Donasi YASI untuk Anak-Anak Yatim

Santunan Anak Yatim kerjasama YASI, BAZNAS dan BAF Syariah di Cianjur, 04 Mei 2018, dipimpin langsung oleh M. Hasan Gaido, CEO Gaido Group dan Ust. Tommy Eka Kurniawan, Direktur Harian YASI.


Di Mata Menteri Denmark Ini, Puasa Ramadan Dapat Mengganggu Pekerjaan

Inger Stojberg, Menteri Imigrasi Denmark

Denmark – Kontroversi kembali dibuat oleh para politisi Denmark. Kali ini datang dari Menteri Imigrasi bernama Inger Stojberg. Menurutnya, puasa yang dikerjakan umat Islam selama bulan suci Ramadan dapat mengganggu pekerjaan.

“Saya ingin menyerukan kepada para Muslim untuk mengambil cuti dari pekerjaan selama bulan Ramadan untuk menghindari konsekuensi negatif bagi masyarakat Denmark lainnya,” katanya.

Stojberg menuliskan pendapatnya ini dalam sebuah rubrik opini di surat kabar Berlingske Tidende (BT) dalam bahasa Jerman (tentunya). Dalam opininya itu ia juga mengatakan bahwa Denmark memiliki kebebasan beragama dan agama adalah masalah pribadi.

Namun, ia menyebutkan bahwa Muslim yang berpuasa Ramadan di Denmark tidak dapat makan atau minum selama lebih dari 18 jam mengingat matahari terbenam pukul 21.29 di negara itu pada bulan Juni.

Stojberg mengatakan, tuntutan kehidupan modern di Denmark membutuhkan waktu kerja yang panjang, kadang-kadang melibatkan pengoperasian mesin yang berbahaya.

Ia memberi contoh pengemudi bus yang tidak minum atau makan selama lebih dari 10 jam dan menyebut bahwa puasa dapat mempengaruhi “keselamatan dan produktivitas”.

Karena itu, ia menyarankan umat Muslim harus mengambil cuti kerja selama bulan Ramadan. Sebab, menurutnya, berpuasa berpotensi menimbulkan risiko keselamatan bagi masyarakat.

Namun, anjuran Stojberg ini ditolak banyak pihak. Beberapa perusahaan bus di Denmark yang memang punya karyawan Muslim menganggap bahwa tidak punya masalah dengan para sopir yang berpuasa Ramadan.

Perusahaan bus Arriva, misalnya, yang menjalankan sejumlah trayek bus di Denmark, mengatakan, tidak pernah ada kecelakaan yang melibatkan pengemudi yang berpuasa.

“Jadi secara de facto itu bukan masalah bagi kami,” kata juru bicara Pia Hammershoy Splittorff kepada surat kabar BT.

Pesan yang sama datang dari serikat transportasi 3F Denmark. Pemimpin serikat itu, Jan Villadsen, bertanya-tanya apakah sang menteri sedang mencoba untuk menciptakan masalah yang belum ada.

Ketua Muslim Union Finlandia, Pia Jardi, juga mengecam pandangan Stojberg tersebut. Bahkan ia menilai imbauan Stoejberg merupakan ide yang aneh.

“Tak ada informasi atau statistik yang menunjukkan pengemudi buss atau pekerja Muslim lain, entah bagaimana, berperilaku membahayakan saat berpuasa,” ujar Jardi.

Jardi mengatakan bahwa di sebagian besar negara Muslim, toko hingga bisnis tetap berjalan secara normal, meski puasa berlangsung. Tak ada hambatan berarti dari puasa yang menyebabkan kegiatan sehari-hari terhambat.

“Muslim yang berkomitmen untuk berpuasa juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa mereka mendapatkan istirahat yang layak,” katanya.

Sementara itu Uni Muslim Denmark mengunggah pesan di media sosial, berterima kasih kepada Stojberg atas perhatiannya, tetapi mereka menekankan bahwa Muslim adalah orang-orang dewasa yang sangat mampu menjaga dirinya dan masyarakat sekitar, “bahkan ketika kita berpuasa”.

Rekan sesamanya di partai Stojberg, Jacob Jensen, menyarankan politisi tersebut seharusnya fokus pada penyelesaian “masalah nyata” daripada mencampuri urusan Ramadan.

Stojberg adalah politisi kanan dari partai Venstre liberal yang telah berperan dalam mengencangkan kebijakan imigrasi Denmark. Ia juga merupakan seorang mantan jurnalis.

Bulan lalu ia menulis artikel yang menyebutkan “proporsi pengungsi yang signifikan” telah menipu atau menyalahgunakan kepercayaan orang Denmark. Sejak partainya membentuk pemerintahan koalisi pada tahun 2015, Denmark telah memberlakukan serangkaian kontrol imigrasi, hal itu ia tunjukkan dengan mengunggah foto kue untuk menandai 50 amandemen tersebut.

Agar Tetap Bugar di Saat Ramadan, Kerjakan 7 Trik Ini


Gaidofoundation – Meski kita sedang berpuasa, seharusnya tak boleh loyo atau malas-malasan dalam bekerja. Kita harus tetap semangat. Bahkan kalau bisa, kualitasnya semakin ditingkatkan karena mumpung di bulan suci di mana pahala setiap kebaikan akan berlipat ganda sepuluh kali lipat.

