank atas nama Utsman bin Affan, di bawah pengawasan Departeman Pertanian.
Begitulah seterusnya, hingga uang yang ada di bank itu cukup untuk membeli sebidang tanah dan membangun hotel yang cukup besar di salah satu tempat yang strategis dekat Masjid Nabawi.
Bangunan hotel itu sudah pada tahap penyelesaian dan akan disewakan sebagai hotel bintang 5. Diperkirakan omsetnya sekitar RS 50 juta per tahun. Setengahnya untuk anak2 yatim dan fakir miskin, dan setengahnya lagi tetap disimpan dan ditabung di bank atas nama Utsman bin Affan radhiyallahu anhu.
Subhanallah,… Ternyata berdagang dengan Allah selalu menguntungkan dan tidak akan merugi..

Ini adalah salah satu bentuk sedakah jariyah, yang pahalanya selalu mengalir, walaupun orangnya sudah lama meninggal..
Disebutkan di dalam hadits shahih dari Abi Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
Apabila manusia meninggal dunia, terputuslah segala amalannya, kecuali dari tiga perkara: shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak shaleh yang mendoakannya”. [HR. Muslim, Abu Dawud dan Nasa’i]
Dan disebutkan pada hadits yang lain riwayat Ibnu Majah dan Baihaqi dari Abi Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
إِنَّ مِمَّا يَلْحَقُ الْمُؤْمِنَ مِنْ عَمَلِهِ وَحَسَنَاتِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ عِلْمًا عَلَّمَهُ وَنَشَرَهُ وَوَلَدًا صَالِحًا تَرَكَهُ وَمُصْحَفًا وَرَّثَهُ أَوْ مَسْجِدًا بَنَاهُ أَوْ بَيْتًا لاِبْنِ السَّبِيلِ بَنَاهُ أَوْ نَهْرًا أَجْرَاهُ أَوْ صَدَقَةً أَخْرَجَهَا مِنْ مَالِهِ فِي صِحَّتِهِ وَحَيَاتِهِ يَلْحَقُهُ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهِ
“Sesungguhnya di antara amalan dan kebaikan seorang mukmin yang akan menemuinya setelah kematiannya adalah: ilmu yang diajarkan dan disebarkannya, anak shalih yang ditinggalkannya, mush-haf yang diwariskannya, masjid yang dibangunnya, rumah untuk ibnu sabil yang dibangunnya, sungai (air) yang dialirkannya untuk umum, atau shadaqah yang dikeluarkannya dari hartanya diwaktu sehat dan semasa hidupnya, semua ini akan menemuinya setelah dia meninggal dunia”.
Like dan sebarkan, agar manfaat dari informasi ini tidak hanya berhenti pada anda, tapi juga bisa dirasakan oleh orang lain, sekaligus merangkai jaring pahala.
Kisah inspiratif tentang Wakaf di atas telah menjadi motivasi Muhamad Hasan Gadio (MHG), seorang pengusaha kelahiran 1 Juli 1971 asal Lebak, Banten.

Hasan Gaido dalam perjalanan waktu setelah bersekolah di kampungnya Leuwidamar, Lebak, Banten memilih merantau ke Makkah untuk belajar dan sekaligus bekerja guna membiayai sekolah dan kehidupannya.
Hasan Gaido mendapat pengajaran langsung dari Syeikh Abuya Damanhuri Al Bantani di Syamiah dan Zumaijah, di masa yang sama  Hasan juga bekerja di salah satu hotel bintang 4 saat itu, Al Safa Hotel dan sewaktu waktu menjadi seorang guide atau mutawif.  Ia menetap di Makkah mulai tahun 1995 sampai 2000.
Kembali ke Indonesia dengan motivasi dan bantuan sahabatnya di Singapore, almarhum Bapak Anwar Husen dan Ibu Azizah Thalib; pemilik Azza Travel Singapore. bahwa kembalinya ke Indonesia untuk membuat perusahaan yang bergerak di bidang haji dan umrah seperti Azza Travel Singapore dan pengalamannya selama 5 tahun di Mekkah, menjual paket haji dan umrah atau penyedia hotel kepada travel haji dan umrah dari Indonesia, Malaysia, Sinagpore, Brunai Darussalam bahkan Amerika Serikat.
Pada tahun 2000, awalnya Hasan Gaido bekerja di perusahaan yang belum memiliki izin umrah dan haji sehingga bersinergi dengan perusahaan lain yang telah memiliki izin  umrah dan haji. Nasib berkata lain pada tahun 2003 Hasan Gaido keluar dari perusahaan tersebut untuk membuat perusahaan sendiri yaitu PT. Gaido Azza Darusalam Indonesia dengan brand Gaido Travel & Tours pada 18 Februari 2003 yang dimulai  dengan satu karyawan dan mengontrak  kantor berukuran 2 x 4 meter di Gedung Trisula Perwari, Menteng, Jakarta Pusat.
Allah memberikan keberkahan melalui usaha Gaido Travel yang akhirnya berkembang menjadi perusahaan besar dan telah memiliki kantor sendiri di Graha Gaido yang berlokasi di Jl. Kyai Caringin No 5, Cideng, Jakarta Pusat. Bermula dari kantor pusat tersebut Gaido Travel kemudian berekspansi dengan membuka kantor-kantor cabang di berbagai kota besar di seluruh tanah air dengan taregt 120 kantor cabang dan per tahun 2019, kini Gaido Travel telah memiliki 58 kantor cabang dan membuka entitas bisnis baru yang terintegrasi dengan bisnis Gaido  Travel yaitu di bidang restoran, transporasti, media, bank syariah, dan lainnya.
Pada tanggal 10 – 15 Desember  2018, Bank Indonesia menyelenggarakan Indonesia Shariah Economic Festival Festival (ISEF) 2018 dan dibuka oleh Gubernur Jawa Timur, Soekarwo bersama Gubernur Bank Indonesia, Dr. Perry Warjiyo dan Mentri Bidang Perekonomian, Darmin Nasution,

Pada momen ISEF 2018 ini, Hasan Gaido mewakafkan saham Gaido Travel sebesar Rp 1,5 Milyar atau setara nilai Rp 15 Milyar kepada pimpinan Pondok Pesantren Modern Tazakka, K.H. Anang Rikza Masyhadi, MA dan disaksikan oleh pengurus Badan Wakaf Indonesia (BWI) dan Bank Indonesia.
Pada 12-16 November 2019 bertempat di Jakarta Convention Center  (JCC) Jakarta, Bank Indonesia kembali mengadakan acara Indonesai Shariah Economic Festival Festival (ISEF) 2019 dan dibuka oleh Wakil Presiden Indonesia, Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin bersama Gubernur Bank Indonesia, Dr. Pery Warjiayanto.

