![]() |
| Santunan Anak Yatim kerjasama YASI, BAZNAS dan BAF Syariah di Cianjur, 04 Mei 2018, dipimpin langsung oleh M. Hasan Gaido, CEO Gaido Group dan Ust. Tommy Eka Kurniawan, Direktur Harian YASI. |
Author: Developer
Di Mata Menteri Denmark Ini, Puasa Ramadan Dapat Mengganggu Pekerjaan
![]() |
| Inger Stojberg, Menteri Imigrasi Denmark |
“Saya ingin menyerukan kepada para Muslim untuk mengambil cuti dari pekerjaan selama bulan Ramadan untuk menghindari konsekuensi negatif bagi masyarakat Denmark lainnya,” katanya.
Stojberg menuliskan pendapatnya ini dalam sebuah rubrik opini di surat kabar Berlingske Tidende (BT) dalam bahasa Jerman (tentunya). Dalam opininya itu ia juga mengatakan bahwa Denmark memiliki kebebasan beragama dan agama adalah masalah pribadi.
Namun, ia menyebutkan bahwa Muslim yang berpuasa Ramadan di Denmark tidak dapat makan atau minum selama lebih dari 18 jam mengingat matahari terbenam pukul 21.29 di negara itu pada bulan Juni.
Stojberg mengatakan, tuntutan kehidupan modern di Denmark membutuhkan waktu kerja yang panjang, kadang-kadang melibatkan pengoperasian mesin yang berbahaya.
Ia memberi contoh pengemudi bus yang tidak minum atau makan selama lebih dari 10 jam dan menyebut bahwa puasa dapat mempengaruhi “keselamatan dan produktivitas”.
Karena itu, ia menyarankan umat Muslim harus mengambil cuti kerja selama bulan Ramadan. Sebab, menurutnya, berpuasa berpotensi menimbulkan risiko keselamatan bagi masyarakat.
Namun, anjuran Stojberg ini ditolak banyak pihak. Beberapa perusahaan bus di Denmark yang memang punya karyawan Muslim menganggap bahwa tidak punya masalah dengan para sopir yang berpuasa Ramadan.
Perusahaan bus Arriva, misalnya, yang menjalankan sejumlah trayek bus di Denmark, mengatakan, tidak pernah ada kecelakaan yang melibatkan pengemudi yang berpuasa.
“Jadi secara de facto itu bukan masalah bagi kami,” kata juru bicara Pia Hammershoy Splittorff kepada surat kabar BT.
Pesan yang sama datang dari serikat transportasi 3F Denmark. Pemimpin serikat itu, Jan Villadsen, bertanya-tanya apakah sang menteri sedang mencoba untuk menciptakan masalah yang belum ada.
Ketua Muslim Union Finlandia, Pia Jardi, juga mengecam pandangan Stojberg tersebut. Bahkan ia menilai imbauan Stoejberg merupakan ide yang aneh.
“Tak ada informasi atau statistik yang menunjukkan pengemudi buss atau pekerja Muslim lain, entah bagaimana, berperilaku membahayakan saat berpuasa,” ujar Jardi.
Jardi mengatakan bahwa di sebagian besar negara Muslim, toko hingga bisnis tetap berjalan secara normal, meski puasa berlangsung. Tak ada hambatan berarti dari puasa yang menyebabkan kegiatan sehari-hari terhambat.
“Muslim yang berkomitmen untuk berpuasa juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa mereka mendapatkan istirahat yang layak,” katanya.
Sementara itu Uni Muslim Denmark mengunggah pesan di media sosial, berterima kasih kepada Stojberg atas perhatiannya, tetapi mereka menekankan bahwa Muslim adalah orang-orang dewasa yang sangat mampu menjaga dirinya dan masyarakat sekitar, “bahkan ketika kita berpuasa”.
Rekan sesamanya di partai Stojberg, Jacob Jensen, menyarankan politisi tersebut seharusnya fokus pada penyelesaian “masalah nyata” daripada mencampuri urusan Ramadan.
Stojberg adalah politisi kanan dari partai Venstre liberal yang telah berperan dalam mengencangkan kebijakan imigrasi Denmark. Ia juga merupakan seorang mantan jurnalis.
Bulan lalu ia menulis artikel yang menyebutkan “proporsi pengungsi yang signifikan” telah menipu atau menyalahgunakan kepercayaan orang Denmark. Sejak partainya membentuk pemerintahan koalisi pada tahun 2015, Denmark telah memberlakukan serangkaian kontrol imigrasi, hal itu ia tunjukkan dengan mengunggah foto kue untuk menandai 50 amandemen tersebut.
