Dinas Pertanian dan INTANI Banten Dorong Talenta Petani Millenial dan Program Ketahanan Pangan Banten

 

GAIDOFOUNDATION.ORG- Ir. H. Agus M. Tauchid,M.Si., Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, melaporkan, saat ini Banten masuk 10 besar provinsi dengan Nilai Tukar Petani terbesar di Indonesia dan yang tertinggi di Pulau Jawa dan Infrasturktur pertanian di Banten  khususnya transportasi sudah semakin membaik, aksesnya sudah  sampai ke desa-desa.

Hal tersebut Agus sampaikan dalam seminar bertemakan “Kolaborasi Peran Petani Millenial” dalam Rangkaian kegiatan Bazaar dan Festival Ramadhan 1442 H di Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound, Serang, Banten pada Kamis (22/04).

Agun juga menyampaikan tentang 4 pilar keberlanjutan bisnis pertanian, pertama, berdaya saing tinggi, jelas orinetasi bisnisnya. Kedua, harus terdesentralisasi, didukung oleh pemerintah daerah. Ketiga, berkerakyatan dan Keempat, berkelanjutan.

“PR kita ke depan masih banyak, namun saya yakin Banten bisa. Kita harus berkolaborasi, ABG Cantik (Academcy, Business, Government, dan Community, Instansi terkait tersebut memiliki peran berbeda yang terkait dan saling melengkapi. “ ujar Agus.

Beberpa faktor pendukung peran pemerintah dalam pengembangan pertanian di antaranya adalah kelembagaan, kesadaran masyarakat, ketersediaan lahan, pengembangan teknologi, dan peran swasta.

Peran pemerintah dalam pembangunan merupakan hal yang mutlak, tidak terlepas juga pengembangan pertanian berkelanjutan melalui edukasi, pembinaan dan pengkaderan petani millenial yang siap pakai, memahami hulur dan hilirnya.

“Kita akan mendorong tentang edukasi terhadap petani, agar petani mandiri dan berdikari. Bagaimana petani bisa melakukan aktivitas bertani yang menguntungkan, tidak terjerat oleh sistem para tengkulak yang mungkin kurang pro-petani.” Tegas Agus.

Narasumber kedua, Dr.Suma Wijaya M.Sc berbicara tentang harapan pada kebijkan pemerintah yang pro-pertanian berkelanjutan.

“Harus ada model sekolah yang jadi rujukan, jika kita berkeinginan melahirkan banyak telenta petani millenial yang paham hulu dan hilir bidang pertanian ini.” Ujar Suma Wijaya.  

Faktor penghambat aktivitaspertanian berkelanjutan adalah alih fungsi lahan, keterbatasan kemampuan SDM, pemerataan sarana prasarana, ketersediaan dan pemanfaatan teknologi, dan obat kimia atau pupuk yang tidak ramah lingkungan.

Salah satu peserta, Zulfa Fitria, Mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta – Jurusan Agribisnis, turut tentang seminar hari ini.

“Saya adalah cucu dari seorang petani dan kini berkuliah di Jakarta mengambil jurusan pertanian. Saya punya harapan dan semoga juga menjadi harapan pemerintah, yaitu bagaimana Banten mempunyai ketahanan  pangan dan kesejahteraan para petani semakin membaik ke depannya.” Ujar mahasiswi asal Baros ini.

Goong! Bazaar dan Festival Ramadhan 1442, Ramadhan Tiba, Ekonomi UKM Bangkit, Resmi Dibuka

 

GAIDOFOUNDATION.ORG–Gelaran Bazaar dan Festival Ramadhan 1442 H.,”Ramadhan Tiba, Ekonomi UKM Bangkit” resmi dibuka oleh Drs. M. Agus Setiawan, A.W., M.Si. selaku Kepala Dinas Pariwisata Banten, didampingi Muhammad Hasan Gaido selaku, Founder Gaido Foundation, Sukandar, Kepala Bidang Perindustrian Disperindag Banten, KH. Anang Azharie Alie, Ketua Presidium Forum Silaturahim Pondok Pesantren (FSPP) Banten,dan KH. Sulaiman Effendi, Ketua Insan Tani dan Nelayan Indonesia (INTANI).

Pada sambutannya, Agus Setiawan meyampaikan bahwa dengan adanya kegiatan ini kami berharap melahirkan optimisme bagi UKM dan masyarakat untuk terus beraktivitas ekonomi.

“Tanpa perlu was-was, tapi dengan tetap menerapkan secara ketat protokol kesehatan, jaga jarak, pakai masker, semoga kegiatan ini berjalan lancar dan sukses. Di momentum kegiatan ini, semoga dapat menjalin silaturahim antar sesama, saling mengenal, dan kolaborasi Saya juga bangga dalam kesempatan Bazaar ini untuk transaksi keuangannya sudah diupayakan secara digital melalui teknologi QRIS.” Ujar Agus Setiawan

Selanjutnya, Muhammad Hasan Gaido selaku founder Gaido Foundation menyampaikan bahwa Gaido Foundation sudah sering melakukan kegiatan serupa ini hanya saja kali ini dalam kemasan kegiatan yang berbeda. Apabila sebelumnya biasa kami selenggarakan di hotel berbintang, tapi kali ini di momentum Ramadhan 1442 H, pertama kalinya kami adakan di Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound dengan beragam rangkaian kegiatan hampir sebulan penuh.