Pada momen event Internasional ini dengan berbagai program kegiatan Hasan Gaido mewakafkan saham BAF Syariah sebesar Rp 100 juta atau setara nilai Rp 1 Milyar kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Cianjur yang diterima oleh KH. Ahmad Yanin selaku Wakil Ketua Umum MUI Cianjur, dan kemudian mewakafkan juga saham sebesar Rp 100 juta atau setara nilai Rp 1 Milyar kepada Yayasan Dompet Dhuafa yang diterima oleh Direktur Yayasan Dompet Dhuafa, Dr. Imam Rulyawan.


BAF Syariah adalah bank syariah yang didirikan para ulama dan ahli ekonomi Islam Indonesia pada tahun 1994 sehingga BAF Syariah mampu bertahan dan berkembang sampai sekarang. Pada proses pembelian sahamnya, Hasan Gaido, membeli 30 persen dari Bapak Wahyu Agung yang saat itu selaku Pemilik Saham Pengendali (PSP) atau mayoritas. Dengan kepemilikan saham sebesar 30 persen tersebut maka, Muhamad Hasan Gaido resmi ditetapkan sebagai pemilik saham oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tahun 2017.

Kemudian dalam perjalannya  dari 30 persen saham tersebut diwakafkan kepada MUI dan Dompet Dhuafa masing-masing 10 persen, dan selanjutnya Hasan Gaido melakukan penambah modal atau penambahan nilai sahamnya hingga sekarang tercatat sebagai PSP atau mayoritas di BAF Syariah.
Harapannya dari wakaf saham Dompet Dhuafa dan MUI dapat dijadkan program wakaf saham atas nama mereka di BAF Syariah senilai Rp 10.000 per lembar sehingga Dompet Dhuafa dan MUI mampu menambah sahamnya di BAF Syariah seiring dengan terus mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat tentang wakaf saham.
Wakaf saham ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi umat, agama dan bangsa sebagaimana wakafnya Utsman bin Affan; yang bisa disalurkan dalam berbagai bentuk seperti santunan anak yatim, bantuan sembako kaum dhuafa, beasiswa pendidikan dan pelunasan hutang untuk masyarakat yang terlilit hutang (Ghorimin).
Semoga program ini mampu menyadarkan kaum musliminin di seluruh negeri bahkan internasional, bahwa seorang muslim dengan muslim lainnya adalah saudara, dan hanya dengan mulai berwakaf saham melalui Dompet Dhufa dan MUI di BAF Syariah, maka kita dapat membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan. Keberhasil program ini nanti akan semakin menguatkan terealisasinya bank syariah wakaf di Indonesia, yang nantinya bank ini menjadi milik umat dari umat untuk umat.
Semoga melalui wakaf saham ini pula dapat mendorong terwujudnya visi Indonesia sentral ekonomi syariah dunia yang darinya semoga dapat terlahir para pengusaha baru Indonesia yang memiliki kepedulian terhadap masa depan agama dan bangsa, lahirnya pengusaha yang dermawan dan kaum muslimin yang peduli sesama saudaranya di mana pun berada. Itu bisa kita mulai hanya dengan ikut serta pada program wakaf saham Rp 10.000 saja.
Bagi kaum muslimin dan muslimat yang ingin turut berkontribusi dalam wakaf saham ini  bisa dengan cara transfer atau pun setor tunai ke rekening  Dompet Dhuafa  dan Rekening MUI Cianjur yang ada di BAF Syariah .  Berikut Nomer Rekeining Tujuan Wakaf

  • Setor Tunai ke Rekening  N0.1130100121 an. Dana Wakaf Saham BAFS di BPRS Artha Fisabililah

  • Transfer  ke Rekening  N0.99416011301121 an. Dana Wakaf Saham BAFS di Bank Syariah Mandiri Cabang Cianjur.
  • Transfer  ke Rekening  N0.1234567477 an. BPRS Artha Fisabililah Wakaf di Bank Syariah Mandiri Cabang Cianjur.
Informasi lebih lanjut dan layanan tentang program wakaf saham dapat menghubungi call center 081234567470.

Akhirnya, tiada kata lain yang pantas diucapkan selain bersyukur kepada Allah SWT dan doa yang tiada henti untuk PSP BAF Syariah yang telah menginisiasi dan terus konsisten menggalakkan program wakaf saham di Indonesia. Semoga Muhamad Hasan Gaido selalu dalam lindungan dan keberkahan Allah SWT serta mewujudkan semua harapannya yang tiada lain menjadi manfaat untuk kemaslahatan Ummat. Aamiin.


*Sekilas Tentang Kontributor

Muhammad Ali Fikri adalah Komisaris Utama BAF Syariah di bawah bendera PT. Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Artha Fisabililah. Delapan tahun lebih berkarya dan mengabdi di BAF Syariah, Ali Fikri adalah saksi hidup proses pembelian saham Muhamad Hasan Gaido di BAF Syariah dan juga proses wakaf saham kepada Dompet Dhuafa dan MUI Cianjur. Ia bersama sosok pengusaha muslim, Muhamad Hasan Gaido yang saat ini sebagai PSP di BAF Syariah, memiliki harapan besar bahwa suatu saat nanti akan terealisasi Indonesia Sentral Ekonomi Syariah Dunia dan BAF Syariah ikut terlibat di dalamnya ini. 