Berikut 7 trik atau tips agar kita tetap energik atau semangat bekerja selama bulan suci Ramadan ini:

1. Jangan lupa sahur

Ibarat sarapan, sahur merupakan kegiatan yang amat dianjurkan (meski bukan wajib) saat bulan Ramadan. Selain tubuh butuh asupan untuk siang hingga menjelang waktu berbuka puasa, sahur juga bernilai ibadah.




2. Berbuka dengan tenang

Jangan pernah makan dengan tergesa-gesa. Meskipun seharian sudah menahan lapar dan haus, kita harus mengingat kembali makna dari berpuasa. Sebaiknya Anda juga mengonsumsi buah kurma.

Buah kurma memiliki banyak manfaat di antaranya sebagai sumber energi, mencegah insomnia, juga dapat meningkatkan daya ingat dan kerja otak. Sehingga cocok segali bagi kita yang sibuk bekerja untuk mengonsumsi buah kurma setiap harinya.

3. Banyak minum air putih

Walau tak memiliki rasa, ternyata air putih memiliki manfaat yang bagus untuk kesehatan dan juga membangkitkan semangat serta kepercayaan diri. Karena khasiatnya ini, kita dianjurkan untuk mengonsumsi air putih delapan gelas perhari atau setara dua liter.

Bagaimana caranya minum 8 gelas air putih dalam sehari saat bulan puasa? Kita dapat membaginya menjadi dua waktu, empat gelas saat sahur dan empat gelas lagi saat berbuka.

4. Olahraga ringan

Kalau bulan puasa, kapan waktu yang tepat untuk berolahraga? Tak usah bingung, karena kita bisa melakukannya di malam hari, tak perlu lama-lama secukupnya saja. Kita bisa memilih waktunya, 15 menit sebelum berbuka atau 15 menit setelah berbuka.




5. Konsumsi 4 sehat 5 sempurna

Untuk memenuhi asupan tubuh, kita perlu mengonsumsi karbohidrat, lemak, protein, kalsium agar tetap terlihat segar meskipun sedang berpuasa.

6. Jaga pola tidur

Saat puasa, kita mungkin merasa kurang tidur karena harus terbangun saat sahur. Karena biasanya saat puasa pola tidur dan pola makan akan ikut berubah.

Tapi jangan jadikan hal tersebut sebagai alasan untuk kita tidak bersemangat menjalani hari. Pola tidur yang baik akan menunjang produktivitas dan ketahanan daya tubuh.

7. Konsumsi vitamin

Selama bulan puasa, penting untuk mengonsumsi vitamin yang bisa kita dapatkan dalam bentuk tablet di tokoh-tokoh penjual obat-obatan atau bisa bisa dari makanan yang kita asup ketika berbuka.

Dengan banyak vitamin yang kita makan, energi dalam tubuh kita pun bisa terjaga dengan baik sehingga kita pun selalu bisa menghiasi hari-hari Ramadan dengan penuh semangat.
Demikian tujuh tips agar kita tetap energik selama bukan suci Ramadan. Kita bisa mencobanya.

Kesucian Bulan Ramadan

KH. Dr Cholil Nafis

Gaidofoundation.org – Bulan Ramadhan seringkali diucapkan oleh umat muslim Indonesia sebagai bulan suci. Ya karena di bulan Ramadhan diperintah berpuasa untuk menyucikan diri dan jiwa. Selama berpuasa sebulan penuh dilatih untuk menyucikan iman dari bercampur kemusyrikan sehingga semua amal hanya dipersembahkan kepada Allah SWT. Makan, minuman dan pemenuhan syahwat kemanusiaan diubah sesuai ketentuan syariah.

Organ tubuh dilatih untuk selalu dalam keadaan suci dari perbuatan amarah dan dosa, bahkan saat dimaki pun orang yang berpuasa diimbau menahan diri karena memurnikan diri yang sedang berpuasa. Namun tingkatan suci yang paling tinggi adalah suci hati dan jiwanya dari kesibukan selain berdzikir kepada Allah SWT.

Menurut Imam Abu Hamid al-Ghzali dalam kitab Mau’izhatul Mukminin ringkasan kitab Ihya’ Ulumiddin membagi tingkatan suci pada empat tingkatan. Pertama, suci secara zhahir dari najis, kotoran dan kotoran yang di tubuh.

Najis dapat diketahui terbagi tiga, yaitu najis mughallazhah (berat), najis mutawassithah (sedang) dan najis mukhaffafah (ringan). Najis mughallazhah itu najisnya anjing dan babi. Najis muatwassithah adalah kotoran manusia, kotoran hewan dan bangkai.

Sedangkan najis mukhaffah adalah najis yang diringankan dari najis mutawassithah dengan cara dihilangkan baunya, rupanya, dan rasanya. Kelebihan organ tubuh manusia berupa kuku, bulu dan kulit daging yang semuanya tidak najis tetapi kotorannya dapat dibersihkan, dengan cara dipotong atau dibuang.