“Kami tekankan ini adalah kegiatan yang Gaido Foundation inisiasi, bukan untuk mengambil alih peran pemerintah melainkan tentang menjalankan penguatan fungsi strategi yang selalu kami gaungkan yaitu kolaborasi ABG Cantik (Academcy, Business, Government, dan Community).” Ujar Hasan Gaido.

Disperindag secara gratis meminjamkan tenda-tenda bazaar untuk mendukung kegiatan ini. Apresiasi dan terima kasih kami sampaikan. Pada gelaran seminar, kami juga libatkan akademisi sebagai narasumber. Dari bisnis sudah jelas kegiatan ini berkolaborasi dengan kalangan bisnis, ada Bisnis Banten selaku organizer acara ini, danketerlibatan UKM-UKM kita, dan terakhir kolaborasi bersama komunitas, seperti kemarin kami hadirkan Perkumpulan Seni Budaya (PSB) untuk berbicara tentang pelestarian seni budaya khas Banten, kemudian Perkumpulan Urang Banten, Komunitas Cinta Banten, dll.

Selain itu, Gaido Foundation juga ingin bagaimana proses digitalisasi transaksi keuangan pada UKM-UKM semakin menguat di Banten, karena selama bazaar berlangsung transaksi menerapkan cashless melalui QRIS, apapun e-wallet dan mobile banking yang dipakai pelanggan.

Di pekan terakhir kegiatan ini akan diadakan charity bertajuk Gaido Foundation Berbagi Kebaikan Ramadhan dengan kegiatan pembagian santunan anak yatim, pembagian santunan sembako, Bazaar sembako murah dan distribusi zakat fitrah. Di minggu yang sama juga digelar berbagai lomba untuk kategori TK dan SD, mulai dari hafalan surat pendek, Adzan, Muslim Fashion Show, Mewarnai dengan Pewarna Alami dan kategori umum, yaitu lomba memasak menu khas Banten. (**)

PSB dan Dindik Banten Bicarakan Eksistensi Seni Budaya Banten di Bazaar dan Festival Ramadhan 1442 H

 

GAIDOFOUNDATION.ORG–Pada gelaran hari ke-2, Bazaar dan Festival Ramadhan 1442 H, telah berlangsung Seminar bertema Eksistensi Seni Budaya untuk Memperkokoh Identitas Kebantenan, dengan menghadirkan Yang’to, S.H, M.H, Ketua Umum Perkumpulan Seni Budaya (PSB) Banten, dan Bara Hudaya, S.E, M.Si, Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, pada Selasa sore (20/04) di Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound.

Di awal kesempatannya, Yang’to memperkenalkan visi PSB organisasi yang dipimpinnya, yaitu tidak lain adalah untuk menjaga dan melestarikan seni dan budaya yang dititipkan oleh para leluhur pendahulu.

“Tujuannya adalah untuk menjaga, melestarikan seni dan budaya. karena mengingat seni dan budaya ini hampir punah, bahkan generasi penerus pun nyaris tidak pernah ada,” paparnya

Lebih lanjut Ia katakan, PSB sedang mendorong regulasi terkait dengan seni dan budaya lewat Perda, diharapakan mampu untuk menunjang segala kegiatan yang akan dilakukan oleh para insan seni di daerah nantinya.

“Ke depan rencana PSB akan mendata semua padepokan atau pencinta seni dan budaya yang berada di Pandeglang khususnya dan Banten pada umumnya,” ujarnya

Seni budaya yang dituntut adalah eksistensinya, tandanya adanya kegiatan yang terus menurus dilakukan.

Menurut Yang’to, ada tiga parameter, seni budaya ini bisa eksis ataukah punah. Pertama, guru yang telah wafat dan tak ada penerusnya. Kedua, punya guru namun tidak punya alat atau media (tempat, alat yang mendukung eksistensinya). Ketiga, tidak punya penggerak. Punya perguruan, namun untuk menghidupi dirinya saja tidak bisa.

Maka penting hari ini, bahkan perlu intervensi untuk memperhatikan pelestarian seni budaya dan kesejahteraan guru-guru kita. Sehingga perlu adanya upaya masih unutk memperbanyak ruang  atau panggung bagi sanggar untuk mengekspresikan ke khalayak dan unutk menunjukkan eksistensi mereka.

Kemudian, penting adanya konektivitas anggaran pusat bisa terdistribusi ke semua sanggar seni, yang bisa digunakan untuk perawatan peralatan sanggar, yang perlu kita aturkan dalam kerangka peraturan daerah ke depan.

“Memperkokoh identitas bangsa, bisa diartikan sebagai prilaku masyarakat yang dilakukan terus menerus dan turun temurun serta mempunyai nilai manfaat. Maka saya melihat bahwa seni budaya ini punya kekuatan untuk mempersatukan umat, “ujar Yang’to.

Hal yang juga perlu menjadi konsen, selain menetapkan seni budaya kita patenkan sebagai warisan budaya, namun perlu juga secara de facto seni budaya kita diakui oleh seluruh stakeholder, di antaranya dengan upaya memperbanyak panggung-panggung pentas, memberikan penghargaan bagi penggerak seni budaya, dan beri pengakuan yang pantas untuk mereka.

Bara Hudaya pada kesempatannya menjelaskan kondisi umum terkait eksistensi kebudayaan di Banten.

“Hari ini, ada dua isu  yang menjadi fokus pemerintah terkait hal ini adalah pertama, tidak adanya tradisi yang kuat, kontinu dan masif di masyarakat dan kedua, tidak adanya pembinaan kepada sanggar,” ujar Bara.