GAIDO FOUNDATION BERBAGI SANTUNAN BERKAH SYAWAL

Gaidofoundation.org–Gaido Foundation melakukan pembagian santunan uang tunai kepada 40 anak yatim dan 60 dhufa, lansia dan pekerja harian yang terdampak langsung secara ekonomi dari adanya pandemik Covid-19, pada Kamis (04/06) di Kawasan Wisata Halal Baduy Oubound, Serang, Banten,
Penyerahan santunan dilakukan langsung oleh Muhamammad Hasan Gaido selaku pendiri Gaido Group dan Ketua Dewan Pembina  YASI, dan turut hadir membagikan Direktur PT Bisnis Banten, Muhammad Rikza, Ketua Padepokan Pencak  Silat Gunung Karang, Yayat Supriyatna, dan tokoh Desa Sukamanah, Ustadz Agus. 
Pembagian santunan yang masih dalam suasana Idul Fitri 1441 H ini dilakukan berkat kerjasama Gaido Foundation di bawah Yayasan Anak Shaleh Internasional (YASI) dengan SuChi Group Singapore, sebagai bentuk lanjutan realisasi kerjasama yang telah terjalin sejak Desember 2019 lalu, ketika SuChi Group  Singapore dipimpin MohammadKhair dan para pebisnis asal Singapore melakukan kunjungan bisnis ke Indonesia dan diterima langsung oleh Muhammad Hasan Gaido selaku Founder dan CEO Gaido Group di Banten Restaurant, Tangerang Selatan.  

“Ini merupakanpersiapan kerja sama antara Gaido Group dengan SuChi Group di bidang lifestye halal, khususnya restoran halal, yang sempat tertunda karena adanya pandemi COVID-19. Maka pada kesempatan ini kami mensosialisasikan  pembukaan kembali layanan kantor unit-unit usaha  Gaido Group yang terdampak atas diberlakukannya protokol penaggulangan COVID-19 oleh pemerintah; seperti Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound, Gaido Travel & Tours, Banten Restoran, Gaido Water, Gaido Media Creative, dll.” ujar Hasan Gaido.  
Sebagaimana  yang telah diberitakan sebelumnya, Gaido Foundation telah menggalang donasi dengan menarget donatur dari berbagai elemen seperti alumni haji dan umrah Gaido Travel, mitra bisnis, jejaring Cabang Gaido Travel nasional dan internasional, Azza Travel Singapore, perseorangan dan lembaga; dan telah melaksanakan diberbagai kesempatan. 

Pada 22 April 2020, Gaido Foundation melakukan 170 paket sembako untuk dhuafa, anak yatim, lansia dan pekerja harian yang terdampak langsung secara ekonomi dengan adanya pandemik Covid-19.  Penyerahan simbolis paket sembako wakilkan langsung oleh Nana Sujana, selaku Direktur Gaido Travel & Tours, dan turut hadir menyaksikan Sekretaris Umum PUB. Eden Gunawan beserta jajarannya, Ketua Presidium FSPP, KH. Sulaiman Efendi, Sekretaris Jenderal FSPP. Dr. Fadhlullah beserta jajarannya, Ketua MUI Banten, KH.A.M. Romly dan  Firdaus, Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI).
Pada Sabtu, 9 Mei 2020, bertempat di Banten Restoran, Tangerang Selatan, Banten, YASI menggelar penyaluran 150 paket sembako kepada masyarakat terdampak pandemi COVID-19, yang bermukim di wilayah Tangerang Raya dan simbolis penerimaan donasi dari Gaido Travel & Tours sebesar Rp 1 miliar, untuk membantu masyarakat Indonesia selama menghadapi masa pandemi. Penyaluran donasi ini dihadiri oleh jajaran pengurus YASI, di antaranya Ahmad Murtadha dan H. Mustofa serta turut hadir menyaksikan  Direktur Gaido Travel, Nana Sujana dan Direktur Bank Arta Fisabilillah (BAF) Syariah, Depi Rusnandar, Waketum Perkumpulan Urang Banten (PUB), Dr.Rizqullah, dan Sekjen Forum Silaturahim Pondok Pesantren (FSPP) Tangsel, Ust. Taufik Ikhlas,

Gaido Foundation dan YASI mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh donatur, semoga amal dan ibadah para donatur mendapatkan balasan pahala terbaik dari Allah Swt. dan menjadi kebaikan kita dan mendapatkan ganjaran surga-Nya.
Kami juga mengajak seluruh elemen umat. demi kelangsungkan dan keselamatan hidup kita agar selalu menjaga kesehatan dan keselamatan jiwa dari penularan virus COVID-19, karena sebagaimana dalam Al-Qur’an surat al-Baqarah ayat 195  “…dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan …” dan sebagaimana kaidah fiqih: “Menolak mafsadah(kemudaratan) didahulukan dari pada mencari kemaslahatan” sehingga sudah selayaknya kita patuhi kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah dan fatwa para ulama kita.

CBN Gelar Kajian Ramadhan “Sukses Bisnis Syariah 4.0 di Masa Pandemik Covid-19”

GAIDOFOUNDATION.ORG-Citra Bunga Nusantara (CBN) menggelar Kajian Ramadhan seri ke 3 ”Sukses Bisnis Syariah 4.0 di Masa Pandemik Covid-19” secara virual melalui Zoom App, pada (07/05) pukul 13.00-15.00 WIB dengan narasumber Muhammad Hasan Gaido, Faounder & CEO Gaido Group, sekaligus menjabat sebagai Presiden Indonesia Saudi Arabia Business Council (ISABC), dimoderatori oleh Agus Kusumaramdhani.