Kedua, suci anggota tubuhnya dari perbuatan pidana dan dosa. Seperti, mata tak melihat yang diharamkan, telinga tak mendengarkan yang dilarang oleh syariah, mulut tidak memaki, ghibah dan mengadu domba orang lain, tangan tak mengambil dan memegang sesuatu yang bukan haknya, dan tindakan lainnya tidak merugikan orang lain.

Semua yang dilakukan oleh organ tubuh manusia akan dimintai pertanggungjawaban oleh Alllah SWT. Karenanya, semuanya harus disucikan dari tindakan yang merugikan orang lain dan dosa kepada Allah SWT.

Ketiga, suci hati dari sifat hasud (iri hati), riya’ (pamer), dan sombong. Penyakit hati itulah yang sering menggerogoti dan mengotori kesucian hati dan merusak keikhlasan dalam semua amal baik yang dilakukan.

Hati adalah kunci dari semua tindakan karena semua amal tergantung pada niatnya. 

Keempat, suci jiwa dari usikan duniawi dan bisikan syaitan yang mengganggu keintiman dengan Allah SWT. Inilah tingkatan para nabi dan rasul yang jiwanya hanya terpaut kepada Allah SWT.

Semua tingkatan kesucian yang diuraikan oleh Abu Hamid Al-Ghazali dapat diuraikan dengan cara mengikuti latihan kemanusiaan selama bulan Ramadhan. Suci secara zhahir dapat dilatih dengan cara banyak i’tikaf selama bulan puasa, terlebih pada sepuluh terakahir bulan Ramadhan.

Inilah latihan suci zhahir, sebab di antara syarat sahnya i’tikaf adalah suci dari najis dan hadats. Suci anggota tubuhnya dari tindakan yang merugikan orang dan dosa dapat dilatih dengan puasa yang lebih sempurna, yaitu menahan amarah terhadap tindakan yang dilakukan oleh orang lain dan dosa yang akan diperbuat.

Sebab puasa yang dikehendaki Allah SWT bukan hanya meninggalkan konsumsi dan syahwat tetapi juga meninggalkan ucapan kotor dan perbuatan keji. Suci hati selama puasa dapat dilatih dengan cara puasa maksimal. Bahwa hati seseorang yang berpuasa secara sempurna tidak cukup hanya meninggalkan konsumsi, syahwat, dan dosa tetapi hatinya harus terpaut dan dzikir mengingat Allah SWT.

Bahkan saat berbuka kadang tak merasakan nikmat makan sepenuhnya karena hatinya merasa kurung utuh dan menyatu kepada Allah sehingga merasa sedih dan khawatir puasanya tidak diterima oleh Allah SWT.

Simbol suci dalam diri manusia yang telah dicapainya diakhir pelaksanaan ibadah berupa kewajiban mengeluarkan zakat fitrah. Bahwa manusia telah kembali suci dan fitri bagaikan anak yang baru dilahirkan. Ia suci dari dosa, suci hati dan jiwanya meraih predikat diri sebagai hamba Allah SWT yang bertakwa.

Ramadan Jadi Momentum Melestarikan Lingkungan dari Kerusakan

Aksi penolakan proyek pembangunan tol Serpong – Cinere oleh aktivis lingkungan Gugusan Alam Nalar Ekosistem Pemuda-Pemudi (GANESPA), di Setu Sasak Tinggi Pamulang, Tangerang Selatan, Banten. 

Gaidofoundation.org – Sejak kapan alam, khususnya bumi yang kita diami ini mengalami kerusakan? Jawabnya tegas, sejak manusia berada di bumi, sejak manusia “dipercaya” Allah sebagai khalifah (mandataris-Nya) di muka bumi.

Dalam Alquran surat Al-Baqarah ayat 30 disebutkan: Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat, “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.

Ayat tersebut memberikan isyarat bahwa manusia memang makhluk yang sering membuat kerusakan di muka bumi. Bahkan di antara mereka meski dikaruniai akal, hati, dan nafs tetap saja saling bunuh hingga detik ini.

Kisah pembunuhan sesama manusia telah ada sejak zaman putra Adam Hawa, yaitu Qabil dan Habil yang dikisahkan oleh QS: Al Maidah: 27 31. Artinya, fakta bahwa manusia memiliki potensi pembuat kerusakan di muka bumi sudah ditegaskan dalam Alquran.

Lalu apa hubungannya dengan momentum Ramadan kali ini? 

Harus diketahui, perilaku manusia yang membuat kerusakan tidak dapat dilepaskan dari desain jiwa manusia sejak awal, sebagaimana ditegaskan dalam QS. Al Syams: 8, yaitu: “Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya”.

Dengan potensi kefasikan (fujur) dan kebaikan (takwa) secara bersamaan, manusia berada pada posisi untuk melakukan dua hal, yaitu kerusakan atau kebaikan (kemakmuran).
Kebaikan (ketakwaan) didorong oleh potensi akal, hati, dan juga ruh. Sedangkan kemaksiatan (kerusakan) didorong oleh potensi nafs al (jiwa rendah) yang selalu mengarah pada kesenangan dan kegelapan.

Dalam diri manusia selalu berdinamika untuk saling berebut pengaruh antara dua kutub tersebut, sehingga kita perlu mengendalikannya agar jiwa ini tidak berbuat kerusakan di muka bumi.