Lebih lanjut, Bara menambahkan, tahun 2021 ini pemerintah telah mengusulkan sebanyak 24 usulan Warisan Budaya Tak Benda (WBTb), semoga semuanya lolos.

“Tahun lalu alhamdulillah 3 dari 10 usulan kami, setelah tahap verifikasi, penilain dan siding dinyatakan lolos,  sehingga 7 yang belum lolos kami usulkan ulang tahun ini.” Pungkas Bara.

Bara kembali menjelaskan, gempuran teknologi tidak dapat kita pungkiri turut menjadi faktor menggerus antusiasme anak-anak kita akan seni budaya di Banten khususnya.

Maka untuk itu, Dindik Banten punya program mulai oktober ini, yaitu kampanye terkait efek ekonomi terhadap keberlangsungan pelaku seni budaya. Konsekuensinya kita perlu memperbanyak ruang publik untuk sanggar menampilkan karya seninya.

Selanjutnya, Bara memberi bocoran, bahwa Dindik Banten akan membuat program yang namanya “Jum’at Ngebanten” sebuah kegiatan rutin bagi sanggar dan padepokan untuk tampil di panggung-panggung yang telah kami sediakan. Ini akan diadakan rutin dan serentak di 8 Kabupaten dan Kota mulai pukul 13.00 – 17.00 WIB.

Adapun untuk pembinaan sanggar, pemerintah akan hadir dengan memberikan stimulus bagi sanggar-sanggar yang telah memiliki ruang publik, jadwal penampilan rutin dan kotinu. Harapannya dengan adanya stimulus ini, akan terlahir regenerasi unggul, seni budaya kita terawat dan terjaga, anak-anak kita nanti bangga dengan seni budaya daerahnya. (AMM)

Gaido Foundation dan Disperindag Provinsi Banten Gelar Bazaar dan Festival Ramadhan 1442 H, Simak Rangkaian Kegiatannya

 

Gaido Foundation.org–Gaido Foundation dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Desperindag) Provinsi Banten adakan Bazaar dan Festival bertajuk “Ramadhan Tiba Ekonomi UKM Bangkit”. Mulai 19 April  sampai 12 Mei 2021 di Kawasan Wisata Halal baduy Outbound.

“Kemarin (19/04), kami mengadakan Technical Meeting (TM) bersama seluruh peserta bazaar dan para UKM berkaitan dengan acara ini, yang insyallah full selama 24 hari ke depan.” Ujar Rikza selaku Ketua Panitia.

Kegiatan ini mengangkat tema tentang semangat membangkitkan perekonomian khususnya bagi UKM di Banten, salah satunya  dengan mengupayakan terus adanya kegiatan ekonomi transaksional di kawasan ini. Akan ada banyak ragam produk mulai dari jajanan kuliner khas Banten, fashion, peralatan rumah tangga, mainan anak, dan masih banyak lagi.

Tidak hanya itu, akan ada juga berbagai runtutan  seminar dengan beragam topik menarik dan para narasumber kompeten dari berbagai latar belakang dan akan dipandu langsung oleh Host, Muhammad Hasan Gaido selaku founder Gaido Foundation dan Gaido Group. Selama acara digelar dari awal hingga penutupan, setiap menjelang berbuka akan diisi dengan Tausiah Ramadhan dari ustad-ustad ternama.

Kami juga menggelar berbagai lomba untuk kategori TK dan SD, mulai dari hafalan surat pendek, Adzan, Muslim Fashion Show, Mewarnai dengan Pewarna Alami dan kategori umum, yaitu lomba memasak menu khas Banten.

Pada Rabu, (12/05) nanti akan dilakukan Pembagian Hadiah dan Closing Ceremony oleh Disperindag Provinsi Banten dan Gaido Foundation dan Insyallah akan juga menghadirkan Artis Nasional.

Adapun sore ini (20/04), gelaran perdana seminar akan mengangkat tema “Eksistensi Seni Budaya untuk Memperkokoh Identitas Kebangsaan” dengan menghadirkan Dr. H. Tabrani, M.Pd, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banten dan Yang’to, S.H., M.H., Ketua Umum Perkumpulan Seni Budaya (PSB) Banten.

Besok, Rabu, (21/04) akan digelar Grand Opening acara yang akan dihadiri Muhammad Hasan Gaido selaku founder Gaido Foundation, H. Babar Suharso, ST.,M.Si, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Banten dan kami mengharapkan kehadiran Ibu Bupati Serang, Hj. Ratu Tatu Chasanah, S.E., M.Ak. untuk sekaligus meresmikan acara ini, karena Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound berada di Kabupaten Serang dan Tausiah Ramadhan yang akan disamaikan oleh Drs. KH.Anang Azhari Alie, M.Pd.I, Ketua Presidium FSPP Banten.

Bagi yang ingin melihat jadwal lengkap dapat mengunduh di link berikut ini: Kalender Kegiatan Bazaar dan Festival Ramadhan 1442 dan pantau terus sosial media Intagram @gaidofoundation.

Di pekan terakhir kegiatan ini akan diadakan charity bertajuk Gaido Foundation Berbagi Kebaikan Ramadhan dengan kegiatan  pembagian santunan anak yatim, pembagian santunan sembako, Bazaar sembako murah dan distribusi zakat fitrah.