Mengawali paparannya, Hasan Gaido menjelaskan sedikit update sebaran pandemik Covid-19 dan dampak yang diberikannya mulai dari cara kita beribadah, cara kita bekerja, menjalankan kegiatan belajar-mengajar, cara kita berbisnis dan hampis setiap bidang terkena dampak adanya pandemik ini.
“Kita sebagai muslim yang taat, meyakini bahwa semua nikmat maupun ujian yang kita hadapi adalah datangnya dari Allah Swt. dan tak terkecuali Virus Covid-19 ini, namun  kita meyakini pula bahwa Allah Swt. tidak akan memberikan cobaan melebihi kemampuan hamba-Nya dan Allah Swt. tidak akan merubah nasib suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri yang bertekad dan berikhtiar semaksimal mungkin untuk mengubahnya.” Ujar Hasan Gaido
Berbicara bisnis di kondisi saat ini, tidak bisa tidak kita membicarakan soal market share. Saat ini populasi dunia lebih dari 7.3 milyar dan muslim sebanyak 1.8 milyar sebagai market share. Sementara Indonesia terdiri dari 270 juta penduduknya dan Muslim sebanyak 234 juta sehingga menjadi populasi muslim no 1 di dunia. Tersebar di 34 provinsi, 416 kabupaten dan 98 di Kotamadya Serta 7.024 kecamatan.
Gaido Group sudah memiliki sistem manajemen Triangle yang didasari dari rukun Islam yaitu diitikadkan dengan hati, diucapkan dengan lisan dan dilakukan dengan perbuatan yang kemudian diterjemahkan ke dalam manajement bisnisnya; Pertama, Divisi Sales & Marketing, pemimpin harus bisa membuat sistem pemasaran perusahaannya yang bersifat win-win solution, dan benar secara hukum syariah. Kedua, Operasional & Produk, pemimpin harus bisa membuat produk unggulan yang unik dan bernilai manfaat tinggi. Ketiga, Divisi Administrasi & Keuangan, pemimpin perusahaan harus mampu dan paham  bahwa semua administrasi dan transaksi harus tercatatkan secara rapi.
Gaido Group juga menerapakan 5 pilar kesuksesan yang didasari dari rukun Islam yaitu syahadat, shalat, zakat, puasa dan haji yang kemudian diterjemahkan dalam yaitu langkah-langkah sukses dimulai dari: 1) Perencanaan yang matang, 2) Target yang jelas 3) Strategi yang Ampuh, 4) Team work yang solid, dan 5) Pribadi unggul atau profesional.
Gaido Group hadir dengan tagline “Intergrated Syariah Business Corporate” telah membuat landasan perusahaan dengan sistem ekonomi Syariah; “Modal secukupnya dan Untung sewajarnya”. Lebih lanjut lagi, Gaido Group telah membuat ekosistem haji dan umrah di Indonesia yaitu Gaido Travel sebagai penyelenggara haji dan umrah, BAF Syariah sebagai bank syariah penerima tabungan umrah, haji dan pembiayaan. Banten Restoran adalah sebagai penyedia layanan makanan halal untuk calon jamaah haji dan umrah. Kemudian Bisnis Bandung adalah perusahaan garmen untuk penyediaan perlengkapan jamaah haji dan umrah. Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound untuk tempat penyelenggaraan manasik dan gathering alumni, dan semua disupport dengan publikasi media melalui Gaido Media Creative.
Hasan Gaido tidak memungkiri adanya pandemik Covid-19 ini memberi dampak pada bisnis yang dijalaninya, ia berpendapat dalam kondisi ketidakpastian yang tinggi seperti ini, seorang pemimpin perusahaan harus bisa merespon kondisi lebih pro aktif daripada reaktif, serta bisa mengantisipasi kebutuhan perusahaan  ke depan.
“Menyerah bukanlah pilihan. Jadilah pemenang sebagai pengusaha sejati yang tangguh setiap menghadapi cobaan dan tantangan. Gaido Travel, biro travel haji, umrah dan halal travel, yang sudah beroperasi selama 17 tahun ini, semasa pandemik Covid-19 ini justeru telah membuka dua kantor cabang baru, yaitu Cabang Kudus dan Bandung Kota. BAF Syariah sudah menerapkan pendaftaran pembukaan tabungan maupun deposito bisa dengan mobile, sedekat pada ujung jari nasabahnya. Kemudian, pada 5 Mei lalu, juga telah dilaunching Halal Plaza sebuah omni channel technology platform, yang mana Gaido Group dan seluruh unit usahanya, mensurpport produk-produk di Halal Plaza ini.” jelas Hasan Gaido.
Jiwa pemenang akan selalu mencari jalan. Dibalik kesulitan pasti ada jalan keluarnya, karena kadang kita merasa tidak sanggup dengan beban penderitaan saat ini namun Allah Swt. tahu kita sanggup untuk melewatinya hanya perlu maksimal usaha dan berdoa.
“Diberbagai kesempatan ketika memberikan kuliah-kuliah umum di berbagai kampus, saya selalu menyampaikan motto hidup saya yaitu; Hidup hanya sekali jadilah yang berarti! Hidup adalah pilihan sukses atau sukses!.” tutup Hasan Gaido.

SEMARAK RAMADHAN, YASI BAGIKAN PAKET SEMBAKO UNTUK WARGA TANGERANG RAYA

GAIDOFOUNDATION.ORG-Pada Sabtu, 9 Mei 2020, bertempat di Banten Restoran, Tangerang Selatan, Banten, Yayasan Anak Shaleh Internasional (YASI) menggelar kegiatan sosial, penyaluran paket sembako kepada masyarakat terdampak pandemi Covid-19, yang bermukim di wilayah Tangerang Raya.

Pengurus YASI, Ahmad Husen menyampaikan, bahwa bantuan yang disalurkan tersebut berasal dari donasi Gaido Travel & Tours sebesar Rp1 miliar, untuk membantu masyarakat Indonesia selama menghadapi masa pandemi.

“Alhamdulillah kami diberi amanah oleh Gaido Travel untuk menyalurkan bantuan ini kepada masyarakat. Kita semua tentu tahu, akibat pembatasan sosial, banyak warga yang akhirnya kesulitan mencari nafkah, dan pada gilirannya sulit memenuhi kebutuhan sehari-hari,” terang Husen, dalam sambutannya.

Husen melanjutkan, bahwa YASI telah melakukan pendataan masyarakat paling rentan dan paling terdampak di wilayah Tangerang Raya, meliputi Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.

“Kita berupaya semaksimal mungkin agar penerima bantuan ini benar-benar mereka yang membutuhkan. Kami sudah mendata, Insya Allah akan tepat sasaran sebagaimana yang diharapkan Gaido Travel sebagai donator,” tandas Mustafa.

Secara simbolis, bantuan berupa sejumlah paket sembako dan uang tunai tersebut diberikan kepada 150 orang, setelah sebelumnya juga dilaksankan pada 22 April lalu, bertempat di Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound, sebanyak 170 paket sembako dibagikan kepada yang berhak untuk wilayah Pandeglang, Lebak, Serang Kabupaten, Cilegon dan Serang Kota. Nantinya pembagian tahap selanjutnya  akan terus dilakukan secara bertahap di berbagai wilayah di Indonesia.

“Bukan soal besar kecilnya bantuan, tapi soal komitmen kita pada persaudaraan. Kita harus punya kesadaran untuk bisa saling menguatkan. Semoga saja yang kami salurkan dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujar Husen.