Selain uraian tentang watak dasar manusia yang dikisahkan dalam peristiwa Qabil dan Habil, sejarah modern manusia juga membuktikan bahwa sejak revolusi industri abad 17 hingga saat ini kerusakan alam semakin dahsyat, seperti kerusakan ozon, hutan gundul, pencemaran lautan, dan lain lain.

Betapa tidak, penemuan-penemuan ilmu pengetahuan dan tekonologi di Barat telah tercerabut dari nilai nilai ketuhanan, sehingga dalam pengelolaan alam ini semata mata hanya untuk kepentingan duniawi dengan eksploitasi tanpa jiwa.

Semakin meningkatnya eskalasi kerusakan alam diakibatkan dari sudut pandang manusia yang anthroposentris, memandang bahwa manusia adalah pusat dari alam semesta. Sehingga alam dipandang sebagai objek yang dapat dieksploitasi hanya untuk memuaskan keinginan manusia.

Hal ini telah disinggung oleh Allah dalam Alquran surah Ar Ruum ayat 41: “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan Karena perbuatan tangan manusi, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”

Oleh karena itu, integritas dan komitmen terhadap lingkungan harus terus dibangun agar memiliki tanggung jawab untuk berperilaku baik dalam menjalani kehidupan bersama alam sekitarnya.

Dalam konteks inilah, bulan Ramadan sebagai bulan penggemblengan jiwa, baik melalui puasa, shalat, baca Alquran, sedekah dan lain lain dapat dijadikan momentum untuk membangun kesadaran akan pentingnya melestarikan lingkungan.

Apalagi di puncak Ramadan diwajibkan bagi umat Islam agar mengeluarkan sebagian hartanya dalam bentuk zakat sebagai bentuk kepedulian lingkungan, khususnya kepada sesama. Wallahu a’lam. (Tribun)

Dekorasi Ramadan Keluarga Muslim di Amerika

Inas El Ayouby senang bisa menemukan berbagai dekorasi Ramadan di toko-toko sekitar lingkungannya, yang bisa menambah koleksi dekorasi buatannya sendiri.

Washington DC – Sebagian Muslim ada yang senang menghias rumah dengan dekor khas pada bulan Ramadan. Ini dianggap sebagai peluang bisnis oleh sebuah perusahaan ritel Amerika yang berspesialisasi menyediakan keperluan pesta.

Sepanjang bulan Ramadan seperti biasanya umat Islam menjalankan ibadah puasa, salat tarawih, dan membaca kitab suci Alquran. Tetapi ada hal-hal yang menyenangkan dalam menjalani ibadah bulan Ramadan. Ada saat-saat bersilaturahmi dengan keluarga dan teman- teman sewaktu mereka berbuka, yang juga dikenal sebagai acara “iftar”. Ada juga makanan khusus untuk anak-anak yang belum mencapai usia akil baligh ketika mereka wajib berpuasa. Dan banyak keluarga Muslim yang memasang dekorasi Ramadan.

Meskipun itu bukan kewajiban dalam agama, menghias rumah untuk Ramadan adalah tradisi yang menyenangkan dan harus dilakukan oleh banyak keluarga. Ini antara lain dilakukan oleh Inas El Ayouby, yang tinggal di Vienna, Virginia, Amerika, bersama keluarganya.

“Ini memberi perasaan yang hangat dan menyenangkan dan itu membuat Ramadan menjadi saat yang sangat istimewa”, katanya. “Dan sungguh menakjubkan betapa dekorasi memiliki kemampuan untuk menciptakan suasana yang hangat, menyenangkan dan perasaan gembira selama bulan puasa”.

Katanya, dekorasi terutama sangat penting untuk anak-anak, karena ini mengajarkan kepada mereka tentang bulan puasa dan membuat mereka menyenangi dan menantikan bulan ini setiap tahun.

Tahun ini, ketika jaringan toko eceran Amerika, Party City, memperkenalkan koleksi dekorasi Ramadan, El Ayouby sangat gembira.

“Semua orang sangat senang. Saya bisa melihat semua teman di Facebook mengatakan, pergilah ke Party City, belilah barang Ramadan, kalian akan menemukan barang-barang indah,” katanya.

Ryan Vero, direktur Ritel Party City mengatakan, perusahaan itu membuat koleksi Ramadannya berdasarkan pada permintaan para pelanggan.

“Kami selalu ingin membantu pelanggan kami dalam semua kebutuhan pesta mereka, untuk setiap jenis perayaan atau acara, “ katanya. “Kami menyimak para pelanggan kami dan melihat peluang untuk mengisi jenis barang-barang kebutuhan pesta yang tidak terlayani”.

Dan dia mengatakan, itu adalah pasar yang menguntungkan, mengingat ada sekitar lima juta Muslim tinggal di Amerika Utara, menurut studi pada 2014 oleh Konsorsium Konsumen Muslim Amerika.

Selain dekorasi Ramadan, Party City juga menawarkan barang-barang serupa untuk menyambut Idul Fitri, setelah bulan Ramadan berakhir. (Voa)

Saat Ramadan, Penjualan Kelapa Parut Naik 25 Persen

Pedagang kelapa parut di Pasar Grogol

Penjualan kelapa parut mengalami peningkatan pada awal Ramadan tahun ini. Hal itu disebabkan karena tingginya permintaan kelapa parut untuk santan. Tarjo salah seorang pedagang kelapa parut mengatakan, pada awal Ramadan penjualan meningkat sekitar 25 persen dari hari biasa.