Bagi para dermawan yang ingin berdonasi dalam program ini, dapat mengirimkan donasinya melalui transfer ke rekening Bank Syariah Indonesia atas nama Yayasan Anak Shaleh Internasional dengan nomor 917 687 809. Donasi juga dapat diantarkan langsung ke sekretariat Gaido Foundation di Gaido Plaza, Jl. Raya Pamulang 2 No 5, Pamulang, Tangerang Selatan, 15416. Informasi lebih lanjut dan konfrmasi donasi dapat menghubungi nomor: 085888330240



Kami menghimbau kepadamasyarakat seluruhnya yang ada di Provinsi Banten untuk hadir datang ke sini untuk meramaikan bazaar dan festival ini. Publikasi dan dokumentasi kegiatan ini juga telah kami siapkan sedemikian rupa sehingga tersampaikan dan terarsipkan dengan baik dengan melibatkan rekan-rekan media kami di SMSI dan PWI.

“Sekali lagi, ini merupakan kegiatan bersama, dari kita untuk kita, mari bahu-membahu bantu para UKM dengan membeli produk-produknya. Jadi, ayo bersama kita turut ramaikan dan semoga ini menjadi karya nyata kita. Mengabdi untuk negeri, berkhidmat untuk umat.” Tegas Rikza.

Di Baduy Outbound, tempat terselenggaranya acara ini, pengunjung dapat membeli produk-produk UKM di stand-stand Bazaar yang telah tersedia dan menikmati suasana berwisata dengan beragam fasilitas lengkap, mushola untuk sholat Ashar, Maghrib, Isya berjamaah, bahkan untuk sholat tarawih, buka puasa bersama di gazebo bambu di atas kolam ikan, juga tersedia cottage bagi pengunjung yang ingin bermalam, dan privite tenda di lapangan utama Baduy Outbound.

“Mohon maaf apabila kegatan ini kurang berkenan, saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah meluangkan waktu, pikiran dan tenaga bahkan biaya untuk menyukseskan kegiatan ini. Terutama saya berterimakasih kepada Gaido Foundation dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan yang telah mempercayakan Bisnis Banten untung menyelenggarakan kegiatan acara ini.” Tutup Rikza.

Sebagai informasi kegiatan ini didukung sepenuhnya oleh  Dinas Pariwisata Banten, Dinas Koperasi dan UKM Banten, Dinas Pertanian Banten, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banten, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Banten, Bank Indonesia KpW Banten, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Banten, Perkumpulan Urang Banten, Baduy Outbound, Bisnis Banten, Gaido Travel & Tours, Azza Travel & Tours Singapore, Forum Silaturahim Pondok Pesantren (FSPP) Banten, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banten, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Painan Banten, Perkumpulan Seni Budaya (PSB) Banten, Perkumpulan Hotel dan Resort Indonesia (PHRI), Insan Tani dan Nelayan Indonesia (INTANI) Banten, Asosiasi Usaha  Menengah Indonesia (AUMI), Bank Banten, Gaido Bank Syariah, Komite Pengusaha Mikro Kecil Menengah Indonesia Bersatu (KOPITU), Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Gaido Media Creative, Perkumpulan Pariwisata Halal Indonesia (PPHI), Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI), Bisnis Bandung Gaido, Santri Mart, Rumah Pemberdayaan Masyarakat (RPM) Institute.

GAIDO GROUP – UNTIRTA TEKEN KERJASAMA DUKUNG KAMPUS MERDEKA

 

GAIDOFOUNDATION.ORG–Gaido Group teken Nota Kesepahaman dengan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Banten, tentang pengembangan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, sebagai bagian dari pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Penandatanganan ini dilaksanakan pada Rabu (10/03) di Gedung Rektorat, Kampus Sindang Sari, Banten.

Penandatangan dilakukan oleh Muhammad Hasan Gaido, selaku Direktur Utama Gaido Group dan Prof. Dr. Fatah Sulaiman, S.T., M.T selaku Rektor Untirta.

Hasan Gaido mengatakan Gaido Group melalui unit-unit usahanya dengan strategi ABG Cantik (Academy, Business, Government, Community) siap bersinergi dan berkolaborasi dalam program kampus merdeka yang dicanangkan oleh pemerintah. Melalui Gaido Institute misalnya yang sedang menjalankan program magang mahasiswa ke Korea Selatan, ada juga Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound di Serang sebagai tempat pelatihan kampus merdeka dalam bidang pertanian, perkebunan, perikanan dan kuliner khas Banten dari Banten Restoran.

“Semoga sinergi ini membawa banyak benefit, selain kepada Gaido Group dan Untirta, juga kepada masyarakat Indonesia dan diharapkan bisa mendukung dalam mewujudkan Indonesia menjadi sentral ekonomi syariah dunia” ujar President Indonesia Saudi Arabia Business Council (ISABC) ini.

“Melalui Nota Kesepahaman ini, diharapkan Untirta semakin bekonsentrasi kepada persiapan, menyiapkan SDM unggul untuk memenangkan persaingan dan kompetisi global yang sekarang ini semakin sengit antar negara, juga memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi sigap dan siap untuk menjaga keutuhan NKRI.” ungkap Prof. Fatah.

Sebagaimana arahan Bapak Presiden Joko Widodo dalam kesempatan peresmian kampus baru Untirta, pada Kamis (04/03) minggu lalu, bahwa Untirta harus ikut andil mengambil bagian untuk mengentaskan permasalahan kemiskinan dan keterbelakangan di Banten dengan menghasilkan inovasi baru.