  

“Semoga juga di bulan Ramadan yang suci ini, semangat persaudaraan kita semakin kuat. Solidaritas kita kian teruji. Dan semoga kita semua mampu melewati ujian berat ini dengan kesadaran dan komitmen yang baru untuk menjadi lebih baik,” sambung Husen.

Prosesi penyaluran donasi ini juga dihadiri oleh jajaran pengurus YASI yang lain, di antaranya Ahmad Murtadha dan H. Mustofa serta turut hadir menyaksikan  Direktur Gaido Travel, Nana Sujana dan Direktur Bank Arta Fisabilillah (BAF) Syariah, Depi Rusnandar, Waketum Perkumpulan Urang Banten (PUB), Dr.Rizqullah, dan Sekjen Forum Silaturahim Pondok Pesantren (FSPP) Tangsel, Ust. Taufik Ikhlas,

Gaido Foundation Berbagi Kebaikan Jelang Bulan Ramadhan



GaidoFoundation.org-Pada Rabu,(22/04) bertempat di Kawasan Wisata Halal Baduy Oubound, Serang, Banten, Gaido Foundation di bawah Yayasan Anak Shaleh Internasional (YASI) dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, melaksanakan pembagian 170 paket sembako untuk dhuafa, anak yatim, lansia dan pekerja harian yang terdampak langsung secara ekonomi dengan adanya pandemik Covid-19. Penyerahan simbolis paket sembako wakilkan langsung oleh Nana Sujana, selaku Direktur Gaido Travel & Tours, dan turut hadir menyaksikan Sekretaris Umum PUB. Eden Gunawan beserta jajarannya, Ketua Presidium FSPP, KH. Sulaiman Efendi, Sekretaris Jenderal FSPP. Dr. Fadhlullah beserta jajarannya, Ketua MUI Banten, KH.A.M. Romly dan  Firdaus, Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI).

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Gaido Foundation menggalang donasi dengan menarget donatur dari berbagai elemen seperti alumni haji dan umrah Gaido Travel, mitra bisnis, jejaring Cabang Gaido Travel nasional dan internasional, Azza Travel Singapore, perseorangan dan lembaga.

Nana Sujana selaku direktur Gaido travel mengucapkan banyak terima kasih kepada kepala-kepala cabang Gaido Travel seluruh Indonesia, kepada seluruh karyawan di lingkungan Gaid Group, Alumni haji dan umrah, dan juga terkhusus untuk Ibu Azizah dari Azza Travel Singapore yang rutin setiap tahun berdonasi di program ini. Semoga amal dan ibadah para donatur mendapatkan balasan pahala terbaik dari Allah Swt. dan menjadi kebaikan kita dan mendapatkan ganjaran surga-Nya.

Ketua YASI, Tommy Eka Purnama, S.Ag, mengajak seluruh elemen umat untuk menyongsong dengan gembira bulan suci Ramadhan tahun ini, walau saat ini di tengah suasana pandemk Covid-19, dan tentu barang kali ini menjadi pengalaman pertama seumur hidup kita, karena sebagaimana aturan pemerintah bahwa kita diminta untuk tetap #dirumahaja, tidak mengadakan kegiatan berkerumunan seperti buka puasa bersama, saur on the road, dan dianjurkan  shalat berjamaah, tarawih dan tadarusan #dirumahaja, serta kemungkinan juga tidak melaksanakan shalat Idul Fitri.

Demi kelangsungkan dan keselamatan hidup kita maka kami mengajak mari jaga kesehatan dan keselamatan jiwa dari penularan virus Covid-19. Perkara ini lebih utama karena menyangkut kelangsungan hidup, sebagaimana dalam Al-Qur’an surat al-Baqarah ayat 195  …dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan …” dan sebagaimana kaidah fiqih: “Menolak mafsadah (kemudaratan) didahulukan dari pada mencari kemaslahatan” sehingga sudah selayaknya kita patuhi kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah dan fatwa para ulama kita.



Ketua YASI, Tommy Eka Purnama, S.Ag juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada founder Gaido Group, Bapak Muhammad Hasan Gaido beserta keluarga yang selalu mendukung dan komitmen membantu program sosial kemanusiaan YASI. Kami segenap pengurus dan penerima manfaat donasi mendoakan agar Bapak Muhammad Hasan Gaido dan keluarga senantiasa diberi kesehatan, kesuksesan dan keberkahan di dunia dan akhirat. Semoga cita-cita Indonesia menjadi sentral ekonomi syariah dunia segera terwujud dan semua unit usaha Gaido Group semakin maju dan berkembang, menjadi usaha yang berkah bagi ummat.

Rencananya, pembagian paket donasi yang berisikan sembako beras, minyak, gula, mie instan, sarden, dan teh ini dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama yaitu pada 22 April 2020, sebanyak 170 paket di Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound, Serang, untuk lingkup wilayah Serang, Lebak, Pandeglang, dan Cilegon. Tahap kedua yaitu pada minggu awal Ramadhan nanti, sebanyak 130 paket di Gaido Plaza, Banten Resto, Tangerang Selatan, untuk lingkup wilayah Tangerang Raya.

Bagi para dermawan yang ingin berdonasi dalam program ini, dapat mengirimkan donasinya melalui transfer ke rekning BNI Syariah atas nama Yayasan Anak Shaleh Internasional dengan nomor 917 687 809. Donasi juga dapat diantarkan langsung ke sekretariat YASI di Gaido Plaza, Jl. Raya Pamulang 2 No 5, Pamulang, Tangerang Selatan, 15416. Informasi lebih lanjut dan konfrmasi donasi dapat menghubungi nomor: 0813 1815 1227.

Penyediaan seluruh paket sembako diakomodir oleh Gaido Foundation bekerja sama dengan Gaido Mart di bawah PT. Bisnis Banten, salah satu unit bisnis Gaido Group. Gaido Mart merupakan etalase bagi usaha kecil dan menengah, para petani, peternak, nelayan dan pengerajin di wilayah Banten yang menampung dan memasarkan aneka produk khas Banten mulai dari hasil kerajinan, hasil bumi dan hasil olah cipta masyarakat Banten untuk diperdagangkan baik secara nasional maupun internasional/ekspor.