Agar Tetap Bugar di Saat Ramadan, Kerjakan 7 Trik Ini
Gaidofoundation – Meski kita sedang berpuasa, seharusnya tak boleh loyo atau malas-malasan dalam bekerja. Kita harus tetap semangat. Bahkan kalau bisa, kualitasnya semakin ditingkatkan karena mumpung di bulan suci di mana pahala setiap kebaikan akan berlipat ganda sepuluh kali lipat.
1. Jangan lupa sahur
Ibarat sarapan, sahur merupakan kegiatan yang amat dianjurkan (meski bukan wajib) saat bulan Ramadan. Selain tubuh butuh asupan untuk siang hingga menjelang waktu berbuka puasa, sahur juga bernilai ibadah.
2. Berbuka dengan tenang
Jangan pernah makan dengan tergesa-gesa. Meskipun seharian sudah menahan lapar dan haus, kita harus mengingat kembali makna dari berpuasa. Sebaiknya Anda juga mengonsumsi buah kurma.
3. Banyak minum air putih
Walau tak memiliki rasa, ternyata air putih memiliki manfaat yang bagus untuk kesehatan dan juga membangkitkan semangat serta kepercayaan diri. Karena khasiatnya ini, kita dianjurkan untuk mengonsumsi air putih delapan gelas perhari atau setara dua liter.
4. Olahraga ringan
Kalau bulan puasa, kapan waktu yang tepat untuk berolahraga? Tak usah bingung, karena kita bisa melakukannya di malam hari, tak perlu lama-lama secukupnya saja. Kita bisa memilih waktunya, 15 menit sebelum berbuka atau 15 menit setelah berbuka.
5. Konsumsi 4 sehat 5 sempurna
6. Jaga pola tidur
Saat puasa, kita mungkin merasa kurang tidur karena harus terbangun saat sahur. Karena biasanya saat puasa pola tidur dan pola makan akan ikut berubah.
7. Konsumsi vitamin
Selama bulan puasa, penting untuk mengonsumsi vitamin yang bisa kita dapatkan dalam bentuk tablet di tokoh-tokoh penjual obat-obatan atau bisa bisa dari makanan yang kita asup ketika berbuka.
Kesucian Bulan Ramadan
![]() |
| KH. Dr Cholil Nafis |
Ramadan Jadi Momentum Melestarikan Lingkungan dari Kerusakan
![]() |
| Aksi penolakan proyek pembangunan tol Serpong – Cinere oleh aktivis lingkungan Gugusan Alam Nalar Ekosistem Pemuda-Pemudi (GANESPA), di Setu Sasak Tinggi Pamulang, Tangerang Selatan, Banten. |
Dekorasi Ramadan Keluarga Muslim di Amerika
![]() |
| Inas El Ayouby senang bisa menemukan berbagai dekorasi Ramadan di toko-toko sekitar lingkungannya, yang bisa menambah koleksi dekorasi buatannya sendiri. |
Washington DC – Sebagian Muslim ada yang senang menghias rumah dengan dekor khas pada bulan Ramadan. Ini dianggap sebagai peluang bisnis oleh sebuah perusahaan ritel Amerika yang berspesialisasi menyediakan keperluan pesta.
Saat Ramadan, Penjualan Kelapa Parut Naik 25 Persen
![]() |
| Pedagang kelapa parut di Pasar Grogol |
Kenapa Ramadan Disebut Bulan Alquran?
Membudayakan Disiplin pada Diri Sendiri
Pendidikan Islam Sebagai Obat

Masih hangat dalam ingatan ketika seorang siswa dengan berani melawan guru yang menasihatinya hingga sang guru meninggal dunia. Kemudian seorang guru yang melakukan tindak kekerasan terhadap muridnya di hadapan teman-temannya. Kegiatan amoral yang dilakukan antara siswa dan siswinya, bahkan orang tua murid sampai berani melakukan tindak kekerasan ketika tidak terima anaknya diperlalukan kurang baik oleh gurunya walapun itu dalam rangka mendidik. Itu hanya beberapa contoh kasus yang terjadi, masih banyak lagi rentetan kasus memilukan yang terjadi dalam dunia pendidikan.
Pendidikan sejatinya adalah perubahan pola perilaku amoral menjadi bermoral, negatif menjadi positif, statis menajdi dinamis, apatis menjadi harmonis dan humanis, dan tidak hedonis serta tidak sekularistis. belum dapat dikatakan keberhasilan pendidikan jika output yang dihasilkan hanya menimbulkan permasalahan. Faktanya pendidikan saat ini masih terhegemoni oleh kecerdasan kognitif yang menjadi trend kebanggaan bagi kebanyakan subjek pendidikan. Sementara kecerdasan berakhlak terlupakan. Justru inilah virus yang menyebabkan timbulnya penyakit yang mengancam bangsa ini ke depan, yakni kehilangan generasi.