“Perguruan tinggi tidak berada di menara gading, tapi memfungsikan diri sebagai menara air,” ujar Prof. Fatah mengulang penyampaian Bapak Presiden.

Untuk mempercepat implementasi Nota Kesepahaman ini, maka langsung ditandatangani perjanjian kerjasama antara Gaido Group dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengembangan Bisnis, Kewirausahaan, dan Inkubator Bisnis Untirta yang dikepalai oleh Dr. Abdul Fatah.

Turut menyaksikan seremoni penandatanganan Gaido Group dengan kampus yang terkenal dengan smart n green university ini yaitu Wakil Rektor Bidang Kerjasama, Dr. Aceng Hasani, M.Pd, Koordinator Kelompok JF Humas dan Kerjasama, Veronika Dian Faradiasa, MM, Sub Koordinator Kelompok JF Kerjasama, Ratih Purnamasari, M.Akt, Muhammad Rikza, Direktur Bisnis Banten, Nana Sujana, Direktur Gaido Travel, Suhandoyo, Direktur Sani Mobil Indonesia, Ratu Rosidatun Nasiha, Direktur Gaido Digital Medika dan Rustandi, Branch Regional Manager Gaido Banten. (AMM)

GAIDO RAYAKAN MILAD KE-18, GAIDO BANGKIT DENGAN EKONOMI SYARIAH DARI PANDEMI COVID-19

Gaido Group rayakan Milad ke-18 Tahun dengan mengangkat tema “Gadio Bangkit dengan Ekonomi Syariah dari Pandemi Covid-19”. secara online dan offline di Gaido Palza Tangerang Selatan dan Virtual melalui Zoom dan Live Streaming, pada Sabtu (20/02).

Hasan Gaido dalam pidato utamanya menyampaikan bahwa pandemi covid-19 tidak hanya menyerang kesehatan, namun juga seluruh aspek kehidupan kita, mulai dari sosial, budaya dan ekonomi. Ini momentum dan tantangan Gaido untuk bangkit, dan sebagaimana yang menjadi dasar bisnis Gaido bahwa bisnis adalah dakwah, bekerja adalah ibadah. Gaido bangkit dengan ekonomi syariah, relevan apabila melihat betapa gencarnya pemerintah saat ini sedang giat-giatnya mengembangkan ekonomi syariah yang menjadi dasar jalan bisnis Gaido.

“Kita harus optimis, kalaulah Allah memang menginginkan sesuatu untuk kita, maka pasti akan datang pada kita. Begitu pun ketika Allah ingn mengambil sesuatu dari kita, pastilah akan terambil dari kita. Dan yakinlah Allah tidak akan menguji suatu kaum melebihi  batas kemampuan umatnya” ujar Hasan Gaido

Hasan Gaido melanjutkan bahwa The Jurney Gaido dari 2003-2021 hingga saat ini berusia 18 tahun, telah membuat roadmap untuk mencapai visi Gaido yaitu Indonesia Sentral Ekonomi Syariah Dunia dengan harapan dan optimisme menyongsong masa depan. Gaido memiliki unit-unit usaha dengan beragam produk dari hulu ke hilir untuk memenuhi kebutuhan ekosistem Indonesia Sentral Ekonomi Syariah Dunia.

“Setalah acara ini, melalui Gaido Corporation yang ada di Singapore akan membuat perusahaan baru di Indonesia yaitu Gaido Digital Medika, yang akan bergerak di bidang kesahatan berbasis digital. Semoga ini menjadi ladang pengabdian dan khidmat kami yang baru ke depannya.” Tutup Hasan.

“Inilah yang salah satunya  membuat perayaan milad tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya,” kata Ahmad Murtadha dalam sambutannya sebagai  ketua panitia.

Ahmad juga menyampaikan perayaan Milad secara virtual menjadi yang pertama kali dalam sejarah Gaido. Hal ini sebagai bentuk keseriusan Gaido  dalam memutus rantai penyebaran Virus Corona (Covid-19).

Rangkaian agenda Milad Gaido ke 18 terdiri dari beberapa agenda. Pidato yang disampaikan oleh Founder & CEO Gaido Group, Muhammad Hasan Gaido  menjadi agenda utama perayaan Milad Gaido ke 18.

Sebelum agenda utama, terdapat rangkaian acara yakni pembacaan ayat suci Alquran oleh Qori Internasional, Haji Mustofa, dilanjutkan pembacaan doa syukur oleh K.H. Anang Rikza Masyhadi, kemudian penayangan ucapan selamat Milad Gaido ke 18 oleh sahabat Gaido mulai dari akademisi, mitra bisnis, pejabat pemerintah pusat dan daerah, dan ketua-ketua organisasi atau komunitas. Kemudian juga dilanjutkan dengan pemberian santunan anak yatim dan pemberian penghargaan tahunan Gaido Ward kepada The Best Employee, The Best Branch, The Best Director dan The Best Company dan pemotongan tumpeng.

