Author: Developer
Bersyukur
KEKUATAN BERBAGI
“Apa yang anda simpan untuk diri anda sendiri akan lenyap, apa yang akan anda berikan pada orang lain akan anda miliki selamanya.” (Axel Munthe)
Seorang pengusaha pernah mengatakan, “Jika saya mempunyai uang seratus ribu rupiah satu lembar dan anda mempunyai uang sepuluh ribu rupiah sepuluh lembar, lalu uang itu ditukarkan nilainya akan sama, bukan? Saya dan anda tetap mempunyai uang seratus ribu rupiah. Akan tetapi jika saya dan anda masing masing mempunyai satu buah ide lalu kita saling menukarkannya, kira-kira apa yang terjadi? Saya akan mempunyai dua buah ide dan anda pun akan menerima hal yang sama.” Mengapa bisa demikian? Itulah yang dinamakan kekuatan berbagi!
Saat di bangku sekolah saya adalah termasuk orang yang pelit dalam berbagi ilmu. Saya berpikir jika sering mengajari orang lain, lama kelamaan mereka akan lebih pintar dari saya. Saya lupa dengan prinsip yang mengatakan, “Jika anda memberdayakan seseorang sebenarnya anda sedang memberdayakan dua orang.” Ya, karena kita telah memperoleh setiap ilmu dari Sang Khalik dengan cuma-cuma, berikanlah ilmu tersebut dengan cuma-cuma kepada mereka yang membutuhkan.
Zig Ziglar pernah berkata, “Jika anda membantu lebih banyak orang untuk mencapai impiannya, impian anda sendiri akan tercapai.” Setiap kemampuan dan kepandaian yang kita miliki akan semakin bermanfaat dan memiliki nilai yang tinggi jika kita menggunakannya bukan hanya untuk diri sendiri, melainkan juga untuk membantu kesejahteraan orang lain. Tuhan sudah memberikan talenta kepada kita dengan cuma cuma. Jadi mengapa kita tidak memberikannya dengan cuma cuma juga? Hanya dengan cara itulah, kita dapat berhasil selamanya.
Apa yang anda miliki saat ini? Mungkin anda berkata, “Saya tidak memiliki apa-apa yang dapat saya bagikan untuk orang lain.” Anda salah! Percayalah bahwa setiap kita diciptakan sebagai pribadi yang kaya; kaya dalam memanfaatkan bakat kita sepenuhnya, kaya dalam hal menciptakan dunia yang lebih baik, kaya dalam hubungan yang bermakna, kaya dalam pertumbuhan dan perkembangan rohani, kaya dalam sumbangan yang hanya anda yang mampu memberikannya, serta kaya dalam sukacita dan damai sejahtera. Jadi masihkah anda berkata bahwa anda tidak memiliki apa-apa? Dunia saat ini begitu krisis dengan berbagai hal. Oleh karena itu berikanlah apapun yang ada dalam hidup kita. Barangkali pemberian itu sekedar memandang mata lawan bicara anda, sebuah pelukan hangat, senyum tulus, serta kata-kata semangat dan motivasi bagi mereka yang sedang putus asa.
Apapun itu, berikanlah, karena sesuatu yang membuat kita bahagia bukanlah apa yang kita pertahankan, melainkan apa yang kita serahkan. Dari apa yang kita peroleh kita hidup, tetapi dari apa yang kita berikan, kita mendapatkan hidup yang menyenangkan.
Sumber: dikutip dari buku “INSPIRASI 5 MENIT” karya Imelda Saputra.
Kekuatan Memberi atau Berbagi
Gaido – Seorang teman pernah berkata, “Jika saya mempunyai uang lima puluh ribu rupiah, kemudian Anda tukar dengan lima lembar sepuluh ribu rupiah, kita berdua tetap memiliki nilai uang yang sama yaitu lima puluh ribu rupiah. Namun apabila saya mempunyai sebuah ide dan Anda mempunyai satu buah ide lalu kita saling menukarnya, maka kita akan sama-sama memiliki dua buah ide.” Itulah kekuatan dalam memberi atau berbagi.
Ada prinsip yang menarik yaitu, “Jika Anda sedang memberdayakan seseorang, sesungguhnya Anda sedang memberdayakan dua orang.” Ketika saya mulai mengajari atau mengembangkan orang lain sesungguhnya saya sedang mengajar dan mengembangkan orang itu dan diri saya sendiri. Saya jadi lebih terasah dengan ilmu yang saya bagikan sehingga membuat diri saya menjadi lebih ahli.
Coba perhatikan orang-orang yang disukai dalam pergaulan, menjadi teman yang ramah bagi banyak orang. Mereka pasti orang yang suka berbagi. Sebaliknya, orang-orang yang dibenci orang lain pasti orang-orang yang pelit dan tidak pernah memberi atau berbagi.
Rasanya kita perlu belajar dari matahari yang selalu memberi tanpa pernah meminta. Pandangan ini agak berbeda dengan kalkulasi bisnis yang senantiasa menempatkan memberi sebagai investasi yang di kemudian hari akan dituai hasilnya.
Padahal hidup kita justru akan lebih berbahagia bila kita banyak memberi tapi sedikit berharap. Apa pun yang kita berikan sebetulnya tidak akan pernah hilang, ia akan kembali pada Anda dalam bentuk lain sesuai dengan hukum kekekalan energi yang berlaku di alam semesta.
Mungkin Anda berkata, “Saya tidak memiliki apa-apa yang dapat dibagikan untuk orang lain.” Jangan salah, berbagi tidak selalu berkaitan dengan materi dan uang. Khalil Gibran pernah berkata, “Bila engkau memberi dari hartamu, tiada banyaklah pemberian itu. Bila engkau memberi dari dirimu, itulah pemberian yang penuh arti.”