“Biasanya jual 200 butir, sekarang puasa bisa sampai 250 butir, meningkatnya lumayan,” kata Tarjo di Pasar Grogol, Jalan Muwardi Raya, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Senin (21/5/2018).

Ia mengatakan, penjualan akan terus meningkat hingga pertengahan bulan Ramadan.

“Nanti turun lagi seperti hari biasa pas tengah-tengah Ramadan, naik laginya selang berapa hari sebelum lebaran,” ujar Tarjo.

Meski permintaan meningkat, harga untuk kelapa parut sendiri tidak mengalami kenaikan.

“Kalau harga masib sama Rp 8 ribu per butirnya,” kata Tarjo.

Asep pedagang kelapa parut lainnya mengatakan, kelapa parut banyak dicari sebagai santan untuk keperluan memasak hidangan berbuka puasa.

“Iya naik penjualannya, soalnya banyak yang cari buat masak kolak, masak rendang kata yang belinya itu,” kata Asep.

Kenapa Ramadan Disebut Bulan Alquran?


Ramadan disebut bulan Alquran karena Allah SWT menurunkannya sekaligus dari Lauhul Mahfudz ke langit bumi, Baitul Izzah, pada malam 25 bulan Ramadan.

Sebagaimana riwayat Imam Ahmad dari Watsilah bin al Asqa’, Rasulullah SAW bersabda, Alquran diturunkan pada 24 malam di bulan Ramadan. Kemudian Alquran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW secara berangsur sesuai dengan beberapa kejadian dan peristiwa.

Nabi SAW memprioritaskan bulan Ramadan dengan tadarrus, yaitu membaca Alquran secara bergantian dan saling simak dengan Malikat Jibril untuk mengkhatamkan Alquran.

Bahkan di bulan Ramadan terakhir menjelang Nabi SAW wafat, mengulang tadarrus dua kali. Tradisi tadarrus dan khataman inilah yang terus dilestarikan oleh ulama salaf.

Qatadah mengkhatamkan Alquran setiap Minggu, dan ketika masuk bulan Ramadan mengkhatamkan Alquran setiap tiga hari sekali. Pada sepuluh terakhir bulan Ramadan Qatadah mengkhatamkan setiap malam.

Imam Malik, pendiri mazhab Maliki sengaja menghentikan pengajian rutinnya (tawaqqufan) selama bulan Ramadan hanya karena ingin fokus untuk membaca Alquran serta mengkaji makna dan tafsirnya.

Menurut riwayat Rabi’ bin Sulaiman, bahwa Imam Syafi’i mengkhatamkan Alquran selama bulan Ramadan sebanyak enam puluh kali.

Sepantasnya bagi semua umat Muslim jangan menyia-nyiakan untuk menjadikan bulan Ramadan sebagai momentum untuk hidup bersama Alquran, selalu mengkaji dan membacanya setiap hari.

Selama Ramadan dapat berkomitmen untuk mengkhatamkan Alquran setiap Minggu, per sepuluh hari, atau minimal satu ayat setiap harinya, agar menjadi Muslim yang berpenampilan baik dan perilakunya elok.

Rasulullah SAW mengilustrasikan orang mukmin yang selalu membaca Alquran bagai buah utrujah (sejenis durian), aromanya wangi dan rasanya lezat. Orang mukmin yang tak rajin membaca Alquran bagai buah kurma yang tak ada aromanya meskipun rasanya manis.

Hadits ini menunjukkan Alquran adalah pedoman manusia yang menjadi panduan dalam menjalankan hidup yang baik di dunia dan selamat di akhirat. Alquran bagi Muslim ibarat buku panduan (manual book).

Jika diumpamakan kepada mobil atau alat elektronik, barang itu akan baik dan awet manakala penggunaannya mengikuti buku panduannya. Namun bagi Muslim tak cukup hanya hidup sesuai petunjuk Alquran tapi juga sangat dianjurkan terus membaca Kitab Suci karena membacanya selalu mengalirkan pahala dan rahmat Nya.

Perintah membaca

Oleh karena itu, perintah membaca menjadi ayat Alquran dalam ayat dan surat pertama yang turun secara berangsur kepada Rasulullah SAW di Gua Hira’. Saat itu turun perintah kepada Rasulullah untuk membaca meskipun Nabi SAW tak bisa membaca (ummi). Artinya membaca itu adalah jendela pengetahuan dan panduan untuk menjadi khalifah Allah di muka bumi.

Namun membaca untuk mendapat ilmu pengetahuan saja tak cukup, karenanya harus dibarengi dengan menyebut nama Allah sebagai landasan dari ilmu pengetahuan. Membaca dan menyebut nama Allah SWT adalah satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan.

Keduanya bagai dua sisi mata uang. Orang yang membaca saja tanpa ingat kepada Allah SWT seringkali bersikap sombong karena ilmu yang diperolehnya. 

Demikian juga orang yang hanya mengedepankan keimanan tanpa dilandasi oleh pengetahuan yang cukup tentang ilmu agama acapkali mendatangkan kefanatikan membuta.