Pesan Ramadhan 1441 H dari Founder Gaido Group

Sudah Diverifikasi



Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.



Alhamdulillah, kita telah memasuki bulan Ramadhan, bulan yang dinanti-nantikan oleh Umat Muslim se-dunia.
Bersama datangnya bulan suci Ramadhan 1441 H, Gaido Group mengucapkan Marhaban Yaa Ramadhan dan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan.
Ramadhan kali ini menjadi terasa begitu berbeda dari tahun sebelumnya, karena saat ini kita berhadapan  dan melawan adanya pandemik Virus Corona (Covid-19) yang memberi dampak pada cara ibadah wajib dan sunnah kita sehingga dianjurkan untuk melaksanakannya di rumah masing-masing bersama keluarga tercinta.

Mari kita jadikan Ramadhan tahun ini menjadi momentum waktu ibadah terbaik untuk kita semuanya. Mari kita saling mendoakan untuk kebaikan kita dan bangsa Indonesia tercinta.
Semoga bulan Ramadhan ini membawa banyak barokah dan kesehatan kepada kita semua. 
Mohon maaf lahir dan batin. Aamiin Ya Rabbal Alamin.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Muhammad Hasan Gaido
Founder dan CEO

5 Hikmah Puasa Ramadhan


Gaidofoundation.org–Menjalankan ibadah puasa mendatangkan banyak hal positif bagi jiwa dan raga. Banyak hikmah Ramadhan yang dapat dipetik selama menjalaninya.
Menjalankan ibadah puasa di suci bulan Ramadhan merupakan kewajiban setiap Muslim yang sudah baligh dan memenuhi syarat. Bagi yang tidak menjalankannya padahal telah memenuhi syarat, maka hukumnya adalah berdosa. Namun apabila berhalangan dalam menjalankan puasa karena sakit atau datang bulan, maka puasa wajib diganti di waktu lain dan juga diwajibkan untuk membayar fidyah.
Ibadah puasa di bulan suci Ramadhan dapat melatih seseorang untuk meningkatkan ketaqwaan terhadap Allah SWT. Selain itu, masih banyak lagi hikmah puasa yang akan didapat apabila dijalankan dengan serius dan sepenuh hati.

1. Meningkatkan Ketaqwaan Pada Allah SWT

Hikmah puasa yang pertama dapat meningkatkan ketaqwaan seorang hamba kepada Allah SWT. Menjalankan ibadah puasa adalah hal yang wajib, seperti yang tertera dalam ayat Al-Quran berikut ini;
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (QS. Al Baqarah: 183).
Ayat ini menunjukkan salah satu hikmah puasa di bulan Ramadhan agar umat Islam dapat menggapai derajat takwa yang mulia. Ketika berpuasa, berarti umat Islam telah melaksanakan perintah Allah dan menjauhi setiap larangan-Nya. Hal ini adalah pengertian takwa. Bentuk takwa dalam ibadah puasa dapat dilihat dari hal-hal berikut;
  • Orang yang berpuasa akan meninggalkan setiap larangan seperti makan, minum, berjima dengan istri dan sebagainya. Berpuasa berarti mengontrol hawa nafsu seperti ini, sesuai dengan perintah Allah SWT. Hal ini dilakukan demi mendekatkan diri pada Allah SWT dan mendapatkan pahala dari-Nya.
  • Orang yang berpuasa sebenarnya mampu untuk melakukan segala kesenangan duniawi yang dilarang selama sedang puasa. Namun, karena menyadari bahwa Allah Maha Mengetahui, maka ia menekan segala keinginan itu secara sadar dan sukarela.
  • Orang yang berpuasa juga akan senang melakukan berbagai amalan yang menunjukkan ketaatan. Dan ketaatan adalah jalan menggapai takwa.


2. Latihan Untuk Mengontrol Hawa Nafsu

Hikmah puasa yang kedua dapat membantu diri dalam mengontrol hawa nafsu. Puasa secara langsung melatih diri dan jiwa dari serangan hawa nafsu. Dengan berpuasa karena Allah SWT, seseorang diharapkan dapat menguasai dan mengontrol perbuatan-perbuatan yang dilarang.
Ketika sedang menjalankan ibadah puasa, alangkah baiknya menghabiskan waktu untuk mengerjakan hal-hal positif yang bermanfaat, yang dapat menciptakan kebaikan dan kebahagiaan dunia serta akhirat. Saat diri dapat meninggalkan kesenangan dunia sejenak, saat itulah dapat dikatakan bahwa kita telah mampu mengendalikan jiwa kita sendiri. Dan hal ini semua dilakukan karena Allah.
Dalam hadist qudsi,Allah SWTberfirman;
يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِى
Dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku.

3. Berusaha Merubah Diri Menjadi Lebih Baik
Hikmah puasa yang ketiga adalah timbulnya kesadaran dan keinginan dari dalam diri untuk berubah menjadi manusia yang lebih baik lagi. Dalam keadaan berpuasa, orang cenderung ingin selalu berbuat baik pada sesama dan menjauhi segala larangan Allah SWT. Hal ini adalah salah satu hikmah puasa yang baik, karena jika kita tergoda untuk melakukan perbuatan maksiat atau tercela, maka akan menjadi sia-sia pula ibadah yang telah dilakukan.
Rasullullah SAW bersabda,
رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الجُوْعُ وَالعَطَشُ
Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga saja.
Saat puasa, baiknya sibukkan diri dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. Lakukan hal-hal baik yang sekiranya menguntungkan bagi diri sendiri maupun orang lain. Selain itu, sebaiknya tinggalkan juga perbuatan-perbuatan negatif seperti ghibah, berbohong, dan hal lain yang sia-sia.
Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAWbersabda,
مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِى أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.
لَيْسَ الصِّيَامُ مِنَ الأَكْلِ وَالشَّرَبِ ، إِنَّمَا الصِّيَامُ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ ، فَإِنْ سَابَّكَ أَحَدٌ أَوْ جَهُلَ عَلَيْكَ
فَلْتَقُلْ : إِنِّي صَائِمٌ ، إِنِّي صَائِمٌ
Puasa bukanlah hanya menahan makan dan minum saja. Akan tetapi, puasa adalah dengan menahan diri dari perkataan lagwu dan rofats. Apabila ada seseorang yang mencelamu atau berbuat usil padamu, katakanlah padanya, Aku sedang puasa, aku sedang puasa.