Terakhir Hasan Gaido menyapa sahabat-sahabat Gaido yang hadir secara online baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Hadir bapak Wisnu Sindhutrisno, Konsul Ekonomi Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Los Angeles, Amerika Serikat, Erwansyah, Atase Pedagangan KBRI Riyadh, Saudi Arabia, Muhammad Amin, CEO Gaido Corporation Singapore, Azman Ridho, ITPC Jeddah, Saudi Arabia, Rezuwan Zakaria, Johor Halal Toyyiban Laboratori Malaysia, Dr. Daenulhay, Tokoh Banten, Dr. Rizqullah, Mantan Direktur Utama BNI Syariah, Mufti Hamka, CEO  PT. Hati Internasional, dan lain-lain. (AM)

FSPP Banten Adakan Sosialisasi Keuangan Syariah dan Wisata Halal

GAIDOFOUDNATION.ORG-Sebanyak 30 pengurus FSPP Banten dari 8 Kabupaten dan Kota, Pengurus Koprasi Syariah Amanat Nusantara (KSAN) Indonesia dan Pengurus PUB hadiri kegiatan “Sosialisasi Keuangan Syariah Tabungan, Deposito dan Pembiayaan dari BAF Syariah dan Wisata Halal, Umrah dan Haji dari Gaido Travel & Tours” pada Senin (5/01) di Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound. Hadir sebagai pembicara KH Anang Azhari Alie, Ketua Presedium FSPP Periode 2021, Dr. Fadlullah Sekjen FSPP, Asep Swarna, Direktur Utama BAF Syariah, dan Nana Sujana, Direktur Gaido Travel & Tours.

FSPP sebagai wadah silaturahim terbesar di provinsi Banten memilik program dakwah melawan rentenir di Banten serta mengedukasi anggota tentang pengelolaan keuangan syariah yang profesional, mulai dari cara membuka tabungan, manfaat tabungan, memaknai uang atau cash flow di pondok pesantren (ponpes).

“Banten terkenal sebagai tanah ulama dan jawara sejak dahulu menjadi potensi desitinasi wisata religi di Banten yang harus terus digaungkan, demi terwujudnya Banten Destinasi Wisata Halal Dunia melalui program Wisata Halal (WH) yang telah dilaunching beberapa waktu lalu oleh Gaido Travel sebagai inisiator.” Ujar Nana Sujana.

FSPP berperan melalui santri-santri yang telah lulus dan mencari ilmu di luar negeri menjadi Duta Wisata Halal Banten di kancah internasional.

“Kegiatan ini menjadi sangat penting dan bersejarah di kala Indonesia bahkan dunia sedang mengalami resesi justru FSPP Banten mengambil peran agar ponpes mandiri dengan cara belajar manajemenkeuangan syariah dari para ahlinya.” ujar Ustad Uung yang saat ini menjabat Ketua Departemen Ekonomi FSPP.

Ponpes di Banten harus kuat santri sehat Indonesia kuat, program ini sejalan dengan program pemerintah pusat membangun ekonomi syariah dan ketahanan pangan berbasis pondok pesantren dan komunitas.

Mengutip ungkapan pakar ekonomi syariah asal Banten, Muhammad Hasan Gaido. Tujuan mulia melahirkan karya karya besar untuk terwujud Banten Maju, Banten Juara dan Masyarakatnya sejahtera dengan bingkai iman dan taqwa. Menjadi asas berbagai elemen untuk mengikatkan diri sehingga mampu komunikasi, koordinas dan kolaborasi di dalam Strategi ABG Cantik (Academy, Business, Goverment & Community).

“Saya melihat para pengurus FSPP se-Banten antusias karena program ini sangat tepat dan benar niatnya sudah dapat pahala apalagi kalau dijalankan mendapat pahala dan manfaat” ungkap Hasan.(RED)

UMRAH RINDU BAITULLAH BERSAMA GAIDO TRAVEL DI MASA COVID-19

 

Gaidofoundation.org–Duta besar Arab Saudi untuk Indonesia H.E Esam Abid Althagafi, melepas keberangkatan umrah group perdana pada Minggu(1/11) di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Banten.

Pada keberangkatan umrah perdana ini termasuk di dalamnya keikutsertaan Gaido Travel & Tour yang dikawal langsung oleh Nana Sujana selaku Direktur Gaido Travel guna memastikan seluruh operasional dan keadministrasian umrah perdana ini aman, nyaman dan terkoordinir dengan baik dengan sistem baru, standar baru, di masa covid-19 ini.

“Pada kesempatan ini, Saya harus mengalami langsung dan mampu menceritakan pengalaman berumrah di masa Covid-19 ini kepada team Gaido Travel, mulai pada kepala cabang dan semua Halal Travel Consultant (HTC) kami, bahwa apabila melakukan sesuai aturan yang berlaku maka jamaah bisa berangkat seperti saya, asalkan mengikuti segala aturan yang telah ditetapkan kerajaan Saudi Arabia dan Pemerintah Indonesia,” ucap Nana.

“Keberangkatan ini merupakan perdana setelah ditutup musim umrah di bulan Februari 2020,” imbuh Nana.

Bagi calon jamaah umrah dan siapapun yang merindukan berziarah ke Baitullah, maka silahkan datang dan daftar melalui kantor cabang atau team HTC Gaido Travel & Tours yang ada di berbagai kota di Indonesia, atau menghubungi Call Center Gaido di (08176001771)

Gaido Travel merupakan Travel haji dan umrah sudah memiliki izin dan berpengalaman selama 18 tahun dan juga terdaftar sebagai perusahaan member KADIN, IATA, ASITA, AFI, ISABC, PPHI dan telah terakreditasi oleh KAN dan meraih ISO 9001: 2015, dan Agustus lalu meraih Rekor Dunia MURI sebagai pemberi Voucher terbanyak sedunia Rp 125 Triliun.(AMM).