Membaca Alquran yang disertai dengan mengkaji kandungan isinya berarti telah mempelajari dasar dasar dari semua disiplin ilmu. Sebab seluruh cabang ilmu telah dibicarakan oleh Alquran secara global.

Selanjutnya, kajian Alquran dikombinasi dengan kajian Hadits Nabi SAW sebagai penjelas terhadap arti dan kandungan Alquran, ditambah dengan menelaah pendapat serta penelitian para ulama muslim terdahulu dari masa ke masa. Semua ini momentumnya ada pada bulan Ramadan.

Membudayakan Disiplin pada Diri Sendiri


“You dan’t have to change that much for it to make a great deal of difference. A few simple discipline can have a major impact on how your life works out int the next 90 days, let alone in the next 12 monts or the next 3 years.
“Anda tidak perlu berubah drastis untuk menciptakan perubahan besar dalam kehidupan Anda. Tetapi Anda hanya perlu menerapkan sedikit saja kedisiplinan, maka kehidupan Anda akan berubah pada 90 hari mendatang, bukan pada 12 bulan mendatang atau 3 tahun mendatang.” Jim Rohn
Penulis mengutip ungkapan dari Jim Rohn tersebut sebagai pengantar bahwa betapapun kecil kedisiplinan yang kita terapkan dapat menciptakan perubahan yang sangat signifikan dalam kehidupan kita. Bukan hanya Jim Rohn, para motivator dan pebisnis sukses di dunia ini mengungkapkan hal yang senada. Sementara kedisiplinan itu sendiri belum sepenuhnya membudaya dalam masyarakat kita.
Sebenarnya apa arti kedisiplinan? Saya berpendapat bahwa kedisiplinan adalah sikap mental untuk melakukan hal-hal yang seharusnya pada saat yang tepat dan benar-benar menghargai waktu. Pengertian tentang kedisiplinan mungkin sangat sederhana, tetapi sulit untuk menerapkan konsep-konsep kedisiplinan tadi hingga membudaya ke dalam kehidupan kita sehari-hari.
Contohnya mungkin Anda sudah mempunyai rencana-rencana yang ingin Anda wujudkan dalam minggu-minggu ini. Tetapi selepas liburan panjang atau sebab-seba lain; misalnya sudah puas dengan hasil pekerjaan yang lalu, merasa kehilangan momentum, menyerah atau meragukan prospek yang tergambar sebelumnya, Anda menjadi kurang bersemangat untuk bekerja kembali atau malas untuk memulai dan mengulur-ulur waktu.
Yang pasti banyak faktor yang dapat mengurangi tingkat kedisiplinan kita. Tetapi bukan berarti tidak dapat bersikap disiplin. Sedikit demi sedikit kita dapat melatih diri hingga konsep-konsep kedisiplinan itu benar-benar membudaya ke dalam kehidupan kita. Saya mempunyai sedikit gambaran mengenai tindakan-tindakan yang dapat memudahkan kita membudayakan kedisiplinan berdasarkan pengalaman dan pengamatan. Bila Anda berhasil melatih diri dengan menjalankan tips-tips di bawah ini, saya yakin Anda sudah mencapai kemajuan yang fantastis.
Tips yang pertama adalah memikirkan apa yang sebenarnya Anda inginkan. Saya yakin kita semua mempunyai banyak sekali keinginan. Putuskan keinginan yang paling memungkinkan Anda wujudkan sebagai target harian. Pastikan setiap hari Anda memiliki suatu target yang realistis, jelas dan spesifik. Pastikan juga Anda sudah berusaha maksimal dan berhasil merealisasikan target-target tersebut setiap hari. Cara ini akan melatih Anda bertindak disiplin, sebab Anda dituntut untuk memprioritaskan aktifitas-aktifitas yang memungkinkan tercapainya target-target tersebut.
Selanjutnya luangkan sedikit waktu untuk orang-orang yang Anda cintai, sedikitnya 5 sampai 10 menit di sela kesibukan setiap hari. Atau bila tidak sempat bertemu secara langsung, Anda dapat memanfaatkan sarana telekomunikasi, misalnya, telepon, internet, dan lain sebagainya. Tindakan itu sebenarnya sangat sederhana, tapi sangat tepat dan bermanfaat tidak saja terhadap hubungan eksternal melainkan memperbaiki hubungan dengan hati serta memenuhi kodrat kita sebagai makhluk yang membutuhkan cinta dan hubungan sosial.
Kemudian bila kita rutin melatih diri dengan berolah raga minimal 2-3 kali seminggu, berarti kita sudah melaksanakan program mendisiplinkan diri. Olah raga rutin menjadikan kesehatan kita membaik. Mensana in corporesano – di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat pula. Bila kondisi kesehatan membaik, maka secara otomatis penampilan kita akan lebih bugar, kepercayaan dan tingkat energi kitapun akan meningkat untuk bertindak cepat dan tepat menangkap peluang yang ada. Maka segera putuskan jenis olah raga yang sesuai dengan kesehatan dan kesenangan Anda.