4. Ikut Merasakan Penderitaan Orang yang Tidak Mampu

Hikmah puasa yang ke empat adalah meningkatkan kepekaan perasaan terhadap orang-orang di sekitar yang kurang mampu atau miskin. Ketika berpuasa, orang akan merasa kelaparan dan kehausan. Dengan ini, seseorang akan merasakan apa yang selama ini dirasakan oleh orang-orang miskin, fakir, yang hidupnya penuh kekurangan.
Hikmah puasa Ramadhan ini membuat kita ikut merasakan penderitaan orang yang kurang beruntung secara ekonomi. Ketika kita menahan lapar dan haus saat puasa, perasaan ini jugalah yang selalu dirasakan oleh para fakir miskin setiap harinya di luar bulan puasa. Merasakan emosi-emosi seperti ini membuat kita dapat semakin berempati dan bersimpati kepada mereka yang kurang beruntung.
5. Baik Bagi Kesehatan Jasmani
Hikmah puasa yang kelima adalah fakta bahwa berpuasa ternyata juga membantu meningkatkan kesehatan jasmani sebagaimana rohani. Dengan berpuasa, kebutuhan rohani akan kedekatan dengan Allah SWT dapat terpenuhi dan oleh karenanya mendatangkan pula manfaat berupa pahala dan kebaikan jasmani.
Berpuasa dapat membuat kesehatan jasmani seseorang jadi meningkat dan lebih baik. Kal ini dikarenakan ketika puasa, orang akan tidak banyak melakukan aktivitas makan dan minum sebagaimana biasanya. Hal ini membantu mengistirahatkan sistem pencernaan dalam tubuh selama sementara waktu. Juga memberi kesempatan bagi tubuh untuk mengeluarkan semua kotoran dan zat-zat berbahaya yang terdapat di dalamnya.

5 Rahasia Jualan ala Rasulullah



Gaidofoundation.org. Meskipun dahulu aktivitas berdagang sempat dipandang sebelah mata, namun kenyataannya sekarang banyak orang mulai tertarik menjadi entrepreuner dan usaha yang begitu erat dengan istilah JUALAN. Dalam Islam sendiri yang namanya berdagang atau berwirausaha dianggap sebagai salah satu pekerjaan yang mulia. Bahkan mempermudah datangnya rezeki Allah SWT. Sebagaimana dijelaskan dalam suatu hadist terkemuka yang berbunyi :

Sembilan dari sepuluh pintu rezeki ada dalam perdagangan”

Dan sebagaimana diterangkan dalam banyak riwayat, Nabi Muhammad SAW sendiri pun seorang pedagang/penjual  sejati. Alias kalo zaman sekarang diistilahkan dengan sebutan Master of Selling.

Disebutkan dalam sejarah bahwa beliau memulai bisinisnya sejak berusia 12 tahun. Beliau dikenal sebagai pedagang yang jujur, ramah bahkan sukses.

Kesuksesan nabi Muhammad SAW dalam berwirausaha tidak hanya sekedar dalam hal materi saja. Tapi juga keberkahan rezeki yang diperoleh serta memupuk tali persaudaraan antar muslim (dalam artian memperbanyak patner kerja atau kenalan-kenalan baru).

Lalu apa yang menjadi kunci sukses Rasulullah hingga bisa jadi Master of Selling pada masanya?

Berikut ini adalah 5 Rahasia Dahsyat Berjualan ala Rasulullah. Yuk, kita simak baik baik :

1. Meniatkan Segala Aktivitas Kebaikan Demi Ridha Allah SWT (Lillahi Ta’ala)

Sesungguhnya amal perbuatan tergantung pada niat, dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan yang ia niatkan. Barangsiapa yang berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya maka ia akan mendapat pahala hijrah menuju Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang ingin diperolehnya atau karena wanita yang ingin dinikahinya, maka ia mendapatkan hal sesuai dengan apa yang ia niatkan.” (HR. Al Bukhari dan Muslim).
Awal Beliau memulai berdagang, saat itu usianya masih 12 tahun. Rasul berdagang dengan mengikuti pamannya, Abu Thalib hingga ke negeri Syam (Suriah). Ketika usianya menginjak 15-17 tahun, Rasul telah berdagang secara mandiri.

Beliau berhasil memperluas bisnisnya hingga ke 17 negara. “Sampai-sampai Beliau disebut sebagai khalifah (pemimpin) perdagangan di masa muda beliau.” 
Kalo di zaman sekarang mungkin bisa dikatakan karena Rasulullah itu benar benar menjadi acuan para pedagang Islam sepanjang Zaman.

Beliau rasanya sangat pantas untuk di gelari Grand Master of Islamic Selling. Alias Maha Guru Jualan ala Islam. 
Nah, karena reputasi luarbiasa dan karena kecakapan Rasulullah dalam menggabungkan antara berdagang, berkomunikasi, berkesadaran dan juga ber-ISLAM? Hal inilah yang kemudian menarik perhatian seorang saudagar perempuan  kaya raya bernama Siti Khadijah. Jadi, singkat ceritanya, karena ketakjuban Khadijah pada cara dan akhlak Rasulullah. Siti Khadijah pun terluluhkan hatinya dan kemudian memperkenankan dirinya untuk dinikahi oleh Rasulullah.  

Segala jenis usaha dan aktivitas Rasulullah pun menjadi semakin sukses. Dan semua itu tak lain adalah buah dari sebuah ketulusan niat Rasulullah yang hanya mengharapkan ridho Allah saja. Sehingga ketika Allah kemudian Ridho, Maka dengan pasti, usaha dagang/jualannya Rasulullah pun semakin dimudahkan.

Maka itu, jika usaha jualan kita ingin dimudahkan..dilariskan..dihebatkan.. dan di-luarbiasa-kan oleh Allah, maka Kunci pertamanya adalah ; awalilah usaha jualan kita dengan niat semata adalah untuk mencari ridha-Nya Allah Subhanahu Wata’ala. Niat ikhlas. Lillahi Ta’ala.

2. Mengutamakan Integritas dan Kejujuran Level Tertinggi
Yang namanya Integritas sesungguhnya adalah pola sikap yang menunjukkan tingginya kualitas adab, akhlak, cara ​​dan juga prinsip yang dipertunjukkan oleh seseorang ketika menjalani profesinya.