GAIDO TRAVEL & TOURS CABANG SEMARANG RESMI BEROPERASI DI MASA PANDEMI COVID-19

GAIDOFOUNDATION.ORG—Gaido Travel  resmi hadir dan beroperasi di Semarang, Jawa Tengah, setelah pada Rabu (26/08) dilaksanakan peresmian pembukaan cabang Gaido Travel ke-59 ini oleh Muhammad Hasan Gaido (MHG)  selaku Founder Gaido Travel dan dihadiri juga oleh H. Zainal Fatah, S. Ag, M.S.I selaku  Kasi Bina Penyelenggaraan Umrah dan Haji Khusus yang  mewakili Kanwil Depag, Jawa Tengah, Nana Sujana selaku Direktur Gaido Travel, Asep Suwarna selaku Direkur BAF Syariah, K.H Anang Rikza Masyhadi selaku Pimpinan Pondok Pesantren modern Tazakka, Pembimbing Haji dan Umrah Gaido Travel, Ustadz Tommy Eka Purnama, S.Ag. Ustadzah Nyai Hj. Latifah Zoemri, Pimpinan Pondok Pesantren al-Falah, Salatiga, Ustadz Marwan atau dikenal juga dengan Panggilan Gus Muh Pimpinan Pesantren Riyadhus Shalihin dan Bambang Suparno selaku Kepala Cabang Gaido Travel Semarang.

Acara peresmian diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Quran dan selanjutnya sambutan Kepala Gaido Travel Cabang  Semarang.
“Peresmian Cabang Gaido Travel Semarang ini dilaksanakan masih dalam suasana kemerdekaan ke-75 Republik Indonesia dan Tahun Baru Islam 1442 H, dalam momen-monen yang sangat baik ini, kami  bersyukur dalam kondisi Pandemi Covid 19 ini di mana dunia pariwisata sedang tiarap, karyawan pada di-PHK. Kami justru dapat membuka kantor cabang Gaido Travel di Semarang. Dibuka tidak dengan secara virtual namun secara Langsung namun sesuai prosedur protokoler kesehatan Covid-19.” Ujar Bambang di dalam sambutannya.
“Saya bergabung dengan Gaido travel karena perusahaan yang memberikan peluang kesempatan untuk membuka usaha dan membuka lapangan pekerjaan dengan legalitas di utamakan dan manajemen sangat profesional dan telah tersertifikasi Komite Akreditasi Nasional (KAN) dan ISO 9001:2015 dan saya sangat bangga sebelum peresmian kantor cabang Semarang ini, pada 22 Agustus 2020 kemarin, Gaido Travel di masa pademi Covid 19 dengan  momentum HUT ke 75 RI dan Tahun Baru Islam 1442 H. Gaido travel mendapatkan rekor MURI pemberi voucher haji, umrah dan halal travel terbanyak se-dunia sebanyak 75 juta lembar.” Ungkap Bambang lagi.
“Saya ucapkan banyak terima kasih kepada Pak Hasan selaku  founder Gaido Travel dan Pak Nana selaku Direktur serta kepada semua tamu undangan yang hadjr dalam pembukaan Gaido Travel Cabang Semarang dan kami mohon bimbingannnya dari Kanwil Kemenag agar kami melakuan usaha dengan baik dan benar.” Tutup Bambang.

Selanjutnya sambutan dari Nana Sujana selaku Direktur Gaido Travel. Dalam kesempatannya Nana Sujana mengungkapkan bahwa Gaido Travel resmi terdaftar di Kementerian Agama sebagai penyelenggara haji khusus dan umrah resmi (izin PIHK: 786 dan izin PPIU: 687, Di samping itu, Gaido Travel tercatat sebagai anggota dari IATA (International Air Transport Association), ASITA (Association of the Indonesian Tours & Travel Agencies), HIMPUH (Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji), AUMI (Asosiasi Usaha Menengah Indonesia), AFI (Asosiasi Franchise Indonesia), anggota Kadin Indonesia dan sebagai provider visa.
“Saya mengucapkan selamat kepada manajemen Gaido Travel cabang Semarang atas peresmian pembukaannya, semoga sukses dan terus bertumbuh kembang. Cabang semarang merupakan cabang franchise kami ke-59 dan Alhamdulilah sudah mendapatkan izin oprasional dari Kanwil Kemenag, Jawa Tengah. Kami sebagai provider visa sehingga ke depannya pemberangkatan cabang yang berada di Jawa Tengah akan di berangkatkan langsung dari bandara Semarang ke Jeddah dan Madinah dengan maskapai penerbangan Garuda dan Citylink. Pada intinya Gaido Travel dengan pengalaman operasional 18 tahun, kami siap melayani paket haji, umrah dan halal travel apapun sesuai kebutuhan para jamaah.” Tutup Nana Sujana.
Selanjutnya sambutan dari Muhammad Hasan Gaido (MHG) selaku CEO dan Founder Gaido Group.
“Dengan resminya Gaido Travel Cabang Semarang semoga memberikan keberkahan buat Pak Bambang dan keluarga sebagai Kepala Cabang dan masyarakat muslim wilayah Jawa Tengah pada khususnya, dan masyakarat Indonesia pada umumnya. Sesuai niat awal Gaido Travel hadir untuk menjadi pilihan jamaah yang inign beribadah haji, umrah dan halal travel sebagai mitra dan pelayanan terbaik sesuai aturan. Gaido Travel merupakan baigian dari Gaido Group dan saat ini hadir Direktur Utama Bank BAF Syariah, Pak Asep Suwarna  yang siap memfasilitasi pembuakan tabungan haji, umrah dan perjalanan wisata halal.” Ungkap Hasan Gaido.