Pengalaman saya selama mengikuti latihan kemiliteran, setiap pagi saya harus bangun pagi dan melakukan marching atau baris berbaris sambil mengucapkan ‘kiri kanan’ dan lain sebagainya sampai ribuan kali. Saya kira dalam peperangan hanya ada kata membunuh atau dibunuh! Sedangkan latihan fisik, misalnya kegiatan marching seperti itu sama sekali tidak ada kaitannya dengan peperangan, di mana dalam organisasi itu kami dipersiapkan sebagai pasukan tempur. Belasan tahun berikutnya, saya baru menyadari bahwa proses latihan-latihan fisik tersebut telah menempa sikap mental saya untuk disiplin terhadap waktu serta gigih berjuang hingga menjadi yang terbaik meski harus menghadapi tantangan yang terberat sekalipun.
Sementara tips melatih kedisiplinan lainya adalah membiasakan diri hanya mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi serta menerapkan pola makan yang baik. Bukan berarti makanan kita harus mahal atau dibeli dari restoran elit. Contoh makanan yang sehat dan bergizi adalah bermacam jenis buah dan sayuran. Bila makanan kita selalu sehat dan bergizi, maka dapat dipastikan energi dan vitalitas kita meningkat untuk mengerjakan tanggung jawa secara tepat dan cepat hingga mencapai hasil yang terbaik.
Proses saat beribadah kepada Tuhan YME merupakan apresiasi terdalam dan mendapatkan kedamaian hati. Beribadah atau mendekatkan diri kepada Tuhan YME sebenarnya juga merupakan latihan kedisiplinan yang paling utama. Contohnya umat Islam dilatih disiplin, misalnya menjalankan sholat 5 kali sehari, umat Kristen dan Katolik sekali setiap hari Minggu, umat Budha setiap pagi dan sore, dan lain sebagainya. Kepatuhan untuk melaksanakan rutinitas ibadah sesuai aturan agama tentu saja melatih kedisiplinan, sekaligus memperkaya hati dan jiwa kita dengan kedamaian, percaya diri, kreatifitas dan energi cinta Tuhan Yang Maha Kuasa.
Sementarai itu, seluruh agama di dunia ini menganjurkan kita menjaga kebersihan baik secara internal maupun eksternal. Maka latihan kedisiplinan meliputi membiasakan diri menjaga kondisi di sekeliling kita agar selalu bersih dan teratur. Bila lingkungan kita bersih dan teratur, maka kita akan merasa lebih bebas dan senang, pikiran kita juga akan lebih jernih untuk menyelesaikan tugas dan mewujudkan target-target harian tadi.
Selepas kita mempraktekkan beberapa tips latihan mendisiplinkan diri seperti yang diuraikan di atas dan sudah mendapatkan kemajuan, maka tips latihan kedisiplinan pamungkasnya adalah menunda keinginan untuk berpuas diri “One of the best ways to develop discipline is to delay gratification” (Cara terbaik untuk meningkatkan kedisiplinan adalah menunda keinginan untuk berpuas diri). Perubahan bukan selalu pertanda buruk. Sebab penundaan untuk tidak berpuas diri dulu selama ini selalu menyebabkan karakter disiplin saya lahir kembali. Sekian lama saya ulangi tips tersebut sekali lagi dan seterusnya, tanpa saya sadari saya telah menciptakan banyak kemajuan dalam hal keuangan, hubungan sosial, spiritual dan bisnis.
Kedisiplinan menuntut kita melakukan hal-hal yang benar, tapi belum tentu kita sukai. Sebuah pepatah mengatakan, “If you would live your life with ease; do what you ought, not what you please”  (Jika kamu ingin mengisi kehidupanmu dengan kebahagiaan, maka selesaikan apa yang menjadi tanggung jawabmu, dan bukan hanya mengerjakan apa yang kau suka.” Meskipun melakukan hal yang benar awalnya tidak kita sukai. Tetapi bila kita mendisiplinkan diri dengan secara rutin melaksanakannya, maka berangsur-angsur kita akan menyukainya atau bahkan menjadi bagian dari kesadaran pribadi dan kita senang melakukannya.
Dengan menjadikan kedisiplinan sebagai bagian dari kesadaran atau budaya pribadi kita, berarti kita membangun dasar kehidupan yang kuat sebagai seseorang yang sukses dan selalu bersemangat. Orang-orang yang sukses adalah orang-orang yang selalu menerapkan kedisiplinan dalam kehidupan mereka sehari-hari. Cobalah menerapkan kedisiplinan, dan Anda tidak akan pernah menyesal melakukannya. (Dikuti dari Buku Life is Wonderful karya Dr Andrew Ho)