Kesanggupan untuk menjaga integritas dan kejujuran level tertinggi ini sejatinya adalah pilihan bagi setiap pribadi untuk mempertahankan kualitas dirinya sendiri agar terus dan tetap memiliki standar terbaik yang mampu dijaganya secara konsisten.
Yang namanya integritas ini sendiri merupakan sesuatu yang menjadi semacam kredit POIN SUPER PLUS yang  menjadikan seorang penjual itu layak dan sangat patut untuk direkomendasikan produk dan kualitas dagangannya.
Pentingnya menanamkan nilai-nilai integritas ini pun sangat ditekankan dan ditegaskan dalam agama Islam. Dan berkali-kali pula Allah menegaskan dalam firman-Nya, yang diantaranya adalah :

“Sempurnakanlah takaran dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan, dan timbanglah dengan timbangan yang lurus. Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi ini dengan membuat kerusakan.” (QS. AsySyu’araa: 181-183)

Atau dalam ayat-Nya yang lain disebutkan :

“Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu.” (QS. Ar Rahmaan:9).

Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, dan timbanglah dengan neraca yang benar. ItuIah yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS. Al lsraa: 35).

Hal ini jelas sangat menggambarkan betapa yang namanya Integritas dan Kejujuran dalam aktivitas jualan adalah sesuatu yang tidak bisa ditawar dalam kaidah seni berjualan ala Rasulullah SAW.

Terkait soal KEJUJURAN dan INTEGRITAS ini kemudian Rasulullah shallallahu alaihi wasallam  bersabda:


Sesungguhnya para penjual/pedagang (pengusaha) akan dibangkitkan pada hari kiamat sebagai para penjahat kecuali pedagang yang bertakwa kepada Allah, berbuat baik dan jujur.” (HR. Tirmidzi).

3. Hanya Menjual Sesuatu Yang Kualitasnya Bagus Saja

Bahwa akan selalu ada nilai terbaik (atau minimal ada nilai lebih) yang kemudian disodorkan sebagai sesuatu yang kelak akan menjadi pembeda luarbiasa antara produk jualan milik kita dengan produk jualan milik orang lain. Konsumen pun terpuaskan lantaran kita benar-benar menjaga kualitas barang jualan kita. Bahkan memberikan nilai lebih yang benar benar menjadi pembeda antara kita dan penjual lainnya.

Maksudnya bahwa dalam melakukan aktivitas jualan, Rasulullah  selalu mengutamakan pelayanan terbaik dan keterjaminan mutu produk seluruh barang/jasa yang jadi sarana jualan Rasulullah.

Beliau pun tidak pernah yang namya menjual barang-barang cacat. Sebab, yang demikian itu tiada lain adalah sesuatu yang kelak akan merugikan pembeli dan bisa menjadi semacam boomerang berujung dosa bagi si penjual.


Diriwayatkan dari Uqbah bin Amir Radhiyallahu ‘anhu, beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, tidak halal bagi seorang muslim untuk menjual barang yang ada cacatnya kepada temannya, kecuali jika dia jelaskan.” (HR. Ibn Majah).


4. Selalu Memberikan Servis Terbaik (Service Excellent) Kepada Konsumen
Bersikap ramah, santun dan selalu tersenyum kepada pembeli juga merupakan cara berdagang Rasulullah SAW.

Ditambah lagi dengan kesungguhan Rasulullah untuk selalu memberikan pelayanan terbaik (Service Excellent). Tentu saja menjadikan cara berjualan ala Rasulullah merupakan sebuah keteladanan sempurna bagi kita para penjual milenial yang hidup di era kekinian yang dalam segala aspeknya menuntut adanya kesempurnaan dalam pelayanan dan keterbukaan dalam seluruh aktivitas yang bernuansa deal-deal an (negosiasi, perundingan, tawar menawar hingga mencari pemecahan masalah yang terkait dengan aktivitas jualan) yang ujung-ujungnya adalah bisa saling memberi keuntungan.

5. Memiliki Niat dan Tindakan Yang Bisa Sama Sama Saling Menguntungkan

Rahasia Jualan ala Rasulullah terakhir adalah selalu mengutamakan prinsip saling menguntungkan serta suka sama suka antar pembeli dan penjual. 

Oleh karenanya ketika menjual produk Rasulullah senantiasa mengutamakan kejujuran, keterbukaan dan semangat saling memberi solusi permasalahan  yang saling menghadirkan keuntungan. Alias Win Win Solution.  Dalam seni Jualan ala Rasulullah kesemuanya tidak ada yang ditutupi-tutupi. Jujur. Terbuka. Apa adanya.

Dan hal itu Rasulullah sangat jaga betul-betul sehingga kesempurnaan kualitas dari barang dagangannya.. cara jualannya.. cara negosiasi (tawar menawar) untuk mencapai kesepakatannya (baik dalam harga, jenis barang, dan cara memberikan barang tersebut) sangatlah terjaga betul.
Hal ini setidaknya begitu jelas tergambar dalam dua sabda (Nabi Muhammad SAW) dimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda :

Janganlah dua orang yang berjual-beli berpisah ketika mengadakan perniagaan kecuali atas dasar suka-sama suka.” (HR. Ahmad).

Atau dalam riwayat lain disebutkan :

Sesungguhnya perniagaan itu hanyalah perniagaan yang didasari oleh rasa suka sama suka.” (HR. Ibnu Majah)

Akhirnya bisa kita simpulkan bahwa :

Kelima rahasia Jualan ala Rasulullah ini tiada lain merupakan sesuatu yang mencerminkan cara jualan yang betul-betul menyentuh sisi emosional para konsumen dan bahkan para kompetitor jualan ala Rasulullah. Dan hal ini cara jualan yang demikian (jualan ala Rasulullah) itu tentu saja sangat mencerminkan kesempurnaan hasil praktek Emotional Selling ala Rasulullah SAW.
Kini kelima rahasia Jualan ala Rasulullah itu pun menjadi sebentuk tata aturan dan sekaligus dasar sikap semua penjual Islam, utamanya ketika mereka (juga kita) bicara tentang strategi jualan, pembawaan dan sikap saat jualan, hingga ragam reaksi kita (dalam menghadapi konsumen) saat berjualan.