Kemudian sambutan dari H. Zainal Fatah, S. Ag, M.S.I selaku  Kasi Bina Penyelenggaraan Umrah dan Haji Khusus yang  mewakili Kanwil Depag, Jawa Tengah.
“Selamat kepada Pak Bambang selaku Kepala Gaido Travel Cabang Semarang, semoga sukses, penuh berkah dan terus berkembang. Kami, Kanwil di Jawa Tengah membawahi 35 Kabupaten/Kotamadya. Populuasi Jawa Tengah saat ini sekitar 38 juta orang. Saya pada kesempatan ini mengingatkan pada masyarakat agar jangan daftar umrah dan haji ke travel yang menerapkan sistem MLM karena bertentangan dengan aturan dan sudah terbukti telah menelantarkan jamaahnya. Maka dari itu lebih baik menabung umrah atau haji dulu di melalui counter service poin Bank BAF Syariah di Gaido Travel Cabang Semarang ini” ujar H. Zainal.


Selanjutnya ceramah dari K.H Anang Rikza Masyhadi, yang merupakan Pimpinan Ponpes Modern Tazakka, Batang  menyampaikan bahwa haji dan umrah memiliki semangat dan filosofi hijrah dan kemanusiaan.
“Umrah ke umrah adalah penebus dosa dan haji yang mabrur tidak ada balasan kecuali surga. Maka setiap jemaah umrah  dan haji diajarkan untuk meresapi spirit hijrah untuk lebih baik dan dengan memberikan makan kepada dhuafa sebagai bukti kepedulian kemanusiaan kita. Gaido travel bukan lagi to be number 1 tapi is number 1 karena sudah mendapatkan penghargaan dari berbagai lembaga termasuk rekor MURI pada 22 Agustus yang lalu dalam rangkaian acara Reuni Akbar di mana saya juga sebagai pemberi ceramah dalam kegiatan tersebut.” Ungkap Kyai Anang.
Untuk layanan reservasi Gaido Travel Cabag semarnag bisa datang langsung ke kantor yang beralamat di Jalan Bayam V No.9, RT 4 RW 7, Sendangguwo, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah 50273 atau menghubungi Call Center 082138112916, e-mail: gaidotravelsemarang@gmail.com atau kunjungi website www.gaidotravel.com

Fokus Pada Tujuan

Dalam diskusi kebangsaan  memperingati HUT RI Ke 75 di Banten Ada seorang sahabt Ki MHG yang setiap hari rajin sholat ke masjid, lalu suatu hari ia berkata kepada Ki MHG, 

“Mulai hari ini saya tidak mau ke masjid lagi”

“Lho kenapa?” sahut Ki MHG.

“Karena di masjid saya menemukan orang² yang kelihatannya agamis tapi sebenarnya tidak, ada yang sibuk dengan gadgetnya, sementara yang lain membicarakan keburukan orang lain dan Mereka itu Ibadah hanya cangkang atau kulit nya saja. 

Ki MHG pun berpikir sejenak dan berkata, “Baiklah kalau begitu, tapi ada satu syarat yang harus kamu lakukan sobat  setelah itu terserah kamu”.

“Apa itu?”

“Ambillah air satu gelas penuh, lalu bawa keliling masjid, ingat jangan sampai ada air yang tumpah”.

Sang Sahabat Ki MHG  pun membawa segelas air berkeliling masjid dengan hati -hati hingga tak ada setetes air pun yang jatuh.

Setelah selesai dan duduk berdua di  Padepokan Gunung Karang  Ki MHG bertanya, 

“Bagaimana sudah sahabat bawa air itu keliling masjid?”, 

“Sudah Ki”.

“Apakah ada yang tumpah?”

“Tidak”.

“Apakah di masjid tadi ada orang yang sibuk dengan gadgetnya?”.

“Wah, saya tidak tahu karena pandangan saya hanya tertuju pada gelas ini”, jawab si sahabat.

“Apakah di masjid tadi ada orang² yang membicarakan kejelekan orang lain?”, tanya ki MHG lagi.

“Wah, saya tidak dengar karena saya hanya konsentrasi menjaga air dalam gelas”.

Ki MHG pun tersenyum lalu berkata, “Begitulah hidup Ki dan Nyi, jika kamu fokus pada tujuan hidupmu, kamu tidak akan punya waktu untuk menilai kejelekan orang lain. Jangan sampai kesibukanmu menilai kualitas orang lain membuatmu lupa akan kualitas dirimu”.

Marilah kita fokus pada diri sendiri dalam beribadah, bekerja dan untuk terus menerus berbenah menjadi positif.

Hidup hanya sekali jadilah yang berarti. Hidup adalah pilihan sukses atau sukses.


Maka visi itu akan menjadi kenyataan apabila kita fokus pada tujuan yang akan melahirkan pada berpikir  inovasi tanpa batas dan bekerja keras, bekerja  cerdas, bekerja sampai tuntas dan bekerja dengan ikhlas.

_________________________

Motivasi berikutnya kita bahas iman dan taqwa yang akan memahami kematian akhir hidup atau permulaan hidup menuju keabadian..


Muhammad Hasan Gaido (MHG)