Ada banyak sekali kesempatan bagi kita untuk memberi atau berbagi. Kita bisa memberikan waktu, perhatian, energi, pemikiran, pengertian, pujian dan ucapan terima kasih. Kita juga bisa sekedar memberi senyuman. Hal-hal sederhana yang bisa berarti banyak dan bermanfaat bagi orang lain.
Keinginan untuk memberi atau berbagi tidak ada hubungannya dengan yang kita miliki. Ada orang kaya yang sulit berbagi. Ada pula orang pandai yang enggan berbagi pengetahuan yang dimilikinya. Kesemuanya hanyalah masalah pola pikir mereka yang terlalu mementingkan diri mereka sendiri.
Sebaliknya, ada orang sederhana tetapi senantiasa selalu ingin berbagi dengan orang lain. Mereka inilah orang kaya yang sesungguhnya. Yang membuat kita kaya bukanlah seberapa banyak yang kita miliki, namun seberapa banyak yang dapat kita berikan pada sesama.
Orang yang enggan memberi atau berbagi adalah orang yang tidak mau belajar dari kehidupan ini. Padahal esensi kehidupan adalah memberi. Tuhan sebagai sumber kehidupan adalah Sang Maha Pemberi, selalu memberi tanpa pilih kasih dan tidak peduli apakah orang itu baik atau jahat. Itulah sebuah cinta tanpa syarat.
Masihkah Anda mengatakan bahwa Anda tidak memiliki apa-apa yang bisa dibagikan untuk orang lain? Barangkali pemberian Anda hanya sekedar tatap mata tulus ketika berbicara pada seseorang atau mungkin kata-kata dorongan semangat atau motivasi bagi mereka yang sedang putus asa dan dilanda kelemahan. Percayalah dan manfaatkanlah kekuatan memberi atau berbagi, hidup Anda pasti akan lebih berwarna dan bermakna.
Salam SUKSES, HIDUP LUAR BIASA.
(Handojo Wibowo)
Banten Jadi Tuan Rumah Gelaran Mudzakarah Pendekar Internasional Pertama
![]() |
| Mudzakarah Pendekar Internasional diharapkan bisa menjadi lokomotif utama untuk mengangkat seni beladiri pencak silat di kancah nasional maupun internasional. |
Mudzakarah Pendekar Internasional Lahirkan 7 Resolusi
![]() |
| Para pendekar, pegiat dan pecinta seni beladiri pencak silat nasional dan internasional berkumpul membahas masa depan dunia pencak silat di Muzdzakarah Pendekar Internasional. |
- Mudzakarah Pendekar Internasional menjadikan seni bela diri pencak silat sebagai media silaturahmi antar padepokan nasional maupun internasional tanpa memandang perbedaan suku, ras, budaya dan agama dengan tujuan tercapainya persaudaraan yang kuat melalui pencak silat untuk mendorong terciptanya stabilitas dan keamanan dunia.
- Mudzakarah Pendekar Internasional mendorong agar seni bela diri pencak silat menjadi materi pelajaran wajib dalam bentuk muatan lokal ataupun ektrakulikuler di kurikulum pendidikan baik dalam maupun luar negeri.
- Mudzakarah Pendekar Internasional mendorong UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) untuk mengakui seni bela diri pencak silat sebagai warisan budaya tanpa benda khas Indonesia. Pengakuan dari UNESCO diharapkan menjadikan seni bela diri pencak silat tetap lestari dan dikenal di seluruh dunia.
- Mudzakarah Pendekar Internasional mendorong seni bela diri pencak silat agar selalu dikompetisikan baik tingkat nasional maupun internasional dengan tujuan untuk menjaga kelestarian dan mewariskan seni bela diri pencak silat pada generasi penerus.
- Mudzakarah Pendekar Internasional menyepakati adanya Duta Pencak Silat tingkat nasional dan internasional. Duta Pencak Silat menjadi representatif Mudzakarah Pendekar Internasional dalam mengenalkan dan menyebarkan semangat seni bela diri pencak silat ke seluruh dunia. Duta Pencak Silat memiliki struktur kepengurusan dan dipimpin oleh seorang Ketua Harian yang dipilih secara bergilir dari peserta Mudzakarah Pendekar Internasional untuk satu periode tertentu.
- Mudzakarah Pendekar Internasional menyepakati Kawasan Wisata Halal Baduy Outbond sebagai sekretariat.
- Mudzakarah Pendekar Internasional mendorong pemerintah agar menjadikan seni bela diri pencak silat sebagai produk budaya unggulan tanah air untuk dikembangkan di berbagai bidang seperti budaya, parwisata, perfilman, dan pengobatan.
YASI Beri Bantuan kepada Siswa Berprestasi dan Kurang Mampu
![]() |
| Siswa-siswa SMA Negeri 3 Rangkasbitung yang menerima dana bantuan pendidikan dari YASI. |
Penampilan Padepokan Pencak Silat Gunung Karang yang Spektakuler
![]() |
| Penampilan Padepokan Pencak Silat Gunung Karang Banten Pada Acara Milad Gaido Travel ke-15 di Lumire Hotel, Jakarta (10/2/18). |
YASI Undang Anak Yatim dan Dhuafa Makan Gratis di Banten Resto
Keluarga Asal Singapura Ini Gandeng YASI Salurkan Qurban di Banten
![]() |
| Keluarga besar Haji Said Hamid didampingi Ketua Pembina YASI M Hasan Gaido, saat menyaksikan penyembelihan hewan qurban di Kawasan Wisata Baduy Outbound, Serang pada Sabtu (2/9) |