Pendidikan Islam Sebagai Obat

Masih hangat dalam ingatan ketika seorang siswa dengan berani melawan guru yang menasihatinya hingga sang guru meninggal dunia. Kemudian seorang guru yang melakukan tindak kekerasan terhadap muridnya di hadapan teman-temannya. Kegiatan amoral yang dilakukan antara siswa dan siswinya, bahkan orang tua murid sampai berani melakukan tindak kekerasan ketika tidak terima anaknya diperlalukan kurang baik oleh gurunya walapun itu dalam rangka mendidik. Itu hanya beberapa contoh kasus yang terjadi, masih banyak lagi rentetan kasus memilukan yang terjadi dalam dunia pendidikan.

Pendidikan sejatinya adalah perubahan pola perilaku amoral menjadi bermoral, negatif menjadi positif, statis menajdi dinamis, apatis menjadi harmonis dan humanis, dan tidak hedonis serta tidak sekularistis. belum dapat dikatakan keberhasilan pendidikan jika output yang dihasilkan hanya menimbulkan permasalahan. Faktanya pendidikan saat ini masih terhegemoni oleh kecerdasan kognitif yang menjadi trend kebanggaan bagi kebanyakan subjek pendidikan. Sementara kecerdasan berakhlak terlupakan. Justru inilah virus yang menyebabkan timbulnya penyakit yang mengancam bangsa ini ke depan, yakni kehilangan generasi.

Bangsa Indonesia saat ini berada dalam kurva penduduk berbentuk piramida di mana usia muda sangatlah banyak digadang-gadang pada tahun 2030 Indonesia akan mendapatkan bonus demografi. Namun apakah bonus tersebut nyata atau hanya sekedar utopia dan menjadi beban negara? Jika saat ini krisis akhlak dalam pendidikan masih menghegemoni maka nol besar bonus demografi tersebut.

Pada kenyataan di lapangan ternyata kita masih dihadapkan pada permasalahan generasi muda yang pelik. Pada tahun 2005 jumlah kasus AIDS pada usia 15-29 tahun mencapai angka 2140 kasus. Sedangkan pada tahun 2016 lalu kasus pengidap AIDS pada usia 15-29 tahun meningkat tajam menjadi 4838 kasus. Secara komulatif AIDS yang diderita oleh anak sekolah/mahasiswa sebanyak 2034 kasus terhitung sejak tahun 1987-2017 ini.

Pada kasus lainnya berdasarkan perkiraan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), sekitar 2 juta kasus aborsi terjadi setiap tahunnya di Indonesia. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) 20-60% aborsi di Indonesia merupakan aborsi disengaja (induced abortion). Padahal payung hukum larangan Aborsi sudah tercantum dalam KUHP pasal 346, 347, 348 (ayat 1 dan 2), 349, PP No. 61 tahun 2014, dan UU Kesehatan No. 23 tahuan 1992. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan aborsi masih tinggi dan daya ancam dari payung hukum yang berlaku tidak membuat takut para pelaku praktik aborsi.

Penyakit kehilangan generasi ini semakin nyata di mana identitas diri dan jati diri tidak lagi dihargai. Penyebabnya disebabkan oleh menjamurnya seks bebas, pergaulan bebas, minuman keras dan narkoba yang menurunkan fungsi akal untuk berfikir positif. Orang tua yang memberikan kebebasan serta terlalu memanjakan anak-anaknya. Tidak adanya kontrol dan pengawasan dalam memperlakukan anak-anak. Tidak ada kendali mendasar yang tertanam dalam diri anak. Tidak adanya aturan yang mengatur kebebasan bercampur baur dengan lawan jenis di segala bidang sehingga peluang kehilangan kehormatannya semakin besar serta peluang terjerumus pada kesukaan sesama jenis semakin terbuka lebar. Bagaimana tidak berbahaya, karena penyakit kehilangan generasi tersebut akan mengakibatkan hancurnya keluarga di masa depan, hilangnya kehidupan di masa mendatang.

Langkah benar yang dapat di ambil untuk mencegah penyakit kehilangan generasi yaitu dengan menerapkan pendidikan Islam yang merupakan obat untuk permasalahan yang terjadi dalam dunia pendidikan saat ini. Pendidikan Islam telah mempersembahkan sistem pendidikan yang paripurana mulai dari asas pendidikan, metode, jalan, dan solusi dari setiap permasalahan. Syaikh Abdurrahman al-Bani menjelaskan pendidikan Islam terdiri atas empat unsur, yaitu: 1). Menjaga dan memelihara fitrah anak menjelang baligh, 2). Mengembangkan seluruh potensi dan kesiapan yang bermacam-macam, 3). Mengarahkan seluruh fitrah dan potensi ini menuju kepada kebaikan dan kesempurnaan yang layak baginya, serta 4) Prosesnya dilakukan secara bertahap “sedikit demi-sedikit”.

Konsep pendidikan dalam Islam menekankan pada aspek katauhidan atau aqidah, akhlak, dan akal. Kecerdasan kognitif tidak serta merta menghegemoni karena yang menjadi pondasi kecerdasan adalah aqidah dan akhlak. Secara mutlak pendidik sesungguhnya adalah Allah Swt. pencipta fitrah dan pemberi berbagai potensi. Dialah yang menentukan tahapan perkembangan manusia serta interaksinya, serta hukum untuk mewujudkan kesempurnaan, kebaikan dan kebahagiaan.

Jelas bahwa seorang pendidik harus mengikuti aturan penciptaan dan pengadaan yang dilakukan Allah Swt. sebagiamana harus mengikuti syariat dan Agama Islam. Semakin tinggi level kecerdasan yang dimiliki maka semakin meningkat pula rasa tawadhu-nya. Hingga tidak ada lagi kasus-kasus memilukan yang terjadi antara pendidik, peserta didik, masyarakat, serta sistem pendidikannya karena standar pendidikan Islam adalah Al-Quran dan As-sunnah yang mengatur kehidupan secara komprehensif. (Wawang Nurfalah)