Bangsa Indonesia saat ini berada dalam kurva penduduk berbentuk piramida di mana usia muda sangatlah banyak digadang-gadang pada tahun 2030 Indonesia akan mendapatkan bonus demografi. Namun apakah bonus tersebut nyata atau hanya sekedar utopia dan menjadi beban negara? Jika saat ini krisis akhlak dalam pendidikan masih menghegemoni maka nol besar bonus demografi tersebut.
Pada kenyataan di lapangan ternyata kita masih dihadapkan pada permasalahan generasi muda yang pelik. Pada tahun 2005 jumlah kasus AIDS pada usia 15-29 tahun mencapai angka 2140 kasus. Sedangkan pada tahun 2016 lalu kasus pengidap AIDS pada usia 15-29 tahun meningkat tajam menjadi 4838 kasus. Secara komulatif AIDS yang diderita oleh anak sekolah/mahasiswa sebanyak 2034 kasus terhitung sejak tahun 1987-2017 ini.
Pada kasus lainnya berdasarkan perkiraan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), sekitar 2 juta kasus aborsi terjadi setiap tahunnya di Indonesia. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) 20-60% aborsi di Indonesia merupakan aborsi disengaja (induced abortion). Padahal payung hukum larangan Aborsi sudah tercantum dalam KUHP pasal 346, 347, 348 (ayat 1 dan 2), 349, PP No. 61 tahun 2014, dan UU Kesehatan No. 23 tahuan 1992. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan aborsi masih tinggi dan daya ancam dari payung hukum yang berlaku tidak membuat takut para pelaku praktik aborsi.
Penyakit kehilangan generasi ini semakin nyata di mana identitas diri dan jati diri tidak lagi dihargai. Penyebabnya disebabkan oleh menjamurnya seks bebas, pergaulan bebas, minuman keras dan narkoba yang menurunkan fungsi akal untuk berfikir positif. Orang tua yang memberikan kebebasan serta terlalu memanjakan anak-anaknya. Tidak adanya kontrol dan pengawasan dalam memperlakukan anak-anak. Tidak ada kendali mendasar yang tertanam dalam diri anak. Tidak adanya aturan yang mengatur kebebasan bercampur baur dengan lawan jenis di segala bidang sehingga peluang kehilangan kehormatannya semakin besar serta peluang terjerumus pada kesukaan sesama jenis semakin terbuka lebar. Bagaimana tidak berbahaya, karena penyakit kehilangan generasi tersebut akan mengakibatkan hancurnya keluarga di masa depan, hilangnya kehidupan di masa mendatang.
Langkah benar yang dapat di ambil untuk mencegah penyakit kehilangan generasi yaitu dengan menerapkan pendidikan Islam yang merupakan obat untuk permasalahan yang terjadi dalam dunia pendidikan saat ini. Pendidikan Islam telah mempersembahkan sistem pendidikan yang paripurana mulai dari asas pendidikan, metode, jalan, dan solusi dari setiap permasalahan. Syaikh Abdurrahman al-Bani menjelaskan pendidikan Islam terdiri atas empat unsur, yaitu: 1). Menjaga dan memelihara fitrah anak menjelang baligh, 2). Mengembangkan seluruh potensi dan kesiapan yang bermacam-macam, 3). Mengarahkan seluruh fitrah dan potensi ini menuju kepada kebaikan dan kesempurnaan yang layak baginya, serta 4) Prosesnya dilakukan secara bertahap “sedikit demi-sedikit”.
Konsep pendidikan dalam Islam menekankan pada aspek katauhidan atau aqidah, akhlak, dan akal. Kecerdasan kognitif tidak serta merta menghegemoni karena yang menjadi pondasi kecerdasan adalah aqidah dan akhlak. Secara mutlak pendidik sesungguhnya adalah Allah Swt. pencipta fitrah dan pemberi berbagai potensi. Dialah yang menentukan tahapan perkembangan manusia serta interaksinya, serta hukum untuk mewujudkan kesempurnaan, kebaikan dan kebahagiaan.
Jelas bahwa seorang pendidik harus mengikuti aturan penciptaan dan pengadaan yang dilakukan Allah Swt. sebagiamana harus mengikuti syariat dan Agama Islam. Semakin tinggi level kecerdasan yang dimiliki maka semakin meningkat pula rasa tawadhu-nya. Hingga tidak ada lagi kasus-kasus memilukan yang terjadi antara pendidik, peserta didik, masyarakat, serta sistem pendidikannya karena standar pendidikan Islam adalah Al-Quran dan As-sunnah yang mengatur kehidupan secara komprehensif. (Wawang Nurfalah)















